PELATIHAN SERTIFIKASI BNSP PROFESI GEOSPASIAL/SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (GIS)
- Pajak-pajak yang berlaku
Informasi
|
Office
Jl. Patangpuluhan No.26A, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta |
Rizki Satrio (Customer Relation officer) PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG Excellent Service for Excellent People Phone/WA : 0813-2517-7427 (Satrio)Email: satrio@minersolution.id Mobile / WA : 0813-2517-7427 |
Sertifikasi Sistem Informasi Geografis – GIS atau Geographic Information System adalah alat keren yang dipakai buat ngatur data dan informasi geospasial. Ngerti cara pakai GIS itu penting banget biar bisa ngasilin data yang akurat soal peta atau informasi wilayah. GIS ini juga pas banget dipakai buat pengelolaan sumber daya alam, kayak analisis wilayah, ngecek pemanfaatan atau tutupan lahan, sampai bikin laporan interaktif yang datanya bisa di-update kapan aja.
Nah, sesuai UU No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial, di pasal 55 disebut kalau orang yang ngelola informasi geospasial harus punya kompetensi resmi dari lembaga berwenang. Makanya, Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Geomatika yang kami adain ini jadi solusi pas buat belajar sekaligus dapetin sertifikasi biar jadi ahli di bidang ini. Semua pelatihannya juga sesuai standar SKKNI, jadi udah pasti profesional!
Unit Kompetensi GIS
SKEMA LEVEL 4 / OPERATOR SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
|
NO |
KODE UNIT |
JUDUL UNIT KOMPETENSI |
|
Unit Kompetensi Inti: |
||
|
1 |
J.630PR00.001.2 |
Menggunakan Perangkat Kompüter |
|
2 |
M.71 lGN00.098.2 |
Mengoperasikan Perangkat Lunak Sistem Informasi Geografis |
|
3 |
M.71IGN00.197.2 |
Membaca Peta |
|
Unit Kompetensi pilihan: |
||
|
1 |
M.71lGN00.099.3 |
Mengonversi Data Geospasial Analog menjadi Digital |
|
2 |
M.71 lGN00.100.2 |
Menginput Data Hasil Pengukuran Lapangan |
|
3 |
M.71 IGN00.185.2 |
Melakukan Pemberian Sistem Koordinat Peta |
|
4 |
M.71 lGN00.187.2 |
Melakukan Konversi Antar Format File Penyimpanan Data Geospasial |
|
5 |
M.71 IGN00.188.3 |
Mengedit Data Geospasial |
|
6 |
M.71 lGN00.189.2 |
Melakukan Transformasi Sistem Koordinat |
UNIT KOMPETENSI LEVEL 5/TEKNISI GIS
|
NO |
KODE UNIT |
JUDUL UNIT KOMPETENSI |
|
Unit Kompetensi Inti: |
||
|
1 |
M.71lGN00.098.2 |
Mengoperasikan Perangkat Lunak Sistem Informasi Geografis |
|
2 |
M.71IGN00.197.2 |
Membaca Peta |
|
3 |
M.71IGN00.249.2 |
Melakukan Deteksi Permasalahan Perangkat Lunak dan Perangkat Keras Sistem Informasi Geografis |
|
Unit Kompetensi pilihan: |
||
|
1 |
M.71IGN00.103.2 |
Melakukan Kompilasi Data Geospasial |
|
2 |
M.71IGN00.186.2 |
Mengintegrasikan Data Spasial dengan Data Nonspasial |
|
3 |
M.71IGN00.187.2 |
Melakukan Konversi Antar Format File Penyimpanan Data Geospasial |
|
4 |
M.71IGN00.188.3 |
Mengedit Data Geospasial |
|
5 |
M.71IGN00.255.2 |
Membangun Basis Data Kartografi |
|
6 |
M.71IGN00.261.2 |
Menyajikan Informasi Geospasial Sesuai Template yang Telah Disiapkan oleh Kartografer |
SKEMA LEVEL 6 / ANALIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
| NO | KODE UNIT | JUDUL UNIT KOMPETENSI |
| Unit Kompetensi Inti: | ||
| 1 | M.71IGN00.025.1 | Mengelola Tim Kerja |
| 2 | M.71lGN00.098.2 | Mengoperasikan Perangkat Lunak Sistem Informasi Geografis |
| 3 | M.71IGN00.197.2 | Membaca Peta |
| Unit Kompetensi pilihan: | ||
| 1 | M.71IGN00.101.3 | Merancang Basis Data Spasia |
| 2 | M.71IGN00.102.3 | Membuat Basis Data Spasial |
| 3 | M.71IGN00.190.3 | Melakukan Analisis Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar |
| 4 | M.71IGN00.191.2 | Membangun Model Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar |
| 5 | M.71IGN00.192.3 | Melakukan Analisis Sistem Informasi Geografis Tingkat Lanjut |
| 6 | M.71IGN00.248.2 | Mengelola Data Geospasial |
| 7 | M.71IGN00.285.2 | Melakukan Kontrol Kualitas Pekerjaan Sistem Informasi Geografis |
SKEMA LEVEL 7 / AHLI MUDA SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
| NO | KODE UNIT | JUDUL UNIT KOMPETENSI |
| Unit Kompetensi Inti: | ||
| 1 | M.71 IGN00.024.2 | Mengelola Pekerjaan Geospasial |
| 2 | M.71lGN00.098.2 | Mengoperasikan Perangkat Lunak Sistem Informasi Geografis |
| 3 | M.71IGN00.197.2 | Membaca Peta |
| Unit Kompetensi pilihan: | ||
| 1 | M.71 IGN00.192.3 | Melakukan Analisis Sistem Informasi Geografis Tingkat Lanjut |
| 2 | M.71 lGN00.193.2 | Membangun Model Sistem Informasi Geografis Tingkat Lanjut |
| 3 | M.711GN00.248.2 | Mengelola Data Geospasial |
| 4 | M.71 lGN00.285.2 | Melakukan Kontrol Kualitas Pekerjaan Sistem Informasi Geografis |
PERSYARATAN PESERTA
Persyaratan Operator GIS
Kualifikasi Calon Peserta/asesi :
– Pendidikan minimal SMA / sederajat
– Telah melaksanakan pengoperasian perangkat lunak GIS minimal 1 tahun
Persyaratan Administratif :
– Menyiapkan portfolio/bukti pekerjaan yang relevan dengan kegiatan GIS
– pas foto 3 x 4 : 3 Lembar ( Background merah )
– Membawa laptop sendiri yang sudah terinstal software Arcgis
– Surat rekomendasi dari perusahaan
PERSYARATAN TEKNISI GIS
- Operator SIG dengan pengalaman kerja paling sedikit (satu) tahun dijenjangnya; atau
- Lulusan S1 Pendidikan Geografi yang memiliki sertifikat Pelatihan bidang SIG jenjang 5 (lima dan memiliki pengalaman kerja di bidang SIG paling sedikit 1 (satu) tahun; atau
- Lulusan D3 bidang SIG/Survei Pdan Pemetaan/Geomatika; atau
- Lulusan D3 selain bidang SIG, memiliki sertifikat pelatihan Teknisi Pemetaan dan SIG dari lembaga pelatihan/institusi atau memiliki pengalaman kerja paling sedikit 1 (satu) tahun. Lembaga pelatihan/Institusi contohnya tidak terbatas antara lain : 1)Perguruan tinggi yang mempunyai program studi Teknik Geodesi/Geomatika/Geografi yang terakreditasia atau Unggul di BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional- Perguruan Tinggi); atau 2)Institusi pemerintah yang melaksanakan pelatihan di bidang survei dan pemetaan; atau 3) Lembaga pelatihan yang terakreditasi; atau
- Lulusan D1 bidang SIG/Survei dan Pemetaan/Teknik Geomatika/Informasi Geospasial dan memiliki pengalaman kerja di bidang Teknisi Pemetaan dan SIG paling sedikit 2 (dua) tahun; atau
- Lulusan SMK bidang SIG/Survei dan Pemetaan/Teknik Geomatika/Informasi Geospasial dengan lama pendidikan 4 (empat) tahun dan memiliki pengalaman kerja di bidang Teknisi Pemetaan dan SIG paling sedikit 2 (dua) tahun.
