Category: Training Soft Skills

Cara Meningkatkan Adaptasi Teknologi agar Karier Lebih Siap

Cara Meningkatkan Adaptasi Teknologi agar Karier Lebih Siap

Teknologi Terus Berubah. Pertanyaannya, Apakah Kita Ikut Berkembang?

Beberapa tahun lalu, banyak pekerjaan masih dilakukan secara manual. Kini, berbagai aktivitas mulai dibantu oleh teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), otomatisasi, cloud computing, hingga analisis data. Perubahan ini tidak hanya terjadi di perusahaan teknologi, tetapi hampir di seluruh sektor industri, mulai dari pendidikan, kesehatan, manufaktur, keuangan, hingga pemerintahan. Akibatnya, setiap profesional dituntut untuk mampu beradaptasi agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap perubahan teknologi sebagai ancaman. Padahal, teknologi pada dasarnya hanyalah alat yang dirancang untuk membantu manusia bekerja lebih efektif dan efisien. Yang menjadi tantangan bukanlah teknologinya, melainkan kemampuan kita untuk mempelajari, memahami, dan memanfaatkannya dalam pekerjaan sehari-hari. Semakin cepat seseorang mampu beradaptasi, semakin besar pula peluangnya untuk berkembang dalam karier.

Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari mengapa kemampuan adaptasi menjadi salah satu kompetensi terpenting di era digital, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan agar lebih siap menghadapi perubahan teknologi. Di akhir artikel, kamu juga akan menemukan rekomendasi pembelajaran serta program sertifikasi yang dapat membantu meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri saat ini.

Mengapa Kemampuan Adaptasi Menjadi Skill yang Sangat Penting?

Dulu, seseorang bisa menggunakan keterampilan yang sama selama bertahun-tahun tanpa banyak perubahan. Namun kondisi tersebut sudah tidak lagi berlaku. Saat ini, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga cara bekerja, alat yang digunakan, bahkan jenis pekerjaan yang dibutuhkan perusahaan juga ikut berubah. Inilah alasan mengapa kemampuan beradaptasi menjadi salah satu soft skill yang paling dicari oleh perusahaan.

Kemampuan adaptasi bukan berarti harus menguasai semua teknologi terbaru. Sebaliknya, adaptasi adalah kesiapan untuk mempelajari hal baru, menerima perubahan, dan mampu menyesuaikan cara kerja ketika lingkungan kerja berubah. Seorang profesional yang memiliki kemampuan ini biasanya lebih mudah mengikuti perkembangan industri dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan pengalaman lama.

Sebagai contoh, seorang staf administrasi yang sebelumnya hanya menggunakan spreadsheet sederhana kini mungkin harus memahami sistem ERP atau software berbasis cloud. Seorang marketer juga tidak lagi cukup mengandalkan promosi konvensional, tetapi perlu memahami analisis data, digital marketing, hingga pemanfaatan AI untuk meningkatkan efektivitas kampanye. Hal serupa terjadi hampir di setiap profesi.

💡 Insight

Di era digital, perusahaan tidak hanya mencari kandidat yang memiliki banyak pengalaman. Mereka juga mencari individu yang mampu belajar cepat ketika teknologi dan kebutuhan bisnis berubah.

Jika kamu ingin memahami bagaimana kompetensi menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja, baca juga artikel Peran Kompetensi Karyawan dalam Meningkatkan Daya Saing Perusahaan. (Internal Link – Status: Sudah tersedia)

Apa yang Membuat Banyak Orang Sulit Beradaptasi dengan Teknologi?

Meskipun teknologi semakin mudah diakses, tidak semua orang dapat beradaptasi dengan cepat. Salah satu penyebab utamanya adalah pola pikir yang menganggap perubahan sebagai sesuatu yang rumit atau menakutkan. Akibatnya, banyak orang memilih tetap menggunakan cara lama meskipun sebenarnya sudah tidak lagi efisien.

Selain itu, kurangnya kebiasaan belajar juga menjadi hambatan besar. Banyak profesional berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal atau mendapatkan pekerjaan. Padahal, di era digital proses belajar seharusnya berlangsung sepanjang karier. Teknologi akan terus berkembang, sehingga kompetensi juga perlu diperbarui secara berkala.

Faktor lain yang sering muncul adalah rasa takut melakukan kesalahan. Ketika mencoba software baru atau mempelajari teknologi yang belum pernah digunakan sebelumnya, sebagian orang khawatir akan gagal. Padahal, kesalahan merupakan bagian dari proses belajar. Semakin sering mencoba, semakin cepat seseorang memahami cara kerja teknologi tersebut.

Tidak kalah penting, masih banyak individu yang belum memiliki roadmap pengembangan kompetensi. Mereka ingin belajar banyak hal sekaligus tanpa mengetahui mana yang paling relevan dengan pekerjaannya. Akibatnya proses belajar menjadi tidak fokus dan hasilnya kurang maksimal.

📌 Yang Perlu Diingat

Kemampuan adaptasi bukan ditentukan oleh usia, melainkan oleh kemauan untuk terus belajar. Banyak profesional yang mampu mengikuti perkembangan teknologi karena memiliki mindset pembelajar sepanjang hayat (lifelong learning).

Kalau kamu ingin meningkatkan kemampuan belajar secara mandiri sebelum mempelajari teknologi baru, baca juga artikel Cara Mengembangkan Kemampuan Belajar Mandiri Secara Efektif. (Internal Link – Status: Sudah tersedia)

Mulailah dari Teknologi yang Paling Relevan dengan Pekerjaanmu

Kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah mencoba mempelajari semua teknologi yang sedang populer. Padahal, langkah tersebut justru membuat proses belajar menjadi berat dan tidak terarah. Cara yang lebih efektif adalah memulai dari teknologi yang benar-benar berkaitan dengan pekerjaan atau target karier yang ingin dicapai.

Misalnya, jika kamu bekerja di bidang administrasi atau keuangan, memahami spreadsheet tingkat lanjut, otomatisasi dokumen, dan software ERP akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan langsung mempelajari machine learning. Begitu pula jika kamu ingin berkarier sebagai analis data, maka fokus utama sebaiknya dimulai dari pengolahan data, visualisasi data, SQL, dan tools analitik sebelum mempelajari teknologi yang lebih kompleks.

Belajar secara bertahap membuat proses adaptasi terasa lebih ringan. Setiap kompetensi baru yang berhasil dikuasai akan menjadi fondasi untuk mempelajari teknologi berikutnya. Dengan cara ini, kemampuan berkembang secara berkelanjutan tanpa merasa kewalahan.

Selain belajar secara mandiri, mengikuti pelatihan yang terstruktur juga dapat membantu mempercepat proses adaptasi. Materi yang disusun berdasarkan kebutuhan industri biasanya lebih mudah dipahami karena memiliki alur pembelajaran yang jelas serta didampingi oleh instruktur berpengalaman.

Tips Praktis

Sebelum memilih pelatihan, lihat terlebih dahulu kompetensi apa saja yang akan dipelajari agar sesuai dengan kebutuhan pekerjaanmu.

Jika kamu tertarik mengembangkan kemampuan di bidang data, kamu dapat melihat Silabus Junior Data Analyst terlebih dahulu untuk mengetahui materi pembelajarannya. (Internal Link – Status: Silabus tersedia di ICC)

Bangun Kebiasaan Belajar agar Tidak Tertinggal Perkembangan Teknologi

Mengikuti perkembangan teknologi bukan berarti harus selalu menjadi orang pertama yang mencoba setiap inovasi baru. Yang jauh lebih penting adalah membangun kebiasaan belajar secara konsisten. Dunia kerja saat ini berubah terlalu cepat untuk mengandalkan pengetahuan yang diperoleh beberapa tahun lalu. Karena itu, profesional yang memiliki kebiasaan belajar biasanya lebih mudah beradaptasi dibandingkan mereka yang hanya belajar ketika tuntutan pekerjaan sudah mendesak.

