Archive: October 11, 2013

Office Safety & Ergonomic

DESKRIPSI
Dalam penataan ruang kerja didalam kantor, masih banyak bagian-bagian yang masih jauh dari kondisi ergonomis. Hal ini didukung dengan kurang paham dan mengertinya setiap orang yang terlibat dalam kantor tersebut tentang Office Safety & Ergonomic, baik itu manajer, supervisor, para staf bahkan pimpinan perusahaan tersebut. Bila kondisi ergonomis dalam suatu kantor sudah tercapai dengan baik, maka kesehatan dan keselamatan kerja para karyawan akan terjaga dengan baik pula. Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman tentang office safety & ergonomic sehingga setiap orang yang berada dalam lingkungan kantor tersebut dapat menerapkannya diruang kerja masing-masing. Melalui pelatiahan ini para peserta akan mengerti dan memahami arti penting kesehatan dan keselamatan kerja yang dikaitkan dengan konsisi ergonomis sehingga dapat menerapkannya dilingkungan kantor.

MATERI KURSUS
1. Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam kantor
2. Potensial Hazards dalam lingkungan perkantoran
3. Ergonomics
4. Pencahayaan (Lighting)
5. Workplace Stress
6. Kualitas udara dalam ruangan
7. Office Safety
8. Chemical Hazards
9. Electrical Hazards
10. Antisipasi kebakaran dan evakuasi

PESERTA
Para manajer, supervisor, staf HRD, Staf Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta setiap orang yang terlibat dalam lingkungan kerja.

INSTRUKTUR
Widodo Haryono, A.md.,S.T., M.Kes.

Tempat : Hotel berbintang di Yogyakarta ( Grand Aston/Ibis/ Phonix/ Jambu Luwuk )

METODE
Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation Pre test & Pos Test

FASILITAS
1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor
11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training (if minimal number of participants from one company is 4 persons)

REGISTRASI

Marine Pollution Control

DESKRIPSI
Pencemaran laut didefinisikan sebagai peristiwa masuknya partikel kimia, limbah industri, pertanian dan perumahan, kebisingan, atau penyebaran organisme invasif (asing) ke dalam laut, yang berpotensi memberi efek berbahaya. Dalam sebuah kasus pencemaran, banyak bahan kimia yang berbahaya berbentuk partikel kecil yang kemudian diambil oleh plankton dan binatang dasar, yang sebagian besar adalah pengurai ataupun filter feeder(menyaring air). Dengan cara ini, racun yang terkonsentrasi dalam laut masuk ke dalam rantai makanan, semakin panjang rantai yang terkontaminasi, kemungkinan semakin besar pula kadar racun yang tersimpan. Pada banyak kasus lainnya, banyak dari partikel kimiawi ini bereaksi dengan oksigen, menyebabkan perairan menjadi anoxic.
Oleh karena itu pencemaran laut harus dikontrol utk meminimalisiri “dampak negatif” (pengaruh yang membahayakan) terhadap kehidupan biota, sumberdaya dan kenyamanan (amenities) ekosoistem laut serta kesehatan manusia dan nilai guna lainnya dari ekosistem laut yang disebabkan secara langsung maupun tidak langsung oleh pembuangan bahan-bahan atau limbah (termasuk energi) ke dalam laut yang berasal dari kegiatan manusia.

MATERI KURSUS
1. Pengenalan pencemaran laut
2. Peraturan perundangan Tentang Lingkungan Hidup
3. Faktor kontribusi pencemaran laut
a. Kondisi Fisik
b. Kepadatan Lalu Lintas dan Aktivitas Pesisir
c. Hukum dan Aspek Kelembagaan.
4. Bahaya Limbah B3 terhadap pencemaran laut
5. Peraturaan Perundangan tentang Pengelolaan limbah B3
6. Tindakan-tindakan yg dilakukan dalam mengatasi terjadinya pencemaran
7. Pendekatan yang disarankan
8. Respones polusi laut
9. Kasus-kasus terjadinya pencemaran laut
10. Rekomendasi dan solusi dalam mengatasi pencemaran laut

PESERTA
Setiap individu yang memiliki komitmen dalam menjaga lingkungan hidup
Wisma MM UGM Yogyakarta
INSTRUKTUR
Ganjar Samudro, MT