PERSYARATAN PENDAFTAR
- Memiliki KTP/Identitas yang diakui oleh Negara;
- Memiliki Ijasah Terakhir atau Sertifikat Pelatihan berbasis kompetensi Bidang Survei Terestris;
- Surat Keterangan Pengalaman Kerja dibidangnya dari atasannya, apabila ada;
- Memiliki sertifikat Keahlian penunjang lainnya;
- Pas Foto berwarna 3×4 (background merah, 5 lembar)
- Membawa laptop sendiri yang sudah terinstal software Arcgis
PERSYARATAN ANALIS & AHLI MUDA GIS
- Fotokopi Ijasah Pendidikan terakhir: D3/ S1/ S2/ S3.
Sarjana Ilmu Kebumian, Geodesi, Geografi, PWK, Pertanian, Kehutanan, dll.
- Telah melaksanakan pengoperasian perangkat lunak GIS minimal 2 tahun
- Curriculum vitae (biodata lengkap)
- Menyiapkan portfolio/bukti pekerjaan yang relevan dengan kegiatan GIS: rencana pekerjaan, hasil pengolahan data geospasial, hasil pekerjaan pemetaan, dll
- Fotocopi KTP
- Pas foto 3 x 4 : 3 Lembar (background merah)
- Peserta wajib mempersiapkan laptop yang sudah terinstal software ArcGIS. Dan Webgis (khusus level analis)
- Surat referensi kerja (jika ada)
- Membawa laptop
Instruktur Geografis
Dwi Sulistyo dan Tim Asesor
Waktu & Tempat Geografis
Tanggal : 17 sd 19 September 2026
Pukul : 08.00 – selesai
Tempat : Yogyakarta
Fasilitas Geografis
Biaya sudah termasuk fasilitas sebagai berikut
- Materi training
- Sertifikat Pelatihan
- Sertifikat dari BNSP, bagi peserta yang dinyatakan kompeten
- Souvernir
- 2 × coffe break & 1 Lunch
- Room Meeting
Biaya belum termasuk fasilitas sebagai berikut:
- Pajak-pajak yang berlaku
Informasi
|
Office
Jl. Patangpuluhan No.26A, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta |
Rizki Satrio (Customer Relation officer) PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG Excellent Service for Excellent People Phone/WA : 0813-2517-7427 (Satrio)Email: satrio@minersolution.id Mobile / WA : 0813-2517-7427 |
Cara Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis di Dunia Kerja
Kemampuan berpikir kritis atau critical thinking menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan di dunia kerja modern. Perubahan teknologi yang begitu cepat, persaingan bisnis yang semakin ketat, serta banyaknya informasi yang harus dianalisis setiap hari membuat setiap profesional dituntut mampu berpikir secara logis, objektif, dan sistematis sebelum mengambil keputusan. Tidak hanya bagi seorang manajer atau pemimpin, kemampuan ini juga penting dimiliki oleh karyawan di berbagai level karena hampir setiap pekerjaan melibatkan proses analisis, penyelesaian masalah, hingga pengambilan keputusan.
Banyak orang menganggap berpikir kritis merupakan bakat alami yang hanya dimiliki oleh sebagian orang. Padahal, kemampuan ini dapat dilatih melalui kebiasaan belajar, pengalaman kerja, serta kemauan untuk terus mengevaluasi cara berpikir sendiri. Dengan kemampuan berpikir kritis yang baik, seseorang akan lebih mudah memahami suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang, mengurangi risiko mengambil keputusan yang terburu-buru, serta menghasilkan solusi yang lebih efektif. Oleh karena itu, mengembangkan kemampuan berpikir kritis merupakan investasi penting bagi siapa saja yang ingin berkembang dalam karier profesional.
1. Biasakan Menganalisis Sebelum Mengambil Keputusan
Salah satu ciri utama orang yang memiliki kemampuan berpikir kritis adalah tidak mudah mengambil kesimpulan tanpa memahami informasi secara menyeluruh. Ketika menghadapi suatu permasalahan, cobalah mengumpulkan fakta terlebih dahulu, mencari penyebab utama, kemudian mempertimbangkan beberapa alternatif solusi sebelum menentukan keputusan.
Kebiasaan ini membantu mengurangi kesalahan akibat asumsi yang tidak didukung oleh data. Di lingkungan kerja, keputusan yang diambil berdasarkan analisis biasanya lebih dapat dipertanggungjawabkan karena memiliki dasar yang jelas. Menurut Harvard Business Review, pengambilan keputusan yang baik diawali dengan kemampuan mengidentifikasi masalah secara tepat sebelum menentukan solusi.
2. Jangan Mudah Menerima Informasi Tanpa Verifikasi
Di era digital, informasi dapat diperoleh dengan sangat mudah. Namun, tidak semua informasi memiliki tingkat akurasi yang sama. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri memverifikasi sumber informasi sebelum menjadikannya sebagai dasar pengambilan keputusan.
Membandingkan beberapa sumber, memeriksa kredibilitas penulis, hingga memahami konteks suatu informasi merupakan langkah sederhana yang dapat meningkatkan kualitas analisis. Kebiasaan ini juga membantu mengurangi risiko kesalahan akibat informasi yang tidak valid atau menyesatkan.
Sebelum menerapkan kemampuan analisis dalam pekerjaan, Anda juga dapat mempelajari Silabus Junior Data Analyst untuk memahami bagaimana proses pengolahan dan analisis data dilakukan secara sistematis.
3. Biasakan Bertanya “Mengapa?”
Orang yang berpikir kritis tidak hanya menerima suatu kondisi apa adanya. Mereka cenderung bertanya mengenai alasan, proses, maupun dampak dari suatu keputusan. Kebiasaan bertanya “mengapa” membantu seseorang memahami akar penyebab suatu masalah sehingga solusi yang dihasilkan menjadi lebih efektif.
Sebagai contoh, ketika target penjualan menurun, jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah performa tim. Cobalah menganalisis faktor lain seperti perubahan perilaku pelanggan, kondisi pasar, strategi pemasaran, hingga kualitas produk. Dengan pendekatan tersebut, keputusan yang diambil akan lebih objektif dan berdasarkan fakta.
Selain meningkatkan kemampuan analisis, proses berpikir seperti ini juga sangat bermanfaat bagi profesional yang ingin membuktikan kompetensinya melalui Sertifikasi System Analyst, karena kemampuan mengolah informasi dan menarik kesimpulan merupakan bagian penting dalam proses analisis data.
4. Latih Kemampuan Problem Solving
Berpikir kritis memiliki hubungan yang sangat erat dengan kemampuan menyelesaikan masalah atau problem solving. Semakin sering seseorang menghadapi tantangan dan mencoba mencari solusi secara sistematis, maka kemampuan berpikir kritisnya juga akan berkembang.
Dalam dunia kerja, proses problem solving biasanya dimulai dengan mengidentifikasi masalah, mencari penyebab utama, menyusun beberapa alternatif solusi, kemudian mengevaluasi hasil yang telah diterapkan. Pendekatan tersebut membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan intuisi.
