Tag: lingkungan

Design Of Foundation

DESCRIPTION:
Foundation is the base of any structure. Without a firm foundation, the structure cannot stand. That is the reason why we have to be very cautious with the design of foundations because our entire structure rests on the foundation. The strength of the foundation determines the life of the structure. As we discussed in the earlier article, design of foundation depends on the type of soil, type of structure and its load.
This course deals with all aspects of modern good practice in foundation design. These include: the importance of both the geological and geotechnical aspects of the ground conditions, current limit analysis methods for bearing capacity, and definition of factors of safety. The various settlement analyses and their underlying assumptions and reliability are discussed, together with a thorough treatment of the design of piled foundations.

BENEFITS
• Have a working knowledge needed for design of shallow, intermediate, and deep foundation systems and their interacting soil behaviors
• Know how to estimate and control settlements and handle or modify difficult soil conditions
• Become more effective on your job…understand basic concepts for planning, design, and construction of a wide range of foundation systems

OUTLINE
1. Soil Engineering Principles for Foundation Design
2. Site Investigations and Specifications for Foundations
3. Load and Resistance Factor Design (LRFD) in Geotechnical Practice
4. Settlements of Foundations on Sands and Clays
5. Bearing Capacity for Shallow Foundations
6. Foundation Construction on Problem Soils (organic soils and peats, collapsing and expansive soils, quick clays, and other problem materials)
7. Ground Modification (in-place, controlled manufacturing of ground materials to form part of soil system)
8. Driven Pile Foundation Design and Analysis
9. Design, Construction and Testing of Micro-Piles
10. Application of Dynamic Methods to Pile Foundation Design and Construction Control
11. Rammed Aggregate Pier Systems: Design and Construction
12. Drilled Shaft and Pier Foundation Design and Analysis
13. Design and Construction: Wind Turbine Foundations
14. Design of Machine Foundations
15. Reinforced Concrete Design of Shallow Foundations

Who Should Attend
• Civil and structural engineers and designers
• Soils and foundation engineers
• Public works professionals
• Project engineers and managers
• Contractors
• Engineers-in-trainining
• Architectural engineers and architects

Hotel berbintang di Yogyakarta ( Grand Aston/Ibis/ Phonix/ Melia Purosani/ MM UGM )

INSTRUKTUR :
Toriq Arif Ghuzdewan, Ir., MSCE.

FASILITAS
1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor
11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training (if minimal number of participants from one company is 4 persons)

REGISTRASI
Biaya kursus: Rp. 6.000.000,- per orang (Non Residential)
Rp. 5.500.00,- per peserta ( Pendaftaran 3 peserta dari 1 perusahaan)

Defect Prevention Statistical Process Control

DESCRIPTION
Kualitas suatu produk banyak ditentukan oleh seberapa kecil kesalahan yang terjadi dalam proses produksi. Namun demikian, banyak perusahaan melakukan proses “penangkapan” kesalahan dalam bentuk proses inspeksi atau sortir. Kesalahan yang sering muncul adalah bahwa tugas menjaga kualitas produk, hanya pekerjaan depertemen Quality Control (QC), baik di bagian incoming maupun outgoing.
Padahal, seperti kita ketahui bersama, mutu produk tidak terjadi pada saat diperiksa atau diinspeksi, tetapi terjadi pada saat produk tersebut sedang diproses. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengendalikan proses. Alat bantu yang terpenting adalah Statistical Process Control atau yang lebih dikenal sebagai SPC.
SPC adalah suatu pendekatan agar proses senantiasa dalam keadaan terkendali. SPC ini merupakan alat yang handal untuk mencegah terjadinya produk yang cacat, karena inti penerapan SPC adalah mengidentifikasikan masalah secara dini sebagai tindakan pencegahan.

COURSE OUTLINE :
1. Perkembangan teknik pemastian mutu
2. Konsep variasi : common cause variation dan special cause variation
3. Langkah-langkah pengendalian proses
4. Identifikasi parameter proses
5. Spc tools (teknik statistik untuk pengendalian proses) :
• Variable control chart
• Attribute control chart
6. Process capability analysis.
7. Interpretasi control chart.
8. Strategi implementasi

Hotel berbintang di Yogya ( Grand Aston/Ibis/ Phonix/ Melia Purosani/ MM UGM )

PESERTA
Manajer dan Supervisor yang terkait dengan Produksi, Maintenance, dan Quality.