Kabar baiknya, membangun kebiasaan belajar tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kamu bisa meluangkan waktu sekitar 20–30 menit setiap hari untuk membaca artikel industri, mengikuti webinar, menonton materi pembelajaran, atau mencoba fitur baru dari aplikasi yang sering digunakan dalam pekerjaan. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan sederhana ini akan memberikan dampak yang besar dalam jangka panjang.

Yang tidak kalah penting adalah memilih sumber belajar yang kredibel. Saat ini informasi memang sangat mudah ditemukan di internet, tetapi tidak semuanya sesuai dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, usahakan belajar dari sumber resmi, praktisi berpengalaman, atau pelatihan yang memiliki kurikulum yang jelas sehingga kompetensi yang diperoleh benar-benar relevan.

💡 Insight

Kemampuan adaptasi tidak dibangun dalam satu hari. Adaptasi adalah hasil dari kebiasaan belajar yang dilakukan secara terus-menerus.

Kalau kamu ingin membangun kebiasaan belajar yang lebih efektif, baca juga artikel Teknik Mencatat yang Membantu Proses Belajar Lebih Efektif agar proses memahami materi menjadi lebih terstruktur. (Internal Link – Status: Artikel tersedia)

Jangan Hanya Belajar, Buktikan Kompetensimu

Memiliki kemampuan adalah satu hal, tetapi mampu membuktikan kemampuan tersebut adalah hal yang berbeda. Di dunia kerja, perusahaan sering kali membutuhkan bukti bahwa seseorang benar-benar menguasai kompetensi tertentu. Inilah salah satu alasan mengapa sertifikasi profesional semakin banyak diminati.

Bayangkan ada dua kandidat yang memiliki pengalaman kerja hampir sama. Salah satunya hanya mencantumkan kemampuan di dalam CV, sedangkan yang lain juga memiliki sertifikasi yang relevan dengan bidang pekerjaannya. Dalam banyak situasi, kandidat kedua memiliki nilai tambah karena kompetensinya telah melalui proses asesmen berdasarkan standar tertentu.

Namun, penting untuk dipahami bahwa sertifikasi bukan sekadar mengejar sertifikat. Nilai utamanya justru terletak pada proses belajar, praktik, dan evaluasi yang dilakukan selama mengikuti program tersebut. Sertifikasi menjadi pelengkap yang memperkuat kompetensi, bukan pengganti pengalaman kerja.

📌 Yang Perlu Diingat

Sertifikasi akan memberikan manfaat maksimal apabila dipilih sesuai dengan bidang pekerjaan atau arah karier yang ingin dikembangkan. Memiliki satu sertifikasi yang relevan jauh lebih baik dibandingkan banyak sertifikasi yang tidak berkaitan dengan profesimu.

Sebelum mengikuti asesmen, kamu dapat mempelajari terlebih dahulu Silabus Junior Data Analyst untuk mengetahui kompetensi yang akan dipelajari. (Internal Link – Status: Silabus tersedia di ICC)

Setelah memahami ruang lingkup materinya, kamu dapat mempertimbangkan mengikuti Sertifikasi Junior Data Analyst sebagai langkah untuk memvalidasi kompetensi yang telah dimiliki. (Internal Link – Status: Halaman Sertifikasi tersedia di ICC)

Perusahaan Juga Harus Beradaptasi dengan Perubahan Teknologi

Adaptasi terhadap teknologi bukan hanya menjadi tanggung jawab individu. Perusahaan juga memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung proses pembelajaran. Organisasi yang mampu bertahan biasanya adalah organisasi yang terus mengembangkan kompetensi karyawannya melalui pelatihan, mentoring, maupun program sertifikasi.

Transformasi digital sering kali gagal bukan karena teknologinya kurang canggih, melainkan karena sumber daya manusianya belum siap menggunakannya. Oleh sebab itu, investasi pada pengembangan kompetensi menjadi sama pentingnya dengan investasi pada teknologi itu sendiri.

Banyak perusahaan kini mulai menerapkan program upskilling dan reskilling agar karyawannya mampu mengikuti perubahan kebutuhan bisnis. Langkah ini membantu organisasi meningkatkan produktivitas sekaligus mempersiapkan tenaga kerja menghadapi tantangan di masa depan.

Menurut World Economic Forum, sebagian besar pekerja diperkirakan perlu meningkatkan atau memperbarui keterampilannya dalam beberapa tahun ke depan karena perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berkembang. Fakta ini menunjukkan bahwa kemampuan belajar dan beradaptasi akan menjadi kompetensi yang semakin penting di hampir semua profesi.

Jika perusahaan ingin membangun SDM yang lebih siap menghadapi perubahan, artikel Mengapa Perusahaan Mulai Fokus pada Pengembangan Kompetensi Karyawan dapat menjadi referensi tambahan. (Internal Link – Status: Artikel tersedia)

Untuk memahami tren kebutuhan keterampilan di masa depan, kamu juga dapat melihat laporan dari World Economic Forum – Future of Jobs Report sebagai salah satu referensi global. (External Link – Editor Note)

Adaptasi Adalah Investasi Karier Jangka Panjang

Perubahan teknologi akan terus terjadi, baik kita siap maupun tidak. Karena itu, kemampuan adaptasi sebaiknya tidak dipandang sebagai keterampilan tambahan, melainkan sebagai bagian dari strategi pengembangan karier. Semakin cepat seseorang mampu mempelajari hal baru dan menerapkannya dalam pekerjaan, semakin besar peluangnya untuk berkembang di tengah persaingan dunia kerja.

Kabar baiknya, kemampuan adaptasi dapat dilatih. Dimulai dari membangun kebiasaan belajar, memilih kompetensi yang relevan, mengikuti pelatihan yang tepat, hingga membuktikan kemampuan melalui sertifikasi profesional. Setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menjadi bekal penting untuk menghadapi perubahan di masa depan.

Pada akhirnya, teknologi akan terus berubah. Namun, orang yang memiliki kemauan untuk belajar tidak akan mudah tertinggal. Justru mereka akan melihat setiap perubahan sebagai peluang untuk berkembang, bukan sebagai ancaman.

Kalau targetmu adalah membangun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini, mulailah dengan memahami silabus yang relevan, kemudian lanjutkan dengan mengikuti program sertifikasi yang dapat membantu memvalidasi kemampuanmu secara profesional.

Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi merupakan salah satu kompetensi yang paling dibutuhkan di era digital. Adaptasi tidak berarti harus menguasai semua teknologi baru, tetapi memiliki kemauan untuk terus belajar, memperbarui keterampilan, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan pekerjaan.

Dengan membangun kebiasaan belajar, memilih kompetensi yang relevan, serta mengikuti pelatihan dan sertifikasi yang tepat, setiap individu dapat meningkatkan daya saingnya di dunia kerja. Bagi perusahaan, pengembangan kompetensi karyawan juga menjadi investasi penting untuk mendukung transformasi digital yang berkelanjutan.