Baca juga:
- Cara mengetahui skill yang paling dibutuhkan perusahan saat ini
- Sertifikasi digital yang paling dicari perusahaan
5. Belajar Melihat Masalah dari Berbagai Sudut Pandang
Kemampuan berpikir kritis tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menganalisis suatu informasi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu melihat sebuah permasalahan dari berbagai perspektif. Dalam dunia kerja, setiap keputusan sering kali memberikan dampak kepada banyak pihak, sehingga mempertimbangkan sudut pandang rekan kerja, pelanggan, maupun perusahaan menjadi hal yang sangat penting.
Sebagai contoh, ketika perusahaan ingin menerapkan sistem kerja baru, seorang profesional yang memiliki kemampuan berpikir kritis tidak hanya memikirkan keuntungan dari sisi perusahaan, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan karyawan, kebutuhan pelanggan, hingga risiko yang mungkin muncul selama proses implementasi. Dengan demikian, solusi yang dihasilkan menjadi lebih realistis dan mudah diterapkan.
Kemampuan melihat berbagai perspektif juga membantu seseorang lebih terbuka terhadap masukan, mengurangi konflik dalam tim, serta meningkatkan kualitas komunikasi ketika berdiskusi untuk mencari solusi terbaik.
Baca juga:
- Daftar Skema sertifikasi
6. Tingkatkan Kemampuan Analisis Data
Di era digital, keputusan yang baik semakin banyak didasarkan pada data. Oleh karena itu, kemampuan membaca, memahami, dan menganalisis data menjadi salah satu pendukung utama berpikir kritis. Tidak harus menjadi seorang data analyst, setiap profesional sebaiknya memiliki kemampuan dasar dalam menginterpretasikan informasi agar tidak hanya mengandalkan asumsi.
Misalnya, ketika melihat penurunan penjualan, jangan langsung menyimpulkan penyebabnya. Analisis terlebih dahulu data penjualan, perilaku pelanggan, efektivitas promosi, hingga kondisi pasar. Pendekatan seperti ini membantu menghasilkan keputusan yang lebih akurat dan mengurangi risiko kesalahan.
Ingin memahami teknik analisis data lebih mendalam? Anda dapat mempelajari Silabus Data Analyst untuk mengetahui kompetensi yang dibutuhkan dalam mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat bagi perusahaan.
7. Terus Belajar dan Menerima Feedback
Berpikir kritis merupakan kemampuan yang berkembang melalui proses belajar secara terus-menerus. Oleh karena itu, jangan ragu meminta masukan dari atasan, mentor, maupun rekan kerja mengenai cara berpikir atau keputusan yang pernah diambil. Feedback yang konstruktif membantu kita mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki.
Selain menerima masukan, biasakan juga mengikuti pelatihan, membaca buku, mengikuti seminar, atau mempelajari perkembangan terbaru di bidang pekerjaan masing-masing. Semakin luas wawasan yang dimiliki, semakin banyak pula referensi yang dapat digunakan ketika menganalisis suatu masalah.
Menurut World Economic Forum, kemampuan berpikir analitis (Analytical Thinking) menjadi salah satu keterampilan yang paling dibutuhkan oleh perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
8. Terapkan dalam Pekerjaan Sehari-hari
Kemampuan berpikir kritis tidak akan berkembang jika hanya dipelajari secara teori. Cara terbaik untuk meningkatkannya adalah dengan menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari. Mulailah dengan kebiasaan sederhana seperti mengevaluasi hasil pekerjaan, mencari penyebab suatu masalah, membandingkan beberapa alternatif solusi, hingga mendiskusikan keputusan bersama tim.
Semakin sering kemampuan ini digunakan, semakin terbiasa seseorang berpikir secara sistematis dan objektif. Dalam jangka panjang, keterampilan ini akan membantu meningkatkan kualitas pekerjaan, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta memberikan nilai tambah bagi perkembangan karier profesional.
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu soft skill yang sangat penting dalam dunia kerja modern. Dengan berpikir secara logis, objektif, dan berbasis data, seseorang akan lebih mampu menghadapi tantangan pekerjaan, menyelesaikan masalah secara efektif, serta mengambil keputusan yang lebih tepat. Kemampuan ini dapat dikembangkan melalui kebiasaan menganalisis informasi, memverifikasi data, melihat berbagai sudut pandang, meningkatkan kemampuan problem solving, hingga terus belajar dari pengalaman dan feedback.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, berpikir kritis tidak lagi menjadi nilai tambah, tetapi telah menjadi kompetensi yang dibutuhkan di hampir semua bidang pekerjaan. Oleh karena itu, mulai melatih kemampuan ini sejak sekarang merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus memperkuat daya saing di dunia kerja.
SERTIFIKASI BNSP SKEMA CYBER SECURITY ANALYST
Sertifikasi Cyber Security Analyst BNSP – Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mendorong transformasi digital di berbagai sektor, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan serius terhadap perlindungan data pribadi. Ancaman kebocoran data, penyalahgunaan informasi pribadi, serta serangan siber yang terus meningkat menuntut organisasi untuk memiliki sumber daya manusia yang kompeten dalam melindungi data dan informasi sensitif. Dalam konteks ini, peran Data Protection Officer (DPO) menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa pengelolaan data dilakukan sesuai dengan prinsip keamanan, integritas, dan kepatuhan terhadap regulasi.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi secara tegas mewajibkan organisasi tertentu untuk menunjuk Data Protection Officer sebagai penanggung jawab atas kepatuhan terhadap pengelolaan data pribadi. DPO bertanggung jawab atas pengawasan internal, pelaksanaan audit perlindungan data, serta menjadi penghubung antara organisasi dan otoritas pengawas. Oleh karena itu, penguatan kapasitas dan kompetensi profesional DPO menjadi suatu kebutuhan yang mendesak dan strategis.
Menjawab kebutuhan tersebut, Miner Solution menawarkan program pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi pada skema Cyber Security Analyst, yang telah disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sektor keamanan informasi. Skema ini memiliki cakupan unit-unit yang relevan dengan peran DPO, antara lain penerapan ketentuan hukum terkait keamanan informasi, evaluasi kinerja sistem keamanan, deteksi kerentanan dan pelanggaran, serta implementasi koreksi atas kerentanan keamanan data. Kompetensi ini mendukung profesional dalam menjalankan fungsi DPO secara efektif dan sesuai regulasi.
Dengan mengikuti program ini, diharapkan peserta dapat memenuhi kualifikasi sebagai Data Protection Officer yang tidak hanya patuh terhadap UU PDP, tetapi juga memiliki kapasitas praktis untuk mendukung keamanan dan keberlanjutan bisnis. Sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi pengakuan formal atas kemampuan profesional dalam menjalankan tugas-tugas strategis di perlindungan data pribadi.
ACUAN NORMATIF CYBER SECURITY ANALSYT
- Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi
- Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279);
- Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4637);
- Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 24);
- Keputusan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014;
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 364);
TUJUAN CYBER SECURITY ANALSYT
- Mendapatkan gambaran mengenai kompetensi kerja berupa keahlian sebagai Cyber Security Analyst
- Mempersiapkan peserta agar dapat mengikuti pra asesmen dan asesmen dengan baik dan lancar
- Mengembangkan kompetensi bagi profesi personel atau individu sebagai Cyber Security Analyst
- Memastikan mutu kegiatan proses sertifikasi Cyber Security Analyst sesuai standar yang ditetapkan
BENTUK KEGIATAN CYBER SECURITY ANALSYT
Kegiatan dimaksud adalah kegiatan pelatihan berbasis kompetensi/bimbingan teknis (refresh) yang dilaksanakan oleh Lembaga Diklat Profesi dan dilanjutkan dengan uji kompetensi (assessment) oleh asesor kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi bidang keamanan informasi.
