Tag: universitas

Pelatihan Applied Failure Analysis (AFA) level 2 (AFA-2)

Pelatihan Applied Failure Analysis (AFA) level 2 (AFA-2) –  Didesain khusus untuk mendalami pemahaman terhadap kerusakan pada komponen powertrain dan hydraulic. Dengan fokus pada aspek-aspek kritis dalam sistem ini, peserta akan diberikan wawasan mendalam tentang jenis kerusakan, faktor-faktor penyebabnya, serta strategi pencegahan yang efektif. Dengan melibatkan studi kasus dunia nyata, AFA-2 akan memungkinkan peserta untuk menguasai keterampilan analisis yang diperlukan dalam menangani kerusakan pada komponen-komponen vital ini. Pengetahuan yang didapatkan dalam pelatihan ini akan memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan dalam dunia industri.

Dalam AFA-2, para peserta akan diajak memahami secara mendalam prinsip-prinsip kerusakan pada komponen powertrain dan hydraulic. Mulai dari analisis keausan hingga patahan, setiap aspek akan diuraikan dengan detil untuk memastikan pemahaman menyeluruh. Pelatihan ini juga menyoroti pentingnya manajemen yang efisien dalam melakukan analisis kerusakan guna meningkatkan kinerja dan keandalan sistem. Dengan memperoleh pengetahuan ini, peserta akan menjadi ahli yang mampu memberikan solusi berbasis bukti untuk mengatasi kerusakan dan meningkatkan efisiensi operasional.

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta tidak hanya akan memperoleh wawasan mendalam terhadap kerusakan pada komponen powertrain dan hydraulic, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut secara praktis untuk meningkatkan kinerja sistem dan meminimalkan downtime. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi ahli dalam menganalisis dan mengatasi kerusakan pada komponen-komponen yang vital bagi operasional industri.

Tujuan Applied Failure Analysis (AFA) level 2 

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu:

  • Mengembangkan keterampilan analisis kerusakan pada komponen powertrain dan hydraulic, termasuk identifikasi visual, pengujian non-destruktif, dan metode analisis lainnya.
  • Knowledge: Memahami prinsip-prinsip dasar metalurgi terkait dengan powertrain dan hydraulic, serta mengetahui faktor-faktor penyebab kerusakan dan strategi pencegahan yang efektif.
  • Attitude: Meningkatkan sikap proaktif terhadap manajemen kerusakan dengan memprioritaskan keandalan sistem dan efisiensi operasional.

Materi Applied Failure Analysis (AFA) level 2 

  1. Dasar-dasar Metalurgi pada Powertrain dan Hydraulic
  2. Analisis Kerusakan: Keausan dan Patahan pada Komponen Powertrain
  3. Metode Pengujian Non-Destruktif (NDT) pada Hydraulic Components
  4. Faktor-faktor Penyebab Kerusakan dan Pencegahan yang Efektif
  5. Studi Kasus: Analisis Kerusakan pada Komponen Powertrain dan Hydraulic
  6. Manajemen Analisis Kerusakan untuk Peningkatan Efisiensi Operasional

Peserta Applied Failure Analysis (AFA) level 2 

  • Para profesional dan praktisi di bidang teknik, pemeliharaan, dan manajemen operasional.
  • Mereka yang terlibat dalam pengoperasian dan pemeliharaan sistem powertrain dan hydraulic.
  • Mereka yang ingin meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam menganalisis dan mengatasi kerusakan pada komponen-komponen

Instruktur

Joko Winarno, ST., M.Eng & Team

 

Waktu & Lokasi

Tanggal            :    19 sd 20 Juni 2024

Pukul               :    08.00 – selesai

Tempat            :    Kota Yogyakarta/Jakarta/Bandung

 

Fasilitas

  • Module / Handout
  • Sertifikat dari Bexcellent Mitra Cemerlang
  • Training Kit
  • Soft Copy Materi
  • Coffee Break & Lunch
  • Souvenir Exclusif
  • Meeting Room

Informasi

OfficeJl. Parangtritis Km. 6,5, Sewon, Bantul, YogyakartaPhone: (0274) 287 1 048Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

       Nama              :  Satrio                         (Customer Relation Officer)       Phone / WA  : 0813-2517-7427         Email: satrio@bexcellentjogja.com

 

 

https://bexcellentjogja.com/masa-persiapan-pensiun/

Sertifikasi Operator GIS BNSP

Operator GIS BNSP – Dalam era digital yang semakin maju, penggunaan Sistem Informasi Geografis telah menjadi kunci dalam pengelolaan dan analisis data spasial. GIS tidak hanya memberikan gambaran visual tentang data geografis, tetapi juga memungkinkan pengguna untuk menggabungkan, menganalisis, dan membuat keputusan berdasarkan informasi tersebut. Di balik kesuksesan implementasi GIS, terdapat peran krusial yang dimainkan oleh para operator GIS.

Dalam artikel ini, kami akan membahas dengan lebih mendalam tentang peran operator GIS dalam manajemen data spasial.  Selain itu, kita juga akan menjelajahi latar belakang pentingnya efisiensi dan akurasi dalam penggunaan GIS.

 

Menggali Peran Kritis Operator GIS dalam Pengelolaan Data Geografis

Dalam era digital yang dipenuhi dengan informasi spasial yang melimpah, keberadaan Operator Sistem Informasi Geografis (GIS) menjadi semakin penting dalam memastikan data geografis tersedia, akurat, dan bermanfaat. Dari pemetaan hingga analisis kompleks, operator GIS bertanggung jawab untuk menjaga integritas dan kehandalan informasi yang memainkan peran vital dalam berbagai sektor.

Artikel ini akan membahas peran yang kritis dan beragam tugas yang diemban oleh operator GIS dalam pengelolaan data geografis. Kami akan mengupas tuntas tugas-tugas pokok yang menjadi fokus utama para operatorGIS, serta merinci keterampilan dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut dengan efektif.

Selain itu, kami akan menjelajahi bagaimana operator GIS berperan dalam pemetaan yang akurat, analisis mendalam, dan pemeliharaan data geografis. Dari menangkap data mentah hingga menyajikan informasi yang mudah dimengerti, peran mereka membentuk landasan yang kokoh bagi pengambilan keputusan yang didukung oleh data geografis. Mari kita mulai dengan memahami esensi dari pekerjaan sehari-hari seorang operator dan bagaimana mereka memainkan peran krusial dalam mendukung berbagai kegiatan yang bergantung pada informasi geografis.

Membuka Pintu Dunia Operator GIS: Teknologi dan Integrasi yang Menggerakkan Inovasi

Dalam era di mana informasi menjadi mata uang yang paling berharga, Operator Sistem Informasi Geografis (GIS) menjadi penjaga kunci akses ke dunia data spasial. Namun, di balik layar, mereka didukung oleh teknologi canggih yang memungkinkan mereka untuk menjalankan tugas-tugas mereka dengan presisi dan efisiensi yang luar biasa.

