Category: BNSP

PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI RISK BASED INSPECTION

Risk Based Inspection – Program ini disusun sesuai dengan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 318 Tahun 2016 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Aktivitas Profesional, Ilmiah, dan Teknis Golongan Pokok Aktivitas Arsitektur dan Keinsinyuran; Analisis dan Uji Teknis pada Jabatan Risk Based Inspection (RBI).

Risk Based Inspection (RBI) merupakan pendekatan sistematis untuk menentukan frekuensi dan jenis inspeksi pada peralatan berbasis pada tingkat risiko yang terkait. Program sertifikasi ini bertujuan untuk memastikan profesional dalam bidang ini memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan standar nasional.

 

Tujuan Pelatihan Risk Based Inspection

Tujuan dari pelatihan dan sertifikasi kompetensi Risk Based Inspection ini adalah:

  1. Meningkatkan keterampilan peserta dalam menerapkan peraturan keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan di tempat kerja.
  2. Meningkatkan pengetahuan peserta dalam melakukan pengumpulan data yang relevan untuk analisis risiko.
  3. Membangun sikap yang berorientasi pada risiko dan keamanan dalam melakukan aktivitas inspeksi.
  4. Mempersiapkan peserta untuk menghadapi ujian sertifikasi kompetensi.

 

Unit-Unit Kompetensi Risk Based Inspection

  1. M.7120310.001.01 | Menerapkan Peraturan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan di Tempat Kerja
  2. M.7120310.002.01 | Melakukan Pengumpulan Data
  3. M.7120310.003.01 | Melakukan Analisa Data
  4. M.7120310.004.01 | Menentukan Metode Kajian Risiko (Risk Assessment Method)
  5. M.7120310.005.01 | Menentukan Faktor-Faktor Kemungkinan Kegagalan (PoF)
  6. M.7120310.006.01 | Menentukan Faktor-Faktor Konsekuensi Kegagalan (CoF)
  7. M.7120310.007.01 | Menentukan Tingkat Risiko Peralatan (Risk Ranking)
  8. M.7120310.008.01 | Membuat Program Perencanaan Inspeksi
  9. M.7120310.009.01 | Melakukan Evaluasi Implementasi Awal RBI
  10. M.7120310.010.01 | Membuat Laporan Hasil Pekerjaan RBI

Persyaratan

  1. Surat keterangan / rekomendasi dari perusahaan.
  2. Peserta secara teknis menguasai Bidang Risk Based Inspection serta mempunyai pengalaman kerja di bidangnya minimal 3 tahun, dengan melampirkan bukti.
  3. Peserta dianjurkan membawa laptop.

Pelaksanaan Pelatihan

Pelatihan Sertifikasi Reguler/Blended:

Tanggal : Refreshment Online 22 sd 23 Juni 2026

Asesmen Offline tanggal 25 Juni 2026

Pukul : 08.00 – selesai

Lokasi Asesmen : Jogja

(Tanggal dan tempat pelaksanaan bersifat tentative, menunggu kuota peserta terpenuhi)

 

Informasi

Office

Jl. Patangpuluhan No.26A, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Phone: 0813-2517-7427

Web: www.bexcellentjogja.com

Rizki Satrio

(Customer Relation officer)

PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG
( BEXCELLENT CONSULTANT )

Excellent Service for Excellent People

Phone          : 0813-2517-7427

Email: satrio@bexcellentjogja.com

Mobile / WA  : 0813-2517-7427

 

 

Pengawas Operasional Madya (POM)

Sertifikasi Pengawas Operasional Madya (POM)

Sertifikasi Pengawas Operasional Madya (POM) BNSP – Dalam industri pertambangan yang memiliki risiko tinggi dan regulasi yang ketat, peran seorang pengawas operasional sangatlah krusial. Jika level Pertama (POP) berfokus pada pengawasan teknis di lapangan, maka level Madya (POM) menuntut kapabilitas yang lebih tinggi dalam ranah manajerial dan pengelolaan sistem.

Program ini dirancang secara khusus untuk para profesional tambang yang ingin naik kelas menjadi pengawas tingkat menengah. Sertifikasi ini bukan sekadar pemenuhan regulasi sesuai Keputusan Menteri ESDM, melainkan investasi strategis untuk memastikan operasional tambang berjalan efektif, efisien, dan patuh terhadap kaidah perlindungan lingkungan serta keselamatan kerja.

Tujuan Pelatihan Pengawas Operasional Madya (POM)

Program ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kompetensi manajerial yang komprehensif, meliputi:

  1. Kepemimpinan Operasional: Mampu menggerakkan tim dan memastikan setiap kebijakan perusahaan terimplementasi dengan baik di seluruh unit kerja.

  2. Mitigasi Risiko Tingkat Lanjut: Mengelola potensi bahaya secara sistematis melalui Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP).

  3. Kepatuhan Regulasi: Memastikan seluruh aktivitas operasional selaras dengan standar teknis dan hukum yang berlaku di Indonesia (ESDM & BNSP).

  4. Efisiensi Sumber Daya: Menerapkan prinsip konservasi mineral dan batubara guna memaksimalkan hasil tambang dengan dampak lingkungan seminimal mungkin.

 

Persyaratan Peserta (Checklist) Pengawas Operasional Madya (POM)

Untuk dapat mengikuti sertifikasi ini, peserta wajib mengumpulkan:

  1. Administrasi: Pas foto 3×4 (4 lembar, latar merah, kemeja) & Copy KTP.

  2. Kualifikasi: Copy sertifikat POP (Pengawas Operasional Pertama).

  3. Pengalaman: Bukti pengalaman kerja minimal 1 tahun sejak tanggal penerbitan sertifikat POP.

  4. Dokumen Pendukung: CV terbaru & Copy Sertifikat Diklat POM.

  5. Khusus TKA: Copy Paspor dan Surat Ijin Bekerja (Kemenaker & KESDM).

NO
KODE UNIT
JUDUL UNIT KOMPETENSI
1 PMB.PO02.009.01 Melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab sebagai Pengawas Operasional Madya (POM)
2 PMB.PO02.010.01 Mengelola Keselamatan Pertambangan
3 PMPMB.PO02.011.01 Mengelola Lingkungan Pertambangan
4 PMPMB.PO02.012.01 Mengelola Keadaan Darurat Pertambangan
5 PMPMB.PO02.013.01 Melaksanakan Upaya Penerapan Konservasi Mineral dan Batubara
6 PMPMB.PO02.014.01 Mengelola Penerapan Kaidah Teknis Pertambangan Mineral dan Batubara
7 PMPMB.PO02.015.01 Mengawasi Kegiatan Usaha Jasa Pertambangan Mineral dan Batubara
8 PMPMB.PO02.016.01 Mengawasi Standardisasi Pertambangan Mineral dan Batubara

Instruktur

Kegiatan sertifikasi ini akan diampu oleh praktisi yang berpengalaman di bidangnya dan Tim Assesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Waktu & Tempat

Tanggal          : 3 hari di Mei 2026

  (2 Hari Pelatihan + 1 Hari Asessment)

Waktu             : 08.00 sd 16.00

Tempat           : Online

 

Fasilitas                                                             

  • Materi Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Sertifikat BNSP, bagi peserta yang dinyatakan kompeten

Informasi Pendaftaran

Jl. PATANGPULUHAN NO 26A, Yogyakarta

Website||www.minersolution.id|                    

Email | satriominersolutionid@gmail.com / satrio@minersolution.id

CP | Satrio | 081325177427

SUPERVISI KAIZEN LEAN

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI DAN UJI KOMPETENSI SKEMA SUPERVISI KAIZEN LEAN

Sertifikasi Supervisi Kaizen BNSP – Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Uji Kompetensi Skema Supervisi Kaizen Lean disusun untuk menjawab kebutuhan industri manufaktur dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas melalui budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Di tengah tuntutan biaya yang kompetitif, lead time yang semakin singkat, serta standar mutu yang semakin tinggi, organisasi memerlukan SDM yang mampu mengidentifikasi pemborosan (waste), memperbaiki aliran proses, dan memastikan implementasi perbaikan berjalan konsisten di area kerja.