MATERI BERBASIS UNIT KOMPETENSI
- Sistem Sertifikasi Kompetensi di Indonesia
- SKKNI Nomor 55 Tahun 2015 & SKKNI Nomor 285 Tahun 2016
- Standar Kompetensi Skema Cyber Security Analyst
No. Kode Unit Judul Unit Kompetensi
1 J.62090.001.01 Menerapkan prinsip perlindungan informasi
2 J.62090.003.01 Menerapkan prinsip keamanan informasi untuk penggunaan jaringan internet
3 J.62090.004.01 Menerapkan prinsip keamanan informasi pada transaksi elektronik
4 J.62090.006.01 Melaksanakan kebijakan keamanan informasi
5 J.62090.012.01 Mengaplikasikan ketentuan/persyaratan keamanan informasi
6 J.62090.020.01 Mengelola log
7 J.62090.024.01 Melaksanakan Pencatatan aset
8 J.62090.032.01 Menerapkan kontrol akses berdasarkan konsep/metodologi yang telah ditetapkan
9 J.62090.033.01 Mengidentifikasi serangan-serangan terhadap kontrol akses
10 J.620900.026.02 Melakukan instalasi software aplikasi
11 J.62090.005.01 Menyusun dokumen kebijakan keamanan informasi
INSTRUKTUR DAN ASESOR
– Diklat Kompetensi
Pada sesi Pembekalan Teknis, peserta akan diampu oleh trainer dari Asosiasi Pendukung LSP yang memiliki kompetensi dan pengalaman sebagai Cyber Security Analyst
– Uji Kompetensi / Asesmen
Pada sesi uji kompetensi (asesmen), peserta akan diuji kompetensinya melalui serangkaian proses asesmen, yang dilaksanakan oleh asesor kompetensi dari LSP.
WAKTU & TEMPAT
Tanggal PBK : 11 – 12 Agustus 2026
Uji Kompetensi: 13 Agustus 2026
TEKNIS KEGIATAN
Training / refreshment : 2 Hari Online Zoom
Uji Kompetensi / assessment : 1 Hari Offline di Hotel Asyana Kemayoran, Jakarta
METODE ASESMEN
Pra – Assessment (Pengisian APL -01 dan APL 02), Pengumpulan dan verifikasi berkas persyaratan dan portofolio, Proses Real Assessment, Praktek dan Simulasi (jika diperlukan), Uji Tulis sesuai Skema Sertifikasi, Wawancara
SASARAN PESERTA
Kegiatan ini sangat direkomendasikan untuk pekerja, staf, personil, maupun profesional di bidang keamanan data.
PERSYARATAN DASAR
- Lulusan SMK Rekayasa Perangkat Lunak/Jaringan Komputer dengan pengalaman 2 (dua) tahun di bidang keamanan informasi secara berkelanjutan; atau
- Lulusan S1 jurusan Informatika dengan pengalaman kerja di bidang keamanan informasi minimal 1 (satu) tahun secara berkelanjutan; atau
- Memiliki sertifikat pelatihan berbasis kompetensi Cyber Security Analyst; atau
- Tenaga kerja pada jabatan Cyber Security Analyst yang telah bekerja minimal 1 (satu) tahun secara berkelanjutan
- Input persyaratan uji kompetensi:
- Pas foto 3×4 (3 lembar)
- Copy identitas diri KTP/KK (1 lembar)
- Copy ijazah terakhir (1 lembar)
- Portofolio yang relevan dengan Skema Sertifikasi Cyber Security Analyst, bila ada.
FASILITAS
- Sertifikat dari BNSP (bagi yang kompeten)
- Sertifikat pelatihan.
- Instruktur yang berkompeten
INFORMASI & PENDAFTARAN
Jl. PATANGPULUHAN NO 26A, Yogyakarta
Website||www.minersolution.id|
Email | satriominersolutionid@gmail.com / satrio@minersolution.id
CP | Satrio | 081325177427
Sertifikasi BNSP Administrasi Perkantoran
Administrasi Perkantoran – Profesi administrasi kantor di Indonesia sudah merupakan suatu kebutuhan di semua sektor industri termasuk Badan Pemerintah maupun BUMN yang dalam pengoperasian usaha dan pelayanan jasanya memerlukan fungsi administrasi perkantoran. Profesi ini diterjemahkan beragam dalam peran dan tanggung jawabnya tergantung dari kompleksitas organisasi. Ada yang menyebutnya office administrative, administrative assisstant, corporate secretary, dll. Penyebutan tersebut sangat beragam dan masing-masing berisi peran dan tanggung jawab yang berbeda tergantung dari besar kecilnya ukuran organisasinya serta sistem manajemen yang diterapkan dalam organisasi tersebut. Proses pengembangan kompetensi profesi ini juga beragam dalam jenis programnya maupun cara eksekusinya di setiap organisasi dan badan usaha pemerintah.
Ada organisasi yang sudah memiliki sistem pengembangan kompetensi yang terstruktur, namun ada juga yang belum atau tidak memiliki program apapun dalam mengembangkan pekerja yang memegang peranan ini. Organisasi-organisasi multi nasional yang memiliki kantor pusat di negara maju atau badan usaha milik negara maupun pemerintahan yang sudah cukup maju biasanya sudah memiliki program yang cukup komprehensif dalam pengembangan kompetensi administrasi perkantoran melalui pelatihan yang teratur, terukur, dan terstruktur.
Sebagai bagian dari fungsi penting sebuah organisasi bisnis, office administrative pada akhirnya memiliki peran yang sangat penting dalam terciptanya sebuah organisasi yang memiliki kinerja tinggi melalui tugas-tugas yang diembannya. Melalui kegiatan pelatihan, maka kompetensi seorang office administrative akan dapat dioptimalkan bahkan diakui melalui sebuah sertifikat kompetensi profesi dengan mengikuti serangkaian proses uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.
Tujuan Administrasi Perkantoran
- Mendapatkan gambaran mengenai kompetensi kerja, berupa keahlian di bidang layanan Administrasi Perkantoran/Kesekretarisan dengan mengacu pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI : Kep. 195/Men/IV/2007 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Jasa Perusahaan Sub Sektor Jasa Perusahaan Lainnya
- Memahami Standar Kompetensi seorang Office Administrative Assistants serta mampu melaksanakan tugas-tugasnya sesuai Unit Kompetensi yang ditentukan
- Terlaksananya RSKKNI Bidang Administrasi Perkantoran/Kesekretarisan dengan mengacu kepada Kepmenakertrans Nomor : KEP – 227/MEN/2003 dan Nomor : KEP 69/MEN/V/2004 tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional, yang berorientasi kepada kebutuhan riil di industri.
- Dimilikinya SKKNI Bidang Administrasi Perkantoran/Kesekretarisan yang selaras dan sesuai dengan best practice layanan Administrasi Perkantoran/Kesekretarisan dan peraturan /perundangan yang terkait.
Unit Kompetensi
Metode Kegiatan Administrasi Perkantoran
Pada tahap pelatihan, kegiatan ditekankan pada pendekatan model pembelajaran orang dewasa dengan motode diskusi interaktif. Pelaksanaan Uji Kompetensi dilakukan setelah diberikan pembekalan oleh Asesor dari LSP untuk calon peserta Uji dan selanjutnya mengikuti ujian/evaluasi untuk mendapatkan sertifikasi.
Persyaratan Umum Peserta Administrasi Perkantoran
- Uji Kompetensi diikuti peserta dengan profesi Front Office, Administrasi, sekretaris atau professional yang berpengalaman di bidang yang terkait
- Peserta secara teknis menguasai Bidang Administrasi Perkantoran dan sekretaris serta mempunyai pengalaman kerja di bidangnya minimal 3 tahun
Berkas-berkas yang dipersiapkan:
- Copy KTP.