Artikel ini akan membahas tentang perangkat lunak GIS yang umum digunakan, menjadi fondasi bagi pekerjaan sehari-hari para operator GIS. Mulai dari aplikasi yang user-friendly hingga perangkat lunak yang lebih kompleks, kami akan mengeksplorasi alat-alat yang memungkinkan para profesional GIS untuk memanfaatkan data geografis dengan cara yang lebih efektif.

Selain itu, kami juga akan membahas perangkat keras yang digunakan dalam operasi GIS.

 

Penyusunan Standar Operasional

Standar operasional memainkan peran krusial dalam memastikan konsistensi dan kualitas dalam pengelolaan data geografis. Dengan standar yang jelas, operator GIS dapat memastikan bahwa proses pengumpulan, analisis, dan presentasi data dilakukan dengan cara yang konsisten dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selain itu, standar operasional juga membantu dalam meminimalkan kesalahan dan meningkatkan efisiensi dalam operasi sehari-hari.

 

Dalam lingkungan teknologi yang terus berubah, pelatihan dan pengembangan keterampilan menjadi kunci untuk memastikan bahwa operator tetap relevan dan kompeten. 

Dengan memanfaatkan teknologi ini, operator dapat meningkatkan produktivitas mereka dan menghasilkan hasil yang lebih baik dalam waktu yang lebih singkat. Dengan demikian, melalui penyusunan standar operasional yang baik, pelatihan dan pengembangan keterampilan yang teratur, serta pemanfaatan teknologi baru, para operator GIS dapat membentuk profesionalisme mereka dan menjaga kualitas kerja mereka dalam mengelola data geografis yang semakin kompleks dan dinamis.

Peran operator juga memiliki dampak yang signifikan dalam mendukung keberlanjutan dan mitigasi risiko. Mereka dapat membantu dalam pemetaan sumber daya alam, pemantauan pola perubahan lingkungan, dan perencanaan untuk mitigasi bencana alam.

Menyimpulkan Peran Vital Operator GIS dalam Mengelola Data Spasial

Namun, tidaklah mudah bagi para operator GIS untuk terus berada di garis depan teknologi dan memenuhi tantangan yang terus berkembang. Namun, di balik tantangan tersebut, terbuka pula peluang untuk pengembangan lebih lanjut.

Kerjasama lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Selain itu, pembaruan terus-menerus dalam keterampilan dan teknologi juga menjadi penting.

 

Informasi Pendaftaran Sertifikasi Operator GIS

Office

Jl. Parangtritis Km. 6,5, Sewon, Bantul, Yogyakarta

Phone: (0274) 287 1 048

Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

       Nama              :  Satrio

                        (Customer Relation Officer)

       Phone / WA  : 0813-2517-7427

         Email: satrio@bexcellentjogja.com

 

 

 
 
 
 

https://bexcellentjogja.com/pelatihan-sertifikasi-bnsp-profesi-geospasial/

Silabus Operator GIS bisa klik link dibawah ini

OPERATOR GIS

 
 

Pelatihan & Sertifikasi Administrasi Perkantoran BNSP

Administrasi Perkantoran BNSP – Dalam dinamika organisasi, Administrasi Perkantoran menjadi pilar utama dalam menjamin kelancaran dan efisiensi operasional, tak terkecuali di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Latar belakang penerapan Administrasi Perkantoran dalam BNSP menjadi kunci utama bagi keberhasilan penyelenggaraan tugas dan fungsi lembaga.

Seiring dengan tuntutan tata kelola yang semakin kompleks, administrasi perkantoran bukan hanya sekadar serangkaian tugas rutin, melainkan sebuah fondasi yang mendasari keberhasilan setiap inisiatif dan keputusan yang diambil oleh BNSP. Artikel ini akan membahas secara mendalam latar belakang dari implementasi Administrasi Perkantoran di BNSP dan menggali peran krusial yang diemban oleh divisi ini dalam mendukung pencapaian tujuan lembaga.

 

Mengungkap Kunci Sukses Administrasi Perkantoran

Dalam menjalankan roda organisasionalnya, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) tidak dapat terlepas dari peran vital Administrasi Perkantoran. Dengan berfokus pada tugas-tugas administratif yang esensial, mari kita selami beberapa aspek krusial yang membuat Administrasi Perkantoran  menjadi fondasi yang tak tergantikan.

1. Pengelolaan Dokumen dan Arsip

Pengelolaan dokumen dan arsip menjadi pondasi utama Administrasi Perkantoran BNSP. Kehadiran sistem pengarsipan yang terstruktur bukan hanya sebagai pendukung operasional sehari-hari, tetapi juga sebagai langkah proaktif untuk memenuhi standar keamanan dan keberlanjutan informasi.

Dalam blog ini, kita akan menggali bagaimana Administrasi Perkantoran mengimplementasikan kebijakan pengelolaan dokumen yang efektif, membantu dalam meminimalkan risiko dan memastikan aksesibilitas informasi yang optimal.

2. Penyelenggaraan Rapat dan Pertemuan

Keberhasilan suatu organisasi seringkali ditentukan oleh kejelasan komunikasi dan koordinasi internal. Administrasi Perkantoran BNSP bertanggung jawab atas penyelenggaraan rapat dan pertemuan yang efisien.

3. Pengelolaan Surat Menyurat

Surat menyurat merupakan medium komunikasi formal yang tetap relevan dalam lingkup administrasi perkantoran. Bagaimana BNSP mengelola surat menyuratnya secara efisien? Artikel ini akan membahas kebijakan pengelolaan surat, metode distribusi yang efektif, dan bagaimana Administrasi Perkantoran menjadi garda terdepan dalam menjaga kejelasan komunikasi melalui medium ini.

4. Tugas-tugas Administratif Lainnya

Selain tiga aspek utama di atas, tugas-tugas administratif lainnya juga memiliki peran signifikan dalam mendukung operasional harian BNSP. Dari pemantauan inventaris hingga manajemen perjalanan dinas, artikel ini akan membahas variasi tugas administratif lainnya yang menjadi tulang punggung kelancaran operasional BNSP.

Melalui pembahasan ini, kita akan menemukan betapa pentingnya Administrasi Perkantoran BNSP dalam menyelaraskan berbagai kegiatan operasional, memastikan bahwa setiap roda organisasi berputar dengan seimbang dan efisien.

Mari kita eksplorasi bersama bagaimana Administrasi Perkantoran BNSP menjadi kunci sukses di balik prestasi lembaga ini.

