Satrio Rizky

Operator Forklift

Sertifikasi Kemnaker RI Operator Forklift – Forklift sangat penting untuk mengangkat dan memindahkan barang dengan mudah dan cepat, yang biasanya memerlukan banyak tenaga dan waktu yang lama bila diangkat secara manual. Kenyamanan dan kemudahan yang diberikan dengan menggunakan forklift ini juga mengandung resiko yang perlu menjadi perhatian baik oleh operator maupun orang yang bekerja di sekitarnya. Forklift modern adalah mesin yang mengagumkan.

Forklift sebagian besar lebih berat dari mobil atau truk yang ringan, santa kuat, menggunakan kemudi roda belakang, lebarnya kurang dari seratus dua puluh cm. Tidak semua orang boleh mengoperasikan forklift. Mengoperasikan forklift merupakan pekerjaan khusus yang memerlukan pelatihan dan ijin sebagai operator yang berkualitas. Mengoperasikan forklift adalah pekerjaan yang penting dan hanya operator yang terlatih dan mendapat ijin saja yang boleh mengoperasikannya.

Operator Forklift yang Professional merupakan suatu keharusan yang diminta oleh perusahaan, selain harus menguasai dasar-dasar Forklift, seorang operator juga harus tahu bagaimana melakukan pengoperasian Forklift dengan benar, mereka juga harus menguasai perawatan terhadap mesin-mesin Forklift. Ketika perusahaan memilih tenaga forklift, harus dipertimbangkan kemampuan, kemandirian, dan kondisi mental dan fisik yang prima dari calon operator. Tenaga yang ahli dan profesional harus tahu bagaimana mengoperasikan forklift dengan hati-hati dan selamat, serta dapat bereaksi dengan benar terhadap situasi yang berbahaya. Untuk dapat menjadi operator yang ahli dan profesional banyak hal yang harus dipahami, diantaranya sebagai berikut:

  • Bahaya-bahaya yang umum saat mengoperasikan forklift
  • Kelengkapan keselamatan yang ada pada forklift
  • Batas berat maksimum yang boleh diangkat dan keseimbangan beban
  • Posisi garpu saat memindahkan barang dan melalui jalan tanjakan atau turunan
  • Mengangkat beban yang menghalangi pandangan
  • Kondisi jalan yang dapat dilalui sesuai dengan jenis forklift yang digunakan
  • Keadaan fisik forklift dan cara melakukan pemeriksaannya, dan sebagainya.

Operator yang ahli dan profesional merupakan kunci utama untuk pengoperasian forklift yang selamat dan efisien. Peraturan Menteri tenaga Kerja No. Per.05/MEN/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut, Pasal 4 mengatur setiap pesawat angkat dan angkut harus dilayani oleh operator yang mempunyai kemampuan dan telah memiliki keterampilan khusus tentang Pesawat Angkat dan Angkut. Untuk itu, pelatihan bagi operator forklift merupakan suatu keharusan untuk memastikan bahwa operator tersebut sudah memiliki keahlian dan keterampilan dalam mengoperasikan forkliftnya dengan selamat dan profesional sehingga tidak menimbulkan kecelakaan dan kerugian berupa cidera pada diri mereka sendiri dan orang lain, ataupun merusak peralatan serta material. Bertolak dari kondisi tersebut, PT Bexcellent sebagai perusahaan PJK3 yang ditunjuk oleh KEMNAKER RI menawarkan “Pelatihan & Sertifikasi Operator Forklift”, bekerja sama dengan KEMNAKER RI. 

 

TUJUAN & MANFAAT OPERATOR FORKLIFT

TUJUAN

Dalam Pelatihan ini peserta akan diberikan pengetahuan dan keterampilan dasar secara terpadu dalam pengoperasian Forklift, setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta akan:

  • Melaksanakan Ketentuan dan perundang-undangan sesuai dengan keselamatan kerja pada forklift.
  • Mengoperasikan forklift dengan benar sesuai standar dan peraturan yang berlaku serta syarat-syarat keselamatan kerja
  • Mengenal dan membaca daftar beban
  • Melakukan pemeriksaan dan perawatan harian
  • Mengenal dan mengetahui fungsi komponen forklift

 

MANFAAT

Setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan mampu :

  • Menjelaskan dan melaksanakan peraturan dan perundangan yang berlaku
  • Menjelaskan prinsip kerja, jenis, rancang bangun dan membaca daftar beban dengan akurat
  • Mengoperasikan forklift sesuai anjuran keselamatan kerja
  • Melaksanakan perawatan, pemeriksaan keliling dan harian sesuai anjuran pabrik
  • Menjelaskan sistem hidrolik beserta perlengkapannya pada sebuah forklift

OUTLINE & COURSE METHOD FORKLIFT

OUTLINE

MATERI PEMBINAAN OPR. FORKLIFT

KELAS I (Kapasitas lebih dari 15 Ton)

KELAS II (Kapasitas kurang dari atau sama dengan 15 Ton)

 

NO

MATERI

Kelas I

Kelas II

KELOMPOK DASAR

1.

 

4

2

2.

 

6

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KELOMPOK INTI

1.

 

2

2

2.

 

2

2

3.

 

2

2

4.

 

2

2

5.

 

2

2

6.

 

4

2

7.

 

2

2

KELOMPOK PENUNJANG

1.

 

2

 

2.

 

dua

 

UJIAN

1.

 

2

2

2.

 

8

8

Jumlah

40

30

PERSYARATAN PESERTA

  1. Agar efektifitas dan target pelatihan tercapai secara maksimal, maka diharapkan peserta pelatihan hendaknya operator forklift dan personil terkait yang telah berpengalaman dalam pengoperasian sebuah forklift. Pelatihan ini juga baik untuk penyelia/supervisor dari operator forklift.
  2. Membawa Foto Copy Kartu Identitas
  3. FC Ijazah terakhir
  4. Surat Recomendasi dari Perusahaan
  5. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3 masing-masing 3 lembar (background merah)
  6. Surat kesehatan dari puskesmas/rumah sakit

COURSE METHODE OPERATOR FORKLIFT

  1. Penyampaian Materi online
  2. Diskusi
  3. Studi Kasus
  4. Presentasi Kelompok

INSTRUCTOR OPERATOR FORKLIFT

Dinsosnaker & Asesor dari Kemnaker RI.

 

Fasilitas

1. Module / Handout

2. Training Kit

3. (2x) Coffee Break & (1x) Lunch

4. Souvenir

5Sertifikat Resmi Kemnaker RI (bila dinyatakan berkompeten)

 

CONTACT PERSON/INFORMASI PENDAFTARAN OPERATOR FORKLIFT

Rizki Satrio

(Customer Relation officer)

  1. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG
    (B-EXCELLENT CONSULTANT)

Excellent Service for Excellent People

Jl. Parangtritis Km. 6,5, Sewon, Bantul, Yogyakarta

 

Phone          : 0274 – 2878 – 1048

Fax              : 0274 – 414 137

Email           : satrio@bexcellentjogja.com

Mobile / WA  : 0813 – 2517  – 7427

 

https://bexcellentjogja.com/sertifikasi-operator-gis-bnsp/

https://www.linkedin.com/in/rizki-satrio-0725b317b/

 

 

Sertifikasi Operator GIS BNSP

Operator GIS BNSP – Dalam era digital yang semakin maju, penggunaan Sistem Informasi Geografis telah menjadi kunci dalam pengelolaan dan analisis data spasial. GIS tidak hanya memberikan gambaran visual tentang data geografis, tetapi juga memungkinkan pengguna untuk menggabungkan, menganalisis, dan membuat keputusan berdasarkan informasi tersebut. Di balik kesuksesan implementasi GIS, terdapat peran krusial yang dimainkan oleh para operator GIS.

Dalam artikel ini, kami akan membahas dengan lebih mendalam tentang peran operator GIS dalam manajemen data spasial.  Selain itu, kita juga akan menjelajahi latar belakang pentingnya efisiensi dan akurasi dalam penggunaan GIS.

 

Menggali Peran Kritis Operator GIS dalam Pengelolaan Data Geografis

Dalam era digital yang dipenuhi dengan informasi spasial yang melimpah, keberadaan Operator Sistem Informasi Geografis (GIS) menjadi semakin penting dalam memastikan data geografis tersedia, akurat, dan bermanfaat. Dari pemetaan hingga analisis kompleks, operator GIS bertanggung jawab untuk menjaga integritas dan kehandalan informasi yang memainkan peran vital dalam berbagai sektor.

Artikel ini akan membahas peran yang kritis dan beragam tugas yang diemban oleh operator GIS dalam pengelolaan data geografis. Kami akan mengupas tuntas tugas-tugas pokok yang menjadi fokus utama para operatorGIS, serta merinci keterampilan dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut dengan efektif.

Selain itu, kami akan menjelajahi bagaimana operator GIS berperan dalam pemetaan yang akurat, analisis mendalam, dan pemeliharaan data geografis. Dari menangkap data mentah hingga menyajikan informasi yang mudah dimengerti, peran mereka membentuk landasan yang kokoh bagi pengambilan keputusan yang didukung oleh data geografis. Mari kita mulai dengan memahami esensi dari pekerjaan sehari-hari seorang operator dan bagaimana mereka memainkan peran krusial dalam mendukung berbagai kegiatan yang bergantung pada informasi geografis.

Membuka Pintu Dunia Operator GIS: Teknologi dan Integrasi yang Menggerakkan Inovasi

Dalam era di mana informasi menjadi mata uang yang paling berharga, Operator Sistem Informasi Geografis (GIS) menjadi penjaga kunci akses ke dunia data spasial. Namun, di balik layar, mereka didukung oleh teknologi canggih yang memungkinkan mereka untuk menjalankan tugas-tugas mereka dengan presisi dan efisiensi yang luar biasa.

Artikel ini akan membahas tentang perangkat lunak GIS yang umum digunakan, menjadi fondasi bagi pekerjaan sehari-hari para operator GIS. Mulai dari aplikasi yang user-friendly hingga perangkat lunak yang lebih kompleks, kami akan mengeksplorasi alat-alat yang memungkinkan para profesional GIS untuk memanfaatkan data geografis dengan cara yang lebih efektif.

Selain itu, kami juga akan membahas perangkat keras yang digunakan dalam operasi GIS.