Program ini mengacu pada SKKNI Nomor 299 Tahun 2020 tentang Lean Manufacturing pada Jabatan Kerja Kaizen Man, dengan unit kompetensi yang berfokus pada pemetaan dan analisis aliran nilai hingga perumusan solusi perbaikan. Peserta dibekali kemampuan membuat Value Stream Mapping (VSM) sistem manufaktur, menganalisis kondisi saat ini dan kondisi target menuju lean manufacturing, serta merumuskan tindakan perbaikan yang relevan dan terukur sesuai kebutuhan proses produksi.

Pelatihan ini juga menekankan kemampuan peserta dalam merancang solusi perbaikan pada sistem tarik (pull system) dan perbaikan proses yang mengalir antar lini maupun di dalam lini produksi. Materi disusun berbasis praktik dan studi kasus agar peserta mampu menerjemahkan konsep lean menjadi rencana aksi yang aplikatif, termasuk penetapan prioritas masalah, penyusunan langkah implementasi, serta pembagian peran dalam supervisi perbaikan di area kerja. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu menjadi penggerak kaizen yang efektif dalam tim produksi maupun lintas fungsi.

Sebagai rangkaian yang terintegrasi, program pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan berbasis kompetensi melalui latihan unjuk kerja, simulasi, dan penyusunan bukti kerja sesuai unit kompetensi. Di akhir program, peserta dipersiapkan untuk mengikuti uji kompetensi guna memastikan kemampuan melakukan monitoring hasil implementasi solusi perbaikan lean manufacturing. Melalui pelatihan dan uji kompetensi ini, diharapkan peserta memiliki kompetensi yang terstandar dan siap mendukung peningkatan kinerja operasional perusahaan secara berkelanjutan.

 

ACUAN NORMATIF SERTIFIKASI SUPERVISI KAIZEN

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
  2. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2014 tentang Pedoman Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
  3. Konsep SKKNI Sebagai Acuan Standar Kebutuhan Industri Terhadap Tenaga Kompeten
  4. Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 22 Tahun 2019

TUJUAN SERTIFIKASI SUPERVISI KAIZEN

  1. Meningkatkan kompetensi peserta dalam supervisi kaizen dan implementasi lean manufacturing sesuai SKKNI.
  2. Membekali peserta kemampuan membuat Value Stream Mapping (VSM) pada sistem manufaktur.
  3. Menguatkan kemampuan menganalisis value stream untuk merumuskan kondisi target menuju lean manufacturing.
  4. Meningkatkan kemampuan merumuskan solusi perbaikan pada sistem tarik (pull system) dan aliran proses antar/dalam lini produksi.
  5. Mempersiapkan peserta melakukan monitoring hasil implementasi serta mengikuti uji kompetensi agar siap memperoleh sertifikasi.

 

BENTUK KEGIATAN SERTIFIKASI SUPERVISI KAIZEN

Kegiatan dimaksud adalah kegiatan pelatihan berbasis kompetensi/bimbingan teknis (refresh) yang dilaksanakan oleh Lembaga Diklat Profesi dan dilanjutkan dengan uji kompetensi (assessment) oleh asesor kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi bidang supervisi Kaizen Lean.

 

MATERI BERBASIS UNIT KOMPETENSI

  1. Pengantar Sistem Sertifikasi Kompetensi di Indonesia
  2. Ketentuan SKKNI No. KEP. 26 Tahun 2021
  3. Standar Kompetensi Skema Supervisi Kaizen Lean

 

No Kode Unit Judul Unit Kompetensi
1 C.29LMG00.001.1 Membuat Value Stream Mapping Sistem Manufaktur
2 C.29LMG00.002.1 Menganalisis Value Stream Menuju Lean Manufacturing
3 C.29LMG00.003.1 Merumuskan Solusi Perbaikan Sistem Tarik
4 C.29LMG00.004.1 Merumuskan Solusi Perbaikan Proses yang Mengalir Antar Lini dan di Dalam Lini Produksi
5 C.29LMG00.010.1 Melakukan Monitoring Hasil Implementasi Solusi Perbaikan Persoalan Lean Manufacturing

INSTRUKTUR DAN ASESOR

Pada sesi Pembekalan Teknis, peserta akan diampu oleh Praktisi dari Asosiasi Pendukung LSP yang berpengalaman dalam profesi Data Scientist di institusi/perusahaan. Sedangkan pada sesi asesmen, peserta akan diuji kompetensinya oleh Asesor dari LSP TIM

 

METODE ASESMEN

  • Pra – Assessment (Pengisian APL -01 dan APL 02)
  • Pengumpulan dan verifikasi berkas persyaratan dan portofolio
  • Proses Real Assessment
  • Praktik dan Simulasi (jika diperlukan)
  • Uji Tulis sesuai Skema Sertifikasi
  • Wawancara

 

WAKTU DAN TEMPAT UJI KOMPETENSI

Paket Reguler Offline

Tanggal Pelaksanaan    : 19 s.d 20 Mei 2026

Waktu                         : 08.00 s.d. 16.00 WIB

Venue/TUK                  : TUK Sewaktu di Hotel Asyana Kemayoran, Jakarta Pusat

 

SASARAN PESERTA

Program ini sangat direkomendasikan bagi para staf, personil, maupun profesional yang aktivitas pekerjaannya berkaitan dengan bidang Produksi / operasional, Quality (QC/QA), Engineering / maintenance, Logistik / warehouse.

INFORMASI &  PENDAFTARAN

Jl. PATANGPULUHAN NO 26A, Yogyakarta

Website||www.minersolution.id|                    

Email | satriominersolutionid@gmail.com / satrio@minersolution.id

CP | Satrio | 081325177427

Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama BNSP

Sertifikasi POP BNSP – Industri pertambangan adalah sektor yang dinamis, menuntut komitmen tinggi terhadap keselamatan, efisiensi, dan kepatuhan regulasi. Di tengah kompleksitas ini, peran Pengawas Operasional Pertama pada pertambangan menjadi sangat krusial. Mereka adalah garda terdepan yang memastikan setiap kegiatan di lapangan berjalan aman, efektif, dan sesuai standar.

Untuk memenuhi tuntutan ini, setiap pengawas wajib memiliki kompetensi yang diakui, dan salah satu cara terbaik adalah melalui Pelatihan POP (Pengawas Operasional Pertama). Program ini tidak hanya membekali Anda dengan pengetahuan teknis, tetapi juga dengan legalitas profesi yang akan membawa karier Anda ke level selanjutnya.

Mengapa Pelatihan POP Wajib Diikuti oleh Setiap Pengawas?