- Surat Penugasan dari perusahaan/instansi untuk mengikuti uji kompetensi Okupasi Administrator Kantor.
- Curriculum Vitae (CV)/Daftar Riwayat Hidup terkini.
- Copy Ijasah terakhir.
- Portofolio relevan yang dimiliki (Copy SK Pengangkatan Pegawai, Uraian Pekerjaan terkini (Job Desk), dll.)
- Pas foto 3×4 dan 4×6 masing-masing sebanyak 1 lembar berlatar belakang warna merah dan berpakaian rapi (tidak diperbolehkan menggunakan kaos).
- Masing-masing peserta wajib membawa laptop
Instruktur & Tim Asesor Administrasi Perkantoran
Kegiatan sertifikasi ini akan diampu oleh praktisi yang berpengalaman di bidang Administrasi dan Tim Assesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Fasilitas Administrasi Perkantoran
Biaya tersebut sudah termasuk fasilitas training sebagai berikut:
- Materi Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan
- Sertifikat BNSP, bagi peserta yang dinyatakan kompeten
- Sarana dan prasarana sesi Sertifikasi: ruang asesmen, printer, coffebreak dan lunch, dll.
- Souvernir
Biaya pelatihan belum termasuk:
- Pajak – pajak yang berlaku
Pelaksanaan
Tanggal : 19 sd 21 Agustus 2026 (2 hari pelatihan + 1 hari asesmen)
Pukul : 08.00 – selesai
Tempat asesmen : Grand Senyum Hotel Yogyakarta
(Tanggal dan tempat asesmen bersifat tentatif, menunggu kuota peserta terpenuhi dan menyesuaikan kebutuhan peserta)
Informasi
|
Office: Jl. Patangpuluhan No.26A, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Phone: 0813-2517-7427 |
Rizki Satrio (Customer Relation officer) PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG Phone : 0813-2517-7427 Email :satrio@bexcellentjogja.com Mobile / WA : 0813-2517-7427
|
Teknik Mencatat yang Membantu Proses Belajar Lebih Efektif
Mencatat sering dianggap sebagai aktivitas sederhana ketika mengikuti pelatihan, kuliah, webinar, maupun membaca buku. Padahal, cara seseorang mencatat sangat memengaruhi seberapa baik informasi dapat dipahami dan diingat. Banyak orang memiliki catatan yang penuh dengan tulisan, tetapi tetap kesulitan mengingat isi materinya. Hal tersebut biasanya terjadi karena proses mencatat hanya dilakukan untuk menyalin informasi, bukan untuk membantu otak memahami konsep yang dipelajari. Oleh sebab itu, memilih teknik mencatat yang tepat menjadi salah satu strategi penting agar proses belajar lebih efektif. Dengan metode yang sesuai, catatan tidak hanya menjadi arsip materi, tetapi juga menjadi alat yang mempermudah proses memahami, mengingat, hingga menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
Mengapa Teknik Mencatat Sangat Penting?
Ketika seseorang menulis kembali informasi menggunakan kata-katanya sendiri, otak akan memproses materi secara lebih aktif dibandingkan hanya membaca atau mendengarkan. Aktivitas ini membantu membangun hubungan antar konsep sehingga informasi lebih mudah dipahami dan diingat dalam jangka panjang. Berbagai penelitian dalam bidang pendidikan juga menunjukkan bahwa pembelajaran aktif, termasuk mencatat secara efektif, dapat meningkatkan retensi informasi dan kemampuan memahami materi.
Selain membantu daya ingat, catatan yang terstruktur juga memudahkan proses belajar ulang. Ketika menghadapi ujian, sertifikasi, atau pelatihan lanjutan, seseorang tidak perlu membaca ulang seluruh buku atau modul karena sudah memiliki ringkasan yang mudah dipahami.
Pelajari juga silabus terkait Penulisan Karya Ilmiah
1. Metode Cornell Notes
Cornell Notes merupakan salah satu teknik mencatat yang paling populer di dunia pendidikan. Metode ini membagi halaman menjadi tiga bagian, yaitu kolom utama untuk mencatat materi, kolom kecil di sebelah kiri untuk kata kunci atau pertanyaan, serta bagian bawah halaman untuk menuliskan rangkuman.
Keunggulan metode ini adalah membantu proses belajar menjadi lebih aktif. Setelah selesai mengikuti pembelajaran, seseorang dapat mencoba menjawab pertanyaan yang telah dibuat tanpa melihat isi catatan utama. Cara ini membantu memperkuat pemahaman sekaligus melatih kemampuan mengingat informasi.
Metode Cornell sangat cocok digunakan oleh mahasiswa, peserta pelatihan, maupun profesional yang mengikuti sertifikasi kompetensi.
2. Mind Mapping
Mind Mapping atau peta pikiran merupakan teknik mencatat yang menggunakan cabang-cabang ide untuk menunjukkan hubungan antar konsep. Materi utama ditempatkan di bagian tengah, kemudian dikembangkan menjadi beberapa cabang sesuai topik yang dibahas.
Metode ini sangat efektif untuk materi yang memiliki banyak hubungan antar konsep, seperti manajemen proyek, pemasaran, teknologi informasi, hingga pengembangan bisnis. Selain mempermudah pemahaman, tampilan visual pada mind map juga membantu otak mengingat informasi lebih cepat dibandingkan catatan berbentuk paragraf panjang.
3. Outline Method
Outline Method adalah teknik mencatat menggunakan struktur hierarki. Ide utama ditulis sebagai judul, kemudian diikuti subjudul dan poin-poin pendukung secara berurutan.
Teknik ini cocok digunakan ketika mengikuti seminar, pelatihan, atau membaca buku yang memiliki pembahasan sistematis. Catatan menjadi lebih rapi sehingga mudah dipelajari kembali kapan pun dibutuhkan.
4. Charting Method
Charting Method menggunakan bentuk tabel untuk membandingkan berbagai informasi dalam satu tampilan. Teknik ini sangat membantu ketika mempelajari materi yang memiliki banyak kategori, perbedaan, atau karakteristik tertentu.
Sebagai contoh, ketika mempelajari berbagai jenis Artificial Intelligence, seseorang dapat membuat tabel berisi fungsi, kelebihan, kekurangan, serta contoh penerapannya. Dengan demikian, proses memahami perbedaan antar konsep menjadi jauh lebih mudah.
5. Metode Flow Notes
Flow Notes merupakan teknik mencatat yang lebih fleksibel dibandingkan metode lainnya. Dalam metode ini, seseorang tidak hanya menyalin materi, tetapi juga menambahkan hubungan antar konsep, gambar sederhana, panah, simbol, maupun pertanyaan yang muncul selama proses belajar.
Cara ini membantu menciptakan proses berpikir yang lebih aktif sehingga materi tidak hanya dihafal, tetapi benar-benar dipahami.
Bagaimana Memilih Teknik Mencatat yang Tepat?
Tidak semua metode cocok untuk setiap orang. Pemilihan teknik mencatat sebaiknya disesuaikan dengan karakter materi dan gaya belajar masing-masing individu.
Sebagai contoh:
- Cornell Notes cocok untuk pelatihan dan sertifikasi.
- Mind Mapping efektif untuk brainstorming dan materi konseptual.
- Outline Method sesuai untuk materi yang sistematis.
- Charting Method ideal untuk membandingkan beberapa konsep.
- Flow Notes cocok bagi pembelajar visual dan kreatif.
Tidak ada metode yang paling benar. Yang terpenting adalah memilih teknik yang membuat proses memahami informasi menjadi lebih mudah.