Cara Mengembangkan Kemampuan Belajar Mandiri Secara Efektif

Cara Mengembangkan Kemampuan Belajar Mandiri Secara Efektif

Kemampuan belajar mandiri menjadi salah satu keterampilan yang semakin penting di era digital. Perkembangan teknologi yang sangat cepat membuat ilmu dan keterampilan terus berubah sehingga seseorang tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan formal atau pelatihan yang diikuti di tempat kerja. Profesional yang mampu belajar secara mandiri akan lebih mudah mengikuti perubahan, menguasai kompetensi baru, dan meningkatkan nilai dirinya di dunia kerja. Di sisi lain, masih banyak orang yang merasa kesulitan belajar sendiri karena tidak memiliki arah yang jelas, mudah kehilangan motivasi, atau bingung memilih materi yang tepat. Padahal, kemampuan belajar mandiri bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang dapat dilatih secara bertahap. Dengan strategi yang tepat, proses belajar akan terasa lebih terarah, menyenangkan, dan memberikan hasil yang lebih maksimal. Artikel ini membahas langkah-langkah praktis untuk mengembangkan kemampuan belajar mandiri secara efektif.

1. Tentukan Tujuan Belajar yang Jelas

Langkah pertama dalam belajar mandiri adalah mengetahui apa yang ingin dicapai. Tanpa tujuan yang jelas, seseorang cenderung mempelajari banyak hal sekaligus tetapi tidak benar-benar menguasai salah satunya. Tentukan target yang spesifik, misalnya ingin menguasai dasar analisis data, meningkatkan kemampuan komunikasi profesional, atau mempelajari tools tertentu dalam waktu beberapa bulan. Tujuan yang jelas akan membantu menentukan materi, sumber belajar, dan cara mengukur perkembangan. Selain itu, tujuan juga menjadi pengingat agar tetap fokus ketika motivasi mulai menurun.

2. Buat Roadmap Belajar yang Terstruktur

Belajar secara mandiri bukan berarti belajar tanpa arah. Setelah memiliki tujuan, susun roadmap yang berisi urutan materi dari tingkat dasar hingga lanjutan. Pecah target besar menjadi beberapa tahapan kecil agar proses belajar terasa lebih ringan. Misalnya, jika ingin menjadi Data Analyst, mulailah dengan belajar Microsoft Excel, statistik dasar, SQL, visualisasi data, kemudian berlanjut ke analisis yang lebih kompleks. Dengan roadmap yang jelas, kamu akan lebih mudah mengetahui materi apa yang sudah dikuasai dan apa yang masih perlu dipelajari. Jika ingin menyusun rencana belajar yang lebih sistematis, kamu dapat membaca artikel Cara Menentukan Roadmap Belajar Skill Digital dari Nol (Internal Link – artikel sudah tersedia sebelumnya).

3. Pilih Sumber Belajar yang Kredibel

Saat ini tersedia begitu banyak sumber belajar, mulai dari buku, video, kursus online, webinar, hingga komunitas profesional. Banyaknya pilihan memang memudahkan, tetapi juga dapat membuat seseorang bingung menentukan mana yang paling sesuai. Oleh karena itu, pilih sumber belajar yang memiliki reputasi baik dan materi yang relevan dengan tujuanmu. Tidak perlu mengikuti terlalu banyak kelas sekaligus. Lebih baik menyelesaikan satu materi dengan tuntas daripada berpindah-pindah sumber tanpa benar-benar memahami isinya. Konsistensi jauh lebih penting daripada jumlah materi yang dikumpulkan.

4. Terapkan Apa yang Sudah Dipelajari

Belajar akan lebih efektif jika langsung dipraktikkan. Setelah memahami suatu konsep, cobalah menerapkannya melalui proyek sederhana, latihan soal, studi kasus, atau simulasi pekerjaan. Praktik akan membantu memperkuat pemahaman sekaligus menunjukkan bagian mana yang masih perlu dipelajari lebih lanjut. Selain itu, hasil praktik dapat menjadi portofolio yang bermanfaat ketika melamar pekerjaan atau mengikuti sertifikasi. Semakin sering menerapkan ilmu yang dipelajari, semakin cepat pula kemampuan tersebut berkembang.

5. Bangun Kebiasaan Belajar yang Konsisten

Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu belajar, tetapi karena belajar hanya ketika sedang termotivasi. Padahal, motivasi bisa berubah-ubah setiap hari. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan belajar secara konsisten. Luangkan waktu khusus setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu untuk belajar, meskipun hanya 30 hingga 60 menit. Kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus akan memberikan hasil yang jauh lebih besar dibandingkan belajar dalam waktu lama tetapi hanya sesekali. Jika ingin membangun rutinitas belajar yang lebih disiplin, kamu juga dapat membaca artikel Cara Membangun Kebiasaan Belajar Skill Secara Konsisten (Internal Link – artikel sudah tersedia sebelumnya).

6. Evaluasi Perkembangan Secara Berkala

Belajar mandiri akan lebih efektif jika disertai evaluasi. Setelah menyelesaikan satu materi, coba ukur sejauh mana pemahaman yang telah diperoleh. Kamu dapat mengerjakan latihan, mengikuti kuis, meminta masukan dari mentor, atau membandingkan hasil pekerjaan dengan standar industri. Evaluasi juga membantu mengetahui apakah metode belajar yang digunakan sudah efektif atau masih perlu diperbaiki. Dengan melakukan refleksi secara rutin, proses belajar menjadi lebih terarah dan perkembangan kompetensi akan lebih mudah terlihat.

7. Bergabung dengan Komunitas Belajar

Belajar mandiri tidak berarti harus selalu belajar sendirian. Bergabung dengan komunitas profesional atau kelompok belajar dapat membantu memperluas wawasan, memperoleh masukan, serta menjaga semangat belajar. Diskusi dengan orang lain juga sering kali memberikan sudut pandang baru yang tidak ditemukan ketika belajar sendiri. Selain itu, komunitas dapat menjadi tempat berbagi pengalaman, mencari mentor, bahkan membuka peluang kolaborasi maupun karier di masa depan.

 

Kemampuan belajar mandiri merupakan investasi yang sangat berharga bagi siapa pun yang ingin terus berkembang di dunia kerja. Dengan menentukan tujuan yang jelas, menyusun roadmap belajar, memilih sumber belajar yang tepat, rutin berlatih, membangun kebiasaan belajar, melakukan evaluasi, serta bergabung dengan komunitas, proses belajar akan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan. Di era ketika perubahan terjadi begitu cepat, kemampuan belajar secara mandiri bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan salah satu kompetensi penting untuk menjaga daya saing dan membuka lebih banyak peluang karier.

Kebiasaan Profesional yang Membantu Karier Jangka Panjang

Kebiasaan Profesional yang Membantu Karier Jangka Panjang

Banyak orang beranggapan bahwa karier yang sukses hanya ditentukan oleh pendidikan, pengalaman kerja, atau kemampuan teknis yang dimiliki. Padahal, faktor lain yang sering kali menjadi pembeda adalah kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara konsisten. Profesional yang mampu bertahan dan terus berkembang biasanya memiliki pola kerja, pola belajar, dan pola berpikir yang mendukung perkembangan jangka panjang. Mereka tidak hanya fokus mengejar target hari ini, tetapi juga membangun fondasi untuk menghadapi perubahan di masa depan. Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan kerja yang semakin ketat, kebiasaan positif menjadi aset yang tidak kalah penting dibandingkan sertifikasi atau pengalaman kerja. Kebiasaan tersebut membantu seseorang tetap relevan, produktif, dan siap menghadapi tantangan baru. Artikel ini membahas beberapa kebiasaan profesional yang dapat membantu membangun karier yang berkelanjutan.