Sertifikasi POP bukan sekadar syarat formal, melainkan investasi strategis untuk masa depan karier Anda. Ini adalah fondasi yang akan membedakan Anda dari yang lain dan membuka banyak peluang.

Meningkatkan Kompetensi dan Keamanan Kerja

Sebagai seorang pengawas, tanggung jawab Anda adalah memastikan seluruh tim bekerja dengan aman. Pelatihan POP memberikan pemahaman mendalam tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan tambang. Anda akan belajar cara mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko yang ada, sehingga operasional bisa berjalan lebih efisien tanpa mengorbankan keselamatan.

 

Memenuhi Persyaratan Hukum dan Regulasi Sertifikasi POP

Industri pertambangan diatur oleh peraturan yang ketat dari pemerintah, terutama Kementerian ESDM. Pelatihan POP memastikan Anda selalu patuh terhadap setiap peraturan dan standar yang berlaku. Ini adalah hal yang esensial, tidak hanya untuk menjaga operasional perusahaan tetap legal, tetapi juga untuk melindungi diri Anda sebagai profesional.

 

Mempercepat Jalur Karier Profesional Anda Sertifikasi POP

Bagi Anda yang ingin naik jabatan atau beralih ke posisi yang lebih strategis, sertifikat POP adalah bekal yang tak ternilai. Banyak perusahaan pertambangan menjadikan sertifikasi ini sebagai syarat mutlak untuk promosi. Dengan memiliki sertifikat POP, Anda secara tidak langsung mengirim sinyal bahwa Anda adalah individu yang serius, kompeten, dan siap untuk memikul tanggung jawab lebih besar.

Materi Sesuai Unit Kompetensi Sertifikasi POP

Pelatihan POP dirancang secara komprehensif, mencakup seluruh aspek penting yang dibutuhkan seorang pengawas. Materi yang diajarkan sangat relevan dengan tantangan di lapangan.

1 Melaksanakan Peraturan Perundang-undangan terkait Keselamatan Pertambangan
2 Melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab Keselamatan Pertambangan pada Area yang menjadi Tanggung Jawabnya
3 Melaksanakan Pertemuan Keselamatan Pertambangan Terencana
4 Melaksanakan Investigasi Kecelakaan
5 Melaksanakan Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko
6 Melaksanakan Peraturan Perundang-undangan terkait Perlindungan Lingkungan
7 Melaksanakan Inspeksi
8 Melaksanakan Analisis Keselamatan Pekerjaan

Persyaratan Peserta

  1. Fotocopy KTP sebagai WNI
  2. Mengisi form Apl 01 dan Apl 02 (disediakan oleh LSP)
  3. surat rekomendasi perusahaan
  4.  ijazah terakhir
  5. Portofolio, sertifikat kursus / pelatihan yang relevan
  6. surat pengalaman kerja dari pimpinan perusahaan/atasan yang bersangkutan (ASLI).
  7. Menyiapkan Curriculum Vitae terbaru
  8. Menyertakan bukti-bukti contoh pekerjaan terkini serta dokumen yang mendukung jenjang kualifikasi sebagai inspektur
  9. Pas Photo ( background  Merah)

     

Waktu & Tempat

    • Tanggal : 19 sd 21 Mei 2026
    • Waktu : (08.00 – 16.00 WIB)
    • Biaya Kelas Online : Rp 4.500.000,- (Online By Zoom)/ 3 Days

Informasi & Pendaftaran

Jl. PATANGPULUHAN NO 26A, Yogyakarta

Website||www.minersolution.id||                  

Email | satriominersolutionid@gmail.com / satrio@minersolution.id

CP | Satrio | 081325177427

PELAKSANA PERBANYAKAN VEGETATIF BNSP

Sertifikasi Pelaksana Perbanyakan Vegetatif BNSP – Kebutuhan akan tenaga ahli yang kompeten dan tersertifikasi di bidang pelaksana perbanyakan vegetatif menjadi sangat mendesak untuk menjamin bahwa setiap proses perbanyakan dilakukan sesuai standar terbaik, menghasilkan kualitas bibit yang optimal, dan mendukung program penghijauan yang efektif.

Sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) untuk Pelaksana Perbanyakan Vegetatif menjadi tolok ukur kompetensi yang diakui secara nasional. Dengan memiliki tenaga kerja yang tersertifikasi, perusahaan dapat memastikan bahwa operasional perbanyakan vegetatif dilakukan oleh individu yang memahami prinsip- prinsip ilmiah, teknik praktis, serta standar keselamatan dan lingkungan. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan keberhasilan program perbanyakan, tetapi juga memperkuat komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

TUJUAN SERTIFIKASI PELAKSANA PERBANYAKAN VEGETATIF BNSP

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu:

  1. Memahami prinsip dasar dan teknik perbanyakan vegetatif yang sesuai dengan standar industri.
  2. Melaksanakan persiapan bahan tanam, media tanam, dan peralatan yang diperlukan untuk perbanyakan vegetatif dengan benar.
  3. Menerapkan berbagai metode perbanyakan vegetatif (misalnya, stek, cangkok, okulasi, sambung) secara efektif.
  4. Melakukan perawatan dan penanganan bibit hasil perbanyakan vegetatif hingga siap tanam.
  5. Mengidentifikasi dan mengatasi masalah umum dalam proses perbanyakan vegetatif, serta menjaga kualitas dan kesehatan bibit.

MATERI UJI KOMPETENSI PELAKSANA PERBANYAKAN VEGETATIF BNSP

        Kode Unit                                Nama Unit Kompetensi

  • A.01PBM01.001.1        Menerapkan Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  • A.01PBM01.002.1        Mengorganisasikan Pekerjaan
  • A.01PBM01.003.1        Melakukan Komunikasi Efektif
  • A.01PBM01.009.1        Melakukan Perbanyakan Benih Secara Vegetatif
  • A.01PBM01.011.2         Melakukan Panen

 

INSTRUKTUR SERTIFIKASI PELAKSANA PERBANYAKAN VEGETATIF BNSP

Tim LSP

PERSYARATAN PESERTA SERTIFIKASI PELAKSANA PERBANYAKAN VEGETATIF BNSP

  1. Copy
  2. Surat Penugasan dari perusahaan/instansi untuk mengikuti uji kompetensi Pelaksana Pembibitan.
  3. Curriculum Vitae (CV)/Daftar Riwayat Hidup
  4. Copy Ijasah
  5. Portofolio relevan yang dimiliki (Copy SK Pengangkatan Pegawai, Uraian Pekerjaan terkini (Job Desk), dll.)
  6. Pas foto 3×4 dan 4×6 masing-masing sebanyak 1 lembar berlatar belakang warna merah dan berpakaian rapi (tidak diperbolehkan menggunakan kaos).
  7. Masing-masing peserta wajib membawa laptop

WAKTU DAN TEMPAT SERTIFIKASI 

Tanggal : 3 hari di April 2026 / 19 sd 21 Mei 2026

Waktu : 08.00 sd 16.00

Tempat: Ayyarta Hotel Yogyakarta

*Menerima Request In House Training

 

FASILITAS OFFLINE TRAINING

  1. Materi
  2. Sertifikasi Kompetensi dari BNSP (Bagi yang dinyatakan kompeten)
  3. Sertifikasi tanda keikutsertaan dari Lembaga Pelatihan
  4. Training Kit
  5. Souvenir
  6. Lunch dan Coffee Break

INFORMASI & PENDAFTARAN

Jl. PATANGPULUHAN NO 26A, Yogyakarta

Nama:  Satrio

  ( Customer Relation Officer)

Phone / WA  : 0813–2517–7427

Email: satrio@bexcellentjogja.com

Pengambilan Data Penilaian Daur Hidup (LCA)

SERTIFIKASI BNSP KEAHLIAN PENGHITUNGAN DAN PENGAMBILAN DATA PENILAIAN DAUR HIDUP (LCA)

Keahlian Penghitungan & Pengambilan Data Penilaian Daur Hidup (LCA) – Kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas lingkungan dan melindungi kesehatan manusia telah mendorong organisasi dan perusahaan untuk lebih memperhatikan dampak lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas, produk, dan layanan mereka. Kinerja lingkungan perusahaan kini menjadi perhatian utama baik bagi pihak internal maupun eksternal yang berkepentingan. Untuk mencapai kinerja lingkungan yang optimal, dibutuhkan komitmen organisasi terhadap pendekatan sistematis dan upaya perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen lingkungan.