 

Penyusunan Standar Operasional

Standar operasional memainkan peran krusial dalam memastikan konsistensi dan kualitas dalam pengelolaan data geografis. Dengan standar yang jelas, operator GIS dapat memastikan bahwa proses pengumpulan, analisis, dan presentasi data dilakukan dengan cara yang konsisten dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selain itu, standar operasional juga membantu dalam meminimalkan kesalahan dan meningkatkan efisiensi dalam operasi sehari-hari.

 

Dalam lingkungan teknologi yang terus berubah, pelatihan dan pengembangan keterampilan menjadi kunci untuk memastikan bahwa operator tetap relevan dan kompeten. 

Dengan memanfaatkan teknologi ini, operator dapat meningkatkan produktivitas mereka dan menghasilkan hasil yang lebih baik dalam waktu yang lebih singkat. Dengan demikian, melalui penyusunan standar operasional yang baik, pelatihan dan pengembangan keterampilan yang teratur, serta pemanfaatan teknologi baru, para operator GIS dapat membentuk profesionalisme mereka dan menjaga kualitas kerja mereka dalam mengelola data geografis yang semakin kompleks dan dinamis.

Peran operator juga memiliki dampak yang signifikan dalam mendukung keberlanjutan dan mitigasi risiko. Mereka dapat membantu dalam pemetaan sumber daya alam, pemantauan pola perubahan lingkungan, dan perencanaan untuk mitigasi bencana alam.

Menyimpulkan Peran Vital Operator GIS dalam Mengelola Data Spasial

Namun, tidaklah mudah bagi para operator GIS untuk terus berada di garis depan teknologi dan memenuhi tantangan yang terus berkembang. Namun, di balik tantangan tersebut, terbuka pula peluang untuk pengembangan lebih lanjut.

Kerjasama lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Selain itu, pembaruan terus-menerus dalam keterampilan dan teknologi juga menjadi penting.

 

Informasi Pendaftaran Sertifikasi Operator GIS B

Office

Jl. Parangtritis Km. 6,5, Sewon, Bantul, Yogyakarta

Phone: (0274) 287 1 048

Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

       Nama              :  Satrio

                        (Customer Relation Officer)

       Phone / WA  : 0813-2517-7427

         Email: satrio@bexcellentjogja.com

 

 

 
 
 
 

https://bexcellentjogja.com/pelatihan-sertifikasi-bnsp-profesi-geospasial/

Silabus Operator GIS bisa klik link dibawah ini

OPERATOR GIS

 
 

PELATIHAN SERTIFIKASI BNSP PROFESI GEOSPASIAL

Geographic information system (GIS) merupakan tools yang digunakan dalam rangka pengelolaan data dan informasi geospasial. Peningkatan kemampuan dalam penguasaan tools ini sangat diperlukan untuk menghasilkan data dan informasi akurat yang terkait dengan spasial. GIS menjadi solusi bagi para pengelola sumber daya alam dalam analisa wilayah, monitoring pemanfaatan / tutupan lahan, dan penyajian informasi yang interaktif, serta dapat update data setiap saat.

Dalam UU No 4 Tahun 2011 tentang informasi geospasial pasal 55 yang menyebutkan bahwa penyelenggaraan informasi geospasial haruslah orang yang memiliki kompetensi yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang. Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Profesi Geomatika yang kami selenggarakan merupakan sebuah kegiatan yang memberikan jawaban atas kompetensi yang harus dimiliki dan melatih menjadi tenaga profesional dan ahli dibidangnya sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI).

Unit Kompetensi Geografis

SKEMA LEVEL 6 / ANALIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

No       Kode Unit                 Unit Kompetensi

1          M.71IGN00.161.1      Membaca Peta

2          B.062021.002.01       Mematuhi Prinsip Dasar Keselamatan, Kesehatan Kerja dan

                                                Lindungan Lingkungan (K3LL) di Tempat Kerja

3          B.062021.005.01       Melakukan Komunikasi Efektif di Tempat Kerja

4          M.71IGN00.108.1      Melakukan Kontrol Kualitas           

5          M.71IGN00.203.1      Mengelola Data Geospasial 

6          M.71IGN00.224.1      Menyajikan Peta       

7          M.71IGN00.087.2      Merancang Basis Data Spasial        

8          M.71IGN00.088.2      Membuat Basis Data Spasial           

9          M.71IGN00.154.2      Melakukan Analisis Sistem Informasi Geografis Tingkat

                                                Dasar 

10        M.71IGN00.155.1      Membangun Model Sistem Informasi Geografis Tingkat

                                                Dasar 

11        M.71IGN00.156.2      Melakukan Analisis Sistem Informasi Geografis Tingkat

                                                Lanjut

12        M.71IGN00.223.1      Melakukan Visualisasi Informasi Geospasial dalam Bentuk

                                                Simbol pada Peta     

13        M.71IGN00.150.1      Mengintegrasikan Data Spasial dengan Data Non Spasial          

14        M.71IGN00.219.1      Membuat Web Geographic Information System  

15        M.71IGN00.153.1      Melakukan Transformasi Sistem Koordinat

SKEMA LEVEL 7 / AHLI MUDA/SUPERVISOR SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

No       Kode Unit                 Unit Kompetensi

1          M.71IGN00.161.1      Membaca Peta          

2          B.062021.002.01       Mematuhi Prinsip Dasar Keselamatan, Kesehatan Kerja dan

                                                Lindungan Lingkungan (K3LL) di Tempat Kerja 

3          B.062021.005.01       Melakukan Komunikasi Efektif di Tempat Kerja  

4          M.71IGN00.001.1      Menyusun Rancangan Kebijakan Kegiatan           

5          M.71IGN00.212.1      Menyusun Rekomendasi Kebijakan Implementatif          

6          M.71IGN00.224.1      Menyajikan Peta       

7          M.71IGN00.227.1      Melakukan Jaminan Kualitas Kegiatan       

8          M.71IGN00.021.1      Mengelola Pekerjaan Sistem Informasi Geografis (SIG)  

9          M.71IGN00.207.1      Melakukan Kustomisasi Perangkat Lunak Sistem Informasi

                                                Geografis       

10        M.71IGN00.208.1      Membangun Aplikasi Sistem Informasi Geospasial          

11        M.71IGN00.203.1      Mengelola Data Geospasial 

12        M.71IGN00.237.1      Menjamin Mutu Peta

13        M.71IGN00.214.1      Melakukan Analisis Manajemen Resiko

Instruktur Geografis

Dwi Sulistyo dan Tim Asesor

Persyaratan

  • Fotokopi Ijasah Pendidikan terakhir: D3/ S1/ S2/ S3.
  • Sarjana Ilmu Kebumian, Geodesi, Geografi, PWK, Pertanian, Kehutanan, dll.
  • Telah melaksanakan pengoperasian perangkat lunak GIS minimal 1 tahun
  • Curriculum vitae (biodata lengkap)
  • Menyiapkan portfolio/bukti pekerjaan yang relevan dengan kegiatan GIS: rencana pekerjaan, hasil pengolahan data geospasial, hasil pekerjaan pemetaan, dll
  • Fotocopi KTP
  • Pas foto 3 x 4 : 3 Lembar (background merah)
  • Peserta wajib mempersiapkan laptop yang sudah terinstal software GIS. Dan Webgis (khusus level analis)
  • Surat referensi kerja (jika ada)

 

Waktu & Tempat Geografis

Tanggal   :    23 sd 25 April 2024

Pukul       :    08.00 – selesai

Tempat   :    Yogyakarta

Fasilitas Geografis

Biaya sudah termasuk fasilitas sebagai berikut

  • Materi training
  • Sertifikat Pelatihan dari PT. Bexcellent Mitra Cemerlang
  • Sertifikat dari BNSP, bagi peserta yang dinyatakan kompeten
  • Souvernir
  • 2 × coffe break & 1 Lunch

Biaya belum termasuk fasilitas sebagai berikut:

  • Pajak-pajak yang berlaku

Informasi

Office

Jl. Parangtritis, Km 6.5, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188

Phone: (0274) 287 1 048

Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

Rizki Satrio (Customer Relation officer)

PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG
( B-EXCELLENT CONSULTANT )

Excellent Service for Excellent People

Phone          : 0813-2517-7427

Fax              : 0274 – 414 137

Email          : satrio@bexcellentjogja.com

Mobile / WA  : 0813-2517-7427

https://bexcellentjogja.com/pelatihan-dan-sertifikasi-bnsp-welding-specialist/

PELATIHAN DISSOLVED GAS ANALYSIS IN OIL FILLED TRANSFORMERS

Pelatihan Dissolved Gas Analysis – Setiap peralatan elektronik mempunyai batasan umur tertentu, tak terkecuali transformator. Sebagai peralatan tegangan tinggi tidak lepas dari kemungkinan mengalami kondisi abnormal, dimana pemicunya dapat berasal dari internal maupun external trafo. Ketidaknormalan ini akan menimbulkan dampak terhadap kinerja trafo. Apabila transformator ini mengalami kegagalan maka akan mengganggu kelangsungan sistem tenaga listrik. Untuk mencegah hal ini perlu dilakukan pengawasan terhadap kondisi trafo dengan cara melakukan pemeliharaan secara teratur. Salah satu metoda untuk mengetahui ada tidaknya ketidaknormalan pada trafo adalah dengan mengetahui dampak dari ketidaknormalan trafo itu sendiri. Untuk mengetahui dampak ketidaknormalan pada trafo digunakan metoda DGA (Dissolved gas analysis).

DGA adalah proses untuk menghitung kadar/nilai dari gas-gas hidrokarbon yang terbentuk akibat ketidaknormalan. Untuk mendeteksi kondisi isolasi dan mengidentifikasi penyebab kegagalan pada isolasi maka perlu dilakukan preventive maintenance. Sementara untuk mendeteksi kondisi minyak trafo dilakukan pengujian Breakdown Voltage (BDV), Dissolve Gas Analysis (DGA) dan rangkaian pengujian laboratorium seperti pengujian untuk mengukur viskositas, titik nyala, kandungan air dan warna minyak trafo.