INSTRUKTUR :
Ir. Iim Ibrohim
Konsultan ISO 9001, ISO TS-16949, ISO 14001,OHSAS 18001) sejak 1998. Selain sebagai konsultan ISO, Ir. Iim Ibrohim juga trainer untuk bidang manajemen mutu, lingkungan dan K3 serta manajemen produksi dan operasional, sesuai dengan latar belakang pendidikannya di Universitas Indonesia dan pengalamannya bekerja di beberapa bidang industri.

FASILITAS
1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor
11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training

REGISTRASI
Biaya kursus: Rp. 6.500.000,- per orang (Non Residential)
Rp. 6.000.000,- per peserta ( Pendaftaran 3 peserta dari 1 perusahaan)

Cost Reduction In Purchasing

DESKRIPSI
Banyak cara dilakukan oleh organisasi untuk meningkatkan profit margin, seperti meningkatkan sales, menaikan harga jual, menurunkan biaya overhead, Menurunkan biaya pembelian, dan lain-lain. Menurunkan biaya material tidak hanya bergantung pada harga beli. Ada faktor yang disebut Total Cost Ownership (TCO). TCO seperti gunung es, terlihat dipermukaan indah dengan harga murah, tapi dibalikya ada kegagalan delivery, garansi, dukungan teknis, kualitas yang tidak sesuai harapan.
Dalam training ini, peserta tidak hanya dibekali konsep dan teori agar biaya pengadaan material bisa turun tetapi peserta juga akan mempraktekan metoda pendukung yang digunakan untuk mendapatkan Total Cost of Ownership yang optimal; seperti teknik pemilihan dan evaluasi supplier yang benar, teknik Negosiasi yang effektif, serta teknik meningkatkan kinerja Supplier.

TUJUAN
1. Peran purchasing dalam supply chain
2. Industrial buying behavior: decision making in purchasing
3. Purchasing management process
4. Mengenal dan Mempelajari proses Seleksi dan Evaluasi Supplier secara objective dan efektif
5. Mempelajari dan mempraktekan Ketrampilan Negosiasi (Negotiation Skill) yang bisa memberikan Keuntungan bersama dengan supplier
6. Mempelajari dan mempraktekan Proses Penilaian Kinerja Supplier secara objective

MATERI TRAINING
Basic Purchasing Processes and Activities
• Peran purchasing dalam supply chain
• Memahami pembelian material untuk industri (industrial buying behavior)
• Memahami purchasing management process
• Mempelajari Total cost ownership
• Mempelajari alur proses Seleksi vendor secara akurat, objektif sesuai sasaran perusahaan
• Mempelajari Risk Management dari Purchasing
• Mengenal apa yang dimaksud dengan RFP
• Memahami dan Mengembangkan RFP
• Menetapkan kriteria yang objective dalam seleksi dan evaluasi vendor
• Peserta diajak untuk mengembangkan Resiko-resiko dari proses pengadaan barang/jasa serta mengembangkan RFP
Seleksi dan Evaluasi Vendor
• Memahami dan berlatih mengembangkan Ketrampilan Negosiasi untuk mendapatkan Keuntungan Bersama (Win-Win Solution)
• Mengenal Tips & Trik Negosiasi
• Memahami metode dalam penilaian performa supplier secara objective
• Memformulasikan penilaian kinerja Vendor
• Mengembangkan Sistem Penilaian kinerja Vendor
• Mempelajari teknik pemeriksaan kualitas produk dengan metoda Acceptance Sampling Plan
• Peserta diajak untuk mempraktekan teknik Win-Win Negotiation membuat dan mengembangkan form penilaian supplier

PESERTA TRAINING
Program ini dirancang untuk Para Manager purchasing, supply chain dan yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa dalam suatu perusahaan.