 

Mengungkap Keteraturan: Struktur Organisasi Administrasi Perkantoran BNSP</h3>

Struktur organisasi menjadi landasan bagi suksesnya setiap lembaga, tak terkecuali Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

1. Deskripsi Jabatan dan Tanggung Jawab

Administrasi Perkantoran menghadirkan sejumlah jabatan yang memiliki peran masing-masing dalam mendukung kelancaran operasional lembaga. Dari Kepala Bagian Administrasi hingga Staf Administrasi, kita akan merinci deskripsi jabatan dan tanggung jawab yang melekat. Bagaimana peran setiap individu dalam menjaga kelancaran administratif dan mendukung misi BNSP?

2. Hubungan Antara Bagian Administrasi dengan Unit Lainnya</h3>

Keberhasilan Administrasi Perkantoran tidak hanya bergantung pada keterampilan individu, tetapi juga pada integrasi yang kuat dengan unit lain di dalam BNSP. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana hubungan antara bagian administrasi dengan unit-unit lainnya seperti Keuangan, SDM, dan Unit Operasional. Bagaimana kolaborasi antarbagian memastikan arus informasi yang cepat dan keputusan yang terkoordinasi?

 

Membangun Fondasi Kuat: Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Administrasi Perkantoran BNSP</strong>

Dalam menjalankan tugas-tugas administratifnya, tenaga administrasi menjadi tulang punggung bagi kelancaran operasional sebuah organisasi, termasuk Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Artikel ini akan membahas tiga aspek utama yang membentuk kualifikasi dan kompetensi tenaga administrasi, dari pendidikan hingga keahlian teknologi informasi.

1. Pendidikan dan Pelatihan yang Diperlukan

Pendidikan dan pelatihan menjadi fondasi penting bagi tenaga administrasi dalam mengemban tugas-tugasnya dengan baik.  Bagaimana pendidikan dan pelatihan ini membantu meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga administrasi BNSP?

2. Kemampuan Komunikasi dan Keterampilan Teknis

Kemampuan komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menjalankan tugas administratif dengan efisien. Selain itu, keterampilan teknis seperti penguasaan bahasa inggris, kemampuan mengetik cepat, dan keahlian dalam menggunakan perangkat lunak kantor menjadi hal penting yang harus dimiliki. Dalam artikel ini, kita akan menyoroti bagaimana kemampuan komunikasi yang efektif dan keterampilan teknis yang memadai memainkan peran krusial dalam kesuksesan tenaga administrasi BNSP.

3. Keahlian Penggunaan Teknologi Informasi

Dalam era digital seperti sekarang, keahlian dalam menggunakan teknologi informasi menjadi hal yang tak terelakkan bagi tenaga administrasi. Mulai dari penggunaan aplikasi pengolah kata hingga sistem manajemen basis data, artikel ini akan membahas betapa pentingnya tenaga administrasi memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi informasi secara efektif.

 

Menghadapi Tantangan: Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Administrasi

Tenaga administrasi seringkali berada di garis depan dalam menangani berbagai tantangan yang muncul dalam menjalankan tugas-tugas administratifnya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi dua aspek penting seputar kualifikasi dan kompetensi tenaga administrasi, yaitu tantangan umum yang dihadapi serta strategi dan solusi untuk mengatasinya.

1. Tantangan Umum dalam Administrasi Perkantoran

Tantangan dalam administrasi perkantoran dapat bervariasi, mulai dari penumpukan pekerjaan hingga kesulitan dalam mempertahankan tingkat keakuratan dan kecepatan dalam mengelola dokumen dan arsip. Artikel ini akan membahas beberapa tantangan umum yang dihadapi oleh tenaga administrasi BNSP, seperti ketidakseimbangan beban kerja, perubahan kebijakan internal, dan peningkatan kompleksitas tugas administratif. Bagaimana tantangan-tantangan ini memengaruhi kinerja dan efisiensi tenaga administrasi?

2. Strategi dan Solusi Mengatasi Tantangan Tersebut

Setiap tantangan tentu memiliki solusi yang tepat agar dapat diatasi dengan efektif. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai strategi dan solusi yang dapat diterapkan oleh tenaga administrasi BNSP untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Mulai dari pengaturan prioritas tugas, penerapan teknologi informasi yang canggih, hingga peningkatan komunikasi antarbagian. Bagaimana strategi dan solusi ini membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam menjalankan tugas administratif?

Dengan memahami tantangan yang dihadapi dan mencari solusi yang tepat, tenaga administrasi BNSP dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi berbagai rintangan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Mari bersama-sama mengeksplorasi bagaimana kualifikasi dan kompetensi yang tepat dapat membantu tenaga administrasi mengatasi berbagai tantangan dengan kemampuan yang lebih baik.

 

Membangun Masa Depan: Inovasi dalam Administrasi Perkantoran BNSP

Dalam era di mana teknologi terus berkembang dengan pesat dan tuntutan efisiensi semakin meningkat, inovasi dalam administrasi perkantoran menjadi kunci untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan operasional sebuah lembaga, termasuk Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai inovasi yang diterapkan dalam administrasi perkantoran, dari pemanfaatan teknologi baru hingga implementasi praktik terbaik yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Dengan adanya inovasi, BNSP dapat menghadapi berbagai tantangan yang muncul dalam menjalankan tugas administratifnya dengan lebih baik. Mari

 

Menelusuri Jejak Keberhasilan: Studi Kasus Implementasi Administrasi Perkantoran BNSP

Studi kasus tentang implementasi administrasi perkantoran BNSP tidak hanya memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana suatu lembaga mengelola tugas-tugas administratifnya, tetapi juga mengungkapkan dampak nyata yang dimiliki oleh efisiensi administrasi terhadap keseluruhan kinerja organisasi. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi pengalaman positif dan pembelajaran yang diperoleh dari implementasi administrasi perkantoran BNSP serta dampak positifnya pada kinerja organisasi secara keseluruhan.

 

1. Pemanfaatan Teknologi Baru

BNSP senantiasa berupaya untuk mengadopsi teknologi terbaru dalam mengelola tugas-tugas administratifnya. Pemanfaatan sistem manajemen dokumen digital, aplikasi manajemen proyek online, serta penggunaan perangkat lunak analitik data menjadi beberapa contoh bagaimana BNSP memanfaatkan tekno Dalam bagian ini, kita akan menjelajahi berbagai teknologi baru yang telah diterapkan oleh BNSP dan dampaknya terhadap kinerja administratif.