1. Belajar Secara Konsisten

Dunia kerja terus mengalami perubahan sehingga kemampuan yang dimiliki hari ini belum tentu masih relevan beberapa tahun mendatang. Oleh karena itu, salah satu kebiasaan terbaik adalah menyediakan waktu untuk belajar secara rutin. Belajar tidak selalu berarti mengikuti pelatihan formal, tetapi juga dapat dilakukan melalui membaca buku, mengikuti webinar, mempelajari teknologi baru, atau berdiskusi dengan rekan kerja. Konsistensi jauh lebih penting daripada belajar dalam jumlah besar tetapi hanya sesekali. Dengan membangun kebiasaan belajar, kamu akan lebih mudah mengikuti perkembangan industri sekaligus meningkatkan nilai diri di dunia kerja. Profesional yang terus belajar biasanya lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan.

2. Terbuka terhadap Perubahan

Perubahan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari dunia kerja modern. Munculnya teknologi baru, perubahan proses bisnis, hingga sistem kerja hybrid menuntut setiap profesional memiliki kemampuan beradaptasi. Orang yang terbuka terhadap perubahan akan lebih mudah mempelajari cara kerja baru dan melihat perubahan sebagai peluang untuk berkembang. Sebaliknya, menolak perubahan justru dapat membuat seseorang tertinggal. Oleh karena itu, biasakan untuk mencoba pendekatan baru, mempelajari alat kerja digital, dan terus memperbarui cara berpikir sesuai kebutuhan industri.

3. Mengelola Waktu dengan Baik

Kemampuan mengatur waktu merupakan kebiasaan sederhana yang memberikan dampak besar terhadap perkembangan karier. Profesional yang mampu menentukan prioritas pekerjaan biasanya lebih produktif dan memiliki kualitas kerja yang lebih baik. Mereka tidak hanya fokus menyelesaikan tugas, tetapi juga menyisihkan waktu untuk belajar, mengevaluasi pekerjaan, dan mengembangkan kompetensi. Pengelolaan waktu yang baik juga membantu mengurangi stres karena pekerjaan dapat diselesaikan secara lebih terstruktur. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini akan meningkatkan kepercayaan dari atasan maupun rekan kerja.

4. Aktif Membangun Relasi Profesional

Networking bukan sekadar memperbanyak jumlah koneksi, tetapi membangun hubungan profesional yang saling memberikan manfaat. Relasi yang baik dapat membuka peluang belajar, kolaborasi, hingga kesempatan karier yang mungkin tidak ditemukan melalui proses rekrutmen biasa. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk mengikuti komunitas profesional, seminar, pelatihan, atau kegiatan industri yang relevan. Menjaga komunikasi dengan mentor maupun rekan kerja lama juga merupakan kebiasaan yang sangat bermanfaat. Jika ingin memahami lebih jauh mengenai pentingnya membangun relasi, kamu bisa membaca artikel Peran Networking dalam Perkembangan Karier Profesional (Internal Link – artikel sudah tersedia sebelumnya).

5. Menerima Masukan dan Terus Melakukan Evaluasi

Profesional yang berkembang biasanya tidak takut menerima kritik atau masukan yang membangun. Mereka melihat umpan balik sebagai kesempatan untuk memperbaiki kualitas kerja, bukan sebagai bentuk penilaian pribadi. Setelah menyelesaikan suatu proyek, biasakan melakukan evaluasi terhadap proses yang telah dijalankan. Tanyakan apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu ditingkatkan. Kebiasaan refleksi seperti ini akan membantu proses pembelajaran berlangsung lebih cepat. Dengan evaluasi yang rutin, perkembangan kompetensi juga akan lebih mudah terlihat dari waktu ke waktu.

6. Membangun Personal Branding yang Positif

Di era digital, reputasi profesional tidak hanya dibangun melalui pekerjaan sehari-hari, tetapi juga melalui jejak digital yang dimiliki. Memiliki profil profesional yang lengkap, aktif membagikan wawasan, serta menunjukkan kompetensi melalui portofolio maupun sertifikasi dapat meningkatkan kredibilitas di mata recruiter maupun klien. Personal branding bukan berarti selalu tampil sempurna, tetapi menunjukkan nilai, kompetensi, dan profesionalisme secara konsisten. Jika dipadukan dengan kebiasaan belajar dan pengembangan diri, personal branding akan menjadi investasi yang sangat berharga untuk perkembangan karier jangka panjang. Kamu juga dapat membaca artikel Bagaimana Cara Menonjol di LinkedIn dengan Sertifikasi (Internal Link – artikel sudah tersedia sebelumnya) untuk mempelajari salah satu cara membangun citra profesional di platform digital.

Karier yang berkelanjutan tidak dibangun hanya melalui satu pencapaian besar, tetapi melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Belajar terus-menerus, terbuka terhadap perubahan, mengelola waktu dengan baik, membangun networking, menerima masukan, dan menjaga personal branding merupakan kebiasaan yang dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan karier. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, profesional yang memiliki kebiasaan positif akan lebih siap menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan berbagai peluang baru yang muncul di masa depan.

Cara Melatih Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset)

Cara Melatih Pola Pikir Bertumbuh untuk Pengembangan Karier

Perkembangan dunia kerja saat ini berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan beberapa tahun lalu. Teknologi baru terus bermunculan, kebutuhan industri berubah, dan perusahaan semakin menghargai individu yang mampu belajar serta beradaptasi dengan cepat. Dalam situasi seperti ini, memiliki kemampuan teknis saja sering kali belum cukup untuk mempertahankan daya saing. Salah satu faktor yang membedakan seseorang dalam perjalanan karier adalah pola pikir atau mindset yang dimiliki. Orang yang memiliki pola pikir bertumbuh atau growth mindset percaya bahwa kemampuan dapat terus dikembangkan melalui proses belajar, latihan, dan pengalaman. Sebaliknya, mereka yang memiliki fixed mindset cenderung menganggap kemampuan sebagai sesuatu yang tidak bisa berubah. Karena itu, melatih pola pikir bertumbuh menjadi salah satu investasi terbaik untuk membangun karier jangka panjang. Artikel ini akan membahas bagaimana cara membangun growth mindset agar kamu lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja modern.

1. Percaya bahwa Kemampuan Bisa Dikembangkan

Langkah pertama dalam membangun pola pikir bertumbuh adalah mengubah cara pandang terhadap kemampuan diri sendiri. Banyak orang merasa tidak cocok dengan suatu bidang hanya karena pernah gagal pada percobaan pertama. Padahal, hampir semua keterampilan dapat berkembang jika dipelajari secara konsisten. Setiap profesional yang ahli di bidangnya juga memulai dari proses belajar yang panjang. Dengan memahami bahwa kemampuan bukan sesuatu yang bersifat tetap, kamu akan lebih berani mencoba hal baru tanpa takut terlihat belum mahir. Pola pikir seperti ini membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan karena fokusnya adalah perkembangan, bukan kesempurnaan.

2. Jadikan Kesalahan Sebagai Sumber Pembelajaran

Tidak ada perjalanan karier yang selalu berjalan mulus. Hampir setiap orang pernah mengalami kegagalan, penolakan, atau kesalahan dalam bekerja. Orang yang memiliki growth mindset tidak melihat kesalahan sebagai akhir dari perjalanan, melainkan sebagai bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik. Ketika suatu proyek tidak berjalan sesuai rencana, cobalah mencari pelajaran yang bisa diambil daripada hanya menyalahkan keadaan. Dengan cara ini, setiap pengalaman akan memberikan nilai tambah terhadap perkembangan kompetensi. Semakin sering melakukan refleksi terhadap pengalaman, semakin cepat pula proses belajar yang akan terjadi.