Audit Sistem Manajemn Terintegrasi (Smk3/Ohsas 18001: Iso 14000: Iso 9000)

DESKRIPSI
Di tahun-tahun terakhir ini paling tidak sepertiga sertifikasi yang dilakukan diseluruh dunia telah mengintegrasikan sistem manajemen mutu dan sistem manajemen lingkungan. Volume sertifikasi sistem terintegrasi ini diperkirakan akan terus meningkat, terutama karena semakin koherennya standar sistem manajemen yang ada di dunia, termasuk Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2000), Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001:2004) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OHSAS 18001:1999). Salah satu elemen yang sangat penting adalah bagaimana melakukan audit system manajemen, baik audit internal maupun audit eksternal. Untuk melihat kesesuaian antara pelaksanaan dengan kebijakan dan persyaratan dari system manajemen.
Pelatihan ini akan menjelaskan, mengenai prinsip audit system manajemen, pengelolaan program audit kompetensi dan evaluasi auditor serta interpretasi persyaratan ISO 9000, ISO 14000 dan SMK3 (OHSAS 18001).

MATERI
1. Pengantar Audit Sistem Manajemen
2. Audit sistem manajemen dan persyaratannya
3. Definisis-definisi
4. Prinsip-prinsip Audit
5. Mengelola Program Audit
6. Audit program objective dan Extent
7. Audit Program Implementation
8. Audit Program Records
9. Audit Program Monitoring dan reviewing
10. Aktivitas Audit
11. Initiating the audit
12. Conducting Document Review
13. Preparing for the onsite audite activities
14. Conducting on site audit activities
15. Preaparing, approving, and distributing audit report
16. Completing the audit
17. Conducting audit follow up
18. Kompetensi dan Evaluasi Auditor
19. Personal attribute
20. Knowledge and skill
21. Education and Work experience, auditor training and audit experience
22. Maintenance and improvement of competence
23. Auditor evaluation
24. Intepretasi Persyaratan Sistem Manajemen
25. Iso 9000 (Quality)
26. Iso 14001 (Lingkungan)
27. SMK3 dan OHSAS 18001
28. Simulasi dan Praktek Pelaksanaan Audit
29. Teknik wawancara
30. Verifikasi Lapangan

INSTRUKTUR :
JAMALLUDIN HARAHAB, IR., SE., M.SI

Tempat : Hotel berbintang di Yogyakarta ( Grand Aston*****/ Phonix**** / Ibis***/ Ibis Style Hotel )

METODE
Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation Pre test & Pos Test

FASILITAS
1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor
11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training

REGISTRASI
Biaya kursus: Rp. 6.500.000,- per peserta (Non Residential)
Rp. 6.000.000,- per peserta ( Pendaftaran 3 peserta dari 1 perusahaan)

Sistem Manajemen Lingkungan K3 (Smlk3)

DESKRIPSI
Kepedulian pada pemeliharaan dan peningkatan kualitas lingkungan dan perlindungan terhadap kesehatan manusia, telah menyebabkan organisasi atau perusahaan lebih memperhatikan potensi dampak lingkungan yang ada akibat aktivitas, produk dan jasa yang mereka miliki. Kinerja perusahaan dalam bidang lingkungan menjadi sesuatu yang sangat penting bagi pihak internal dan eksternal yang berkepentingan terhadap perusahaan. Untuk mencapai kinerja yang baik dalam bidang lingkungan diperlukan sebuah komitmen organisasi terhadap pendekatan yang sistimatik dan perbaikan yang terus menerus terhadap sistem manajemen lingkungan yang dimilikinya. Badan dunia untuk standarisasi, ISO pada tahun 1996 telah mengeluarkan standar mengenai sistem manajemen lingkungan (SML) yang dikenal dengan ISO seri 14000 (Environmental Management System/EMS). Sistem manajemen lingkungan ini memberikan urutan dan konsistensi bagi perusahaan untuk menangani permasalahan lingkungan melalui pengalokasian sumberdaya, penunjukkan tanggung jawab dan evaluasi yang terus menerus terhadap prosedur, proses dan pelaksanaannya. Pengelolaan lingkungan adalah bagian terpadu dari keseluruhan sistem manajemen perusahaan. Struktur, tanggung jawab, praktek, prosedur, proses dan sumberdaya untuk melaksanakan kebijakan lingkungan, objektif, dan target dapat dikoordinasikan dengan usaha-usaha yang ada yang berlangsung pada area yang lain seperti operasi produksi, keuangan, mutu, kesehatan dan keselamatan kerja.
Akhir-akhir ini kita melihat banyak perusahaan telah mendapatkan sertifikasi ISO 14001, OHSAS 18001 dan SMK3. Ini merupakan fenomena yang baik dimana banyak perusahaan sudah memiliki komitmen untuk peningkatan kinerja dibidang lingkungan hidup dan K3 dengan pendekatan sistem dan proses yang terstruktur. Hanya saja sangat disayangkan kalau dalam proses mendapatkan sertifikasi tersebut perusahaan mengembangkan sistem manajemennya dengan cara yang terpisah-pisah antara sistem manajemen K3 dan lingkungan hidup sehingga terjadi proses dan prosedur yang saling tumpang tindih yang berdampak pada penggunaan sumberdaya yang tidak efisien dan tidak efektif.