2. Implementasi Praktik Terbaik

BNSP juga aktif dalam menerapkan praktik terbaik dalam administrasi perkantorannya. Hal ini meliputi penggunaan metode manajemen waktu yang efektif, penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, serta peningkatan kolaborasi antarbagian. Dengan 

3. Upaya Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas

Tujuan utama dari inovasi dalam administrasi perkantoran BNSP adalah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara keseluruhan. Melalui penggunaan teknologi baru dan penerapan praktik terbaik, BNSP terus melakukan upaya-upaya untuk memperbaiki proses kerja dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia. Dalam bagian ini, kita akan membahas berbagai langkah konkret yang diambil oleh BNSP dalam rangka meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam administrasi perkantorannya.

Dengan terus menerapkan inovasi dalam administrasi perkantoran, BNSP dapat tetap relevan dan adaptif dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang. Mari kita bersama

Kesimpulan Administrasi Perkantoran BNSP</h3>

Setelah menjelajahi berbagai aspek dan inovasi dalam administrasi perkantoran BNSP, kita dapat menyimpulkan beberapa hal penting yang menjadi landasan bagi keberhasilan operasional lembaga ini.

Rangkuman Temuan Utama

Dalam perjalanan ini, kita telah melihat bagaimana Administrasi Perkantoran menjadi tulang punggung kelancaran operasional lembaga, mulai dari pengelolaan dokumen hingga implementasi teknologi terbaru. Beberapa temuan utama yang perlu disoroti adalah:

      • Pentingnya penerapan sistem manajemen dokumen digital untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas informasi.
      • Peran krusial komunikasi dan kolaborasi antarbagian dalam menjaga koordinasi operasional.
      • Dampak positif dari inovasi dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan.

Pentingnya Administrasi Perkantoran

Pentingnya administrasi perkantoran dalam mendukung BNSP tidak bisa dilebih-lebihkan. Dari pengelolaan dokumen hingga strategi inovatif, administrasi perkantoran menjadi tulang punggung dalam menjaga kelancaran dan keberhasilan operasional lembaga.

https://bexcellentjogja.com/pembinaan-sertifikasi-ak3-pubt/

 
Informasi Lebih Lanjut:
 
 
 

PROPOSAL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI DAN UJI KOMPETENSI SKEMA MANAJEMEN PELAYANAN BERDASARKAN SKKNI NO. KEP. 183 TAHUN 2017

SSQO – Profesi di bidang pelayanan pelanggan di Indonesia memiliki peran yang sangat menentukan bagi suatu organisasi bisnis di semua sektor industri, termasuk Badan dan Lembaga Pemerintahan. Profesi ini diterjemahkan beragam dalam peran dan tanggung jawabnya tergantung dari kompleksitas organisasi. Ada yang menyebutnya customer service, front liner, pelayan publik, customer relations, dll. Penyebutan tersebut sangat beragam dan masing-masing berisi peran dan tanggung jawab yang berbeda tergantung dari besar kecilnya ukuran organisasinya serta sistem manajemen yang diterapkan dalam organisasi tersebut. Proses pengembangan kompetensi profesi ini juga beragam dalam jenis programnya maupun cara eksekusinya di setiap organisasi dan badan usaha pemerintah. Ada organisasi yang sudah memiliki sistem pengembangan kompetensi yang terstruktur, namun ada juga yang belum atau tidak memiliki program apapun dalam mengembangkan pekerja yang memegang peranan ini.

Organisasi-organisasi multi nasional yang memiliki kantor pusat di negara maju atau badan usaha milik negara maupun pemerintahan yang sudah cukup maju biasanya sudah memiliki program yang cukup komprehensif dalam pengembangan kompetensi administrasi perkantoran melalui pelatihan yang teratur, terukur, dan terstruktur.

Deskripsi

Untuk menjamin bahwa pengelolaan dan pengembangan pekerja di organisasi terlaksana dengan kaidah-kaidah yang benar sehingga menghasilkan kapasitas dan kapabilitas organisasi dalam mencapai tujuannya secara efektif, maka diperlukan pelaksana dan penanggung jawab fungsi pelayanan yang kompeten di bidangnya. Sehubungan dengan kebutuhan tersebut, diperlukan pembinaan dan pengembangan standar kompetensi bidang pelayanan untuk memenuhi tuntutan industri, masyarakat, asosiasi, dan praktisi yang diakui secara nasional dan/atau internasional. Dengan disusunnya standar kompetensi bidang administrasi pelayanan diharapkan para pelaksana dan penanggungjawab administrasi organisasi dapat mempergunakannya sebagai acuan standar dalam pengembangan kualitas, kapasitas dan kapabilitasnya sehingga mampu bersaing di pasar kerja.

Sebagai bagian dari fungsi penting sebuah organisasi bisnis, customer service pada akhirnya memiliki peran yang sangat penting dalam terciptanya sebuah organisasi yang memiliki kinerja tinggi melalui tugas-tugas yang diembannya. Melalui kegiatan pelatihan, maka kompetensi di bidang pelayanan akan dapat dioptimalkan bahkan diakui melalui sebuah sertifikat kompetensi profesi dengan mengikuti serangkaian proses uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

Sertifikat Kompetensi Service Quality Officer

Sertifikasi kompetensi adalah proses pemberian sertifikasi kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi kerja baik yang bersifat nasional maupun internasional. Dengan memiliki sertifikasi kompetensi bidang pelayanan maka seseorang akan mendapatkan bukti pengakuan tertulis atas kompetensi yang dikuasainya.

Tujuan Service Quality Officer

  1. Mendapatkan gambaran mengenai kompetensi kerja, berupa keahlian di bidang layanan Administrasi Perkantoran dengan mengacu pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep. 183/2017 Tentang Penetapan SKKNl Kategori Golongan Pokok Aktivitas Administrasi Kantor, Aktivitas Penunjang Kantor dan Aktivitas Penunjang Usaha Lainnya Bidang Administrasi Profesional
  2. Memahami Standar Kompetensi seorang Customer Service serta mampu melaksanakan tugas-tugasnya sesuai Unit-unit Kompetensi yang ditentukan
  3. Terpenuhinya tenaga kerja kompeten sesuai SKKNI bidang administrasi perkantoran sub bidang pelayanan pelanggan di perusahaan.

kualifikasi & Persyaratan Kompetensi Service Quality Officer

Berikut ini merupakan pilihan bagi anda untuk menyesuaikan dengan kompetensi anda saat ini:

  1. PELAKSANA PELAYANAN PRIMA PRATAMA / JUNIOR SERVICE QUALITY OFFICER (JSQO)

PESERTA :

Junior Frontliners Multi Industry, Junior Contact Center Agent, New Employee, Petugas Pelayananan Publik Pratama, Junior Trainers & Consultants, Fresh Graduate Students for ‘Sertifikat Pendamping Ijazah’ (SPI), juga Gada Pratama Security Officer.