REGISTRASI

Marine Pollution Control

DESKRIPSI
Pencemaran laut didefinisikan sebagai peristiwa masuknya partikel kimia, limbah industri, pertanian dan perumahan, kebisingan, atau penyebaran organisme invasif (asing) ke dalam laut, yang berpotensi memberi efek berbahaya. Dalam sebuah kasus pencemaran, banyak bahan kimia yang berbahaya berbentuk partikel kecil yang kemudian diambil oleh plankton dan binatang dasar, yang sebagian besar adalah pengurai ataupun filter feeder(menyaring air). Dengan cara ini, racun yang terkonsentrasi dalam laut masuk ke dalam rantai makanan, semakin panjang rantai yang terkontaminasi, kemungkinan semakin besar pula kadar racun yang tersimpan. Pada banyak kasus lainnya, banyak dari partikel kimiawi ini bereaksi dengan oksigen, menyebabkan perairan menjadi anoxic.
Oleh karena itu pencemaran laut harus dikontrol utk meminimalisiri “dampak negatif” (pengaruh yang membahayakan) terhadap kehidupan biota, sumberdaya dan kenyamanan (amenities) ekosoistem laut serta kesehatan manusia dan nilai guna lainnya dari ekosistem laut yang disebabkan secara langsung maupun tidak langsung oleh pembuangan bahan-bahan atau limbah (termasuk energi) ke dalam laut yang berasal dari kegiatan manusia.

SASARAN:
Setiap individu yang memiliki komitmen dalam menjaga lingkungan hidup

OUTLINE:
1. Pengenalan pencemaran laut
2. Peraturan perundangan Tentang Lingkungan Hidup
3. Faktor kontribusi pencemaran laut
a. Kondisi Fisik
b. Kepadatan Lalu Lintas dan Aktivitas Pesisir
c. Hukum dan Aspek Kelembagaan.
4. Bahaya Limbah B3 terhadap pencemaran laut
5. Peraturaan Perundangan tentang Pengelolaan limbah B3
6. Tindakan-tindakan yg dilakukan dalam mengatasi terjadinya pencemaran
7. Pendekatan yang disarankan
8. Respones polusi laut
9. Kasus-kasus terjadinya pencemaran laut
10. Rekomendasi dan solusi dalam mengatasi pencemaran laut

WORKSHOP LEADER:
Ganjar Samudro, MT

Hotel berbintang di Yogya ( Grand Aston/Ibis/ Phonix/ MM UGM )

FASILITAS
1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor
11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training (if minimal number of participants from one company is 4 persons)

REGISTRASI

Job Safety Analysis

DESKRIPSI
Berbagai potensi bahaya di tempat kerja senantiasa dijumpai. Mengenal potensi bahaya industrial merupakan langkah awal dalam mewujudkan upaya pencegahan kecelakaan kerja, sedang tindakan represif berupa upaya menghindari terulangnya kejadian kecelakaan kerja perlu dilakukan melalui penyelidikan dan analisis dalam kasus tersebut. Pendekatan dan sistem yang melibatkan aspek hygiene perusahaan, ergonomi, kesehatan dan keselamatan kerja baik dalam tahap desain, perencanaan, konstruksi dan operasi aktivitas produksi termasuk mengenal potensi bahaya dan berbagai komponen yang berkaitan dengan upaya tindak lanjut yang perlu dilakukan.
Job Safety Analysis merupakan proses analisis awal yang harus dilakukan untuk mengenal berbagai potensi bahaya yang ada di setiap sections / bagian dari setiap pekerjaan yang ada dalam lingkungan kerja sehingga akan diketahui resiko kerja serta antisipasi yang harus disiapkan. Hal ini karena pengaruh manifestasi potensi bahaya industrial seringkali tidak hanya berakibat pada industri tenaga kerja saja tetapi juga mengakibatkan kerugian pada masyarakat maupun lingkungan sekitar industri, misalnya pada kasus kebakaran, peledakan atau pencemaran akibat limbah industri. Dengan menggunakan analisis keselamatan kerja yang total dan komprehensif berbagai potensi bahaya industrial dapat diidentifikasi, dianalisis, dikendalikan dan ditanggulangi secara optimal.