Sejak 2018, Sekretariat PROPER Ditjen PPKL KLHK telah mengintegrasikan kriteria baru dalam penilaian PROPER, yaitu Penilaian Daur Hidup atau Life Cycle Assessment (LCA). Kriteria ini ditetapkan berdasarkan revisi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2014 tentang PROPER. Penerapan LCA bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi keberlanjutan penggunaan sumber daya alam, dampak pembuangan terhadap lingkungan, serta mencari solusi untuk perbaikan lingkungan secara menyeluruh.

Penilaian Daur Hidup (LCA) dilakukan berdasarkan standar SNI ISO 14040:2016 tentang Manajemen Lingkungan-Penilaian Daur Hidup-Prinsip dan Kerangka Kerja, serta SNI ISO 14044:2016 tentang Persyaratan dan Panduan Penilaian Daur Hidup. Dalam konteks PROPER, perusahaan diharapkan mampu menyusun laporan LCA serta memastikan personal yang terlibat memiliki kompetensi dan sertifikasi terkait.

LCA menjadi alat penting untuk mendukung strategi bisnis perusahaan dalam pengambilan keputusan terkait perbaikan kualitas produk dan proses, sekaligus memahami dampak lingkungan dari produk yang dihasilkan. Standar internasional ISO 14040:2006 dan ISO 14044:2006 (yang diadopsi menjadi SNI ISO 14040:2016 dan SNI ISO 14044:2017) menjadi panduan utama dalam implementasi LCA. Oleh karena itu, pelatihan refreshment ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai prinsip, panduan, dan penerapan LCA melalui studi kasus yang relevan.

 

Tujuan Sertifikasi Pengambilan Data Penilaian Daur Hidup (LCA)

  1. Mendapatkan gambaran mengenai kompetensi kerja, berupa keahlian di bidang Penilaian Daur Hidup (LCA)
  2. Mempersiapkan peserta agar dapat mengikuti pra asesmen dan asesmen dengan baik dan lancar.
  3. Mengembangkan kompetensi bagi profesi personel atau individu sebagai Bidang Penilaian Daur Hidup (LCA).
  4. Memastikan mutu kegiatan proses sertifikasi Bidang Penilaian Daur Hidup (LCA).
  5. Membekali peserta dengan kompetensi pengambilan dan pengelolaan data inventori Penilaian Daur Hidup (LCA) sebagai dasar penghitungan dan penyusunan laporan LCA.

Landasan Hukum Sertifikasi Pengambilan Data Penilaian Daur Hidup (LCA)

  1. Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Nomor P.14/PPKL/SET/DIK.0/9/2018 tentang Materi Pelatihan Penilaian Daur Hidup untuk Proper.
  2. Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor KEP.221/LATTAS/VI/2019 tentang Registrasi Standar Khusus Jabatan Kerja Penilai Daur Hidup (LCA) Asosiasi Profesi Pengelolaan Limbah Industri dan Emisi Indonesia.
  3. Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 037/SKKK.I/LCA.I/I/2019 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Profesional

Bentuk Kegiatan Sertifikasi Pengambilan Data Penilaian Daur Hidup (LCA)

  1. Proses uji kompetensi menggunakan metode :
  • Checklist Portofolio
  • Observasi Demonstrasi

      2. Waktu pelaksanaan uji kompetensi berkisar 1-2 jam.

      3. Disertai dengan proses pelaksanaan praktek penggunaan piranti keras

      4. Pelaksanaan uji kompetensi bisa secara inhouse ataupun public.

Unit Kompetensi Sertifikasi Pengambilan Data Penilaian Daur Hidup (LCA)

Unit Skema: Pengambilan Data Penilaian Daur Hidup

Kode Unit Nama
AILCA.72109.001.01 Mengidentifikasi Pengetahuan Dasar Terhadap Penilaian Daur Hidup (LCA)
AILCA.72109.002.01 Menentukan Batasan, Tujuan Penilaian, dan Ruang Lingkup Penilaian Daur Hidup (LCA)
AILCA.72109.003.01 Melaksanakan inventori Penilaian Daur Hidup (LCA)
AILCA.72109.004.01 Melaksanakan Penilaian Dampak Daur Hidup

 

Unit Skema: Keahlian Penghitungan Nilai Daur Hidup

Kode Unit Nama
AILCA.72109.001.01 Mengidentifikasi Pengetahuan Dasar Terhadap Penilaian Daur Hidup (LCA)
AILCA.72109.002.01 Menentukan Batasan, Tujuan Penilaian, dan Ruang Lingkup Penilaian Daur Hidup (LCA)
AILCA.72109.003.01 Melaksanakan inventori Penilaian Daur Hidup (LCA)
AILCA.72109.004.01 Melaksanakan Penilaian Dampak Daur Hidup
AILCA.72109.005.01 Menyusun Penilaian Daur Hidup Menggunakan Piranti Lunak
AILCA.72109.006.01 Melaksanakan Intepretasi Hasil Penilaian Daur Hidup
AILCA.72109.007.01 Merencanakan Suatu Program yang Sesuai dengan Hasil Penilaian Daur Hidup (LCA)
AILCA.72109.008.01 Melakukan Evaluasi dan Perbaikan Program Lingkungan
AILCA.72109.009.01 Melakukan Pembuatan Laporan Penilaian Daur Hidup

 

Instruktur 

Diklat Kompetensi

Pada sesi Pembekalan Teknis, peserta akan diampu oleh trainer dari  Asosiasi Pendukung LSP yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam di bidang Penilaian Daur Hidup (LCA).

 

Uji Kompetensi/Asesmen

Pada sesi uji kompetensi (asesmen),  peserta akan diuji kompetensinya melalui serangkaian proses asesmen, yang dilaksanakan oleh asesor kompetensi dari LSP

 

Persyaratan Peserta

Kegiatan ini sangat direkomendasikan untuk para ahli lingkungan, insinyur lingkungan, dan manajer keberlanjutan yang bekerja dalam industri, konsultan, atau lembaga pemerintah yang tertarik dalam mengukur dampak lingkungan produk dan proses.