Tujuan

Tujuan yang akan dicapai pada pelatihan ini adalah sebagai berikut:

  1. Peserta memahami serta mampu menggunakan perangkat DGA untuk mencegah kegagalan pada transformator
  2. Mempelajari kriteria interpretatif DGA
  3. Meningkatkan masa operasi transformator

Materi

  1. Basic concepts of the transformers and maintenance strategies
  2. Normative requirements
  3. Gas formation mechanisms
  4. Classification of the failure modes
  5. Factors of aging of the insulation system: oxygen concentration, concentration of carbon oxides id and temperature
  6. Planning of preventive maintenance
  7. Gas sampling methods
  8. Analysis of dissolved gases (DGA)
  9. Breakdown dielectric voltage (BDV)
  10. Water Content
  11. Neutralization Value
  12. Oil Quality Index Number
  13. Inter Facial Tension
  14. Flash Point
  15. Sediment Content & Sludge Content
  16. Failure analysis and troubleshooting

 

Instruktur

Miftakhul Hudha, S.T, M.Eng & Team

Peserta

Pelatihan ini sesuai untuk diikuti oleh:

  • Teknisi listrik
  • Operator maintenance trafo
  • Konsultan elektrikal
  • Kontraktor elektrikal

Waktu & Tempat Dissolved Gas Analysis

Tanggal               : 12 sd 13 Maret 2024

Lokasi                  :    Yogyakarta

Pukul                   :     08.00 – selesai

(Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan bersifat tentative menunggu kuota peserta terpenuhi dan menyesuaikan kebutuhan klien)

Fasilitas Dissolved Gas Analysis

  • Qualified instructor
  • Training Module
  • Sertifikat
  • Souvernir
  • Training room with full AC facilities and multimedia
  • lunch and 2 coffeebreak every day of training

Informasi Dissolved Gas Analysis

OfficeJl. Parangtritis Km. 6,5, Sewon, Bantul, Yogyakarta

Phone: (0274) 287 1 048

Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

·         Nama              :  Satrio                                   Customer Relation Officer

·         Phone / WA  : 0813 – 2517 – 7427

·         Email             :satrio@bexcellentjogja.com

https://bexcellentjogja.com/sertifikasi-bnsp-life-cycle-assesment-dari-bexcellent-consultant/

SERTIFIKASI BNSP INSPECTOR CRANE

Inspektur Crane – Kebutuhan personil pemegang jabatan tenaga teknik khusus (TTK) yang mempunyai kompetensi kerja standar sektor industri migas, makin dirasakan karena sifat industri migas yang padat teknologi, padat modal dan berisiko bahaya yang tinggi. Karena itu Kompetensi kerja personil ini merupakan persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh pemegang jabatan TTK sektor industri migas, sub sektor industri migas hulu hilir (supporting) dan panas bumi antara lain untuk bidang operasi pesawat angkat angkut dan ikat bebandi Indonesia. Selain itu potensi pertambangan minyak dan gas bumi masih menjadi faktor dominan pada strategi pembangunan negara Indonesia terutama untuk menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas tingkat AFTA dan AFLA, maka perlu mendorong dan merealisasikan SDM yang kompeten.

Berdasarkan UU No. 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi pasal 39 dan 40 bahwa perusahaan migas wajib menjamin standar dan mutu, kemudian UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan serta PP No. 23 tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), maka perlu dilaksanakan sertifikasi kompetensi kerja yang mengacu kepada SKKNI yang telah diwajibkan melalui Peraturan Menteri ESDM No. 20 tahun 2008.

Berdasarkan Perpres No. 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

Pelatihan Inspektur Kran (Inspector Crane) merupakan pelatihan untuk Inspector yang bertanggung jawab untuk menginspeksi alat angkat angkut berat pada aktivitas pengolahan minyak dan gas

Dengan standar kompetensi tersebut, diharapkan akan menghasilkan SDM yang handal untuk mengelola kekayaan migas secara profesional. Melalui penyiapan SDM yang memiliki kualifikasi dan kompetensi terstandar harapannya bangsa Indonesia akan survive dalam menghadapi era kompetisi dan perdagangan bebas.

Tujuan Sertifikasi INSPECTOR CRANE

  • Meningkatkan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja melalui pendekatan inspeksi teknik K3 guna mewujudkan produktivitas kerja dan efisiensi yang optimal.
  • Meningkatkan pelaksanaan inspeksi teknik dan penilaian kelayakan konstruksi pesawat angkat angkut berdasarkan standard dan peraturan perundang-undangan Keselamatan Kerja ( K3) yang berlaku dalam bentuk teori dan praktek inspeksi teknik di lapangan dan pembuatan laporan inspeksi untuk keperluan sertifikat dan perizinan.
  • Memberi Sertifikat Kompetensi K3 kepada tenaga Inspector / Ahli K3 Pesawat Angkat angkut (Crane) sesuai standar kompetensi dan peraturan perundangan K3 yang berlaku
  • Melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab sebagai inspector Crane dengan baik dan benar serta sesuai dengan Standar International

Materi Inspektur Crane

  1. Pengantar Sertifikasi Kompetensi Berbasis SKKNI
  2. Pengetahuan

NO

KODE UNIT

JUDUL UNIT KOMPETENSI

1

M.712035.001.01

Melakukan  Verifikasi Dokumen Pesawat Angkat

2

M.712035.002.01

Melakukan Identifikasi Pesawat Angkat

3

M.712035.003.01

Menerapkan keselamatan kerja  di tempat kerja

4

M.712035.004.01

Melakukan Pemeriksaan dan Verifikasi Struktur

5

M.712035.005.01

Melakukan Pemeriksaan dan Verifikasi Kait Pemegang Beban (Hook)

6

M.712035.006.01

Melakukan Pemeriksaan dan Verifikasi Tali Baja

7

M.712035.007.01

Melakukan Pemeriksaan dan Verifikasi Bagian yang Berputar

8

M.712035.008.01

Melakukan Pemeriksaan dan Verifikasi Sistem Penggerak

9

M.712035.009.01

Melakukan Pemeriksaan dan Verifikasi Kelistrikan

10

M.712035.010.01

Melakukan Pemeriksaan dan Verifikasi Sistem Indikator

11

M.712035.011.01

Melakukan Pemeriksaan dan Verifikasi Tabel Beban (Load Chart)

12

M.712035.012.01

Melakukan Pemeriksaan dan Verifikasi Boom

13

M.712035.013.01

Melakukan Pemeriksaan dan Verifikasi Beban Pengimbang (Counter Weight)

14

M.712035.014.01

Melakukan Pemeriksaan dan Verifikasi Peralatan Pengaman

15

M.712035.015.01

Melakukan uji unjuk kerja

16

M.712035.016.01

Membuat Evaluasi dan Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Pesawat Angkat

17

M.712035.017.01

Membuat Laporan Hasil Pemeriksaan Pesawat Angkat

METODE Inspektur Crane

Setiap peserta akan diberikan penilaian berupa evaluasi melalui ujian dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Pelaksanaan ujian dengan System Multiple Choice / Essay
  2. Verifikasi portofolio melalui Interview atau Wawancara
  3. Evaluasi melalui praktek lapangan (bila diperlukan)
  4. Proses Uji Kompetensi dilaksanakan selama 1 hari

UJI KOMPETENSI Inspektur Crane

Setiap peserta akan diberikan penilaian berupa evaluasi melalui ujian dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Pelaksanaan ujian dengan System Multiple Choice / Essay
  2. Verifikasi portofolio melalui Interview atau Wawancara
  3. Evaluasi melalui praktek lapangan (bila diperlukan)
  4. Proses Uji Kompetensi dilaksanakan selama 1 hari

Instruktur & Bentuk Kegiatan

Kegiatan dimaksud adalah kegiatan pelatihan yang terintegrasi dengan uji kompetensi (bagi peserta baru) yang dilaksanakan oleh LSP. Kegiatan ini bisa diselenggarakan secara regular/inhouse. Dengan sasaran peserta para petugas atau Operator Keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai industri/perusahaan bidang Migas.

Persyaratan Peserta

  1. Pendidikan minimal setingkat D3 (dibuktikan dengan Ijazah)
  2. Pengalaman kerja sesuai kompetensinya minimal 3 tahun, diutamakan di bidang Industri Migas
  3. Sehat jasmani dan rohani
  4. Mengisi form Persyaratan Peserta Uji Kompetensi
  5. Mengisi form unjuk kerja
  6. Foto Copy Portofolio, sertifikat kursus / pelatihan yang relevan
  7. Foto Copy surat pengalaman kerja dari pimpinan perusahaan/atasan yang bersangkutan (ASLI).
  8. Menyiapkan bukti-bukti contoh pekerjaan terkini serta dokumen yang mendukung jenjang kualifikasi sebagai inspektur
  9. Mengisi form Apl 01 dan Apl 02 (disediakan oleh LSP)

PERSYARATAN PESERTA PERPANJANGAN SERTIFIKAT (Soft File)

  1. Surat Keterangan Kerja
  2. Sertifikat BNSP Inspektur Angkat Angkut / Crane Inspector
  3. Log Book / bukti-bukti pekerjaan
  4. CV
  5. Pas foto
  6. KTP
  7. Ijazah terakhir
  8. APL 1
  9. APL 2
  10. AK1

 Fasilitas

  • Soft materi pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Sertifikat BNSP, bagi peserta yang dinyatakan kompeten
  • 2 × coffe break & 1 lunch
  • Souvernir

Waktu & Lokasi Sertifikasi INSPEKTUR CRANE

Tanggal               :     Pelatihan Refreshment           26 sd 28 Februari 2024

                                      Asesmen                            29 Februari 2024

Pukul                   :     08.00 – 16.00 WIB

Via                         :   Yogyakarta

(Tanggal pelaksanaan kegiatan bersifat tentative, selanjutnya menunggu kuota peserta terpenuhi dan menyesuaikan kebutuhan klien)

https://www.linkedin.com/in/rizki-satrio-0725b317b/ 

Informasi INSPECTOR CRANE

Office

Jl. Parangtritis, Km 6.5, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188

Phone: (0274) 287 1 048

Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

Rizki Satrio (Customer Relation officer)

PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG
( B-EXCELLENT CONSULTANT )

Excellent Service for Excellent People

Phone          : 0813-2517-7427

Fax              : 0274 – 414 137

Email          : satrio@bexcellentjogja.com

Mobile / WA  : 0813-2517-7427

 

https://bexcellentjogja.com/

Pelatihan & Sertifikasi Administrasi Perkantoran BNSP

Administrasi Perkantoran 2024 LSP GarutnAdministrasi Perkantoran BNSP – Dalam dinamika organisasi, Administrasi Perkantoran menjadi pilar utama dalam menjamin kelancaran dan efisiensi operasional, tak terkecuali di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Latar belakang penerapan Administrasi Perkantoran dalam BNSP menjadi kunci utama bagi keberhasilan penyelenggaraan tugas dan fungsi lembaga.