Raih sertifikasi BNSP Penyuntingan Naskah. Lihat silabus dan daftar sekarang
Mencatat Bukan Sekadar Menyalin
Kesalahan yang sering dilakukan adalah mencoba menuliskan setiap kata yang disampaikan oleh narasumber. Cara ini justru membuat perhatian terbagi sehingga proses memahami materi menjadi kurang optimal.
Sebaliknya, catatlah poin-poin penting menggunakan bahasa sendiri. Tambahkan contoh, hubungan antar konsep, maupun pertanyaan yang muncul selama belajar. Dengan cara tersebut, catatan akan lebih bermakna dan lebih mudah dipahami saat dibaca kembali.
Teknik mencatat merupakan salah satu keterampilan belajar yang sering diabaikan, padahal memiliki pengaruh besar terhadap pemahaman dan daya ingat. Metode seperti Cornell Notes, Mind Mapping, Outline Method, Charting Method, dan Flow Notes memiliki kelebihan masing-masing sesuai karakter materi yang dipelajari. Dengan memilih teknik yang tepat, proses belajar menjadi lebih terstruktur, efisien, dan menyenangkan. Pada akhirnya, kemampuan mencatat dengan baik bukan hanya membantu saat belajar di bangku pendidikan, tetapi juga menjadi bekal penting dalam mengikuti pelatihan, sertifikasi, maupun pengembangan karier profesional.
Mengapa Perusahaan Mulai Fokus pada Pengembangan Kompetensi Karyawan
Di era informasi saat ini, pengetahuan baru muncul hampir setiap hari. Teknologi berkembang dengan cepat, tren industri terus berubah, dan kebutuhan dunia kerja juga semakin dinamis. Kondisi ini membuat kemampuan belajar menjadi salah satu skill paling penting yang harus dimiliki setiap profesional. Bahkan, kemampuan untuk belajar dengan cepat sering kali lebih berharga dibanding menguasai satu keterampilan tertentu dalam jangka panjang. Orang yang mampu menyerap informasi baru dengan efektif biasanya lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan dan memiliki peluang karier yang lebih baik. Namun, menjadi pembelajar cepat bukan berarti harus menghafal banyak hal dalam waktu singkat. Justru, yang lebih penting adalah memahami cara belajar yang efektif, fokus pada hal yang relevan, dan mampu menerapkan pengetahuan dalam praktik nyata. Artikel ini akan membahas beberapa strategi yang dapat membantu kamu menjadi pembelajar yang lebih cepat dan lebih efektif di era informasi.
1. Fokus pada Skill yang Benar-Benar Relevan
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah mencoba mempelajari terlalu banyak hal sekaligus. Akibatnya, energi dan waktu yang dimiliki justru terpecah sehingga proses belajar menjadi tidak optimal. Untuk menjadi pembelajar cepat, penting menentukan prioritas terlebih dahulu. Fokuslah pada skill yang benar-benar relevan dengan tujuan karier atau kebutuhan pekerjaan saat ini. Dengan fokus yang jelas, proses belajar menjadi lebih terarah dan hasilnya lebih mudah terlihat. Selain itu, belajar sesuatu yang memiliki manfaat nyata biasanya membuat motivasi tetap terjaga. Jika kamu masih bingung menentukan skill yang perlu dipelajari, kamu bisa membaca artikel Cara Mengetahui Skill yang Paling Dibutuhkan Perusahaan Saat Ini . Memilih fokus yang tepat adalah langkah awal untuk mempercepat proses belajar.
2. Belajar Sedikit tetapi Konsisten
Banyak orang bersemangat belajar di awal, tetapi kesulitan mempertahankan konsistensinya. Padahal, belajar selama 30 menit setiap hari sering kali lebih efektif dibanding belajar berjam-jam hanya sekali dalam seminggu. Konsistensi membantu otak membangun pemahaman secara bertahap dan memperkuat daya ingat jangka panjang. Selain itu, rutinitas belajar yang stabil juga membuat proses pengembangan skill terasa lebih ringan. Tidak perlu memaksakan diri menguasai semuanya dalam waktu singkat. Yang terpenting adalah terus bergerak maju secara konsisten. Jika kamu ingin membangun kebiasaan belajar yang lebih baik, kamu bisa membaca artikel Cara Membangun Kebiasaan Belajar Skill Secara Konsisten . Konsistensi sering kali menjadi pembeda utama antara mereka yang berkembang dan yang berhenti di tengah jalan.
3. Terapkan Metode Belajar Aktif
Belajar cepat bukan hanya soal membaca atau menonton materi sebanyak mungkin. Cara yang jauh lebih efektif adalah menggunakan metode belajar aktif. Misalnya dengan membuat catatan, menjelaskan kembali materi menggunakan kata-kata sendiri, atau langsung mempraktikkan apa yang dipelajari. Ketika otak dipaksa untuk memproses dan menggunakan informasi, pemahaman akan terbentuk lebih kuat dibanding hanya menerima informasi secara pasif. Selain itu, praktik langsung juga membantu menemukan bagian yang belum benar-benar dipahami. Oleh karena itu, usahakan setiap proses belajar selalu diikuti dengan tindakan nyata agar hasilnya lebih maksimal.
4. Manfaatkan Teknologi sebagai Alat Belajar
Era digital memberikan akses yang sangat luas terhadap sumber pembelajaran. Saat ini tersedia berbagai platform kursus online, webinar, e-book, video edukasi, hingga komunitas profesional yang bisa diakses dengan mudah. Dengan mengikuti program pelatihan dan sertifikasi profesi dapat meningkatkan kompetensi melalui program yang terstruktur dan diakui industri, kamu juga dapat mengikuti berbagai yang sesuai dengan bidang pekerjaanmu.
Teknologi memungkinkan seseorang belajar kapan saja dan dari mana saja. Namun, penting untuk memilih sumber belajar yang terpercaya dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Jangan sampai terlalu banyak mengonsumsi informasi tanpa benar-benar mempelajarinya secara mendalam. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk mempercepat pembelajaran, bukan menjadi sumber distraksi yang menghambat fokus.
5. Kembangkan Kemampuan Adaptasi
Di era informasi, tidak semua pengetahuan yang dipelajari hari ini akan tetap relevan beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dari proses belajar. Pembelajar cepat biasanya tidak terpaku pada satu metode atau satu sumber informasi saja. Mereka terbuka terhadap perubahan dan siap mempelajari hal baru ketika dibutuhkan. Kemampuan adaptasi ini sangat penting terutama dalam dunia kerja yang terus mengalami transformasi digital. Jika kamu ingin memahami lebih jauh mengenai pentingnya adaptasi, kamu bisa membaca artikel Skill Adaptasi yang Penting di Era Perubahan Teknologi . Semakin adaptif seseorang, semakin mudah pula ia mengikuti perkembangan zaman.
6. Jangan Takut Melakukan Kesalahan
Banyak orang lambat berkembang karena terlalu takut melakukan kesalahan. Padahal, kesalahan merupakan bagian alami dari proses belajar. Ketika mencoba hal baru, wajar jika tidak langsung berhasil. Justru melalui kesalahan, seseorang dapat memahami apa yang perlu diperbaiki dan dikembangkan. Pembelajar cepat biasanya memiliki pola pikir bahwa setiap kesalahan adalah kesempatan untuk belajar. Mereka lebih fokus pada proses perkembangan dibanding mengejar kesempurnaan. Dengan pola pikir seperti ini, proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak mudah terhambat oleh rasa takut gagal. Selain kemampuan belajar, memiliki sertifikasi kompetensi juga dapat menjadi nilai tambah untuk menunjukkan kemampuan yang telah dimiliki kepada perusahaan.