MATERI KURSUS
• Pengantar dan filosofi job safety analysis
• Activity based dan Job based analysis
• Mengenal potensi bahaya (hazard identification)
• Menganalisis potensi bahaya (hazard analysis)
• Failure Modes and Effects Analysis (FMEA)
• Fault and Event Tree Analysis (FTA/FTEA)
• Human Reliability Analysis
• Meniadakan dan mengendalikan potensi bahaya (hazard elimination and control)
• Tindakan penanggulangan potensi bahaya (hazard recovery)
• Praktek/ workshop

PESERTA
1. Manajer dan supervisor pengelolan Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
2. Karyawan yang terkait langsung dengan pekerjaan yang beresiko tinggi.

INSTRUKTUR
DR. HARWIN SAPTOADI (Pakar di bidang Safety dan Environment Management & Konsultan di beberapa perusahaan nasional.)

Tempat : Hotel berbintang di Yogyakarta ( Grand Aston/Ibis/ Phonix/ MM UGM )

METODE
Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation Pre test & Pos Test

FASILITAS
1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor
11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training (if minimal number of participants from one company is 4 persons)

REGISTRASI

Integrated Qhse Management System

DESKRIPSI
Pelatihan ini akan memberi gambaran kepada para peserta tentang bagaimana mengintegrasikan tiga sistem manajemen, yang meliputi Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2000), Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001:2004) dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (OHSAS 18001:1999).

MANFAAT PELATIHAN:
Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta akan dapat
• Memahami persyaratan ISO 9001:2000, ISO 14001:2004 dan OHSAS 18001:1999 untuk kegiatan operasional organisasinya.
• Dapat memberikan kesadaran tentang aspek QHSE kepada para staffnya.
• Memahami Ruang Lingkup dan Dokumentasi QHSE
• Memahami bagaimana mengimplementasikan Sistemnya
• Memahami Pengelolaan Rekaman QHSE

MATERI PELATIHAN
1. Pemahaman persyaratan ISO 9001:2000
2. Pemahaman persyaratan ISO 14001:2004
3. Pemahaman persyaratan OHSAS 18001:1999
4. Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan pengendaliannya (HIRARC)
5. Identifikasi dan pengendalian Aspek dan dampak terhadap lingkungan
6. Rencana Tanggap Darurat
7. Struktur dan pembentukan bisnis proses organisasi mendukung untuk integrasi sistem manajemen
8. Membuat Kebijakan, Program dan Sasaran QHSE, serta pencapaiannya
9. Peningkatan berkelanjutan / Continual Improvement

PESERTA PELATIHAN
Wakil Manajemen atau pengendali Sistem Manajemen di organisasi atau Team yang ditunjuk untuk menjalankan sistem di organisasi, termasuk pemilik proses kunci, manajer, supervisor yang terlibat dalam pembuatan sistem manajemen.

INSTRUKTUR :
Gilbert Markus Nisahpih

WAKTU DAN TEMPAT

JGJ/BDG/JKT/BALI

FASILITAS
1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor
11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training (if minimal number of participants from one company is 4 persons)

Hotel berbintang di Yogyakarta ( Grand Aston, Ibis, Phonix, Novotel )

REGISTRASI

Industrial Waste Water Treatment Management

DESKRIPSI
Ketatnya peraturan dan kesadaran akan lingkungan mengharuskan pihak industri mencari upaya yang selalu lebih efektif dan efisien untuk mengolah air limbah. Hal tersebut juga sejalan dengan paradigma pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang memiliki tiga pilar sekaligus, yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan.Berbagai kendala masih menghadang pihak industri dalam upaya melakukan pengolahan air limbahnya agar sesuai dengan ketentuan baku mutu. Kendala-kendala tersebut antara lain (persepsi tingginya) biaya yang harus ditanggung, baik biaya pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) maupun biaya operasional, ketersediaan lahan yang sempit, faktor sumber daya manusia (SDM) yang tidak mencukupi, dsb.