 

PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI 

  1. S2 rumpun ilmu sains atau teknik dengan pengalaman kerja 2 tahun pada sektor yang sama
  2. S2 selain rumpun ilmu sains atau teknik dengan pengalaman kerja 3 tahun
  1. S1 rumpun ilmu sains atau teknik dengan pengalaman kerja 5 tahun
  2. S1 selain ilmu sains atau teknik dengan pengalaman kerja 7 tahun
  3. D3 rumpun ilmu sairs atau teknik dengan pengalaman 5 tahun
  4. SMK dan sederajatnya dengan pengalaman 10 tahun
  5. Memiliki sertifikat pelatihan sesuai dengan Peraturan Dirjend P.14 tahun 2018 tentang materi pelatihan Penilaian Daur Hidup untuk Proper.

 

PEMOHON MENGISI FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI (APL 01) YANG DILENGKAPI DENGAN BUKTI 

  1. Copy Identitas (KTP)
  2. Pas Foto 3×4 berlatar belakang merah sebanyak 2 lembar / Soft file (Jpg)
  3. Bukti yang mendukung (Fortofolio):
    • Copy ijazah terakhir
    • Copy sertifikat pelatihan (Jika ada)
    • Daftar riwayat hidup/ CV
    • Deskripsi pekerjaan/ Jobdesk
    • Surat Keterangan Kerja / Surat Rekomendasi Perusahaan
    • Laporan kerja bisa termasuk dengan salah satunya, yaitu :Logbook
  • Laporan data inventori
  • Laporan kajian LCA
  • Laporan Penyusun LCA

Waktu & Tempat

Kegiatan diklat kompetensi dan uji kompetensi ini ditawarkan dalam bentuk public training, dengan rincian pelaksanaan sebagai berikut:

 

PROGRAM BLENDED

Tanggal Pelaksanaan  : Pelatihan Refreshment       4 – 5 Mei 2026            Online
  : Asesmen                               7 Mei 2026                  Offline
Pukul  : 08.00 – 16.00 WIB
Lokai Asesmen : Yogyakarta
(Tanggal dan tempat pelaksanaan bersifat tentative, menunggu kuota peserta terpenuhi)

PROGRAM FULL OFFLINE

Tanggal Pelaksanaan  : 2 – 4 Juni 2026
Pukul  : 08.00 – 16.00 WIB
Tempat : Yogyakarta
(Tanggal dan tempat pelaksanaan bersifat tentative, menunggu kuota peserta terpenuhi)

*Menerima Request In House Training

 

Fasilitas                                                            

  • Materi Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Sertifikat BNSP, bagi peserta yang dinyatakan kompeten
  • Sarana dan prasarana sesi Sertifikasi: ruang asesmen, coffebreak dan lunch, dll.

 

Informasi & Pendaftaran

Jl. PATANGPULUHAN NO 26A, Yogyakarta

Website||www.minersolution.id|                    

Email | satriominersolutionid@gmail.com / satrio@minersolution.id

CP | Satrio | 081325177427

SERTIFIKASI PENJAMAH MAKANAN (FOOD HANDLER) BNSP

Sertifikasi Penjamah Makanan/Food Handler BNSP – Tuntutan jaminan keamanan pangan semakin meningkat sesuai dengan tuntutan konsumen yang semakin meningkat seiring kenaikan kualitas hidup manusia. Hal ini, menyebabkan pada permasalahan keamanan pangan yang menjadi sangat vital untuk industri bisnis pangan. Produk yang aman hanya dapat diperoleh dari bahan baku yang baik, ditangani dengan baik, diolah, didistribusikan dengan baik, dan diproses oleh tenaga yang kompeten. Untuk menyikapi tuntutan kualifikasi tenaga kerja dunia usaha/industri pangan maka diperlukan hubungan timbal balik antara pihak industri/ usaha pangan sebagai pengguna tenaga kerja, dengan pihak lembaga pendidikan dan pelatihan, serta lembaga sertifikasi yang dikelola pemerintah maupun swasta, baik pendidikan formal maupun non formal dalam upaya menciptakan tenaga kerja.

Tujuan Kerjasama tersebut untuk merumuskan kualifikasi sebagai tenaga ahli yang diinginkan oleh usaha/industri pangan dan diformulasikan pada standar tertentu. Di antaranya ada aspek bidang keamanan pangan yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan jabatan yang diakui secara nasional. Kemampuan kerja yang memenuhi ketiga aspek tersebut dinyatakan sebagai kompetensi, oleh karenanya disebut standar kompetensi kerja. Kompetensi dalam standar tersebut memiliki ekuivalensi atau kesetaraan dengan negara lain bahkan berlaku secara internasional. Oleh karena itu, Bexcellent Consultant bermaksud untuk memberikan layanan diklat kompetensi dengan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi, terkait dengan skema Penjamah Makanan (Food Handler).

Acuan Normatif Sertifikasi Penjamah Makanan

  1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279);
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4637);
  3. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 24);
  4. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2015 tentang Kementerian Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 19);
  5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2014 tentang Pediman Penerapan Kerangka kualifikasi Nasional Indonesia (Berita Negara Republik Indonesia Nomor 1792 Tahun 2014);
  6. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 nomor 258);

Tujuan Sertifikasi Penjamah Makanan

Melalui kegiatan pembelajaran ini diharapkan peserta:

  1. Mendapatkan gambaran mengenai kompetensi kerja, berupa keahlian di bidang Klaster Penjamah Makanan (Food Handler).
  2. Mempersiapkan peserta agar dapat mengikuti pra asesmen dan asesmen dengan baik dan lancar.
  3. Mengembangkan kompetensi bagi profesi personel atau individu sebagai Klaster Penjamah Makanan (Food Handler).
  4. Memastikan mutu kegiatan proses sertifikasi Klaster Penjamah Makanan (Food Handler) sesuai standar yang ditetapkan.

Bentuk Kegiatan Sertifikasi Penjamah Makanan

Kegiatan dimaksud adalah kegiatan pelatihan berbasis kompetensi/bimbingan teknis (refresh) yang dilaksanakan oleh Lembaga Diklat Profesi dan dilanjutkan dengan uji kompetensi (assessment) oleh asesor kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi bidang Penjamah Makanan (Food Handler).

Materi Berbasis Unit Kompetensi Skema Food Handler

  1. Sistem Sertifikasi Kompetensi di Indonesia
  2. SKKNI Nomor 618 Tahun 2016
  3. Standar Kompetensi Skema Penjamah Makanan (Food Handler)
No Kode Unit Judul Unit Kompetensi
1. C.100000.006.01 Melaksanakan Program dan Prosedur Keamanan Pangan
2. C.100000.008.01 Melakukan Praktek Penanganan Pangan Yang Aman
3. JUM.UM01.005.01 Melakukan Kebersihan Diri dan Lingkungan dalam Pengelolaan Jasa Usaha Makanan Berdasarkan Prinsip Hygiene Sanitasi

 

Instruktur Dan Asesor

Pada sesi Pembekalan Teknis, peserta akan diampu oleh Praktisi dari Asosiasi Pendukung LSP yang berpengalaman dalam bidang Klaster Penjamah Makanan (Food Handler). Kemudian, akan dilakukan ujian kompetensi yang akan dilakukan oleh asesor dari LSP.

