Tag: Perbankan

digital awareness

TRAINING ONLINE DIGITAL AWARENESS

Training Online Digital Awareness – Kemajuan teknologi yang semakin pesat mendorong peningkatan kompetensi literasi manusia, literasi data, dan juga literasi teknologi pada generasi milenial terutama yang berkecimpung di dunia kerja. Terlebih di dunia industri, generasi milenial dituntut untuk memiliki kesadaran digital agar mampu mengembangkan karakter yang unggul dalam memanfaatkan dan menghadapi segala perubahan di dunia digital. Pesatnya perkembangan teknologi tentu menciptakan berbagai peluang kemudahan membangun dan memperluas jejaring tanpa adanya batasan ruang dan waktu.

Meningkatnya pengguna sosial media yang berbasis internet, menunjukkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap beragam jenis komunikasi digital dalam kehidupan mereka. Media digital digunakan dengan sangat gencar untuk meraih awareness publik. Kemudahan berkomunikasi, penyampaian pesan yang dua arah, sistem penyampaiannya yang real time, semua itu menjadikan media sosial sebagai senjata wajib para marketer. Perkembangan teknologi digital dan internet di Indonesia yang terus melaju pesat dari waktu ke waktu ini tentunya harus barengi dengan kesadaran setiap individu dalam pemanfataanya, terutama bagi mereka yang menekuni dunia industri. Bagi yang tidak melek digital, tentu akan tertinggal dalam beberapa aspek penilaian kinerja. Oleh karena itu manajemen perlu menekankan setiap karyawan agar memiliki Digital Awareneness agar aspek efisiensi dalam proses kerja dapat dioptimalkan, sehingga kesadaran ini menjadi mindset yang menjadikan individu lebih produktif.

Digital mindset sendiri sebenarnya jauh lebih luas cakupannya dari sekedar kehandalan dan minat pada teknologi serta kecakapan dalam mengelola misalnya berbagai smartphone dan aplikasi populer seperti facebook, twitter dan instagram. Ini merupakan serangkaian perilaku seseorang dalam menghadapi situasi penuh perubahan yang terjadi di era digital. Seseorang yang memiliki pola pikir digital akan mengerti akan berbagai konsekuensi yang terjadi dalam hal demokratisasi, percepatan dan peningkatan interaksi dan tindakan dengan orang lain, baik dalam dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Memilik pola pikir digital artinya kita telah siap dan terbiasa menerima berbagai perubahan dan dampaknya, dan mengadopsi sesuai kebutuhan dunia usaha.

Materi Digital Awareness

  1. Fenomena Teknologi Internet
  2. Digitalisasi dan Disrupsi Bisnis
  3. Model Bisnis Digital
  4. Skill Era Digital
  5. Tools Digital Untuk Berbagai Aktifitas Kerja
  6. Abundance Mindset
  7. Growth Mindset
  8. Data-driven Mindset
  9. Kesigapan Menyikapi Perubahan
  10. Volatility, Uncertainty, Complexity & Ambiguity (VUCA)
  11. Insiatif untuk berpikir Eksploratif
  12. Pendekatan Kolaboratif

Tujuan Digital Awareness

  1. Memberikan insight kepada peserta terkait pentingnya menumbuhkan kesadaran digital dalam proses kerja
  2. Meningkatkan penyelarasan antara teknologi digital dengan kompetensi dan skill SDM

Peserta Digital Awareness

Karyawan di bagian Marketing, Administrasi, Sekretaris, HR, atau setiap karyawan yang perlu ditingkatkan kompetensinya dalam hal optimasi teknologi digital.

Instruktur Digital Awareness

Vina Dartina, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom & Tim

Fasilitas

  • Soft Copy Materi
  • Sertifikat Bexcellent

Waktu dan Tempat

27 sd 28 Juli 2022

(08.00 – 16.00 WIB)

Online, Via Zoom Meeting

 

Informasi

Office

Jl. Parangtritis, Km 6.5, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188

Phone: (0274) 287 1 048

Fax: (0274) 414137

Web: www.bexcellentjogja.com

Rizki Satrio (Customer Relation officer)

PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG
( B-EXCELLENT CONSULTANT )