COURSE OUTLINE :
• Manajemen Teknologi Limbah Industri
• Karakter , Kualitas, dan Standar air limbah
• Laju air limbah
• Tujuan dan metode pengolahan air limbah
• Sistem Pengolahan Limbah Cair secara fisika
• Sistem Pengolahan Limbah Cair secara kimia
• Sistem Pengolahan Limbah Cair secara biologi
• Desain fasilitas pengolahan limbah
• Penghilangan residu suspended solids, nitrogen, dan phosphate
• Pengelolaan limbah pengolahan air limbah
• Aspek manajemen dalam komunitas pengelolaan air limbah
• Perencanaan dan Pengendalian IPAL

PESERTA :
Pengelola (baik level manajemen maupun operator) dan process engineer pada pengolahan air limbah domestik ataupun industri.

INSTRUKTUR
Widodo Hariyono, A.Md., S.T., M.Kes.

Tempat : Hotel berbintang di Yogyakarta ( Grand Aston/Ibis/ Phonix/ MM UGM )

FASILITAS
1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor
11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training (if minimal number of participants from one company is 4 persons)

REGISTRASI

Industrial Health & Hygiene

DESKRIPSI
Disetiap tempat kerja, sudah dapat dipastikan adanya bahaya kerja yg mengancam keselamatan dan kesehatan kerja dari setiap pekerjanya. Akan tetapi kesadaran akan hal ini sering diabaikan dan dianggap tidak begitu penting oleh para pekerja sehingga sering terjadi kecelakaan dan terganggunya kesehatan para pekerja. Pelatihan ini disusun untuk memberikan pengetahuan tentang bahaya/resiko tempat kerja terhadap kesehatan kerja serta cara penanggulangan dengan maksud untuk menciptakan kondisi kerja yang aman serta nyaman. Terutama bahaya yang akan mengganggu kesehatan yang akan menimbulkan dampak dikemudian hari. Setelah mengikuti pelatihan ini para peserta memahami arti penting kesehatan dan keselamatan kerja, dapat menerapkan kondisi kerja yg aman dan nyaman, dapat mengidentifikasi bahaya terhadap kesehatan kerja serta dapat menanganinya.

MATERI
1. Peraturan perundangan
2. Kesehatan kerja
3. Higiene perusahaan
4. Faktor-faktor fisik
5. Toksikologi industri
6. Faal kerja & Ergonomi
7. Studi kasus

PESERTA
Diharapkan para manajer lini, supervisor, laboratorium, kesehatan, safety dan yang berhubungan dengan lingkungan

INSTRUKTUR
Widodo Haryono, Amd.,S.T., M.Kes

Hotel Berbintang di Yogyakarta

REGISTRASI

Food Safety Management

DESKRIPSI
Keracunan makanan atau yang dikenal dengan food poisoning, sering terjadi dan menimbulkan korban yang tidak sedikit. Disadari atau tidak, kejadian ini menimbulkan gangguan produktifitas kerja, dengan akibat timbulnya kerugian yang tak terbayangkan bagi perusahaan. Selain menimbulkan permasalahan kesehatan yang memakan biaya tidak sedikit, terhentinya produksi perusahaan baik karena sebagian pekerjanya sakit ataupun pekerja lain yang berhenti bekerja karena harus menolong korban, timbulnya permasalahan dari gugatan berkaitan dengan hukum dan menurunnya reputasi perusahaan, merupakan sumber kerugian lain bagi perusahaan. Untuk mencegah terjadinya hal seperti itu, maka sudah saatnya dilaksanakan usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan bagi pelaksana penyaji/pengelola makanan (foodhandler) yang dalam hal ini berperan sebagai ujung tombak.
Food Safety Management Systems (Sistem-Sistem Manajemen Keamanan Makanan) berdasarkan ISO 22000 membantu organisasi untuk menatalaksana risiko-risiko yang berkaitan dengan makanan dan minuman. Sistem-sistem manajemen tersebut perlu memperhitungkan tidak saja peraturan dasar makanan dan praktek-praktek tempat kerja yang dapat diterima, tetapi juga meliputi rencana-rencana kemungkinan untuk terjadinya krisis seperti penarikan kembali produk. Semua jenis praktek tersebut membentuk dasar suatu Food Safety Management System.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan akan penanganan makanan secara benar, dimulai dari penanganan bahan baku sampai kepada pengolahan dan penyajiannya. Dengan demikian akan terjadi perubahan perilaku (behaviour) kearah yang lebih higiene dan sehat.