 

Metode Asesmen Sertifikasi Penjamah Makanan

  • Pra – Assessment (Pengisian APL -01 dan APL 02)
  • Pengumpulan dan verifikasi berkas persyaratan dan portofolio
  • Proses Real Assessment
  • Praktek dan Simulasi (jika diperlukan)
  • Uji Tulis sesuai Skema Sertifikasi
  • Wawancara

Waktu Dan Tempat Uji Kompetensi Sertifikasi Penjamah Makanan

  1. Paket Reguler

Tanggal PBK                      : (2 hari pelatihan)

Tanggal Assessment           : (1 hari assessment)

Metode                             : Blended (PBK secara online;Assessment secara offline)

Waktu                              : 08.00 s.d 16.00 WIB

Venue/TUK                        : TUK Sewaktu di Asyana Kemayoran Jakarta

  1. Paket In House

Tanggal Pelaksanaan           : Tentatif/Depend on request

Metode                              : Offline

Venue/TUK                         : TUK Sewaktu (nama perusahaan, lembaga, instansi)

 

Sasaran Peserta

Kegiatan ini sangat direkomendasikan untuk para profesi Penjamah Makanan service/product (orang secara langsung menangani makanan). Selain itu, dapat diikuti pula oleh pengelola, supervisor, pemilik, atau profesi lainnya  di bidang Jasa Usaha Makanan (hotel, restoran, catering, dapur rumah sakit, dan jasa usaha makanan lainnya), terkait higiene sanitasi yang ingin membuktikan kompetensinya terkait penerapan basic food safety pada penanganan makanan secara aman.

 

PERSYARATAN PESERTA

  1. Mengikuti pelatihan higiene sanitasi/ program keamanan pangan
  2. Memiliki pengalaman kerja di bidang jasa usaha makanan minimal 2 tahun
  3. Memiliki bukti keikutsertaan pendidikan keamanan pangan
  4. Memiliki bukti pendidikan SMK Tata Boga
  5. Fotokopi KTP
  6. Fotokopi Ijazah Terakhir
  7. Curiculum Vitae terbaru

 

FASILITAS

  • 1x Lunch & 2x Coffee Break (khusus paket reguler)
  • Materi Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan Berbasis Kompetensi
  • Sertifikat BNSP (bagi peserta yang dinyatakan kompeten)

INFORMASI & PENDAFTARAN

Jl. PATANGPULUHAN NO 26A, Yogyakarta

Website||www.minersolution.id||                  

Email | satriominersolutionid@gmail.com / satrio@minersolution.id

CP | Satrio | 081325177427

Pelatihan dan Uji Kompetensi Analis Geographic Information System (GIS) BNSP

Penerapan GIS tidak hanya terbatas pada satu sektor, tetapi meluas ke berbagai bidang yang memiliki kebutuhan akan pengelolaan informasi geografis. Berikut beberapa contoh penerapan GIS di berbagai sektor:

Lingkungan: GIS digunakan untuk memantau perubahan lingkungan, seperti deforestasi, pencemaran air, dan perubahan iklim. Dengan GIS, para ilmuwan dan pembuat kebijakan dapat melacak perubahan ini dari waktu ke waktu dan membuat keputusan yang lebih baik untuk pelestarian dan perlindungan lingkungan.

Transportasi: Dalam sektor transportasi, GIS digunakan untuk perencanaan rute, manajemen lalu lintas, dan optimasi jaringan transportasi. Misalnya, GIS membantu dalam perencanaan jalan tol, analisis lalu lintas, dan penentuan lokasi stasiun transportasi umum yang strategis.

Perencanaan Kota: GIS memainkan peran kunci dalam perencanaan kota dengan membantu perencana dalam merancang tata ruang yang efisien dan berkelanjutan. GIS dapat digunakan untuk mengidentifikasi area yang cocok untuk pembangunan perumahan, mengelola penggunaan lahan, dan memastikan ketersediaan fasilitas umum yang memadai.

GIS adalah alat yang esensial bagi analis GIS untuk menjawab tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan informasi geografis. Penggunaan GIS yang efektif dapat memberikan solusi yang inovatif dan berkelanjutan bagi berbagai sektor, memastikan bahwa data geografis dikelola dan dimanfaatkan dengan cara yang optimal.

 

Analis Geographic Information System: Mengelola dan Memanfaatkan Informasi Geografis

Penerapan GIS tidak hanya terbatas pada satu sektor, tetapi meluas ke berbagai bidang yang memiliki kebutuhan akan pengelolaan informasi geografis. Berikut beberapa contoh penerapan GIS di berbagai sektor:

Lingkungan: GIS digunakan untuk memantau perubahan lingkungan, seperti deforestasi, pencemaran air, dan perubahan iklim. Dengan GIS, para ilmuwan dan pembuat kebijakan dapat melacak perubahan ini dari waktu ke waktu dan membuat keputusan yang lebih baik untuk pelestarian dan perlindungan lingkungan.

Transportasi: Dalam sektor transportasi, GIS digunakan untuk perencanaan rute, manajemen lalu lintas, dan optimasi jaringan transportasi. Misalnya, GIS membantu dalam perencanaan jalan tol, analisis lalu lintas, dan penentuan lokasi stasiun transportasi umum yang strategis.

Perencanaan Kota: GIS memainkan peran kunci dalam perencanaan kota dengan membantu perencana dalam merancang tata ruang yang efisien dan berkelanjutan. GIS dapat digunakan untuk mengidentifikasi area yang cocok untuk pembangunan perumahan, mengelola penggunaan lahan, dan memastikan ketersediaan fasilitas umum yang memadai.

GIS adalah alat yang esensial bagi analis GIS untuk menjawab tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan informasi geografis. Penggunaan GIS yang efektif dapat memberikan solusi yang inovatif dan berkelanjutan bagi berbagai sektor, memastikan bahwa data geografis dikelola dan dimanfaatkan dengan cara yang optimal.

Mengumpulkan, Menganalisis, dan Memvisualisasikan Data Geografis

Seorang Analis Geographic Information System (GIS) bertugas mengumpulkan, menganalisis, dan memvisualisasikan data geografis dari berbagai sumber seperti survei lapangan, citra satelit, dan data sensus. Data yang telah dianalisis kemudian disajikan dalam bentuk visual seperti peta tematik atau model 3D untuk mempermudah pemahaman dan mendukung pengambilan keputusan. Kemampuan mengintegrasikan dan menyajikan data secara visual menjadikan analis GIS sangat berperan dalam proyek yang membutuhkan pemahaman spasial.

Menyusun Peta Digital dan Laporan Berbasis Data GIS

Analis GIS juga bertanggung jawab untuk menyusun peta digital dan laporan yang berbasis data GIS. Peta digital ini digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari perencanaan tata ruang, pemantauan lingkungan, hingga analisis risiko bencana. Setiap peta yang dibuat harus akurat, detail, dan relevan dengan kebutuhan pengguna akhir. Analis GIS menggunakan berbagai perangkat lunak khusus untuk memetakan data dan menciptakan visualisasi yang dapat digunakan oleh berbagai pihak yang berkepentingan.

Selain peta, laporan berbasis data GIS juga merupakan bagian penting dari pekerjaan seorang analis GIS. Laporan ini menyajikan hasil analisis dalam bentuk yang komprehensif, disertai dengan interpretasi data yang mendalam. Laporan ini dapat mencakup rekomendasi berdasarkan analisis data geografis yang dilakukan, serta proyeksi atau skenario yang dapat digunakan untuk perencanaan masa depan. Dengan demikian, laporan berbasis GIS menjadi alat yang sangat berharga untuk berbagai sektor, termasuk pemerintah, perusahaan swasta, dan organisasi nirlaba.