3. Biasakan Belajar Secara Konsisten

Pola pikir bertumbuh selalu berjalan berdampingan dengan kebiasaan belajar. Dunia kerja saat ini terus berubah sehingga kemampuan yang relevan hari ini belum tentu masih cukup beberapa tahun mendatang. Oleh karena itu, luangkan waktu secara rutin untuk membaca, mengikuti pelatihan, mempelajari teknologi baru, atau mengembangkan keterampilan yang mendukung pekerjaanmu. Tidak harus belajar berjam-jam setiap hari. Bahkan belajar selama 20–30 menit secara konsisten sering kali memberikan hasil yang jauh lebih baik dibanding belajar dalam waktu lama tetapi hanya sesekali. Konsistensi merupakan fondasi utama dalam pengembangan kompetensi jangka panjang.

                                           

Perkembangan biasanya terjadi ketika seseorang berani menghadapi tantangan baru. Mencoba tanggung jawab yang berbeda, mengikuti proyek lintas divisi, atau mempelajari bidang di luar pekerjaan utama merupakan contoh langkah yang dapat memperluas kemampuan. Memang, keluar dari zona nyaman sering kali terasa tidak mudah karena ada rasa takut gagal atau melakukan kesalahan. Namun justru dari situ proses belajar berlangsung paling efektif. Setiap pengalaman baru akan memperkaya wawasan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi perubahan dunia kerja.

5. Fokus pada Proses, Bukan Hanya Hasil

Banyak orang merasa kecewa ketika hasil yang diperoleh belum sesuai harapan. Padahal, hasil hanyalah salah satu bagian dari proses belajar. Orang yang memiliki pola pikir bertumbuh lebih menghargai setiap perkembangan kecil yang berhasil dicapai dibanding hanya terpaku pada tujuan akhir. Misalnya, ketika sedang mempelajari analisis data atau teknologi baru, fokuslah pada peningkatan kemampuan dari minggu ke minggu. Dengan begitu, motivasi belajar akan lebih mudah dipertahankan. Jika ingin membangun kebiasaan belajar yang lebih konsisten, kamu juga bisa membaca artikel Cara Membangun Kebiasaan Belajar Skill Secara Konsisten (Internal Link – artikel sudah tersedia sebelumnya).

6. Terbuka terhadap Masukan dan Evaluasi

Salah satu ciri orang yang memiliki growth mindset adalah tidak takut menerima umpan balik. Kritik yang membangun dapat menjadi sumber informasi untuk mengetahui area mana yang masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, jangan ragu meminta masukan dari atasan, mentor, rekan kerja, maupun instruktur pelatihan. Dengarkan setiap masukan secara objektif tanpa menganggapnya sebagai serangan terhadap diri sendiri. Dengan evaluasi yang tepat, proses pengembangan diri akan menjadi lebih terarah. Jika dipadukan dengan semangat belajar yang tinggi, kebiasaan menerima masukan akan mempercepat perkembangan karier dalam jangka panjang.

 

Melatih pola pikir bertumbuh merupakan langkah penting bagi siapa pun yang ingin terus berkembang dalam dunia kerja. Dengan percaya bahwa kemampuan dapat ditingkatkan, menjadikan kesalahan sebagai pembelajaran, belajar secara konsisten, berani keluar dari zona nyaman, fokus pada proses, serta terbuka terhadap masukan, seseorang akan lebih siap menghadapi perubahan dan tantangan di masa depan. Di era digital yang bergerak sangat cepat, growth mindset bukan lagi sekadar pilihan, melainkan salah satu kompetensi yang membantu seseorang tetap relevan dan mampu membangun karier yang berkelanjutan.

NEGOTIATION AND CONTRACTING FOR PROCUREMENT

PELATIHAN NEGOTIATION AND CONTRACTING FOR PROCUREMENT

Pelatihan Negotiation & Contracting For Procurement – Dalam era bisnis yang semakin kompetitif, kemampuan negosiasi dan penyusunan kontrak yang efektif menjadi kunci keberhasilan dalam proses pengadaan. Perusahaan dituntut untuk dapat memperoleh barang dan jasa dengan harga terbaik, kualitas optimal, dan risiko yang termitigasi. Namun, seringkali tim procurement menghadapi tantangan dalam mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak serta menyusun kontrak yang komprehensif dan melindungi kepentingan perusahaan.

Training Negotiation and Contracting for Procurement hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kompetensi profesional procurement dalam aspek negosiasi dan penyusunan kontrak. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan teknik-teknik negosiasi yang efektif, strategi penyusunan kontrak yang kuat, serta pemahaman mendalam tentang aspek hukum dan manajemen risiko dalam pengadaan. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini, diharapkan tim procurement dapat mengoptimalkan proses pengadaan, meningkatkan efisiensi biaya, dan memperkuat posisi perusahaan dalam setiap transaksi bisnis.

 

Tujuan Pelatihan Negotiation & Contracting For Procurement

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu:

  • Menguasai teknik dan strategi negosiasi yang efektif dalam konteks pengadaan
  • Memahami prinsip-prinsip dasar penyusunan kontrak yang komprehensif dan melindungi kepentingan perusahaan
  • Mengidentifikasi dan memitigasi risiko-risiko potensial dalam proses negosiasi dan penyusunan kontrak
  • Mengaplikasikan best practices dalam manajemen kontrak dan hubungan dengan vendor
  • Meningkatkan kemampuan analisis dan pengambilan keputusan dalam situasi negosiasi yang kompleks

Materi Pelatihan Negotiation & Contracting For Procurement

  1. Dasar-dasar Negosiasi dalam Pengadaan
  • Pengertian dan pentingnya negosiasi dalam proses pengadaan
  • Prinsip-prinsip kunci dalam negosiasi bisnis
  • Analisis BATNA (Best Alternative to a Negotiated Agreement)
  • Teknik persiapan negosiasi yang efektif
  1. Strategi dan Taktik Negosiasi Lanjutan
  • Pendekatan win-win dalam negosiasi
  • Teknik mengatasi kebuntuan (deadlock) dalam negosiasi
  • Negosiasi multivariabel dan trade-offs
  • Mengelola dinamika kekuatan dalam negosiasi
  1. Fundamental Penyusunan Kontrak
  • Struktur dan elemen-elemen kunci dalam kontrak pengadaan
  • Jenis-jenis kontrak dan kapan menggunakannya
  • Klausul-klausul penting dalam kontrak pengadaan
  • Aspek hukum dalam penyusunan kontrak
  1. Manajemen Risiko dalam Kontrak
  • Identifikasi dan analisis risiko dalam kontrak pengadaan
  • Strategi mitigasi risiko melalui klausul kontrak
  • Pengelolaan perubahan dan amandemen kontrak
  • Force majeure dan implikasinya
  1. Manajemen Hubungan Vendor
  • Membangun dan memelihara hubungan jangka panjang dengan vendor
  • Teknik evaluasi kinerja vendor
  • Pengelolaan konflik dan resolusi sengketa
  • Strategi exit dan transisi vendor
  1. Diskusi
  2. Penutup

Peserta Negotiation & Contracting For Procurement

  • Manajer Procurement Specialist Procurement
  • Contract Administrator 
  • Buyer/Purchaser 
  • Analis Pengadaan 
  • Manajer Supply Chain 
  • Legal Officer yang menangani kontrak pengadaan 
  • Project Manager yang terlibat dalam pengadaan besar 
  • Manajer Operasional yang bertanggung jawab atas pengadaan 
  • Auditor Internal yang mengawasi proses pengadaan