Seiring dengan tuntutan tata kelola yang semakin kompleks, administrasi perkantoran bukan hanya sekadar serangkaian tugas rutin, melainkan sebuah fondasi yang mendasari keberhasilan setiap inisiatif dan keputusan yang diambil oleh BNSP. Artikel ini akan membahas secara mendalam latar belakang dari implementasi Administrasi Perkantoran di BNSP dan menggali peran krusial yang diemban oleh divisi ini dalam mendukung pencapaian tujuan lembaga.

 

Mengungkap Kunci Sukses Administrasi Perkantoran

Dalam menjalankan roda organisasionalnya, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) tidak dapat terlepas dari peran vital Administrasi Perkantoran. Dengan berfokus pada tugas-tugas administratif yang esensial, mari kita selami beberapa aspek krusial yang membuat Administrasi Perkantoran  menjadi fondasi yang tak tergantikan.

1. Pengelolaan Dokumen dan Arsip

Pengelolaan dokumen dan arsip menjadi pondasi utama Administrasi Perkantoran BNSP. Kehadiran sistem pengarsipan yang terstruktur bukan hanya sebagai pendukung operasional sehari-hari, tetapi juga sebagai langkah proaktif untuk memenuhi standar keamanan dan keberlanjutan informasi.

Dalam blog ini, kita akan menggali bagaimana Administrasi Perkantoran mengimplementasikan kebijakan pengelolaan dokumen yang efektif, membantu dalam meminimalkan risiko dan memastikan aksesibilitas informasi yang optimal.

2. Penyelenggaraan Rapat dan Pertemuan

Keberhasilan suatu organisasi seringkali ditentukan oleh kejelasan komunikasi dan koordinasi internal. Administrasi Perkantoran BNSP bertanggung jawab atas penyelenggaraan rapat dan pertemuan yang efisien.

3. Pengelolaan Surat Menyurat

Surat menyurat merupakan medium komunikasi formal yang tetap relevan dalam lingkup administrasi perkantoran. Bagaimana BNSP mengelola surat menyuratnya secara efisien? Artikel ini akan membahas kebijakan pengelolaan surat, metode distribusi yang efektif, dan bagaimana Administrasi Perkantoran menjadi garda terdepan dalam menjaga kejelasan komunikasi melalui medium ini.

4. Tugas-tugas Administratif Lainnya

Selain tiga aspek utama di atas, tugas-tugas administratif lainnya juga memiliki peran signifikan dalam mendukung operasional harian BNSP. Dari pemantauan inventaris hingga manajemen perjalanan dinas, artikel ini akan membahas variasi tugas administratif lainnya yang menjadi tulang punggung kelancaran operasional BNSP.

Melalui pembahasan ini, kita akan menemukan betapa pentingnya Administrasi Perkantoran BNSP dalam menyelaraskan berbagai kegiatan operasional, memastikan bahwa setiap roda organisasi berputar dengan seimbang dan efisien.

Mari kita eksplorasi bersama bagaimana Administrasi Perkantoran BNSP menjadi kunci sukses di balik prestasi lembaga ini.

 

Mengungkap Keteraturan: Struktur Organisasi Administrasi Perkantoran BNSP</h3>

Struktur organisasi menjadi landasan bagi suksesnya setiap lembaga, tak terkecuali Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

1. Deskripsi Jabatan dan Tanggung Jawab

Administrasi Perkantoran menghadirkan sejumlah jabatan yang memiliki peran masing-masing dalam mendukung kelancaran operasional lembaga. Dari Kepala Bagian Administrasi hingga Staf Administrasi, kita akan merinci deskripsi jabatan dan tanggung jawab yang melekat. Bagaimana peran setiap individu dalam menjaga kelancaran administratif dan mendukung misi BNSP?

2. Hubungan Antara Bagian Administrasi dengan Unit Lainnya</h3>

Keberhasilan Administrasi Perkantoran tidak hanya bergantung pada keterampilan individu, tetapi juga pada integrasi yang kuat dengan unit lain di dalam BNSP. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana hubungan antara bagian administrasi dengan unit-unit lainnya seperti Keuangan, SDM, dan Unit Operasional. Bagaimana kolaborasi antarbagian memastikan arus informasi yang cepat dan keputusan yang terkoordinasi?

 

Membangun Fondasi Kuat: Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Administrasi Perkantoran BNSP</strong>

Dalam menjalankan tugas-tugas administratifnya, tenaga administrasi menjadi tulang punggung bagi kelancaran operasional sebuah organisasi, termasuk Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Artikel ini akan membahas tiga aspek utama yang membentuk kualifikasi dan kompetensi tenaga administrasi, dari pendidikan hingga keahlian teknologi informasi.

1. Pendidikan dan Pelatihan yang Diperlukan

Pendidikan dan pelatihan menjadi fondasi penting bagi tenaga administrasi dalam mengemban tugas-tugasnya dengan baik. Kita akan mengeksplorasi jenis-jenis pendidikan yang biasanya dibutuhkan, mulai dari diploma administrasi perkantoran hingga pelatihan khusus dalam pengelolaan dokumen dan arsip. Bagaimana pendidikan dan pelatihan ini membantu meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga administrasi BNSP?

2. Kemampuan Komunikasi dan Keterampilan Teknis

Kemampuan komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menjalankan tugas administratif dengan efisien. Selain itu, keterampilan teknis seperti penguasaan bahasa inggris, kemampuan mengetik cepat, dan keahlian dalam menggunakan perangkat lunak kantor menjadi hal penting yang harus dimiliki. Dalam artikel ini, kita akan menyoroti bagaimana kemampuan komunikasi yang efektif dan keterampilan teknis yang memadai memainkan peran krusial dalam kesuksesan tenaga administrasi BNSP.

3. Keahlian Penggunaan Teknologi Informasi

Dalam era digital seperti sekarang, keahlian dalam menggunakan teknologi informasi menjadi hal yang tak terelakkan bagi tenaga administrasi. Mulai dari penggunaan aplikasi pengolah kata hingga sistem manajemen basis data, artikel ini akan membahas betapa pentingnya tenaga administrasi memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi informasi secara efektif.

 

Menghadapi Tantangan: Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Administrasi

Tenaga administrasi seringkali berada di garis depan dalam menangani berbagai tantangan yang muncul dalam menjalankan tugas-tugas administratifnya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi dua aspek penting seputar kualifikasi dan kompetensi tenaga administrasi, yaitu tantangan umum yang dihadapi serta strategi dan solusi untuk mengatasinya.

1. Tantangan Umum dalam Administrasi Perkantoran

Tantangan dalam administrasi perkantoran dapat bervariasi, mulai dari penumpukan pekerjaan hingga kesulitan dalam mempertahankan tingkat keakuratan dan kecepatan dalam mengelola dokumen dan arsip. Artikel ini akan membahas beberapa tantangan umum yang dihadapi oleh tenaga administrasi BNSP, seperti ketidakseimbangan beban kerja, perubahan kebijakan internal, dan peningkatan kompleksitas tugas administratif. Bagaimana tantangan-tantangan ini memengaruhi kinerja dan efisiensi tenaga administrasi?

2. Strategi dan Solusi Mengatasi Tantangan Tersebut

Setiap tantangan tentu memiliki solusi yang tepat agar dapat diatasi dengan efektif. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai strategi dan solusi yang dapat diterapkan oleh tenaga administrasi BNSP untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Mulai dari pengaturan prioritas tugas, penerapan teknologi informasi yang canggih, hingga peningkatan komunikasi antarbagian. Bagaimana strategi dan solusi ini membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam menjalankan tugas administratif?

Dengan memahami tantangan yang dihadapi dan mencari solusi yang tepat, tenaga administrasi BNSP dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi berbagai rintangan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Mari bersama-sama mengeksplorasi bagaimana kualifikasi dan kompetensi yang tepat dapat membantu tenaga administrasi mengatasi berbagai tantangan dengan kemampuan yang lebih baik.

 

Membangun Masa Depan: Inovasi dalam Administrasi Perkantoran BNSP

Dalam era di mana teknologi terus berkembang dengan pesat dan tuntutan efisiensi semakin meningkat, inovasi dalam administrasi perkantoran menjadi kunci untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan operasional sebuah lembaga, termasuk Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai inovasi yang diterapkan dalam administrasi perkantoran, dari pemanfaatan teknologi baru hingga implementasi praktik terbaik yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Dengan adanya inovasi, BNSP dapat menghadapi berbagai tantangan yang muncul dalam menjalankan tugas administratifnya dengan lebih baik. Mari

 

Menelusuri Jejak Keberhasilan: Studi Kasus Implementasi Administrasi Perkantoran BNSP

Studi kasus tentang implementasi administrasi perkantoran BNSP tidak hanya memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana suatu lembaga mengelola tugas-tugas administratifnya, tetapi juga mengungkapkan dampak nyata yang dimiliki oleh efisiensi administrasi terhadap keseluruhan kinerja organisasi. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi pengalaman positif dan pembelajaran yang diperoleh dari implementasi administrasi perkantoran BNSP serta dampak positifnya pada kinerja organisasi secara keseluruhan.

 

1. Pemanfaatan Teknologi Baru

BNSP senantiasa berupaya untuk mengadopsi teknologi terbaru dalam mengelola tugas-tugas administratifnya. Pemanfaatan sistem manajemen dokumen digital, aplikasi manajemen proyek online, serta penggunaan perangkat lunak analitik data menjadi beberapa contoh bagaimana BNSP memanfaatkan tekno Dalam bagian ini, kita akan menjelajahi berbagai teknologi baru yang telah diterapkan oleh BNSP dan dampaknya terhadap kinerja administratif.