Excellent Service for Excellent People

Phone          : 0813-2517-7427

Fax              : 0274 – 414 137

Email          : satrio@bexcellentjogja.com

Mobile / WA  : 0813-2517-7427

 

https://bexcellentjogja.com/pesawat-angkat-angkut/

 

Implementasi Psak 50 & 55 Di Dunia Perbankan

DESKRIPSI
Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 50 dan 55 serta perhitungan risiko operasional (standar Basel II) terhadap perbankan saat ini masih dalam masa transisi meski telah berlaku sepenuhnya terhitung tahun ini. Deputi Gubernur Bank Indonesia menjelaskan penerapan PSAK 50 dan 55 tentang instrumen keuangan tidak bisa dihindari, karena kesepakatan umum sebagai sistem akuntansi yang harus dipatuhi. Namun, pelaksanaannya bagi perbankan nasional dilakukan bertahap. Saat ini, penerapan PSAK telah diberlakukan kurang lebih selama hampir satu tahun, sambil mempelajari penerapan di beberapa negara yang juga menemui persoalan seperti Singapura dan Australia.
PSAK 50 dan 55 mengubah pencatatan pada beberapa pos sehingga lebih terlihat kinerja dari bisnis inti dan bisnis pelengkap bank. Data ini bisa membantu regulator untuk menganalisis perbankan.

TUJUAN
1. Pelatihan ini dimaksudkan untuk membahas secara detail akuntansi presentasi dan reporting financial instrument sehingga dapat mencerimkan informasi yang lebih relevan dan handal sesuai dengan IAS
2. Memberikan pengetahuan yang terkini bagi peserta agar akuntansi financial intrumen yang selama ini dianggap sangat sulit dapat dipahami dengan baik. Juga akan mengetahui bagaimana praktek akuntansi yang dituntut Bank Indonesia, Pasar Modal, dan IAI.
3. Para peserta akan mendapat mengetahuan mengenai IFRS yang terkait dengan PSAK 50 dan 55 dengan mendapat studi kasus yang terbaru, baik menyangkut derivative, stock, bond, dan instrument lain.

COURSE CONTENT
1. Scope of financial instrument
2. Jenis financial instrument : what the reasons to invest, type of investment, benefit, risk,
3. Apa tujuan PSAK 50 dan 55 vs IFRS dan IAS
4. Financial asset, financial liability
5. Market risk, hedging, credit risk, fair value
6. Penyajian dan pengungkapan berbagai risiko.
7. Derivatif
8. Purchase and sale of stock and bond investment.
9. Transaction cost
10. Metode suku bunga efektif dan perhitungannya berbasarkan time value of money.
11. Bagaimana menentukan interest paid dan interest expense dengan effective interest rate
12. Instrumen Lindung Nilai
13. Akuntansi Lindung Nilai : Atas Fair Value, Cash Flow, Dan Net Investment
14. PSAK 50 Dan 55 Untuk Bank : Implementasi dalam Manajemen Dan Akuntansi Kredit
15. Impairment Accounting : Apa, Mengapa, Valuasi Dan Reportingnya
16. Bagaimana Akuntansi Investasi Untuk Setiap Klasifikasi (Trading, AFS, dan HTM)
17. Bagaimana Teknik Penilaian Pada Pasar Aktif dan Tidak Aktif.
18. Opsi Beli dan Opsi Jual.
19. Pengakuan dan Penghentian Pengakuan
20. Pembahasan Kasus Dan Tanya Jawab
21. Review Materi dan Tanya Jawab
22. Studi Kasus

PARTICIPANTS
Pelatihan ini ditujukan bagi peserta dari Divisi Teknologi dan Informasi dan akuntansi serta bankir yang ingin mengetahui dan menerapkan prinsip PSAK 50 dan 55 REVISI 2006

INSTRUCTOR
Drs. Maftuhin, SE., M.Si, Ak.

Tempat : Hotel berbintang di Yogya ( Grand Aston/Ibis/ Phonix/ MM UGM )

METODE
Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation Pre test & Pos Test

FASILITAS
1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor
11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training (if minimal number of participants from one company is 4 persons)

REGISTRASI
Biaya kursus: Rp. 5.000.000,- per peserta (Non Residential)
Rp. 4.500.000,- per peserta ( Pendaftaran 3 peserta dari 1 perusahaan)