MANFAAT TRAINING
• Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan akan penanganan makanan secara benar, mulai dari penanganan bahan baku sampai kepada pengolahan dan penyajian
• Memahami Food Safety Management System berdasarkan ISO 22000:2005 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

MATERI TRAINING
• Introduction to Food Safety Management System
• Introduction to the ISO 22000:2005 series
• Introduction to Food Safety
• Peraturan perundangan yang terkait: UU Nomor 23/1992 tentang Kesehatan & Kepmenkes Nomor 715/Menkes/SK/V/2003 tentang Persyaratan hygiene sanitasi Jasaboga
• Bahan Pencemar Terhadap Makanan
• Penyakit Bawaan Makanan
• Prinsip Higiene Sanitasi (Sanitasi Makanan & Minuman, Higiene Perorangan, Higiene Sanitasi Tempat Pengolahan Makanan (TPM), Pemeliharaan Kebersihan Lingkungan
• Aspek Kesehatan Penjamah Makanan
• Proses Masak Memasak Makanan,
• Pengendalian Mutu Mandiri / HACCP
• Supervisi Kantin dan Outbreak Investigation (MERP)
• Studi Kasus

PESERTA TRAINING
Pelatihan ini sangat sesuai diikuti oleh Wakil Manajemen atau pengendali Sistem Manajemen di organisasi Manajer HRD, Penanggung jawab HSE, Dokter / Paramedik di Perusahaan, General Services

INSTRUKTUR
Drs. Isdaryanto, MM dan Tim
(Pakar dan Praktisi di Bidang Food Safety)

Tempat : Hotel berbintang di Yogya ( Grand Aston/Ibis/ Phonix/ MM UGM )

METODE
Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation Pre test & Pos Test

FASILITAS
1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor
11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training (if minimal number of participants from one company is 4 persons)

REGISTRASI

Dasar pengelolaan lingkungan Terpadu (pengganti amdal tipe a)

Tujuan
1. Peserta memperoleh wawasan dan pemahaman mengenai kebijakan pembangunan dan perundan gundangan lingkungan;
2. Peserta memperoleh pengenalan tentang proses dan metoda penyusunan dokumen AMDAL;
3. Peserta memperoleh pemahaman tentang dampak lingkungan suatu proyek pembangunan dan upaya pengelolaannya.

Materi
1. KEBIJAKAN LINGKUNGAN
a. Permasalahan Utama Lingkungan Global – Regional – Lokal
b. Kebijakan Nasional Pembangunan berkelanjutan Berwawasan Lingkungan
c. Keterpaduan Kebijakan Lingkungan & Tata Ruang
d. Peraturan Perundang-Undangan Lingkungan
e. Kerangka Kelembagaan Pengelolaan Lingkungan Hidup
2. PENGANTAR ILMU LINGKUNGAN
a. Dasar-dasar Ekologi
b. Ekosistem Alami (Hutan, Pesisir-Laut, Gunung/Pegunungan)
c. Ekosistem Buatan (Desa-Kota, Pertanian, Perkebunan, Pariwisata)
d. Ekonomi Lingkungan dan Akutansi Sumberdaya Alam
e. Lingkungan Sosial Budaya dan Kependudukan
3. Pengelolaan Lingkungan Terpadu
a. Prinsip-Prinsip Pendekatan Pengelolaan Lingkungan
b. Instrumen Pengelolaan Lingkungan
c. Sistem Informasi Dalam Pengelolaan Lingkungan
d. Perencanaan Pengelolaan Lingkungan
e. Pengendalian Kerusakan Lingkungan
f. Pengendalian Pencemaran Lingkungan
g. Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Lingkungan
h. Penyelesaian Sengketa Lingkungan
i. Metode Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
4. Dasar-Dasar AMDAL
a. Pengertian, Manfaat, dan Proses AMDAL
b. Teknik Konsultasi Paublik
5. STUDI KASUS / SIMULASI
a. Kunjungan Lapangan
b. Penyusunan Laporan hasil kunjungan lapangan
c. Pembahasan/seminar
6. Evaluasi