2. Implementasi Praktik Terbaik

BNSP juga aktif dalam menerapkan praktik terbaik dalam administrasi perkantorannya. Hal ini meliputi penggunaan metode manajemen waktu yang efektif, penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, serta peningkatan kolaborasi antarbagian. Dengan 

3. Upaya Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas

Tujuan utama dari inovasi dalam administrasi perkantoran BNSP adalah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara keseluruhan. Melalui penggunaan teknologi baru dan penerapan praktik terbaik, BNSP terus melakukan upaya-upaya untuk memperbaiki proses kerja dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia. Dalam bagian ini, kita akan membahas berbagai langkah konkret yang diambil oleh BNSP dalam rangka meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam administrasi perkantorannya.

Dengan terus menerapkan inovasi dalam administrasi perkantoran, BNSP dapat tetap relevan dan adaptif dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang. Mari kita bersama

 

</div>

Kesimpulan Administrasi Perkantoran BNSP</h3>

Setelah menjelajahi berbagai aspek dan inovasi dalam administrasi perkantoran BNSP, kita dapat menyimpulkan beberapa hal penting yang menjadi landasan bagi keberhasilan operasional lembaga ini.

Rangkuman Temuan Utama

Dalam perjalanan ini, kita telah melihat bagaimana Administrasi Perkantoran menjadi tulang punggung kelancaran operasional lembaga, mulai dari pengelolaan dokumen hingga implementasi teknologi terbaru. Beberapa temuan utama yang perlu disoroti adalah:

      • Pentingnya penerapan sistem manajemen dokumen digital untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas informasi.
      • Peran krusial komunikasi dan kolaborasi antarbagian dalam menjaga koordinasi operasional.
      • Dampak positif dari inovasi dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan.

Pentingnya Administrasi Perkantoran

Pentingnya administrasi perkantoran dalam mendukung BNSP tidak bisa dilebih-lebihkan. Dari pengelolaan dokumen hingga strategi inovatif, administrasi perkantoran menjadi tulang punggung dalam menjaga kelancaran dan keberhasilan operasional lembaga.

https://bexcellentjogja.com/pembinaan-sertifikasi-ak3-pubt/

 
Informasi Lebih Lanjut:
 
 
 

Pembinaan & Sertifikasi AK3 PUBT

AK3 PUBT – Pemanfaatan pesawat uap dan bejana tekan akhir-akhir ini telah berkembang pesat di berbagai proses industri maupun untuk fasilitas umum dan bahkan di rumah-rumah tangga. Pesawat Uap & Bejana tekan merupakan peralatan teknik yang mengandung resiko bahaya tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan atau peledakan. Tingginya resiko kecelakaan kerja dibidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan (PUBT) membuat perusahaan semakin waspada akan bahaya yang mungkin ditimbulkan dari kecelakaan kerja PUBT.

         Oleh karena itu guna menghindari agar tidak terjadi kecelakaan atau peledakan, sangat penting untuk melakukan prosedur pengoperasian PUBT sesuai dengan standar yang berlaku. Sebelum dalam periode pemakaian setiap peralatan pesawat uap dan bejana tekan serta alat pengaman/perlengkapannya harus dilakukan pemeriksaan, pengujian, serta dirawat dengan baik dan teratur (berkala). Pemeriksaan dan Pengujian Pesawat Uap dan Bejana Tekan, harus dilakukan oleh tenaga kerja yang memiliki kompetensi khusus yang bersertifikasi, dan memiliki kewenangan yang sudah ditunjuk oleh Menteri Ketenagakerjaa RI. Hal ini penting dalam menunjang pencegahan kecelakaan kerja PUBT yang mungkin terjadi karena dapat meminimalisir faktor – faktor yang dapat menjadi sumber kecelakaan kerja PUBT terutama human error dalam pengoperasian PUBT.

Sehubungan dengan hal tersebut maka setiap perusahaan yang akan melakukan pemeriksaan dan pengujian Pesawat Uap dan Bejana Tekan, harus memiliki SDM yang memiliki kompetensi dan kewenangan dalam melakukan pemeriksaan dan pengujian. Oleh karena itu, Kami sebagai perusahaan K3, PT. Bexcellent Mitra Cemerlang bekerjasama dengan PT Multidasa yang ditunjuk oleh KEMENAKER RI mengadakan “Pembinaan & Sertifikasi Ahli K3 Pesawat Uap & Bejana Tekan”, sebagai salah satu persyaratan bagi perusahaan yang akan melakukan pemeriksaan dan pengujian, mendapatkan surat penunjukan dan kewenangan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.

DASAR HUKUM & TUJUAN

Dasar Hukum:

  • Undang-Undang dan peraturan Uap Tahun 1930
  • Undang-undang No. 01 tahun 1970
  • Permenaker No.02 Tahun 1982
  • Permenaker No.01 Tahun 1988
  • Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No.37 Tahun 2016

Tujuan:

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam tehnik pengoperasian, prosedur pemeriksaan dan pengujian pesawat uap & bejana tekan secara aman, benar dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3) yang berlaku.

Materi

I. Kelompok Dasar

  1. Kebijakan K3
  2. Dasar-dasar K3
  3. Undang-undang N0.1 tahun 1970
  4. Sistem Manajemen K3
  5. Investigasi Kecelakaan Kerja

II. Kelompok Keahlian

  1. Undang-undang dan Peraturan Uap tahun1930
  2. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No.37 Tahun 2016
  3. Permenaker No.02 Tahun 1982, Permenaker No.01 Tahun 1988
  4. Jenis – Jenis Pesawat Uap dan Perlengkapannya
  5. Jenis – Jenis Bejana tekanan, tangki timbun, Perlengkapannya dan isinya
  6. Perhitungan kekuatan konstruksi pesawat uap, bejana tekanan dan tangki timbun (standar)
  7. Pipa penyalur
  8. Pengetahuan bahan
  9. Teknik Pengelasan
  10. Air pengisi ketel uap
  11. Pengujian tidak merusak (NDT) dan merusak (Destructive Test)
  12. Pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan pipa penyalur
  13. Pemeriksaan dan pengujian bejana tekanan dan tangki timbun
  14. Praktek Kerja Lapangan (PKL)

III. Kelompok Penunjang

  1. K3 Nuklir
  2. Thermodinamika
  3. Pengetahuan Korosi dan Pencegahannya
  4. Kelistrikan dan alat kontrol otomatis
  5. Pondasi dan kerangka dudukan
  6. Proses pembuatan, pemasangan, dan perbaikan/modifikasi
  7. Membaca gambar teknik
  8. Job Safety Analysis (JSA)

IV. Evaluasi

  1. Ujian Teori
  2. Penulisan Kertas Kerja
  3. Seminar

PERSYARATAN PESERTA

  1. Pendidikan formal minimal Sarjana Muda (D3) Bidang teknik
  2. Pengalaman dibidangnya sekurang kurangnya 2th.
  3. Membawa Foto Copy Kartu Identitas
  4. Membawa Surat Rekomendasi Permohonan Pengajuan SKP (menggunakan kop surat perusahaan)
  5. Surat Keterangan Kerja
  6. Membawa Surat Pernyataan Ahli K3
  7. Membawa Surat Keterangan Sehat
  8. Membawa Surat pernyataan berpengalaman /CV
  9. Membawa Foto Copy Ijasah terakhir
  10. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3, 3×4 masing-masing 3 lembar (background merah)
  11. Membawa Laptop dan Sepatu Safety

Instruktur AK3 PUBT

  • Instruktur Senior Pusdiklat Kemnaker RI
  • Tim Binwasnaker Kemnaker RI
  • Pengawas Spesialis Pesawat uap belanja tekan
  • Tim Ahli PJK3

WAKTU & TEMPAT AK3 PUBT

Tanggal   : 30 April  sd 29 Mei 2024

Waktu      : 08.00 – selesai

Tempat    : Gd. Jogja Training Career Center, Jl Patangpuluhan No. 26  A Yogyakarta

FASILITAS AK3 PUBT

  • Penginapan selama masa pelatihan
  • Test swab antigen saat pelatihan selama diperlukan
  • Modul dan Training Kit
  • Hard dan Softcopy materi
  • 2x coffee break, 1x lunch
  • Wearpack
  • Souvenir
  • Dropping Kepulangan (Khusus Peserta Luar Kota)
  • Sertifikat Kemnaker (bila dinyatakan berkompeten)
  • Pengurusan SKP (bila membayar lunas sebelum hari ujian akhir)

Informasi AK3 PUBT

Office

Jl. Parangtritis, Km 6.5, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188

Phone: 081325177427

Fax      : (0274) 414137

Web    : www.bexcellentjogja.com

Nama              :  Satrio

                      ( Customer Relation Officer)

Phone / WA  : 081325177427

Email               : satrio@bexcellentjogja.com

https://bexcellentjogja.com/

OPERATOR CRANE

Operator Crane – Dalam peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per.01/MEN/1989 telah ditetapkan kualifikasi dan syarat-syarat operator Crane. Setiap operator Crane harus memiliki sertifikat yang diperoleh melalui pelatihan. Operator yang memiliki sertifikat memegang peranan penting dalam mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dalam mengoperasikan Crane, karena operator mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian yang aman.

Karena itu pencegahan kecelakaan kerja dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah melalui pendidikan dan pelatihan. Melalui pendidikan dan pelatihan dapat ditingkatkan pengetahuan dan keterampilan, tanggung jawab dan disiplin, pemahaman dan pengertian tentang persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja.

Di samping itu, dalam sebuah tim operator crane, perlu manajemen yang menjamin konsistensi pemahaman dan pengertian tentang persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja operator crane. Untuk itu keberadaan para Operator crane yang bersertifikasi dalam sebuah perusahaan sangat dibutuhkan khususnya untuk aktifitas inspeksi.