Agenda & Venue

Tanggal : 2 hari di September 2024 

Lokasi Pelatihan   : Jogja/Jakarta

Jam: 08.00 sd selesai

 

Fasilitas

  • Qualified instructor
  • BNSP Certificate (Bagi yang dinyatakan Kompeten)
  • Training Module
  • Training flashdisk contains training material
  • Stationeries: NoteBook and Ballpoint
  • Souvernir
  • Sertifikat Pelatihan
  • Training room with full AC facilities and multimedia
  • lunch and 2 coffeebreak every day of training

Informasi

OfficeJl. Parangtritis, Km 6.5, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188

Jl. Patangpuluhan No.26A, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Phone: 0813-2517-7427

Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

Rizki Satrio(Customer Relation officer)

PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG
( B-EXCELLENT CONSULTANT )

Excellent Service for Excellent People

Phone          : 0813-2517-7427

Fax              : 0274 – 414 137

Email          : satrio@bexcellentjogja.com

Mobile / WA  : 0813-2517-7427

 

PELATIHAN PUBLIC SPEAKING

PELATIHAN PUBLIC SPEAKING MASTERY UNTUK PROFESIONAL PR

Pelatihan Public Speaking – Di dunia yang semakin terkoneksi dan transparan, kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki oleh setiap profesional, terutama di bidang Public Relations (PR). Seorang profesional PR tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga membangun citra positif dan menjaga hubungan baik dengan berbagai pemangku kepentingan. Public speaking yang baik dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam mencapai tujuan tersebut. Namun, banyak profesional PR yang masih merasa kurang percaya diri atau kurang terampil dalam berbicara di depan umum, yang dapat menghambat potensi mereka untuk berkomunikasi dengan efektif.

Pelatihan “Public Speaking Mastery untuk Profesional PR” dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut. Melalui program ini, peserta akan dibekali dengan teknik-teknik public speaking yang komprehensif, mulai dari dasar-dasar komunikasi yang efektif hingga strategi untuk mengelola audiens dan menyampaikan pesan dengan jelas dan persuasif. Selain itu, pelatihan ini juga akan menekankan pentingnya penampilan dan sikap positif di tempat kerja, yang merupakan bagian integral dari membangun kredibilitas sebagai seorang profesional PR. Dengan kombinasi teori dan praktik, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi public speaking peserta, sehingga mereka dapat menjadi komunikator yang lebih efektif dan berhasil dalam peran mereka sebagai profesional PR.

Tujuan Pelatihan Public Speaking

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu:

  1. Menyampaikan presentasi dan pidato dengan percaya diri dan profesional.
  2. Menggunakan teknik-teknik public speaking yang efektif untuk mempengaruhi dan menginspirasi audiens.
  3. Membangun dan mempertahankan citra positif melalui komunikasi yang jelas dan persuasif.
  4. Mengelola respons dan feedback dari audiens secara konstruktif.
  5. Menerapkan standar penampilan dan sikap positif di tempat kerja untuk meningkatkan kredibilitas profesional.

Materi Pelatihan Public Speaking

  1. Pendahuluan
  2. Mengenali Potensi Diri
  • Analisis SWOT pribadi.
  • Mengidentifikasi kekuatan dan area untuk perbaikan dalam komunikasi.
  1. Mengimplementasikan Sikap Positif di Tempat Kerja
  • Pentingnya sikap positif dalam komunikasi.
  • Cara mengembangkan dan mempertahankan sikap positif.
  1. Meningkatkan Kualitas Penampilan Prima
  • Tips untuk penampilan profesional.
  • Grooming dan dress code.
  1. Mengimplementasikan Standar Penampilan di Tempat Kerja
  • Peran penampilan dalam membangun kredibilitas.
  • Panduan dan etika berpakaian di tempat kerja.
  1. Melaksanakan Public Speaking
  • Teknik dasar public speaking.
  • Struktur presentasi yang efektif.
  • Mengelola rasa gugup.
  1. Mengevaluasi Pelaksanaan Public Speaking
  • Metode evaluasi dan feedback.
  • Teknik perbaikan berdasarkan evaluasi.
  1. Melakukan Konseling Publik
  • Keterampilan komunikasi untuk konseling.
  • Menghadapi audiens yang berbeda.
  1. Menerapkan dan Monitoring Solusi yang Ditetapkan
  • Merancang rencana tindakan setelah evaluasi.
  • Monitoring dan penyesuaian strategi.
  1. Mengukur Keberhasilan Program Public Speaking
  • KPI (Key Performance Indicators) untuk public speaking.
  • Teknik pengukuran dan analisis hasil.
  1. Unjuk Keterampilan
  2. Diskusi
  3. Penutup

Peserta

Pelatihan ini sesuai untuk diikuti oleh:

  • Profesional Public Relations (PR) yang ingin meningkatkan keterampilan public speaking mereka.
  • Manajer dan supervisor yang sering memberikan presentasi atau pidato di depan tim atau publik.
  • Staf komunikasi dan pemasaran yang bertugas menyampaikan pesan perusahaan kepada audiens eksternal dan internal.
  • Pemimpin organisasi atau perusahaan yang perlu meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum untuk membangun citra dan kredibilitas.
  • Siapa saja yang tertarik untuk mengembangkan keterampilan public speaking mereka sebagai bagian dari pengembangan karir profesional.

WAKTU DAN TEMPAT

Tempat: Jakarta/Jogja, 2 hari di Agustus 2024

Pukul : 09.00 – 16.00 WIB

Fasilitas

  • Materi Pelatihan
  • Meeting Room
  • Sertifikat Pelatihan
  • Souvernir
  • Coffe break dan makan siang

Informasi Pendaftaran

Office


Jl. Patangpuluhan No.26A, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta


Phone: 0813-2517-7427


Fax: (0274) 414137


Web: www.bexcellentjogja.com



Rizki Satrio


(Customer Relation officer)


PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG
( B-EXCELLENT CONSULTANT )


Excellent Service for Excellent People


Phone  : 0813-2517-7427


Email  :satrio@bexcellentjogja.com


Mobile / WA  : 0813-2517-7427


 


PELATIHAN CYBERSECURITY FUNDAMENTALS AND BEST PRACTICE

Pelatihan Cybersecurity Fundamentals & Best Practice – Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, ancaman terhadap keamanan siber menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh organisasi dan individu. Perkembangan teknologi informasi membawa kemudahan dan efisiensi, namun juga membuka pintu bagi berbagai jenis ancaman siber seperti serangan malware, phishing, dan peretasan. Insiden keamanan siber dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, kerusakan reputasi, dan pelanggaran privasi yang serius.

Seiring dengan meningkatnya ketergantungan pada teknologi, penting bagi setiap individu dan organisasi untuk memiliki pemahaman dasar tentang keamanan siber. Tanpa pengetahuan yang memadai, banyak yang rentan terhadap serangan yang dapat dieksploitasi oleh pihak tidak bertanggung jawab. Keamanan siber bukan hanya tanggung jawab departemen IT, tetapi melibatkan setiap individu yang menggunakan teknologi dalam kesehariannya.

Pelatihan “Cybersecurity Fundamentals and Best Practices” dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dasar dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan merespons ancaman siber secara efektif. Melalui pelatihan ini, peserta akan belajar tentang prinsip-prinsip keamanan dasar, jenis-jenis ancaman siber, dan bagaimana menerapkan praktik terbaik untuk melindungi aset digital dan informasi sensitif. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan ketahanan peserta terhadap berbagai ancaman siber yang ada.