INSTRUKTUR :
Tim PSLH UGM

REGISTRASI

Implementasi Psak 50 & 55 Di Dunia Perbankan

DESKRIPSI
Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 50 dan 55 serta perhitungan risiko operasional (standar Basel II) terhadap perbankan saat ini masih dalam masa transisi meski telah berlaku sepenuhnya terhitung tahun ini. Deputi Gubernur Bank Indonesia menjelaskan penerapan PSAK 50 dan 55 tentang instrumen keuangan tidak bisa dihindari, karena kesepakatan umum sebagai sistem akuntansi yang harus dipatuhi. Namun, pelaksanaannya bagi perbankan nasional dilakukan bertahap. Saat ini, penerapan PSAK telah diberlakukan kurang lebih selama hampir satu tahun, sambil mempelajari penerapan di beberapa negara yang juga menemui persoalan seperti Singapura dan Australia.
PSAK 50 dan 55 mengubah pencatatan pada beberapa pos sehingga lebih terlihat kinerja dari bisnis inti dan bisnis pelengkap bank. Data ini bisa membantu regulator untuk menganalisis perbankan.

TUJUAN
1. Pelatihan ini dimaksudkan untuk membahas secara detail akuntansi presentasi dan reporting financial instrument sehingga dapat mencerimkan informasi yang lebih relevan dan handal sesuai dengan IAS
2. Memberikan pengetahuan yang terkini bagi peserta agar akuntansi financial intrumen yang selama ini dianggap sangat sulit dapat dipahami dengan baik. Juga akan mengetahui bagaimana praktek akuntansi yang dituntut Bank Indonesia, Pasar Modal, dan IAI.
3. Para peserta akan mendapat mengetahuan mengenai IFRS yang terkait dengan PSAK 50 dan 55 dengan mendapat studi kasus yang terbaru, baik menyangkut derivative, stock, bond, dan instrument lain.

COURSE CONTENT
1. Scope of financial instrument
2. Jenis financial instrument : what the reasons to invest, type of investment, benefit, risk,
3. Apa tujuan PSAK 50 dan 55 vs IFRS dan IAS
4. Financial asset, financial liability
5. Market risk, hedging, credit risk, fair value
6. Penyajian dan pengungkapan berbagai risiko.
7. Derivatif
8. Purchase and sale of stock and bond investment.
9. Transaction cost
10. Metode suku bunga efektif dan perhitungannya berbasarkan time value of money.
11. Bagaimana menentukan interest paid dan interest expense dengan effective interest rate
12. Instrumen Lindung Nilai
13. Akuntansi Lindung Nilai : Atas Fair Value, Cash Flow, Dan Net Investment
14. PSAK 50 Dan 55 Untuk Bank : Implementasi dalam Manajemen Dan Akuntansi Kredit
15. Impairment Accounting : Apa, Mengapa, Valuasi Dan Reportingnya
16. Bagaimana Akuntansi Investasi Untuk Setiap Klasifikasi (Trading, AFS, dan HTM)
17. Bagaimana Teknik Penilaian Pada Pasar Aktif dan Tidak Aktif.
18. Opsi Beli dan Opsi Jual.
19. Pengakuan dan Penghentian Pengakuan
20. Pembahasan Kasus Dan Tanya Jawab
21. Review Materi dan Tanya Jawab
22. Studi Kasus

PARTICIPANTS
Pelatihan ini ditujukan bagi peserta dari Divisi Teknologi dan Informasi dan akuntansi serta bankir yang ingin mengetahui dan menerapkan prinsip PSAK 50 dan 55 REVISI 2006

INSTRUCTOR
Drs. Maftuhin, SE., M.Si, Ak.

Tempat : Hotel berbintang di Yogya ( Grand Aston/Ibis/ Phonix/ MM UGM )

METODE
Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation Pre test & Pos Test

FASILITAS
1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor
11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training (if minimal number of participants from one company is 4 persons)

REGISTRASI
Biaya kursus: Rp. 5.000.000,- per peserta (Non Residential)
Rp. 4.500.000,- per peserta ( Pendaftaran 3 peserta dari 1 perusahaan)