 

TUJUAN SERTIFIKASI OPERATOR CRANE

Program ini dibuat dalam rangka penyeragaman dan penyesuaian pelaksanaan pembinaan dan pengujian lisensi K3 bagi Operator Pesawat Angkat dan Angkut di seluruh Indonesia sebagamana diatur dalam peraturan menteri no. 05/Men/1985 tentang pesawat Angkat dan Angkut dan Peraturan

Secara khusus, pelaksanaan pelatihan ini bertujuan untuk :

  1. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengoperasikan crane sehingga operator akan bertanggungjawab dan lebih berdisiplin.
  2. Selanjutnya memahami dan mengerti persyaratan keselamatan & kesehatan kerja (K3) dalam mengoperasikan crane yang lebih efisien produktif dan aman.
  3. Kemudian mengendalikan bahaya sehingga penyebab terjadinya kecelakaan dengan mengenal dan mengevaluasi sumber bahaya yang mungkin terdapat di tempat kerja.

 

OUTLINE & COURSE METHOD SERTIFIKASI OPERATOR CRANE

MATERI PEMBINAAN OPERATOR CRANE

  1. Kelas I/level I (Beban lebih dari 100 ton dan tinggi menara lebih dari 60 meter)
  2. Kelas II/level II (Beban lebih dari 25 ton kurang dari 100 ton dan tinggi menara lebih dari 40 meter kurang dari 60 meter)
  3. Kelas III/level III (Beban kurang dari 25 ton dan tinggi menara kurang dari 40 meter)

 

NO MATERI Kelas I Kelas II Kelas III
KELOMPOK DASAR
1. Kebijakan dan dasar-dasar K3 4 4 2
2. Peraturan perundang-undangan 6 6 4
  a.    Undang-undang No. 1 Tahun 1970      
  b.    Permenaker No. 05/Men/1985      
  c.    Permenaker No. 09/Men/2010      
KELOMPOK INTI
1. Pengetahuan dasar keran angkat 2 2 2
2. Pengetahuan dasar motor penggerak 2 1  
3. Pengetahuan dasar kelistrikan 2 1  
4. Perangkat keselamatan kerja (Safety Devices) 2 2 2
5. Tali kawat baja 2 1 1
6. Alat bantu angkat dan pengikatan 2 1 1
7. Sebab-sebab kecelakaan dan penanganannya 4 2 2
8. Menghitung berat beban 2 2 2
9. Pengoperasian aman 4 4 2
10. Perawatan dan pemeriksaan harian 2 2 2
KELOMPOK PENUNJANG
1. Pengetahuan Job Safety Analysis 2    
2. Stabilistas 2    
UJIAN
1. Teori 4 4 2
2. Praktek 8 8 8
JUMLAH 50 40 30

 

PERSYARATAN PESERTA

  1. Pendidikan formal minimal SMA
  2. Membawa Foto Copy Ijasah terakhir
  3. Pengalaman dibidangnya.
  4. Membawa Foto Copy Kartu Identitas
  5. Membawa Surat Keterangan Sehat
  6. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3, 3×4 masing-masing 3 lembar (background merah)

COURSE METHOD

  1. Penyampaian Materi
  2. Diskusi
  3. Studi Kasus
  4. Presentasi Kelompok

INSTRUCTOR : Dinsosnaker Kota Yogyakarta & Asesor dari Kemnaker RI.

Waktu & Lokasi

Tanggal               :     26 sd 29 Februari 2024

Pukul                   :     08.00 – selesai

Tempat              :      Yogyakarta

 

FASILITAS:

  1. Penjemputan Kedatangan (Peserta dari luar kota)
  2. Transportasi Lokal
  3. Module / Handout
  4. Training Kit
  5. (2x) Coffee Break & (1x) Lunch
  6. Souvenir
  7. Dropping Kepulangan (Peserta dari luar kota)
  8. Sertifikat resmi kemnaker RI (bila berkompeten)

Informasi

Office

Jl. Parangtritis, Km 6.5, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188

Phone: (0274) 287 1 048

Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

Rizki Satrio (Customer Relation officer)

PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG
( B-EXCELLENT CONSULTANT )

Excellent Service for Excellent People

Phone          : 0813-2517-7427

Fax              : 0274 – 414 137

Email          : satrio@bexcellentjogja.com

Mobile / WA  : 0813-2517-7427

Masa Persiapan Pensiun BUMN

Masa Persiapan Pensiun BUMN – Seiring berjalannya waktu, menjelang masa pensiun menjadi suatu tahap hidup yang tak terhindarkan. Momen ini menjadi langkah besar dalam perjalanan karir, khususnya bagi para pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pensiun bukan sekadar akhir dari rentang waktu bekerja, namun juga merupakan awal dari fase baru yang memerlukan persiapan matang. Pentingnya memahami bahwa persiapan pensiun bukanlah sekadar kewajiban, tetapi sebuah investasi untuk kesejahteraan masa depan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang langkah-langkah konkret yang perlu diambil agar persiapan pensiun di BUMN dapat berjalan dengan sukses. Sebelum kita masuk ke dalam rincian praktis, mari kita simak konteks spesifik yang melibatkan pekerja BUMN. Dalam dinamika BUMN, persiapan pensiun memiliki karakteristik tersendiri.

Kebijakan, program, dan manfaat yang ditawarkan perlu dipahami secara menyeluruh untuk memastikan kesiapan finansial dan mental di masa pensiun. Oleh karena itu, tulisan ini hadir dengan tujuan memberikan panduan terstruktur guna membantu para pekerja BUMN merencanakan masa pensiun mereka dengan lebih baik. Melalui artikel ini, pembaca akan diajak untuk memahami bukan hanya pentingnya persiapan pensiun secara umum, tetapi juga bagaimana mengkustomisasi strategi persiapan tersebut sesuai dengan lingkungan kerja yang unik di BUMN. Mari bersama-sama menjelajahi langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk memastikan masa pensiun yang nyaman dan terjamin di dalam dunia BUMN.

 

Memahami Program Masa Persiapan Pensiun BUMN: Mengungkap Keberagaman, Persyaratan, dan Tantangan

Dalam menatap masa pensiun di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pemahaman yang mendalam mengenai program pensiun menjadi kunci untuk mengelola transisi ini secara sukses. Artikel ini akan membahas secara komprehensif program pensiun yang ditawarkan di lingkungan BUMN, serta menyoroti persyaratan yang perlu diperhatikan dan mengeksplorasi keuntungan sekaligus risiko yang mungkin muncul.

I. Menjelaskan Program Masa Persiapan Pensiun BUMN

  • Jenis Program Pensiun: Menyajikan gambaran lengkap tentang berbagai jenis program pensiun yang tersedia di BUMN, termasuk opsi dan pilihan yang dapat dipilih oleh para karyawan.
  • Pendaftaran dan Kontribusi: Memberikan insight tentang proses pendaftaran peserta, kriteria kelayakan, dan kontribusi yang diperlukan dari pihak peserta.

II. Syarat dan Ketentuan yang Perlu Diketahui

  • Syarat Umum: Merinci persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh calon peserta program pensiun BUMN.
  • Masa Kerja dan Masa Aktif: Menjelaskan perincian masa kerja yang diwajibkan dan kondisi masa aktif yang menjadi bagian dari persyaratan pensiun.

III. Keuntungan dan Risiko dari Program Masa Persiapan Pensiun BUMN

  • Manfaat Finansial: Mendetailkan manfaat finansial yang diberikan, termasuk tunjangan dan insentif lainnya.
  • Fasilitas Kesehatan dan Asuransi: Menyoroti fasilitas kesehatan dan asuransi yang dapat dinikmati peserta setelah pensiun.
  • Risiko Finansial: Identifikasi risiko keuangan yang mungkin dihadapi peserta dan strategi pengelolaan risiko.

Menetapkan Tujuan Keuangan Pensiun: Strategi Jitu untuk Masa Depan Finansial yang Lebih Baik (Masa Persiapan Pensiun BUMN)

Masa pensiun bukan hanya tentang berhenti bekerja; ini adalah fase hidup yang memerlukan persiapan finansial yang matang. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah kunci untuk menetapkan tujuan keuangan pensiun yang realistis dan merencanakan masa depan finansial yang lebih baik.

I. Evaluasi Biaya Hidup Pasca-Pensiun (Masa Persiapan Pensiun BUMN)

  • Analisis Kebutuhan: Mengidentifikasi dan mengevaluasi secara rinci biaya hidup pasca-pensiun, termasuk perumahan, kesehatan, dan gaya hidup.
  • Perubahan Prioritas: Memahami perubahan prioritas dan kebutuhan yang mungkin timbul setelah pensiun.

II. Menyusun Anggaran Keuangan Pensiun

(Masa Persiapan Pensiun BUMN)

  • Pengeluaran Rutin dan Luar Biasa: Merinci pengeluaran rutin harian serta pengeluaran luar biasa yang mungkin diperlukan pada masa pensiun.
  • Investasi dan Pengembangan Keuangan: Menyusun strategi pengelolaan keuangan untuk mencapai tujuan pensiun.

III. Menentukan Target Tabungan Pensiun yang Realistis

  • Penilaian Kondisi Keuangan Saat Ini: Menilai keadaan keuangan saat ini, termasuk aset dan kewajiban yang dimiliki.
  • Proyeksi Biaya Pensiun: Menghitung perkiraan biaya pensiun dan menentukan target tabungan yang realistis untuk mencapainya.

 

Menetapkan Tujuan Keuangan Pensiun: Strategi Jitu untuk Masa Depan Finansial yang Lebih Baik

Masa pensiun bukan hanya tentang berhenti bekerja; ini adalah fase hidup yang memerlukan persiapan finansial yang matang. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah kunci untuk menetapkan tujuan keuangan pensiun yang realistis dan merencanakan masa depan finansial yang lebih baik.

I. Evaluasi Biaya Hidup Pasca-Pensiun BUMN

  • Analisis Kebutuhan: Mengidentifikasi dan mengevaluasi secara rinci biaya hidup pasca-pensiun, termasuk perumahan, kesehatan, dan gaya hidup.
  • Perubahan Prioritas: Memahami perubahan prioritas dan kebutuhan yang mungkin timbul setelah pensiun.

II. Menyusun Anggaran Keuangan Pensiun BUMN

  • Pengeluaran Rutin dan Luar Biasa: Merinci pengeluaran rutin harian serta pengeluaran luar biasa yang mungkin diperlukan pada masa pensiun.
  • Investasi dan Pengembangan Keuangan: Menyusun strategi pengelolaan keuangan untuk mencapai tujuan pensiun.