2. PETUGAS PELAYANAN PRIMA SENIOR / SENIOR SERVICE QUALITY OFFICER (SSQO)

UNIT KOMPETENSI YANG DIUJI

PESERTA Service Quality Officer :

Senior Frontliners Multi Industry, Senior Contact Center Officer, Senior Relationship Officers, Sales Officer, Petugas Pelayanan Publik Senior, Senior Security Officers Certified Gada Madya

3. PENYELIA PELAYANAN PRIMA / SERVICE QUALITY SUPERVISOR (SQS)

PESERTA :

Penyelia Pelayanan Prima (Service Quality Supervisor / Managers), Super Senior Frontliners, Head Frontliners, Head Contact Center, Head Security Officer (Chief/Karu/Manager) Gada Madya Senior & Gada Utama.

Metode Kegiatan

Pada tahap pelatihan, kegiatan ditekankan pada pendekatan model pembelajaran orang dewasa dengan motode diskusi interaktif. Pelaksanaan Uji Kompetensi dilakukan setelah diberikan pembekalan oleh Asesor dari LSP-MPI untuk calon peserta Uji dan selanjutnya mengikuti ujian/evaluasi untuk mendapatkan sertifikasi.

Instruktur & Venue

Kegiatan sertifikasi ini akan diampu oleh praktisi dari asosiasi pendukung LSP. Pada tahap asesment, peserta akan diuji oleh Tim Assesor dari LSP

Teknis Kegiatan

– Training / refreshment   : 2 hari (08.00 – 16.00)

– Pra asesmen            : 1 hari (15.00 – 16.00)

– Uji Kompetensi / assessment      : 1 hari (08.00 – selesai)

29 sd 31 Januari 2024

(08.00 – selesai)

Peserta

  1. Peserta dari profesi Front Office, Administrasi, sekretaris atau professional yang berpengalaman di bidang yang terkait (dibuktikan dengan surat keterangan / rekomendasi, portofolio / bukti pekerjaan, serta mengisi form APL-01 dan 02)
  2. Peserta secara teknis menguasai bidang pelayanan serta mempunyai pengalaman kerja di bidangnya minimal 2 tahun
  3. Peserta dianjurkan membawa laptop masing-masing

SYARAT YANG WAJIB DIBAWA

  1. Mengisi Formulir Uji Kompetensi APL-01 (Disediakan LSP)
  2. Foto copy KTP
  3. Pas Foto 4×6 5 lembar, 3×4 5 lembar dan 2×3 5 lembar
  4. Laptop
  5. Pra Asesmen dan Asesmnet Mandiri APL-02 (Disediakn LSP)
  6. Foto copy Ijazah terakhir 1 lembar
  7. Foto copy Sertifikat-sertifikat training yang pernah diikuti
  8. Foto copy surat penugasan memberi pelatihan

Metode

  • Pelatihan atau Refreshment Setiap Unit Kompetensi
  • Pra – Assesment
  • Pembuatan dan pengumpulan berkas/bukti
  • Assesment
  • Verifikasi Portofolio
  • Test Tertulis sesuai Skema Sertifikasi
  • Wawancara

Fasilitas

  • Module / Handout
  • Sertifikat BNSP bagi yang kompeten
  • Sertifikat lembaga
  • Training Kit
  • Soft Copy Materi
  • Coffee Break & Lunch
  • Souvenir

Informasi

Office

Jl. Parangtritis, Km 6.5, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188

Phone: (0274) 287 1 048

Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

Rizki Satrio (Customer Relation officer)

PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG
( B-EXCELLENT CONSULTANT )

Excellent Service for Excellent People

Phone          : 0813-2517-7427

Fax              : 0274 – 414 137

Email          : satrio@bexcellentjogja.com

Mobile / WA  : 0813-2517-7427

Pelatihan Pelaksana Perencanaan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan

Pelatihan Konservasi Perairan – Pelatihan Pelaksana Perencanaan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (Level 3) adalah Pelatihan yang menunjukkan bahwa seseorang memiliki kompetensi dalam merencanakan dan melaksanakan pengelolaan kawasan konservasi perairan.

Sertifikasi ini biasanya diberikan oleh lembaga atau institusi yang memiliki kewenangan dalam bidang konservasi perairan, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan.

Untuk berkompeten dalam hal ini, seseorang harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam hal-hal seperti identifikasi, pemetaan, dan pemantauan sumber daya perairan; perencanaan dan pengelolaan kawasan konservasi perairan; serta koordinasi dan kerja sama dengan pemangku kepentingan terkait.

Pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan dan kredibilitas seseorang dalam bidang pengelolaan konservasi perairan, sehingga dapat membuka peluang karir yang lebih baik di sektor ini.

Tujuan

Tujuan dari Pelatihan Pelaksana Perencanaan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan adalah untuk memastikan bahwa individu yang memegang sertifikasi ini memiliki kemampuan untuk melakukan perencanaan dan pengelolaan kawasan konservasi perairan dengan baik dan sesuai dengan prinsip-prinsip konservasi.

Pelatihan ini dirancang untuk mengukur kemampuan individu dalam merencanakan dan mengelola kawasan konservasi perairan, termasuk pemahaman mereka tentang sumber daya perairan, strategi pengelolaan kawasan konservasi perairan yang efektif, dan peraturan dan kebijakan yang terkait dengan pengelolaan kawasan konservasi perairan.

Dengan memiliki sertifikat ini, individu diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam merencanakan dan mengelola kawasan konservasi perairan, sehingga dapat membantu dalam memastikan keberlanjutan sumber daya perairan dan lingkungan yang terkait di masa depan.

Untuk itu, kegiatan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada calon peserta pelatihan, yang merupakan unit pengelola kawasan konservasi dan dinas terkait. Sasaran peserta tersebut didasari oleh tugas dan fungsinya yang bergerak di bidang perencanaan pengelolaan kawasan konservasi dari target wilayah dibangunnya kawasan konservasi.