 

Tujuan Pelatihan Cybersecurity Fundamentals & Best Practice

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta mampu:

  1. Memahami konsep dasar dan pentingnya keamanan siber dalam melindungi data dan sistem informasi.
  2. Mengidentifikasi berbagai jenis ancaman siber dan metode serangan yang umum digunakan.
  3. Menerapkan kontrol keamanan yang tepat untuk melindungi jaringan, sistem, dan aplikasi dari ancaman siber.
  4. Mengembangkan kebiasaan keamanan yang baik, seperti manajemen kata sandi dan pengenalan serangan phishing.
  5. Menyusun dan melaksanakan rencana tanggap insiden untuk merespons insiden keamanan siber dengan cepat dan efektif.

Materi Pelatihan Cybersecurity Fundamentals & Best Practice

  1. Introduction to Cybersecurity
    • Definition and Importance
    • Cyber Threat Landscape
    • Basic Terminology
  2. Essential Concepts in Cybersecurity
    • Principles of Security
    • Types of Cybersecurity Controls
  • Securing Networks and Systems
    • Network Security Basics
    • Endpoint Security
    • Securing Applications
  1. Best Practices in Cyber Hygiene
    • Password Management
    • Email Security
    • Data Protection
  2. Incident Response and Disaster Recovery
    • Incident Response Basics
    • Disaster Recovery
  3. Compliance and Legal Considerations
    • Regulatory Requirements
  • Emerging Trends in Cybersecurity
    • Artificial Intelligence and Machine Learning
    • IoT Security
  • Conclusion

WAKTU & TEMPAT

Tanggal          : 2 hari di Juli tahun 2024

   Waktu          : 08.00 – selesai

Tempat         : Gd. Bexcellent, Jl Patangpuluhan No. 26 A, Yogyakarta

Peserta

Pelatihan “Cybersecurity Fundamentals and Best Practices” cocok diikuti oleh:

  1. Karyawan Non-Teknis
  2. Tim IT
  3. Manajer dan Eksekutif
  4. Semua kalangan yang tertarik untuk mendalami cybersecurity

FASILITAS

  • Penginapan selama masa pelatihan
  • Modul dan Training Kit
  • Hard dan Softcopy materi
  • 2x coffee break, 1x lunch
  • Wearpack
  • Souvenir
  • Dropping Kepulangan (Khusus Peserta Luar Kota)
  • Sertifikat Kemnaker (bila berkompeten)
  • Sertifikat Pelatihan
  • SKP (bila membayar lunas sebelum hari ujian)

 

Informasi

Office

Jl. Parangtritis, Km 6.5, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188

Phone: 081325177427

Fax      : (0274) 414137

Web    : www.bexcellentjogja.com

Nama              :  Satrio

                      ( Customer Relation Officer)

Phone / WA  : 081325177427

Email               : satrio@bexcellentjogja.com

 

 

 

Media Handling & Communication Skill (For Marketing & Selling)

Media Handling & Communication Skill (For Marketing & Selling) – Pelatihan ini menyajikan dasar-dasar dan pengertian fundamental yang komprehensif pada para peserta untuk mempromosikan produk atau layananan perusahaan secara efektif melalui media. Studi kasus yang disajikan bisa memberikan pemahaman konseptual yang memadai. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan dapat merancang, melaksanakan, mengukur dan melakukan analisis aktivitas promosi yang efektif dan efisien, sekaligus menjawab pertanyaan; melalui media apa promosi akan dilakukan? Bagaimana menjalin hubungan dengan media massa? Berapa biaya yang digunakan untuk masing-masing media? Adakah cara yang praktis untuk mempromosikan produk dengan biaya murah tapi efektif?

Tujuan Media Handling & Communication

Memahami Media massa dan karakteristiknya

  • Mempelajari efektifitas masing-masing dari media
  • Mengenal tipe-tipe promosi melalui media; advertorial, iklan, hingga press release
  • Mendukung promosi melalui media internet

Materi Media Handling & Communication

  • Teknik menyusun tema / konsep yang akan ditampilkan
  • Teknik menciptakan perfect buying dalam iklan
  • Mengoptimalkan Slipery Slide dalam iklan
  • Menanamkan seed of curiosity dalam iklan
  • Memanfaatkan The Psychological Triggers dalam iklan
  • Teknik penulisan Advertorial dan Press Release
  • Teknik perencanaan media (media planning)
  • Teknik media buying 
  • Mengukur efektifitas iklan media massa

PESERTA Media Handling & Communication

  • Manajer Sales & Marketing
  • Staff Sales & Marketing

INSTRUKTUR Media Handling & Communication

Dr. Singgih Santoso, MM  dan Tim

WAKTU DAN TEMPAT

Tanggal  : 30 sd 31 Agustus 2022

Waktu      : 08.00 – 16.00 WIB

Tempat    : Yogyakarta

FASILITAS

  • Ruang meeting nyaman
  • Training kit
  • Souvenir eksklusif
  • Sertifikat
  • Modul
  • Foto training
  • Layanan antar jemput peserta Selama Pelatihan
  • Makan siang dan 2 kali coffee break selama training

INFORMASI

Office

Jl. Parangtritis, Km 6.5, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188

Phone: (0274) 287 1 048

Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

Rizki Satrio (Customer Relation officer)

PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG
( B-EXCELLENT CONSULTANT )

Excellent Service for Excellent People

Phone          : 0813-2517-7427

Fax              : 0274 – 414 137

Email          : satrio@bexcellentjogja.com

Mobile / WA  : 0813-2517-7427

https://bexcellentjogja.com/ 

PUBLIC TRAINING ROLLING FORECAST IN BUDGETING

Public Training Rolling Forecast in Budgeting – Perubahan lingkungan yang bersifat VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous) membuat pola perencanaan lama menjadi tidak lagi mendukung perubahan. Anggaran yang bersifat statis menjadi sulit untuk dipertahankan dalam kondisi seperti ini. Diperlukan adanya model perencanaan yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Rolling Forecast in Budgeting menawarkan solusi atas perencanaan yang adaptif.

Rolling Forecast in Budgeting bukan produk mandiri. Rolling Forecast in Budgeting memerlukan sistem manajemen yang adaptif dan mengakomodasi perubahan dalam budaya perusahaan. Beyond budgeting perlu dipahami dalam konteks kemunculannya saat  merespon perubahan lingkungan luar dan budaya perusahaan. Pada akhirnya perubahan yang dinamis memerlukan anggaran yang dinamis juga. Rolling Forecast in Budgeting merupakan cara merespon kebutuhan tersebut.

Tujuan

Setelah selesai mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami berbagai macam perubahan yang dapat menimpa sebuah perusahaan dan dampaknya terhadap penyusunan anggaran
  • Memahami perbedaan penyusunan anggaran statis dan dinamis
  • Memahami beyond budgeting sebagai suatu tawaran penyusunan anggaran
  • Memahami pola penyusunan anggaran sesuai dengan konteks internal dan perubahan eksternal
  • Memahami pola penyusunan Rolling Forecast in Budgeting
  • Memahami model penyusunan anggaran dengan Driver-Based Budgeting

Materi

Apa Saja yang Dibahas

  • Budgeting and Forecasting Theory
  • Budgets and Strategic Planning
  • Budgeting Techniques
  • Perkembangan pola penyusunan anggaran
  • Beyond budgeting sebagai tawaran alternatif dalam penyusunan anggaran
  • Pola penggunaan Rolling Forecast in Budgeting dalam anggaran dinamis
  • Pola dasar penerapan Driver-Based Budgeting

Peserta

Peserta diharapkan sudah memahami keuangan secara umum.