III. Menentukan Target Tabungan Pensiun yang Realistis

  • Penilaian Kondisi Keuangan Saat Ini: Menilai keadaan keuangan saat ini, termasuk aset dan kewajiban yang dimiliki.
  • Proyeksi Biaya Pensiun: Menghitung perkiraan biaya pensiun dan menentukan target tabungan yang realistis untuk mencapainya.

Investasi Pensiun yang Cerdas: Meningkatkan Kesejahteraan Finansial di Masa Purna Bakti (Masa Persiapan Pensiun BUMN)

Pensiun bukan akhir dari perjalanan finansial, melainkan awal dari fase di mana investasi menjadi krusial. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara cerdas mengelola investasi pensiun di BUMN, mulai dari pemahaman opsi investasi, diversifikasi portofolio, hingga penanganan risiko dan potensi pengembalian investasi.

I. Mengetahui Opsi Investasi yang Tersedia di BUMN

  • Jenis Investasi: Merinci opsi investasi yang ditawarkan oleh BUMN, termasuk reksadana, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya.
  • Program Pensiun Khusus: Menjelaskan program pensiun khusus yang dapat menjadi pilihan cerdas bagi pekerja BUMN.

II. Diversifikasi Portofolio Investasi (Masa Persiapan Pensiun BUMN)

  • Prinsip Diversifikasi: Mengapa diversifikasi portofolio penting dalam investasi pensiun dan bagaimana melakukannya dengan bijak.
  • Manfaat Diversifikasi: Mendiskusikan manfaat mengurangi risiko dan meningkatkan potensi pengembalian melalui diversifikasi.

III. Memahami Risiko dan Potensi Pengembalian Investasi

(Masa Persiapan Pensiun BUMN)

  • Identifikasi Risiko: Menyusun daftar risiko yang mungkin terjadi dalam investasi pensiun dan strategi mengelolanya.
  • Analisis Potensi Pengembalian: Memahami cara menganalisis potensi pengembalian investasi dalam jangka pendek dan panjang.

 

Asuransi Pensiun: Melindungi Masa Purna Bakti dengan Bijak

Mengamankan masa pensiun bukan hanya soal persiapan keuangan, melainkan juga melibatkan perlindungan terhadap kesehatan dan risiko yang mungkin timbul. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi betapa pentingnya asuransi pensiun, mulai dari manfaatnya, pemilihan jenis asuransi yang sesuai, hingga strategi mengelola risiko kesehatan pasca-pensiun.

I. Menjelaskan Manfaat Asuransi Pensiun

  • Perlindungan Finansial: Menyoroti cara asuransi pensiun dapat memberikan perlindungan finansial terhadap biaya kesehatan dan kebutuhan lainnya.
  • Pemeliharaan Dana Pensiun: Bagaimana asuransi dapat menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas dana pensiun.

II. Memilih Jenis Asuransi yang Sesuai dengan Kebutuhan

  • Asuransi Kesehatan: Menjelaskan keuntungan dan cakupan asuransi kesehatan pasca-pensiun.
  • Asuransi Jiwa: Bagaimana asuransi jiwa dapat menjadi lapisan tambahan untuk melindungi keluarga di masa pensiun.

III. Mengelola Risiko Kesehatan Pasca-Pensiun

  • Evaluasi Kondisi Kesehatan: Mengapa penting untuk mengevaluasi kondisi kesehatan secara berkala dan bagaimana hal ini mempengaruhi kebutuhan asuransi.
  • Strategi Pencegahan: Menyajikan strategi pencegahan dan gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko kesehatan pasca-pensiun.

Memahami Program Pensiun BUMN: Membangun Fondasi Stabilitas Keuangan Masa Depan

Pensiun dalam lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memerlukan pemahaman mendalam tentang program pensiun yang tersedia. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci program pensiun di BUMN, syarat dan ketentuan yang harus diketahui, serta memahami keuntungan dan risiko yang melekat dalam persiapan masa pensiun di lingkungan yang unik ini.

I. Menjelaskan Program Pensiun yang Tersedia di BUMN

  • Jenis Program Pensiun: Merinci berbagai jenis program pensiun yang ditawarkan oleh BUMN, dari reksadana hingga opsi investasi lainnya.
  • Manfaat dan Tunjangan: Menyoroti manfaat dan tunjangan yang dapat dinikmati peserta program pensiun BUMN.

II. Syarat dan Ketentuan yang Perlu Diketahui

  • Persyaratan Umum: Menguraikan persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh peserta program pensiun BUMN.
  • Ketentuan Masa Kerja: Menjelaskan ketentuan terkait masa kerja yang perlu diperhatikan untuk memenuhi syarat pensiun.

III. Keuntungan dan Risiko dari Program Pensiun BUMN

  • Keuntungan Finansial: Menyoroti manfaat finansial yang diberikan kepada peserta, termasuk tunjangan pensiun dan fasilitas kesehatan.
  • Risiko Investasi: Membahas risiko yang mungkin terjadi terkait dengan investasi dalam program pensiun BUMN dan strategi pengelolaannya.

 

Asuransi Pensiun: Menjaga Kesejahteraan Finansial dan Kesehatan di Masa Purna Bakti

Menghadapi masa pensiun tidak hanya melibatkan perencanaan keuangan, tetapi juga perlindungan terhadap kesehatan dan risiko yang mungkin muncul. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam manfaat asuransi pensiun, bagaimana memilih jenis asuransi yang sesuai dengan kebutuhan, dan strategi mengelola risiko kesehatan pasca-pensiun.

I. Menjelaskan Manfaat Asuransi Pensiun

  • Perlindungan Keuangan: Menyoroti bagaimana asuransi pensiun dapat memberikan perlindungan finansial terhadap biaya kesehatan yang mungkin meningkat di masa purna bakti.
  • Penjaminan Pensiun: Merinci manfaat penjaminan pensiun dan stabilitas keuangan yang diberikan kepada peserta.

II. Memilih Jenis Asuransi yang Sesuai dengan Kebutuhan

  • Asuransi Kesehatan: Mengulas manfaat asuransi kesehatan pasca-pensiun dan faktor-faktor yang perlu diperhatikan saat memilih polis.
  • Asuransi Jiwa: Bagaimana asuransi jiwa dapat memberikan perlindungan bagi keluarga dan warisan di masa pensiun.

III. Mengelola Risiko Kesehatan Pasca-Pensiun

  • Evaluasi Kesehatan: Pentingnya melakukan evaluasi kesehatan secara berkala dan bagaimana hal ini dapat memengaruhi kebutuhan asuransi.
  • Program Pencegahan: Menjelaskan strategi pencegahan dan gaya hidup sehat yang dapat membantu mengelola risiko kesehatan pasca-pensiun.

 

Pelatihan dan Pengembangan: Menjadi Siap Pensiun dengan Keterampilan dan Persiapan yang Tepat

Menghadapi masa pensiun bukan hanya tentang persiapan finansial, tetapi juga menuntut kesiapan dalam hal keterampilan, pengetahuan, dan kesejahteraan mental. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah penting untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, mengeksplorasi program pelatihan di lingkungan BUMN, serta merinci persiapan mental dan emosional yang diperlukan untuk menghadapi pensiun.

I. Meningkatkan Keterampilan dan Pengetahuan untuk Pensiun

  • Identifikasi Keterampilan: Menilai dan mengidentifikasi keterampilan yang diperlukan untuk memasuki fase pensiun dengan sukses.
  • Peningkatan Pengetahuan: Membahas pentingnya terus belajar dan mengembangkan pengetahuan di bidang-bidang terkait pensiun.

II. Program Pelatihan yang Tersedia di BUMN (Masa Persiapan Pensiun BUMN)

  • Program Pelatihan Spesifik BUMN: Mengulas berbagai program pelatihan yang disediakan oleh BUMN untuk meningkatkan keterampilan karyawan menjelang pensiun.
  • Pelatihan Pensiun: Bagaimana program pelatihan khusus pensiun dapat membantu karyawan mempersiapkan diri untuk perubahan dan tantangan yang mungkin terjadi di masa purna bakti.

III. Persiapan Mental dan Emosional Menghadapi Pensiun

  • Kesadaran Psikologis: Menyoroti pentingnya kesadaran psikologis dan bagaimana menangani perubahan identitas setelah pensiun.
  • Strategi Mengatasi Kecemasan: Memberikan strategi praktis untuk mengatasi kecemasan dan perubahan emosional yang dapat terjadi saat memasuki masa pensiun.

 

Perencanaan Estate dan Warisan: Membangun Fondasi Legasi yang Berkelanjutan

Pensiun bukan hanya mengenai persiapan untuk masa tua, tetapi juga tentang membentuk legasi yang akan ditinggalkan. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah kunci dalam perencanaan estate pasca-pensiun, merinci cara menyusun pewarisan aset kepada keluarga, dan memberikan wawasan tentang bagaimana mengatasi potensi masalah hukum terkait warisan.

I. Menyusun Rencana Estate Pasca-Pensiun

  • Inventarisasi Aset: Merinci langkah-langkah dalam menyusun inventarisasi aset yang melibatkan properti, investasi, dan kepemilikan lainnya.
  • Menentukan Penerima Warisan: Bagaimana membuat keputusan bijak tentang pewarisan aset kepada keluarga dan pihak terkait.

II. Membahas Pewarisan Aset kepada Keluarga

  • Strategi Pewarisan: Mengulas berbagai strategi untuk menyusun pewarisan aset agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan keluarga.
  • Keterlibatan Keluarga: Mendorong pembaca untuk terlibat dengan keluarga dalam merencanakan pewarisan aset untuk meminimalkan potensi konflik di masa mendatang.

III. Mengatasi Potensi Masalah Hukum Terkait Warisan (Masa Persiapan Pensiun)

  • Menghindari Sengketa Hukum: Memberikan saran tentang bagaimana merencanakan pewarisan aset untuk menghindari sengketa hukum di antara ahli waris.
  • Pentingnya Konsultasi Hukum: Mengapa penting untuk berkonsultasi dengan ahli hukum dalam merencanakan estate dan warisan.