Materi

No Kode Unit Unit
1 A.033101.002.01 Menjelaskan beberapa proses dan interaksi penting pada ekosistem pesisir dan laut.
2 A.033103.001.01 Menjelaskan prinsip-prinsip kegiatan pendidikan untuk pengelolaan kawasan konservasi perairan.
3 A.033105.001.01 Menjelaskan prinsip-prinsip kegiatan perikanan berkelanjutan di kawasan konservasi perairan.
4 A.033101.003.01 Melakukan kegiatan persiapan awal perencanaan.
5 A.033101.001.01 Menjelaskan prinsip-prinsip dasar pengelolaan kawasan konservasi perairan

Waktu & Tempat Pelatihan Konservasi Perairan

Tanggal     : 28 sd 29 November 2023

Waktu       : 08.00 sd selesai

Tempat     : Yogyakarta

Instruktur Pelatihan Konservasi Perairan

Dr. Tarzan Purnomo, M.Si. & Tim

Fasilitas Pelatihan Konservasi Perairan

Biaya sudah termasuk fasilitas sebagai berikut

  • Materi training
  • Sertifikat Pelatihan dari PT. Bexcellent Mitra Cemerlang
  • Souvernir
  • 2 × coffe break & 1 Lunch

Biaya belum termasuk fasilitas sebagai berikut:

  • Pajak-pajak yang berlaku

Informasi

OfficeJl. Parangtritis Km. 6,5, Sewon, Bantul, YogyakartaPhone: (0274) 287 1 048Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

Nama              :  Satrio Customer Relation OfficerPhone / WA  : 0813 – 2517 – 7427Email : satrio@bexcellentjogja.com

https://bexcellentjogja.com/sertifikasi-bnsp-instruktur/

Sertifikasi BNSP Teknisi Pemetaan dan Sistem Informasi Geografis

Teknisi GIS – Sertifikasi BNSP Teknisi Pemetaan dan Sistem Informasi Geografis adalah sertifikasi profesi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menilai kompetensi seorang teknisi pemetaan dan sistem informasi geografis. Sertifikasi ini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Pemetaan dan Sistem Informasi Geografis, yang merupakan acuan bagi para tenaga kerja dalam mengembangkan kompetensinya. Sertifikasi BNSP Teknisi Pemetaan dan Sistem Informasi Geografis memiliki lingkup pekerjaan yang mencakup:

  • Melakukan pengumpulan, pengolahan, dan analisis data spasial
  • Membangun dan mengelola sistem informasi geografis
  • Menghasilkan produk pemetaan dan sistem informasi geografis

Sertifikasi ini dapat diikuti oleh lulusan SMK bidang pemetaan dan sistem informasi geografis, atau lulusan SMA/SMK sederajat yang memiliki pengalaman kerja di bidang pemetaan dan sistem informasi geografis paling sedikit 2 (dua) tahun. Proses sertifikasi terdiri dari dua tahapan, yaitu:

  • Asesmen teori, yang bertujuan untuk menilai pengetahuan dan pemahaman asesi tentang bidang pemetaan dan sistem informasi geografis.
  • Asesmen praktik, yang bertujuan untuk menilai keterampilan dan kemampuan asesi dalam menjalankan pekerjaan teknisi pemetaan dan sistem informasi geografis.

Asesmen teori dan praktik dilakukan oleh asesor yang kompeten dan berpengalaman di bidang pemetaan dan sistem informasi geografis.

Jika dinyatakan lulus dalam sertifikasi ini, asesi akan mendapatkan sertifikat profesi yang berlaku selama 3 (tiga) tahun. Sertifikat ini dapat diperpanjang dengan mengikuti uji kompetensi ulang.

Manfaat yang diperoleh dari sertifikasi BNSP Teknisi Pemetaan dan Sistem Informasi Geografis antara lain:

  • Meningkatkan daya saing tenaga kerja di bidang pemetaan dan sistem informasi geografis.
  • Meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja.
  • Meningkatkan kesempatan kerja.
  • Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.

Unit Kompetensi

Kode Unit
M.71IGN00.098.2 Mengoperasikan Perangkat Lunak Sistem Informasi Geografis
M.71IGN00.197.2 Membaca Peta
M.71IGN00.249.2 Melakukan deteksi permasalahan perangkat lunak dan perangkat keras SIG
M.71IGN00.103.2 Melakukan Kompilasi Data Geospasial
M.71IGN00.186.2 Mengintegrasikan Data Spasial dengan Data Nonspasial
M.71IGN00.187.2 Melakukan Konversi Antar Format File Penyimpanan Data Geospasial
M.71IGN00.188.3 Mengedit Data Geospasial
M.71IGN00.255.2 Membangun Basis Data Kartografi
M.71IGN00.261.2 Menyajikan Informasi Geospasial Sesuai Template yang Telah Disiapkan oleh Kartografer

Ringkasan Skema Teknisi GIS

Mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan target dengan menjalankan metode yang

sudah ditetapkan, serta mampu menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas yang

terukur. Mampu mengelola kelompok kerja. Menguasai prinsip dasar SIG. Mampu

melakukan deteksi permasalahan perangkat lunak dan perangkat keras SIG, melakukan pengumpulan data geospasial, mengintegrasikan data geospasial, menyusun laporan

tertulis secara komprehensif. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat

diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok.

Persyaratan Dasar Pemohon Sertifikasi Teknisi GIS

  • Operator SIG dengan pengalaman kerja paling sedikit (satu) tahun dijenjangnya; atau
  • Lulusan S1 Pendidikan Geografi yang memiliki sertifikat Pelatihan bidang SIG jenjang 5 (lima dan memiliki pengalaman kerja di bidang SIG paling sedikit 1 (satu) tahun; atau
  • Lulusan D3 bidang SIG/Survei Pdan Pemetaan/Geomatika; atau
  • Lulusan D3 selain bidang SIG, memiliki sertifikat pelatihan Teknisi Pemetaan dan SIG dari lembaga pelatihan/institusi atau memiliki pengalaman kerja paling sedikit 1 (satu) tahun. Lembaga pelatihan/Institusi contohnya tidak terbatas antara lain : 1)Perguruan tinggi yang mempunyai program studi Teknik Geodesi/Geomatika/Geografi yang terakreditasia atau Unggul di BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional- Perguruan Tinggi); atau 2)Institusi pemerintah yang melaksanakan pelatihan di bidang survei dan pemetaan; atau 3) Lembaga pelatihan yang terakreditasi; atau
  • Lulusan D1 bidang SIG/Survei dan Pemetaan/Teknik Geomatika/Informasi Geospasial dan memiliki pengalaman kerja di bidang Teknisi Pemetaan dan SIG paling sedikit 2 (dua) tahun; atau
  • Lulusan SMK bidang SIG/Survei dan Pemetaan/Teknik Geomatika/Informasi Geospasial dengan lama pendidikan 4 (empat) tahun dan memiliki pengalaman kerja di bidang Teknisi Pemetaan dan SIG paling sedikit 2 (dua) tahun.