OUTLINE:
• Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pencegahan Pencemaran
• Kasus dan Masalah Lingkungan Hidup
• Mengapa Mengelola Lingkungan Hidup
• Sejarah Pengelolaan Lingkungan Hidup
• Mencegah dan Mengurangi Pencemaran
• Peraturan Perundangan Lingkungan Hidup
• Persyaratan ISO 14001
• Pengantar
• Definisi-Definisi
• Elemen dan Sub Elemen ISO 14001
• Korespondensi ISO 14001, OHSAS 18001 dan ISO 9001
• Panduan Penerapan ISO 14001
• Panduan Pengembangan
• Pelaksanaan ISO 14001
• Integrasi Persyaratan ISO 14001 terhadap Sistem Manajemen Lainnya.
• Integrasi ISO 14001 dengan Sistem Manajemen Keselamatan
• Kesehatan Kerja (SMK3)

PESERTA
Pelatihan ini baik untuk mahasiswa, karyawan dan manajemen perusahaan sebagai berikut:
Manager atau pimpinan departemen K3L (EHS), EHS engineer, bagian quality, bagian produksi atau operasi, Karyawan lainnya yang ingin menambah wawasan dibidang sistem manajemen K3 dan lingkungan.

WORKSHOP LEADER:
TIM PSLH UGM

Hotel berbintang di Yogya ( Grand Aston/Ibis/ Phonix/ MM UGM )
FASILITAS
1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor
11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training (if minimal number of participants from one company is 4 persons)

REGISTRASI

Food Safety Management

DESKRIPSI
Keracunan makanan atau yang dikenal dengan food poisoning, sering terjadi dan menimbulkan korban yang tidak sedikit. Disadari atau tidak, kejadian ini menimbulkan gangguan produktifitas kerja, dengan akibat timbulnya kerugian yang tak terbayangkan bagi perusahaan. Selain menimbulkan permasalahan kesehatan yang memakan biaya tidak sedikit, terhentinya produksi perusahaan baik karena sebagian pekerjanya sakit ataupun pekerja lain yang berhenti bekerja karena harus menolong korban, timbulnya permasalahan dari gugatan berkaitan dengan hukum dan menurunnya reputasi perusahaan, merupakan sumber kerugian lain bagi perusahaan. Untuk mencegah terjadinya hal seperti itu, maka sudah saatnya dilaksanakan usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan bagi pelaksana penyaji/pengelola makanan (foodhandler) yang dalam hal ini berperan sebagai ujung tombak.
Food Safety Management Systems (Sistem-Sistem Manajemen Keamanan Makanan) berdasarkan ISO 22000 membantu organisasi untuk menatalaksana risiko-risiko yang berkaitan dengan makanan dan minuman. Sistem-sistem manajemen tersebut perlu memperhitungkan tidak saja peraturan dasar makanan dan praktek-praktek tempat kerja yang dapat diterima, tetapi juga meliputi rencana-rencana kemungkinan untuk terjadinya krisis seperti penarikan kembali produk. Semua jenis praktek tersebut membentuk dasar suatu Food Safety Management System.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan akan penanganan makanan secara benar, dimulai dari penanganan bahan baku sampai kepada pengolahan dan penyajiannya. Dengan demikian akan terjadi perubahan perilaku (behaviour) kearah yang lebih higiene dan sehat.