 

Konsultasi dengan Ahli Keuangan: Kunci Kesuksesan Pensiun yang Terencana dengan Baik

Mengelola persiapan pensiun bisa menjadi tugas yang menantang, dan konsultasi dengan ahli keuangan dapat menjadi langkah kritis dalam merencanakan masa pensiun yang sukses. Dalam artikel ini, kita akan membahas pentingnya berkonsultasi dengan ahli keuangan, bagaimana mencari saran profesional untuk perencanaan pensiun, dan cara memastikan pemahaman yang mendalam tentang opsi dan strategi yang tersedia.

I. Pentingnya Berkonsultasi dengan Ahli Keuangan

  • Pemahaman Mendalam: Menyoroti pentingnya pemahaman mendalam tentang situasi keuangan pribadi dan bagaimana ahli keuangan dapat membantu merinci dan menganalisis aspek-aspek tersebut.
  • Keputusan Berbasis Informasi: Bagaimana konsultasi dengan ahli keuangan membantu pembaca membuat keputusan berbasis informasi yang lebih baik.

II. Mencari Saran Profesional untuk Perencanaan Pensiun

  • Analisis Profil Risiko: Bagaimana ahli keuangan dapat membantu dalam melakukan analisis profil risiko dan merancang strategi investasi yang sesuai.
  • Pemilihan Produk Keuangan: Mengulas cara memilih produk keuangan yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pensiun.

III. Memastikan Pemahaman Mendalam tentang Opsi dan Strategi

  • Pemahaman Terhadap Opsi Pensiun: Merinci berbagai opsi pensiun yang mungkin tersedia dan bagaimana ahli keuangan dapat membantu dalam memahaminya.
  • Strategi Pengelolaan Risiko: Bagaimana ahli keuangan dapat membimbing dalam merancang strategi pengelolaan risiko yang sesuai dengan keadaan pribadi.

Kesimpulan Masa Persiapan Pensiun di BUMN: Menuju Masa Depan Finansial yang Terarah

Dalam perjalanan panjang menuju pensiun di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), langkah-langkah kunci telah dirinci untuk memandu pekerja menuju masa pensiun yang sukses. Kesuksesan ini tidak hanya melibatkan aspek finansial, tetapi juga kesadaran dan tanggung jawab individu terhadap masa depan mereka. Dalam kesimpulan ini, mari merangkum perjalanan persiapan pensiun di BUMN dan mengajak kita untuk memandang pensiun sebagai tahap hidup yang memerlukan perencanaan yang terarah dan berkelanjutan.

 

Informasi Lebih Lanjut Bisa Klik Link Di Bawah Ini:

https://bexcellentjogja.com/wp-content/uploads/2024/02/MPP-2024-Bexcellent.pdf 

https://www.instagram.com/satriobexcellent/

PELATIHAN DAN SERTIFIKASI BNSP SKEMA PROFESI DESAINER GRAFIS

Skema Profesi Desainer Grafis – Sertifikasi Kompetensi BNSP untuk Profesi Desainer Grafis adalah proses pengakuan formal yang diberikan kepada individu yang telah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam bidang desain grafis. Sertifikasi ini menegaskan bahwa seseorang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan yang dibutuhkan untuk bekerja secara profesional di industri desain grafis.

Untuk mendapatkan sertifikasi ini, seorang calon harus melewati serangkaian uji kompetensi yang melibatkan penilaian terhadap keterampilan praktis, pemahaman teoritis, dan penerapan konsep desain grafis dalam situasi pekerjaan nyata. Uji kompetensi ini sering kali mencakup portofolio desain, ujian tertulis, serta demonstrasi kemampuan praktis dalam menggunakan perangkat lunak desain grafis, pemahaman tentang prinsip desain, dan kemampuan untuk memecahkan masalah dalam konteks desain.

Pentingnya uji kompetensi dalam profesi desain grafis adalah karena bidang ini terus berkembang dengan cepat. Dengan adanya teknologi baru, tren desain yang berubah, dan permintaan pasar yang beragam, seseorang yang bekerja dalam industri desain grafis harus memiliki kemampuan yang terkini dan relevan. Sertifikasi kompetensi membantu memastikan bahwa individu yang bekerja di bidang ini memiliki keterampilan terbaru yang diperlukan untuk berhasil dalam lingkungan kerja yang dinamis.

Selain itu, sertifikasi kompetensi juga memberikan manfaat kepada klien, perusahaan, dan industri secara keseluruhan dengan meningkatkan kepercayaan terhadap profesionalisme dan kemampuan individu dalam menghasilkan desain berkualitas tinggi.

Dengan menjalani uji kompetensi dan mendapatkan sertifikasi dari BNSP, seorang profesional desain grafis dapat meningkatkan daya saingnya, membuktikan kemampuannya secara resmi, dan meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan atau proyek desain yang lebih menantang dan menguntungkan.

TUJUAN PROGRAM PELATIHAN DAN SERTIFIKASI BNSP SKEMA PROFESI DESAINER GRAFIS

  • Menjamin Standar Kualitas Profesionalisme
  • Mendorong Pengembangan Keterampilan
  • Meningkatkan Kepercayaan Publik
  • Menyediakan Pedoman dan Standar
  • Mengakui Prestasi Profesional
  • Meningkatkan Kredibilitas Industri
  • Memfasilitasi Mobilitas Kerja
  • Memberikan Panduan untuk Peningkatan Profesionalisme

REFERENSI DAN ACUAN REGULASI

  • Standarisasi Kompetensi Desainer Grafis ini tentunya mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai rumusan kemampuan kerja. SKKNI rujukan Profesi Desainer Grafis ini tertuang dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 301 Tahun 2016 Tentang Penetapan SKKNI Kategori Aktivitas Profesional Ilmiah dan Teknis, Golongan Pokok Aktivitas Profesional Ilmiah dan Teknis Lainnya Bidang Desain Grafis dan Desain Komunikasi Visual
  • Peta Okupasi Nomor: 172/KOMINFO/BLSDM/KS.01.07/7/2017. Skema ini digunakan sebagai acuan pada pelaksanaan asesmen oleh Asesor Kompetensi

PILIHAN SKEMA SERTIFIKASI PROFESI DESAINER GRAFIS Profesi Desainer Grafis

A. SKEMA PROFESI DESAINER GRAFIS MUDA

Materi Pelatihan Dan Uji Kompetensi Skema Desainer Grafis Muda

  1. 74100.001.02: Mengaplikasikan prinsip dasar desain
  2. 74100.002.02: Menerapkan prinsip dasar komunikasi
  3. 74100.005.02: Menerapkan design brief
  4. 74100.009.02: Mengoperasikan perangkat lunak desain
  5. 74100.010.01: Menciptakan karya desain

Persyaratan Dasar Calon Peserta Pilihan Skema Profesi Desainer Grafis Muda

  • Siswa SMK Jurusan Desain Grafis atau,
  • Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, atau,
  • Memiliki sertifikat pelatihan sesuai ruang lingkup skema Desainer Grafis Muda atau,
  • Pekerja dengan pengalaman minimal selama 1 tahun di bidang Desainer Grafis Muda

B. SKEMA PROFESI DESAINER GRAFIS MADYA

Materi Pelatihan Dan Uji Kompetensi Skema Desainer Grafis Madya

  1. 74100.001.02: Mengaplikasikan prinsip dasar desain
  2. 74100.002.02: Menerapkan prinsip dasar komunikasi
  3. 74100.005.02: Menerapkan design brief
  4. 74100.009.02: Mengoperasikan perangkat lunak desain
  5. 74100.010.01: Menciptakan karya desain
  6. 74100.007.01: Menetapkan strategi desain
  7. 74100.008.02: Menetapkan konsep desain
  8. 74100.012.02: Mempersentasikan karya desain

Persyaratan Dasar Calon Peserta Pilihan Skema Profesi Desainer Grafis Madya

  • Minimal telah menyelesaikan pendidikan Minimal S1 Informastika/sederajat; Atau
  • Memiliki sertifikat pelatihan berbasis kompetensi pada Skema Desainer Grafis Madya; Atau
  • Telah berpengalaman kerja pada lingkup yang sesuai dengan Skema Desainer Grafis Madya minimal 1 tahun secara berkelanjutan;

PERSYARATAN SERTIFIKASI

Peserta uji kompetensi harus melengkapi persyaratan yang sesuai dengan Skema DESAINER GRAFIS MUDA/DESAINER GRAFIS MADYA yang meliputi:

  1. Melengkapi isian formulir permohonan (FR-APL01) dan formulir asesmen mandiri (FRAPL02): Sebelum Uji Kompetensi
  2. Menyerahkan persyaratan uji kompetensi
  • Pas foto 3×4 (3 lembar).
  • Copy identitas diri KTP/KK (1 lembar).
  • Photocopy ijazah terakhir (1 lembar).
  • Copy sertifikat yang relevan dengan Skema DESAINER GRAFIS MUDA/DESAINER GRAFIS MADYA, bila ada.
  • CV pengalaman / keterangan kerja yang relevan dengan Skema DESAINER GRAFIS MUDA/DESAINER GRAFIS MADYA, bila ada.
  • Portofolio yang relevan dengan Skema DESAINER GRAFIS MUDA/DESAINER GRAFIS MADYA, bila ada.

INSTRUKTUR PEMBINAAN Profesi Desainer Grafis

Para Ahli Bidang Desain Grafis dan Asesor yang kompeten dari organisasi pendukung dan yang direkomendasikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi

JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM

  • Tanggal: 27 sd 29 Februari 2024
  • Waktu: 08:00 – selesai
  • Tempat: Yogyakarta

FASILITAS

Biaya sudah termasuk fasilitas sebagai berikut

  • Materi training
  • Sertifikat Pelatihan dari PT. Bexcellent Mitra Cemerlang
  • Sertifikat dari BNSP, bagi peserta yang dinyatakan kompeten
  • Souvernir
  • 2 × coffe break & 1 Lunch

Informasi

OfficeJl. Parangtritis, Km 6.5, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188

Phone: (0274) 287 1 048

Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

Rizki Satrio (Customer Relation officer)PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG
( B-EXCELLENT CONSULTANT )

Excellent Service for Excellent People

Phone          : 0813-2517-7427

Fax              : 0274 – 414 137

Email          : satrio@bexcellentjogja.com

Mobile / WA  : 0813-2517-7427

https://bexcellentjogja.com/sertifikasi-bnsp-inspektur-bejana-tekan-bexcellent-consultant/