Persyaratan Pendaftar Teknisi GIS

  • Memiliki KTP/Identitas yang diakui oleh Negara;
  • Memiliki Ijasah Terakhir atau Sertifikat Pelatihan berbasis kompetensi Bidang Survei Terestris;
  • Surat Keterangan Pengalaman Kerja dibidangnya dari atasannya, apabila ada;
  • Memiliki sertifikat Keahlian penunjang lainnya;
  • Pas Foto berwarna 3×4 (background merah, 5 lembar)
  • Membawa laptop sendiri yang sudah terinstal software Arcgis

Instruktur

Dwi Sulistyo dan Tim LSP

Waktu & Lokasi

Tanggal          : 7 sd 9 November 2023

Tempat           : Yogyakarta

Waktu             : 08.00 – selesai

Fasilitas

  • Materi training
  • Sertifikat Pelatihan dari PT. Bexcellent Mitra Cemerlang
  • Sertifikat dari BNSP, bagi peserta yang dinyatakan kompeten
  • Souvernir
  • 2 × coffe break & 1 Lunch

Informasi

Office

Jl. Parangtritis Km. 6,5, Sewon, Bantul, Yogyakarta

Phone: (0274) 287 1 048

Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

       Nama              :  Satrio

                                   Customer Relation Officer

Phone / WA  : 0813-2517-7427

Email           : satrio@bexcellentjogja.com

https://bexcellentjogja.com/pelatihan-sertifikasi-bnsp-profesi-data-analyst-2/

SERTIFIKASI BERBASIS KOMPETENSI CORPORATE COMMUNICATION

Bidang Corporate Communication memiliki peran kunci dalam mengelola komunikasi internal dan eksternal perusahaan, membangun hubungan yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan, serta menjaga dengan cermat reputasi perusahaan. Dalam dunia bisnis yang semakin kompleks dan terhubung secara global, ilmu ini bukan hanya sekadar alat komunikasi, melainkan juga pilar utama dalam memastikan bahwa pesan dan nilai-nilai perusahaan disampaikan dengan konsisten dan efektif kepada semua pihak terkait.

Komunikasi internal yang baik membantu menyatukan visi dan misi perusahaan di antara karyawan, menciptakan budaya kerja yang positif, serta memotivasi dan menginspirasi tenaga kerja. Di sisi lain, komunikasi eksternal yang terencana dengan baik membantu perusahaan menjalankan strategi bisnisnya dengan lebih baik, membangun kepercayaan di antara mitra, investor, pelanggan, dan masyarakat luas, serta menghadapi tantangan-tantangan yang mungkin timbul dengan lebih baik.

Namun, untuk dapat melaksanakan tugas-tugas ini secara efektif, dibutuhkan profesionalisme dan pengetahuan yang mendalam tentang prinsip-prinsip Corporate Communication yang terus berkembang. Oleh karena itu, sertifikasi kompetensi dalam bidang ini menjadi suatu langkah yang sangat diperlukan. Sertifikasi akan membantu memvalidasi kemampuan individu dalam merancang dan melaksanakan strategi komunikasi yang efektif, serta memastikan bahwa mereka memiliki pemahaman yang mendalam tentang etika dan praktik terbaik dalam Corporate Communication. Sebagai hasilnya, perusahaan dapat lebih percaya diri dalam mengandalkan tim Corporate Communication mereka untuk menjaga citra dan reputasi perusahaan dengan baik, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kesuksesan dan keberlanjutan perusahaan itu sendiri.

Tujuan

Tujuan dari pelatihan sertifikasi kompetensi ini adalah:

  1. Meningkatkan pemahaman peserta tentang prinsip-prinsip dasar Corporate Communication.
  2. Mengembangkan keterampilan dalam merancang dan melaksanakan strategi komunikasi perusahaan.
  3. Memperkuat kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan berbagai pemangku kepentingan.
  4. Memahami isu-isu terkini dalam bidang Corporate Communication.

Peserta

Pelatihan ini ditujukan untuk:

  • Manajer dan staf departemen komunikasi perusahaan.
  • Profesional yang ingin memperdalam pengetahuan mereka tentang Corporate Communication.

 

Persyaratan Peserta:

  • Pemohon mengisi formulir Permohonan Sertifikasi (APL 01) yang dilengkapi dengan bukti sebagai berikut :
    • Copy KTP/Kartu Identitas Peserta.
    • Copy Ijazah pendidikan terakhir.
    • Bukti pengalaman kerja.
    • Pas foto berwarna 4×6 sebanyak 2 (dua) lembar.
  • Pemohon mengisi formulir Asesmen Mandiri (APL 02) dan dilengkapi dengan bukti-bukti pendukung yang relevan.

Materi

Pendalaman 11 Unit Kompetensi Skema “Corporate Communication” sesuai dengan SKKNI Nomor 629 tahun 2016:

  1. 941000.001.02 Melaksanakan Riset Public Relations
  2. 941000.004.02 Melakukan Pendalaman terhadap Tujuan dan positioning organisasi
  3. 941000.008.02 Menyusun Anggaran dan Laporan Keuangan
  4. 941000.021.02 Melaksanakan Manajemen Isu Dan Opini Publik
  5. 941000.022.02 Melaksanakan Public Speaking
  6. 941000.024.02 Membuat Publikasi Institusi
  7. 941000.025.02 Membuat Company Profile dan Laporan Tahunan
  8. 941000.034.02 Menulis Kampanye Kehumasan
  9. 941000.026.02 Melaksanakan Fungsi Juru Bicara / Spokeperson
  10. 941000.028.02 Memberikan Konseling Kepada Publik
  11. 941000.029.02 Melakukan Lobby dan Negosiasi

Narasumber Corporate Communication

Kegiatan sertifikasi ini akan diampu oleh praktisi dari asosiasi pendukung LSP. Pada tahap asesment, peserta akan diuji oleh Tim Assesor dari LSP.\

Waktu & Lokasi

Tanggal          :           19 sd 20 September 2023 (Refreshment)

21 September 2023 (Asessment)

Tempat           :           Hotel Dreamtel Jakarta

Jam                :           08.00 – selesai

Fasilitas Corporate Communication

  • Modul dan Training Kit
  • Softcopy materi
  • 2x coffee break, 1x lunch
  • Souvenir
  • Sertifikat Bexcellent
  • Sertifikat BNSP (bila dinyatakan berkompeten)

Informasi Corporate Communication

Office

Jl. Parangtritis Km. 6,5, Sewon, Bantul, Yogyakarta

Phone: (0274) 287 1 048

Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

       Nama              :  Satrio

                                   Customer Relation Officer

Phone / WA  : 0813 – 2517 – 7427

Email             :satrio@bexcellentjogja.com

https://bexcellentjogja.com/operator-gis-2/

Life Cyle Assessment (BNSP Certification)

           Life Cyle Assessment –  Kepedulian pada pemeliharaan dan peningkatan kualitas lingkungan dan perlindungan terhadap kesehatan manusia, telah menyebabkan organisasi atau perusahaan lebih memperhatikan potensi dampak lingkungan yang ada akibat aktivitas, produk dan jasa yang mereka miliki. Kinerja perusahaan dalam bidang lingkungan menjadi sesuatu yang sangat penting bagi pihak internal dan eksternal yang berkepentingan terhadap perusahaan. Untuk mencapai kinerja yang baik dalam bidang lingkungan diperlukan sebuah komitmen organisasi terhadap pendekatan yang sistimatik dan perbaikan yang terus menerus terhadap sistem manajemen lingkungan yang dimilikinya.