Menjadi pembelajar cepat di era informasi bukan berarti harus belajar lebih banyak dibanding orang lain, tetapi belajar dengan cara yang lebih efektif. Fokus pada skill yang relevan, belajar secara konsisten, menggunakan metode aktif, memanfaatkan teknologi, mengembangkan kemampuan adaptasi, dan berani belajar dari kesalahan merupakan langkah penting untuk mempercepat proses pembelajaran. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, kemampuan belajar menjadi salah satu aset paling berharga yang dapat membantu seseorang tetap relevan dan kompetitif. Oleh karena itu, investasi terbaik yang bisa dilakukan saat ini adalah terus meningkatkan kemampuan untuk belajar dan berkembang.
Sertifikasi Teknisi GIS BNSP
Sertifikasi Teknisi GIS BNSP – Sertifikasi BNSP Teknisi Pemetaan dan Sistem Informasi Geografis adalah sertifikasi profesi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menilai kompetensi seorang teknisi pemetaan dan sistem informasi geografis. Sertifikasi ini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Pemetaan dan Sistem Informasi Geografis, yang merupakan acuan bagi para tenaga kerja dalam mengembangkan kompetensinya. Sertifikasi BNSP Teknisi Pemetaan dan Sistem Informasi Geografis memiliki lingkup pekerjaan yang mencakup:
- Melakukan pengumpulan, pengolahan, dan analisis data spasial
- Membangun dan mengelola sistem informasi geografis
- Menghasilkan produk pemetaan dan sistem informasi geografis
Sertifikasi ini dapat diikuti oleh lulusan SMK bidang pemetaan dan sistem informasi geografis, atau lulusan SMA/SMK sederajat yang memiliki pengalaman kerja di bidang pemetaan dan sistem informasi geografis paling sedikit 2 (dua) tahun. Proses sertifikasi terdiri dari dua tahapan, yaitu:
- Asesmen teori, yang bertujuan untuk menilai pengetahuan dan pemahaman asesi tentang bidang pemetaan dan sistem informasi geografis.
- Asesmen praktik, yang bertujuan untuk menilai keterampilan dan kemampuan asesi dalam menjalankan pekerjaan teknisi pemetaan dan sistem informasi geografis.
Asesmen teori dan praktik dilakukan oleh asesor yang kompeten dan berpengalaman di bidang pemetaan dan sistem informasi geografis.
Jika dinyatakan lulus dalam sertifikasi ini, asesi akan mendapatkan sertifikat profesi yang berlaku selama 3 (tiga) tahun. Sertifikat ini dapat diperpanjang dengan mengikuti uji kompetensi ulang.
Manfaat yang diperoleh dari sertifikasi BNSP Teknisi Pemetaan dan Sistem Informasi Geografis antara lain:
- Meningkatkan daya saing tenaga kerja di bidang pemetaan dan sistem informasi geografis.
- Meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja.
- Meningkatkan kesempatan kerja.
- Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.
UNIT KOMPETENSI LEVEL 5
| NO | KODE UNIT | JUDUL UNIT KOMPETENSI |
| Unit Kompetensi Inti: | ||
| 1 | M.71lGN00.098.2 | Mengoperasikan Perangkat Lunak Sistem Informasi Geografis |
| 2 | M.71IGN00.197.2 | Membaca Peta |
| 3 | M.71IGN00.249.2 | Melakukan Deteksi Permasalahan Perangkat Lunak dan Perangkat Keras Sistem Informasi Geografis |
| Unit Kompetensi pilihan: | ||
| 1 | M.71IGN00.103.2 | Melakukan Kompilasi Data Geospasial |
| 2 | M.71IGN00.186.2 | Mengintegrasikan Data Spasial dengan Data Nonspasial |
| 3 | M.71IGN00.187.2 | Melakukan Konversi Antar Format File Penyimpanan Data Geospasial |
| 4 | M.71IGN00.188.3 | Mengedit Data Geospasial |
| 5 | M.71IGN00.255.2 | Membangun Basis Data Kartografi |
| 6 | M.71IGN00.261.2 | Menyajikan Informasi Geospasial Sesuai Template yang Telah Disiapkan oleh Kartografer |
RINGKASAN SKEMA SERTIFIKASI TEKNISI GIS BNSP
Mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan target dengan menjalankan metode yang sudah ditetapkan, serta mampu menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas yang terukur. Mampu mengelola kelompok kerja. Menguasai prinsip dasar SIG. Mampu melakukan deteksi permasalahan perangkat lunak dan perangkat keras SIG, melakukan pengumpulan data geospasial, mengintegrasikan data geospasial, menyusun laporan tertulis secara komprehensif. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok.
PERSYARATAN DASAR
- Operator SIG dengan pengalaman kerja paling sedikit (satu) tahun dijenjangnya; atau
- Lulusan S1 Pendidikan Geografi yang memiliki sertifikat Pelatihan bidang SIG jenjang 5 (lima dan memiliki pengalaman kerja di bidang SIG paling sedikit 1 (satu) tahun; atau
- Lulusan D3 bidang SIG/Survei Pdan Pemetaan/Geomatika; atau
- Lulusan D3 selain bidang SIG, memiliki sertifikat pelatihan Teknisi Pemetaan dan SIG dari lembaga pelatihan/institusi atau memiliki pengalaman kerja paling sedikit 1 (satu) tahun. Lembaga pelatihan/Institusi contohnya tidak terbatas antara lain : 1)Perguruan tinggi yang mempunyai program studi Teknik Geodesi/Geomatika/Geografi yang terakreditasia atau Unggul di BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional- Perguruan Tinggi); atau 2)Institusi pemerintah yang melaksanakan pelatihan di bidang survei dan pemetaan; atau 3) Lembaga pelatihan yang terakreditasi; atau
- Lulusan D1 bidang SIG/Survei dan Pemetaan/Teknik Geomatika/Informasi Geospasial dan memiliki pengalaman kerja di bidang Teknisi Pemetaan dan SIG paling sedikit 2 (dua) tahun; atau
- Lulusan SMK bidang SIG/Survei dan Pemetaan/Teknik Geomatika/Informasi Geospasial dengan lama pendidikan 4 (empat) tahun dan memiliki pengalaman kerja di bidang Teknisi Pemetaan dan SIG paling sedikit 2 (dua) tahun.
PERSYARATAN PENDAFTAR SERTIFIKASI TEKNISI GIS BNSP
- Memiliki KTP/Identitas yang diakui oleh Negara;
- Memiliki Ijasah Terakhir atau Sertifikat Pelatihan berbasis kompetensi Bidang Survei Terestris;
- Surat Keterangan Pengalaman Kerja dibidangnya dari atasannya, apabila ada;
- Memiliki sertifikat Keahlian penunjang lainnya;
- Pas Foto berwarna 3×4 (background merah, 5 lembar)
- Membawa laptop sendiri yang sudah terinstal software Arcgis
WAKTU & UJI KOMPETENSI
Paket Reguler Offline
Tanggal Pelaksanaan : 17 sd 19 September 2026
Waktu : 08.00 s.d 16.00 WIB
Venue/TUK : TUK Sewaktu di Yogyakarta
FASILITAS
- Materi
- Training Kit
- Souvenir
- Sertifikat Pelatihan
- Sertifikat KAN
- Sertifikat BNSP
- Snack dan makan siang selama pelatihan
- Room Meeting
INSTRUKTUR
Dwi Sulistyo dan Tim LSP
Informasi |
||
|
PELATIHAN DAN SERTIFIKASI BNSP INSPEKTUR KELISTRIKAN
Inspektur Kelistrikan BNSP – Kebutuhan akan personil pemegang jabatan tenaga teknik khusus yang mempunyai kompetensi kerja standar sektor industri migas, makin dirasakan karena sifat industri migas yang padat teknologi, padat modal dan berisiko bahaya yang tinggi. Kompetensi kerja personil ini merupakan persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh pemegang jabatan tenaga teknik khusus (TTK) sektor industri migas serta panas bumi, sub sektor industri migas hulu dan hilir antara lain untuk bidang inspektur tangki timbun di Indonesia, yang disusun secara sistematis dalam SKKNI.