Analis Geographic Information System: Masa Depan dan Dampak Sosial Teknologi GIS

Penerapan GIS tidak hanya terbatas pada satu sektor, tetapi meluas ke berbagai bidang yang memiliki kebutuhan akan pengelolaan informasi geografis. Berikut beberapa contoh penerapan GIS di berbagai sektor:

Lingkungan: GIS digunakan untuk memantau perubahan lingkungan, seperti deforestasi, pencemaran air, dan perubahan iklim.

Transportasi: Dalam sektor transportasi, GIS digunakan untuk perencanaan rute, manajemen lalu lintas, dan optimasi jaringan transportasi. Misalnya, GIS membantu dalam perencanaan jalan tol, analisis lalu lintas, dan penentuan lokasi stasiun transportasi umum yang strategis.

Perencanaan Kota: GIS memainkan peran kunci dalam perencanaan kota dengan membantu perencana dalam merancang tata ruang yang efisien dan berkelanjutan. GIS dapat digunakan untuk mengidentifikasi area yang cocok untuk pembangunan perumahan, mengelola penggunaan lahan, dan memastikan ketersediaan fasilitas umum yang memadai.

Kesimpulan

GIS adalah alat yang esensial bagi analis GIS untuk menjawab tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan informasi geografis. Dalam era digital yang semakin kompleks dan terhubung, peran Analis Geographic Information System (GIS) menjadi sangat vital.

 

 

Informasi Pendaftaran Pelatihan & Uji Kompetensi Analis GIS via WA, silahkan klik link di bawah ini
https://wa.me/6281325177427

Proposal Analis GIS, bisa download link di bawah ini:

 

PENANGGUNGJAWAB PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

Sertifikasi PPPU – Dewasa ini terjadi peningkatan laju pertumbuhan industri yang mendorong peningkatan pencemaran udara pada wilayah industri di Indonesia. Pencemaran udara adalah suatu kondisi dimana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan tubuh manusia. Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat yang melebihi baku mutu. Rusaknya atau semakin sempitnya lahan hijau atau pepohonan di suatu daerah juga dapat memperburuk kualitas udara di tempat tersebut. Diperlukan peran serta stakeholder terkait untuk dapat menyelesaikan permasalahan pencemaran udara yang terjadi.

Salah satu upaya pengelolaan lingkungan adalah melalui pencegahan pencemaran udara dari aktifitas industri. Keberhasilan upaya tersebut ditentukan dengan keseriusan pelaku industri untuk berperan dalam upaya minimalisasi dampak pencemaran lingkungan khususnya pencemaran udara. Sehingga diperlukan personil perusahaan yang memiliki kompetensi khusus dan memenuhi standar kompetensi kerja nasional, dalam hal ini penanggungjawab pengendalian pencemaran udara (PPPU) yang ditunjuk oleh perusahaan.

Penanggungjawab Pengendalian Pencemeran Udara adalah personil yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab teknis terhadap pencegahan dan penanggulangan pencemeran udara, menyusun strategi dan rencana kegiatan pemantauan dan operasional alat pengendali pencemaran udara.

Miner Solution Id sebagai Lembaga Diklat Profesi (LDP) berusaha memberikan pemahaman kepada calon Penanggungjawab Pengendalian Pencemaran Udara guna mempersiapkan diri menjadi PPPU yang handal dan kompeten serta memberikan fasilitasi kepada peserta (asesi) untuk uji kompetensi melalui LSP.

SERTIFIKAT & KUALIFIKASI TRAINING SERTIFIKASI PPPU

Setelah mengikuti training ini, bagi peserta yang direkomendasikan oleh Tim Asessor akan mendapatkan sertifikat dari lembaga pelaksana dan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Instruktur Kompeten Indonesia.

Pembuktian dan penelusuran tersebut akan dilakukan dengan tiga metode:

  1. Penelusuran Dokumen Calon Instruktur Kompeten
  2. Ujian Tertulis (Multiple Choice )
  3. Simulasi atau Micro Teaching
  4. Wawancara

TUJUAN SERTIFIKASI PPPU

  1. Peserta pelatihan memahami kompetensi yang harus dimiliki seorang Penanggungjawab Pengendalian Pencemaran Udara (PPPU).
  2. Peserta pelatihan mampu melakukan penilaian potensi pencemaran udara yang ditimbulkan perusahaannya dan dampaknya yang mungkin terjadi.
  3. Peserta pelatihan mampu melakukan perencanaan dan koordinasi pelaksanaan kegiatan pemantauan emisi sumber tidak bergerak dan udara ambien serta pembuatan laporannya.

MATERI UJI KOMPETENSI SERTIFIKASI PPPU

No. Kode Unit Kompetensi Unit Kompetensi
1 E. 390000. 001. 01 Mengindentifikasi Sumber Pencemar Udara dari Emisi
2 E. 390000. 002. 01 Menentukan Karakteristik Sumber Pencemar Udara dari Emisi
3 E. 390000. 003. 01 Menilai Tingkat Pencemaran Udara dari Emisi
4 E. 390000. 006. 01 Menentukan Peralatan Pengendalian Pencemaran Udara dari Emisi
5 E. 390000. 007. 01 Menentukan Peralatan Pengendalian Pencemaran Udara dari Emisi
6 E. 390000. 008. 01 Mengoperasikan Alat Pengendalian Pencemaran Udara dari Emisi
7 E. 390000. 010. 01 Menyusun Rencana Pemantauan Pencemaran Udara dari Emisi
8 E. 390000. 011.01 Melaksanakan Pemantauan Pencemaran Udara dari Emisi
9 E. 390000. 012. 01 Mengidentifikasi Bahaya dalam Pengendalia Pencemaran Udara dari Emisi
10 E. 390000. 013. 01 Melakukan Tindakan K3 Terhadap Bahaya dalam Pengendalian Pencemaran Udara dari Emisi

INSTRUKTUR

Tim LSP

PERSYARATAN PESERTA

  1. Fotocopy Ijasah terakhir
  2. Fotocopy identitas diri KTP
  3. Surat Rekomendasi Perusahaan
  4. Pas Foto Berwarna 2×3, 3×4, 4×6 masing-masing 4 lembar
  5. Dokumentasi pekerjaan
  6. Sertifikat pelatihan terkait
  7. Pendidikan terakhir SMA

WAKTU DAN TEMPAT

Tanggal                   : 3 days di April 2026

Waktu                     : 08.30 sd 16.00

Tempat                   : Hotel Asyana Jakarta

*Menerima Request In House Training

FASILITAS OFFLINE TRAINING

  1. Materi
  2. Sertifikasi Kompetensi dari BNSP (Bagi yang dinyatakan kompeten)
  3. Sertifikasi tanda keikutsertaan dari Lembaga
  4. Training Kit
  5. Souvenir
  6. Lunch dan Coffee Break

 

FASILITAS ONLINE TRAINING

  1. Materi
  2. Sertifikasi Kompetensi dari BNSP (Bagi yang dinyatakan kompeten)
  3. Sertifikasi tanda keikutsertaan dari Lembaga

INFORMASI & PENDAFTARAN

Jl. PATANGPULUHAN NO 26A, Yogyakarta

 || www.bexcellentjogja.com ||                            

Email | satrio@bexcellentjogja.com

CP | Satrio 081325177427

 

 

Panduan Lengkap Sertifikasi Teknisi GIS BNSP untuk Pemetaan & Sistem Informasi Geografis

Sertifikasi GIS BNSP – Perkembangan teknologi pemetaan dan analisis spasial menjadikan profesi teknisi GIS (Geographic Information System) sebagai salah satu bidang yang semakin dibutuhkan. Hampir semua sektor—baik pemerintahan maupun industri—mengandalkan data geospasial untuk pengambilan keputusan. Mulai dari pemetaan wilayah, infrastruktur, perencanaan tata ruang, bidang kehutanan, mitigasi bencana, hingga industri energi, semuanya memerlukan tenaga yang kompeten dalam mengolah data spasial.