Pada tahun 2018 lalu, Sekretariat  PROPER Ditjen PPKL KLHK telah menambahkan kriteria baru dalam penilaian PROPER. Kriteria baru tersebut adalah Penilaian Daur Hidup atau yang lebih dikenal dengan istilah Life Cycle Assesment (LCA). Penambahan kriteria ini diberlakukan setelah revisi Peraturan Menteri LH Nomor 3 Tahun 2014 tentang PROPER terbit. Salah satu kriteria penilaian yang dikembangkan oleh KLHK untuk aspek lebih dari ketaatan yaitu penerapan Penilaian Daur Hidup (LCA). Penerapan penilaian daur hidup (LCA) ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menghitung keberlanjutan penggunaan sumber daya alam, pembuangan pada lingkungan, serta mengevaluasi dan menerapkan kemungkinan perbaikan lingkungan.

Penilaian Daur Hidup atau Life Cycle Assessement (LCA) mengikuti kerangka perspektif SNI ISO 14040:2016 tentang Manajemen Lingkungan-Penilaian Daur Hidup-Prinsip dan Kerangka Kerja SNI ISO 14044: 2016 tentang Manajemen Lingkungan – Penilaian Daur Hidup – Persyaratan dan Panduan. Salah satu aspek Penilaian Daur Hidup dalam PROPER yaitu (1) perusahaan dapat menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan LCA; (2) perusahaan mempunyai personal yang memiliki kompetensi dan sertifikasi.

Life Cycle Assessment (LCA) dapat digunakan untuk membantu strategi bisnis perusahaan dalam membuat keputusan terkait peningkatan kualitas produk dan proses serta untuk mempelajari aspek lingkungan dari produk. Panduan dan prosedur dari Life Cycle Assessment (LCA) serta penerapannya merupakan bagian dari ISO 14040:2006 dan ISO 14044:2006 (yang diadop oleh BSN menjadi SNI ISO 14040:2016 dan SNI ISO 14044:2017). Training ini merupakan program dalam rangka pengenalan Life Cycle Assessment (introduction to Life Cycle Assessment) dan penerapannya dalam suatu studi kasus.

Fenomena dimana banyak perusahaan saat ini sudah memiliki komitmen untuk peningkatan kinerja dibidang lingkungan hidup  dengan pendekatan sistem dan proses yang terstruktur, tentu menunjukkan suatu keadaan yang lebih baik. Artinya perusahaan memiliki kesadaran terhadap Perlindungan Lingkungan serta upaya meminimalisir limbah, optimalisasi penggunaan sumber yang ada di alam serta membantu mengatasi isu-isu lingkungan global. Dengan menggunakan ISO, maka akan mengurangi timbulnya perbedaan biaya yang dikeluarkan untuk pengelolaan lingkungan karena perbedaan letak geografi.

Materi Life Cyle Assessment

  1. Pengantar tentang SKKNI skema keahlian penghitungan Nilai Daur Hidup

NO

KODE UNIT

UNIT KOMPETENSI

1

AILCA.72109.001.01

Mengidentifikasi Pengetahuan Dasar Terhadap Penilaian Daur Hidup (LCA)

2

AILCA.72109.002.01

Menentukan Batasan, Tujuan Penilaian, dan Ruang Lingkup Penilaian Daur Hidup (LCA)

3

AILCA.72109.003.01

Melaksanakan Inventori Penilaian Daur Hidup

4

AILCA.72109.004.01

Melaksanakan Penilaian Daur Hidup Menggunakan Piranti Lunak

5

AILCA.72109.005.01

Menyusun Penilaian Daur Hidup Menggunakan Piranti Lunak

6

AILCA.72109.006.01

Melaksanakan Interpretasi Hasil Penilaian Daur Hidup

7

AILCA.72109.007.01

Merencanakan Suatu Program yang Sesuai dengan Hasil Penilaian Daur Hidup (LCA)

8

AILCA.72109.008.01

Melakukan Evaluasi dan Perbaikan Program Lingkungan

9

AILCA.72109.009.01

Melakukan Pembuatan Laporan Penilaian Daur Hidup

     

Peserta

PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI

S2 rumpun ilmu sains atau teknik dengan pengalaman kerja 2 tahun pada sektor yang sama, atau S2 selain rumpun ilmu sains atau teknik dengan pengalaman kerja 3 tahun pada sektor yang sama,atau S1 rumpun ilmu sains atau teknik dengan pengalaman kerja 5 tahun pada sektor yang sama,atau S1 selain ilmu sains atau teknik dengan pengalaman kerja 7 tahun pada sektor yang sama, atau D3 rumpun ilmu sains atau teknik dengan pengalaman 5 tahun pada sektor yang sama,atau SMK dan sederajatnya dengan pengalaman 10 tahun pada sektor yang sama, dan Memiliki sertifikat pelatihan sesuai dengan peraturan Dirjend P.14 tahun 2018 tentang materi pelatihan Penilaian Daur Hidup untuk Proper.

PEMOHON MENGISI FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI YANG DILENGKAPI DENGAN BUKTI:

  1. Copy Identitas (KTP)
  2. Pas Foto 3×4 background merah sebanyak 2 lembar
  3. Bukti yang mendukung (Fortofolio):
  4. Copy ijazah terakhir
  5. Copy sertifikat pelatihan
  6. Daftar riwayat hidup
  7. Jobsdesk
  8. Surat keterangan kerja
  9. Laporan kerja

Instruktur Life Cyle Assessment

Arini S.T. & Tim

 

Agenda & Venue Life Cyle Assessment

Tanggal :  27 sd 29 September 2022

Venue    :  Yogyakarta

Jam         : 08.00 sd selesai

Fasilitas

  • Qualified instructor
  • BNSP Certificate (Bagi yang dinyatakan Kompeten)
  • Training Module
  • Training flashdisk contains training material
  • Stationeries: NoteBook and Ballpoint
  • Souvernir
  • Training Photo
  • Training room with full AC facilities and multimedia
  • lunch and 2 coffeebreak every day of training

 

Informasi

Office

Jl. Parangtritis, Km 6.5, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188

Phone: (0274) 287 1 048

Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

Rizki Satrio (Customer Relation officer)

PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG
( B-EXCELLENT CONSULTANT )

Excellent Service for Excellent People

Phone          : 0813-2517-7427

Fax              : 0274 – 414 137

Email          : satrio@bexcellentjogja.com

Mobile / WA  : 0813-2517-7427

https://bexcellentjogja.com/pesawat-angkat-angkut/