Salah satu pekerjaan yang dilaksanakan oleh pemegang jabatan TTK tersebut adalah melaksanakan inspeksi teknik di sektor industri migas. Jabatan ini dituntut untuk memiliki kompetensi kerja sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI). Kompetensi kerja personil ini merupakan persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh pemegang jabatan tenaga teknik khusus sektor industri migas, sub sektor industri minyak dan gas bumi antara lain untuk bidang inspektur kelistrikan di Indonesia. Prosedur perumusan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) tersebut sesuai amanat
DESKRIPSI
PP Nomor 31 Tahun 2006, tentang Sistim Pelatihan Kerja Nasional pasal 5, 6 dan 7 (diganti dengan Permenakertrans No.8 Tahun 2012 Tatacara Penetapan SKKNI). Perumusan SKKNI ini disusun dengan melibatkan stakeholder yang berkaitan dengan substansi standar dan dilaksanakan oleh Panitia Perumusan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk Tenaga Teknik Khusus yang bekerja pada bidang kelistikan sub sektor industri migas dan panas bumi. Dengan demikian akan dihasilkan SDM yang handal untuk mengelola kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) secara profesional. Melalui penyiapan SDM yang memiliki kualifikasi dan kompetensi terstandar maka bangsa Indonesia akan survive dalam menghadapi era kompetisi dan perdagangan bebas.
Inspeksi terhadap kelistrikan diperlukan untuk memastikan bahwa pemasangan peralatan listrik tersebut memenuhi persyaratan spesifikasi teknis, standar dan peraturan pemerintah yang berlaku. Sebetulnya inspeksi itu sendiri dilakukan bertahap dan oleh semua pihak yang terkait dengan pemasangan, operasi dan perawatan kelistrikan ini. Mulai dari pihak pemilik yang adalah operator/ perusahaan minyak dan gas itu sendiri, pihak kontraktor dan ada pula badan sertifikasi bertindak sebagai badan indenpen yang memastikan bahwa semua aspek kualitas memenuhi persyaratan keselamatan dan integritas dari pada peraturan pemerintah yang berlaku. Segala langkah pelaksanaan inspeksi harus dilakukan berdasarkan pedoman pelaksanaan yang telah saling disetujui oleh berbagai pihak yang terkait atau yang berkepentingan.
LINGKUP KEGIATAN INSPEKTUR KELISTRIKAN
Kegiatan dimaksud adalah program pembelajaran/ pelatihan yang dilanjutkan dengan Uji Kompetensi (asesment). Pembekalan dilaksanakan oleh Lembaga Diklat Profesi HSE SKILL UP, sedangkan proses Sertifikasi dilaksanakan oleh LSP. Sertifikat Kompetensi diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi bagi peserta yang dinyatakan kompeten.
TUJUAN SERTIFIKASI INSPEKTUR KELISTRIKAN
- Peserta memahami landasan hukum yang terkait dengan kelistrikan khususnya yang diaplikasikan pada industri migas
- Peserta memahami tahap-tahap inspeksi teknik kelistrikan, mulai dari tahap engineering (desain) sampai saat operasi dan pemeliharaan. Desain peralatan listrik harus diperiksa dengan cermat.
- Peserta mampu menganalisa atau menelaah semua persyaratan code/ peraturan yang berlaku sudah tercakup dalam rencana inspeksi dan uji (Inspection Test Plan/ ITP) yang dibuat oleh pihak pemanufaktur (untuk kelistrikan baru) ataupun pihak pemilik/ owner (untuk kelistrikan terpasang)
- Peserta mampu melaksanakan rekaman hasil inspeksi (inspection recording)
- Dapat melakukan inspeksi secara benar dan aman untuk jaminan sistem yang dikelola khususnya sistem kelistrikan perusahaan
SERTIFIKAT KOMPETENSI
Bagi peserta / asesi yang telah mengikuti rangkaian kegiatan assessment dan dinyatakan lolos kualifikasi dan administrasi, akan direkomendasikan untuk memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
UNIT KOMPETENSI
| No | Kode Unit | Judul Unit Kompetensi |
| 1. | M.712039.001.01 | Menerapkan Peraturan dan Perundangan Keselamatan, Kesehatan Kerja |
| 2. | M.712039.002.01 | dan Lindungan Lingkungan di Tempat Kerja
Melakukan Identifikasi Dokumen Perencanaan dan/ atau Riwayat Data |
| 3. | M.712039.003.01 | Peralatan Melakukan Identifikasi Kelistrikan |
| 4. | M.712039.004.01 | Memeriksa Fisik dan Menyaksikan Pengujian Generator |
| 5. | M.712039.005.01 | Memeriksa Fisik dan Menyaksikan Pengujian Transformer |
| 6. | M.712039.006.01 | Memeriksa Fisik dan Menyaksikan Pengujian Unit Switch Gear |
| 7. | M.712039.007.01 | Memeriksa Fisik dan Menyaksikan Pengujian Unit MCC (Motor Control |
| 8. | M.712039.008.01 | Center)
Membuat Laporan dan Rekomendasi Hasil Inspeksi Kelistrikan |
PERSYARATAN
Pelatihan ini ditujukan bagi para teknisi, engineer, pengawas, khususnya pada jabatan inspector pada pekerjaan inspeksi kelistrikan dengan masa kerja sekurang-kurangnya 5 tahun pada industri migas.
PERSYARATAN UJIAN
- Foto copy Ijasah terakhir yang dilegalisir
- Foto copy KTP yang masih berlaku
- Curriculum vitae terakhir
- Foto copy sertifikat terkait (bila ada)
- Surat rekomendasi
- Menyiapkan Portofolio pekerjaan/dokumen lain yang mendukung
- Surat keterangan sehat dari dokter
- Surat pengalaman kerja dari perusahaan yang bersangkutan
- Pas foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar, dan ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lembar
PERSYARATAN PESERTA
Minimal Berijasah D3 atau setingkat, dengan pengalaman kerja minimal dua tahun sebagai inspektor serta telah melaksanakan pekerjaan Inspeksi Kelistrikan di perusahaan.
METODE UJI KOMPETENSI
Setiap peserta akan diberikan penilaian berupa evaluasi melalui ujian dengan ketentuan sebagai berikut:
- Pelaksanaan ujian tulis dengan System Multiple Choice / Essay
- Verifikasi portofolio / penelusuran bukti utama dan bukti tambahan melalui proses wawancara
- Praktek / simulasi (bila diperlukan)
- Proses Uji Kompetensi dilaksanakan selama 1 hari
WAKTU DAN TEMPAT UJI KOMPETENSI
Tanggal : 5 sd 7 Agustus 2026
Waktu : 08.00 s.d 16.00 WIB
Via : Online
(Tanggal dan tempat pelaksanaan kegiatan bersifat tentative menunggu kuota peserta terpenuhi dan menyesuaikan kebutuhan peserta/perusahaan)
FASILITAS
Biaya termasuk fasilitas sebagai berikut :
- Materi Pelatihan
- Sertifikat Pelatihan Berbasis SKKNI
- Sertifikat dari BNSP, bagi peserta yang dinyatakan kompeten Biaya belum termasuk fasilitas sebagai berikut:
- Pajak-pajak yang berlaku
INFORMASI & PENDAFTARAN
Jl. PATANGPULUHAN NO 26A, Yogyakarta
Website||www.minersolution.id|
Email | satriominersolutionid@gmail.com / satrio@minersolution.id
CP | Satrio | 081325177427