  • Bagian penyusunan anggaran
  • Bagian perencanaan
  • Bagian pengembangan bisnis

Waktu & Tempat

Tanggal           : 2 hari di Januari/Februari 2023

Waktu             : 08.00 s.d 16.00 WIB

Tempat            : Yogyakarta/Jakarta/Bandung

 

Fasilitas

  • Qualified instructor
  • Training Module
  • Stationeries: NoteBook and Ballpoint
  • Bag or backpackers
  • Training room with full AC facilities and multimedia
  • lunch and 2 coffeebreak every day of training
  • Airport pick up services (Jogja venue)
  • Transportation during training (Jogja venue)

CONTACT PERSON

Office

Jl. Parangtritis Km. 6,5, Sewon, Bantul, Yogyakarta

Phone: (0274) 287 1 048

Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

       Nama              :  Satrio

                                   Customer Relation Officer

       Phone / WA  : 0813-2517-7427

         Email             :satrio@bexcellentjogja.com

 

https://bexcellentjogja.com/sertifikasi-bnsp-pengawas-sistem-manajemen-k3-kontraktor-contractor-safety-management-system-csms/

ADVANCE EXECUTIVE LEADERSHIP PROGRAM (AELP)

Advance Executive Leadership Program – Leadership saat ini telah menjadi faktor utama keberhasilan suatu organisasi. Seiring dengan perkembangan jaman serta tantangan bisnis yang semakin kompetitif, para executive leader dewasa ini dituntut untuk tidak sekedar memimpin unit kerjanya saja, namun mereka juga harus mengikuti dan memahami berbagai gejolak dan peristiwa aktual yang terjadi. Baik itu pada lingkup nasional bahkan internasional, menyangkut politik, ekonomi, sosial, maupun teknologi. Sebagai pemimpin unit kerja dalam perusahaan, seorang leader haruslah seorang yang visioner serta memiliki kecakapan-kecakapan di atas rata-rata timnya. Tuntutan tersebut guna mencapai produktifitas yang tinggi dan mencapai sasaran kerjanya dengan efektif, sebagai upaya tindak lanjut pengembangan pada leader. Manfaat dari tambahan pengetahunan tersebut adalah, minimal para pemimpin dalam melaksanakan tugasnya dapat terhindar dari tindakan yang menyebabkan merosotnya kinerja tim yang dipimpinnya. Ringkasnya, hal tersebut penting baik bagi kepentingan bisnis maupun karier mereka sendiri. Bagi manajer di lingkungan perusahaan multinasional, tuntutan tersebut merupakan sesuatu yang tak dapat ditawar-tawar lagi. Organisasi yang menyadari keadaan dinamis ini akan lebih peka terhadap segala perubahan yang terjadi diluar organisasi dibandingkan dengan organisasi yang acuh tak acuh terhadap perubahan lingkungan. Strategi penting untuk menyikapi keadaan di atas adalah dengan mengembangkan dan melatih para pemimpin unit kerja di setiap lini agar mereka mampu mengatasi berbagai masalah, permintaan (tuntutan) dan tantangan baru. Oleh karenanya, manajemen mempunyai tanggungjawab untuk membekali para leader melalui kegiatan pelatihan yang terintegrasi, meliputi kompetensi hard skill dan soft skill, talent management dan sistem informasi manajemen. Program ini juga mengembangkan Moral dan Mental kerja sebagai manager.sebagai penanggungjawab unit kerja agar mereka dapat mencapai potensinya secara penuh, karena semakin kompleks organisasi semakin membutuhkan peningkatan sumber daya manusia baik kuantitas maupun kuantitas.

Pelatihan level lanjut ini didesain untuk menumbuhkan, mengatasi barrier, menguatkan dan mengembangkan potensi kepemimpinan setiap individu yang diproyeksikan oleh manajemen untuk menempati posisi-posisi strategis dalam rangka meningkatkan performa perusahaan. Para leader diarahkan untuk mampu menunjukkan power yang dimilikinya, karena setiap orang pada dasarnya dilahirkan sebagai seorang pemimpin. Dengan power yang dimilikinya tersebut, seorang pemimpin akan menciptakan pengaruh pada anggota timnya untuk mencapai visi, misi dan target-target tim & organisasi.

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:

  • Memperoleh pemahaman yang terstruktur atas aktifitas yang dibutuhkan dalam pendesainan
  • Program Pengembangan Lanjutan Untuk Executive Leaders
    Memperoleh perspektif yang lengkap dan menyeluruh, sehingga akan mempercepat perusahanaan dalam melaksanakan proses pengembangan kompetensi leader sehingga mampu mengelola tim kerjanya dengan efektif dan efisien

Materi

1. Ice Breaking & Building Commitment to Learn
2. Kepemimpinan sebagai Strategi Menghadapi Iklim Usaha yang semakin Kompetitif
3. Pemahaman Dasar Program Pengembangan Executive Leader
4. Pendekatan-pendekatan dalam Program Pengembangan Executive Leader yang memiliki Nilai Tambah

  • Pendekatan kompetensi
  • Manajemen talenta
  • Sistem informasi manajemen kompetensi

5. Program Pengembangan

  • Competency Based Training
  • Competency Based HRD
  • Talent Based HRM
  • Continuing Professional Development (CPD)
  • Assessment Center (AC)

6. Proses Integrasi Potensi-potensi Pengembangan Leadership
7. Problem Solving and Decision Making Process
8. Penyebab Kegagalan dalam Program Pengembangan Manajerial dan Siasat untuk
Mengatasinya
9. Pemodelan Perilaku Manajemen
10. Evaluasi Kinerja Tim dan Asessment Kompetensi
11. Latihan Penyusunan Program Pengembangan Kepemimpinan
12. Evaluasi dan Feedback

Peserta

Pelatihan ini ditujukan untuk para manajer / supervisor / team leader atau personel yang dipromosikan untuk menempati posisi manajer atau leader dari berbagai departemen / divisi di perusahaan, atau supervisor senior yang mengepalai unit-unit kerja.

Instruktur

Dr. Fauzan Asmara, MM.,M.Psi., CTNLP., CI.

Waktu & Tempat

Tanggal : 1 sd 2 Maret 2022
Waktu : 08.00 – 16.00 WIB
Tempat : Yogyakarta
In House Training by demand

Fasilitas

a. Training Module
b. Certificate
c. Souvenir
d. Training room with full AC facilities and multimedia
e. Once lunch and twice coffee break per day
f. Qualifed Instructor
g. Training Kit
h. Transportation from airport/railway to hotel and from hotel to the training venue

BIAYA

Rp 5.500.000,- /participant (tanpa penginapan & belum termasuk PPN)*

*special price bagi pengirim 3 peserta dari 1 perusahaan yang sama
Pembayaran dapat dilakukan pada saat pelatihan atau dapat ditransfer melalui:
PT. Bank Mandiri Cabang Yogyakarta Sudirman
No. Rek. 137-00-0735491-9
a/n PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG

Informasi

Office Jl. Parangtritis, Km 6.5, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188
Phone: (0274) 287 1 048
Fax: (0274) 414137
Web: www.bexcellentjogja.com

Satrio (Customer Relation officer)
PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG ( B-EXCELLENT CONSULTANT )
Excellent Service for Excellent People
Phone : 0813-2517-7427
Fax : 0274 – 414 137
Email : satrio@bexcellentjogja.com
Mobile / WA : 0813-2517-7427 https://www.facebook.com/satrio.bexcellentjogja/

https://bexcellentjogja.com/