Untuk memastikan kompetensi para tenaga kerja tersebut, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyediakan skema Sertifikasi Teknisi GIS yang mengacu pada SKKNI Bidang Pemetaan dan Sistem Informasi Geografis. Sertifikasi ini menjadi bukti penting bahwa seseorang memiliki kemampuan teknis yang sesuai standar kerja nasional. Karena itu, banyak profesional maupun lulusan muda yang menjadikan sertifikasi ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan daya saing.

Apa Itu Sertifikasi Teknisi GIS BNSP?

Sertifikasi Teknisi GIS BNSP adalah skema sertifikasi profesi yang bertujuan menilai dan mengakui kompetensi seorang teknisi dalam mengolah, memetakan, dan menyajikan data geospasial. Melalui skema ini, peserta diuji pada kemampuan teknis yang berkaitan dengan perangkat lunak GIS, perangkat keras pemetaan, serta pemahaman konsep spasial.

Pada skema yang dirancang berdasarkan SKKNI, peserta akan diuji melalui serangkaian asesmen, baik teori maupun praktik. Informasi lengkap tentang persyaratan dan unit kompetensi dapat ditemukan pada halaman Skema Sertifikasi Teknisi GIS yang menjadi acuan penting sebelum mengikuti proses uji kompetensi.

Lingkup Kompetensi Teknisi GIS

Ruang lingkup pekerjaan seorang teknisi GIS cukup luas. Dalam dunia kerja, teknisi GIS sering berperan dalam:

  • Mengumpulkan data spasial dan non-spasial

  • Mengolah data geospasial melalui perangkat lunak SIG

  • Melakukan analisis data spasial

  • Membangun dan mengelola sistem informasi geografis

  • Menghasilkan produk peta digital maupun analog

  • Melakukan deteksi permasalahan teknis pada perangkat lunak dan perangkat keras

  • Menyusun laporan hasil pekerjaan

Semua kemampuan ini diuji melalui skema Sertifikasi GIS BNSP sehingga peserta yang lulus dapat membuktikan bahwa dirinya benar-benar memenuhi standar industri.

Unit Kompetensi dalam Skema Teknisi GIS

 Bidang Inti

  1. Mengoperasikan Perangkat Lunak Sistem Informasi Geografis

  2. Membaca Peta

  3. Melakukan Deteksi Permasalahan Perangkat Lunak dan Perangkat Keras SIG

Bidang Pilihan

  1. Melakukan Kompilasi Data Geospasial

  2. Mengintegrasikan Data Spasial dengan Data Nonspasial

  3. Melakukan Konversi Format File Data Geospasial

  4. Mengedit Data Geospasial

  5. Membangun Basis Data Kartografi

  6. Menyajikan Informasi Geospasial sesuai Template Kartografi

Struktur unit kompetensi ini memberikan fleksibilitas bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan inti sekaligus kompetensi tambahan yang relevan di dunia kerja.

Siapa yang Cocok Mengikuti Sertifikasi Ini?

Skema ini cocok untuk berbagai latar belakang, antara lain:

  • Lulusan SMK bidang SIG/Survei dan Pemetaan

  • Lulusan D1–D3 geospasial, geomatika, geografi

  • Lulusan non-geospasial yang memiliki pelatihan SIG

  • Profesional yang sudah berpengalaman minimal 1–2 tahun di bidang pemetaan

  • Operator SIG yang ingin naik level menjadi teknisi kompeten

Melalui asesmen ini, peserta dapat membuktikan pengalamannya dalam bentuk sertifikat resmi BNSP.

Proses Asesmen dalam Sertifikasi Teknisi GIS

Proses uji kompetensi terbagi menjadi dua bagian utama:

1. Asesmen Teori

Digunakan untuk menilai pemahaman peserta terkait:

  • Prinsip dasar Sistem Informasi Geografis

  • Pengolahan data geospasial

  • Struktur peta

  • Konversi data

  • Analisis spasial

  • Standar kartografi

2. Asesmen Praktik

Peserta diuji langsung pada pekerjaan teknis seperti:

  • Mengoperasikan software GIS

  • Menyusun peta tematik

  • Melakukan digitasi

  • Memperbaiki data spasial

  • Menggabungkan data spasial dan non-spasial

  • Mengelola basis data geospasial

  • Menyusun laporan akhir

Semua proses dilakukan oleh asesor berlisensi dan memiliki pengalaman profesional dalam pemetaan serta sistem informasi geografis.

Manfaat Mengikuti Sertifikasi Teknisi GIS BNSP

Mengikuti sertifikasi ini memberikan berbagai keuntungan, baik untuk pengembangan karier maupun peningkatan kualitas kerja:

  • Meningkatkan daya saing profesional

  • Memperluas peluang karier di instansi pemerintah & industri geospasial

  • Menambah kredibilitas sebagai teknisi GIS

  • Meningkatkan produktivitas dan standar kerja

  • Memenuhi persyaratan tender atau proyek

  • Menjadi bukti legal kompetensi berbasis SKKNI

Dengan sertifikasi ini, peserta dapat menunjukkan bahwa keterampilan yang dimiliki sudah sesuai dengan standar nasional.

Persyaratan untuk Mengikuti Sertifikasi Teknisi GIS

Calon peserta harus menyiapkan:

  • Identitas diri (KTP/ID legal)

  • Ijazah terakhir

  • Surat keterangan pengalaman kerja

  • Sertifikat pelatihan SIG (jika ada)

  • Pas foto

  • Laptop yang terpasang perangkat lunak GIS

Persyaratan ini disiapkan untuk memastikan peserta siap menjalani asesmen dengan baik.

Peluang Karier Setelah Lulus Sertifikasi GIS

Lulusan sertifikasi memiliki peluang kerja di berbagai sektor:

  • Pemerintah daerah

  • Badan pertanahan

  • Geomatika dan pemetaan

  • Perusahaan energi

  • Forestry

  • Perusahaan agrikultur

  • Konsultan tata ruang

  • Perusahaan konstruksi dan infrastruktur

  • Start-up berbasis data dan teknologi informasi

Profesi yang umum dijalani:

  • Teknisi GIS

  • Operator GIS

  • Data Analist Geospasial

  • Surveyor

  • Drafter peta

  • Pemetaan drone assistant

  • Kartografer pemula

WAKTU & UJI KOMPETENSI

Paket Reguler Offline

Tanggal Pelaksanaan     : 19 sd 21 Mei 2026

Waktu                             : 08.00 s.d 16.00 WIB

Venue/TUK                    : TUK Sewaktu di Yogyakarta

 

INFORMASI & PENDAFTARAN

Jl. PATANGPULUHAN NO 26A, Yogyakarta

 || www.jogjaitcamp.com ||                            

Email | satriojogjaitcamp@gmail.com / satrio@jogjaitcamp.com

CP | Satrio | 081325177427