MANFAAT TRAINING
• Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan akan penanganan makanan secara benar, mulai dari penanganan bahan baku sampai kepada pengolahan dan penyajian
• Memahami Food Safety Management System berdasarkan ISO 22000:2005 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

MATERI TRAINING
• Introduction to Food Safety Management System
• Introduction to the ISO 22000:2005 series
• Introduction to Food Safety
• Peraturan perundangan yang terkait: UU Nomor 23/1992 tentang Kesehatan & Kepmenkes Nomor 715/Menkes/SK/V/2003 tentang Persyaratan hygiene sanitasi Jasaboga
• Bahan Pencemar Terhadap Makanan
• Penyakit Bawaan Makanan
• Prinsip Higiene Sanitasi (Sanitasi Makanan & Minuman, Higiene Perorangan, Higiene Sanitasi Tempat Pengolahan Makanan (TPM), Pemeliharaan Kebersihan Lingkungan
• Aspek Kesehatan Penjamah Makanan
• Proses Masak Memasak Makanan,
• Pengendalian Mutu Mandiri / HACCP
• Supervisi Kantin dan Outbreak Investigation (MERP)
• Studi Kasus

PESERTA TRAINING
Pelatihan ini sangat sesuai diikuti oleh Wakil Manajemen atau pengendali Sistem Manajemen di organisasi Manajer HRD, Penanggung jawab HSE, Dokter / Paramedik di Perusahaan, General Services

INSTRUKTUR
Drs. Isdaryanto, MM dan Tim
(Pakar dan Praktisi di Bidang Food Safety)

Tempat : Hotel berbintang di Yogya ( Grand Aston/Ibis/ Phonix/ MM UGM )

METODE
Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation Pre test & Pos Test

FASILITAS
1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor
11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training (if minimal number of participants from one company is 4 persons)

REGISTRASI

Dasar pengelolaan lingkungan Terpadu (pengganti amdal tipe a)

Tujuan
1. Peserta memperoleh wawasan dan pemahaman mengenai kebijakan pembangunan dan perundan gundangan lingkungan;
2. Peserta memperoleh pengenalan tentang proses dan metoda penyusunan dokumen AMDAL;
3. Peserta memperoleh pemahaman tentang dampak lingkungan suatu proyek pembangunan dan upaya pengelolaannya.

Materi
1. KEBIJAKAN LINGKUNGAN
a. Permasalahan Utama Lingkungan Global – Regional – Lokal
b. Kebijakan Nasional Pembangunan berkelanjutan Berwawasan Lingkungan
c. Keterpaduan Kebijakan Lingkungan & Tata Ruang
d. Peraturan Perundang-Undangan Lingkungan
e. Kerangka Kelembagaan Pengelolaan Lingkungan Hidup
2. PENGANTAR ILMU LINGKUNGAN
a. Dasar-dasar Ekologi
b. Ekosistem Alami (Hutan, Pesisir-Laut, Gunung/Pegunungan)
c. Ekosistem Buatan (Desa-Kota, Pertanian, Perkebunan, Pariwisata)
d. Ekonomi Lingkungan dan Akutansi Sumberdaya Alam
e. Lingkungan Sosial Budaya dan Kependudukan
3. Pengelolaan Lingkungan Terpadu
a. Prinsip-Prinsip Pendekatan Pengelolaan Lingkungan
b. Instrumen Pengelolaan Lingkungan
c. Sistem Informasi Dalam Pengelolaan Lingkungan
d. Perencanaan Pengelolaan Lingkungan
e. Pengendalian Kerusakan Lingkungan
f. Pengendalian Pencemaran Lingkungan
g. Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Lingkungan
h. Penyelesaian Sengketa Lingkungan
i. Metode Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
4. Dasar-Dasar AMDAL
a. Pengertian, Manfaat, dan Proses AMDAL
b. Teknik Konsultasi Paublik
5. STUDI KASUS / SIMULASI
a. Kunjungan Lapangan
b. Penyusunan Laporan hasil kunjungan lapangan
c. Pembahasan/seminar
6. Evaluasi

INSTRUKTUR :
Tim PSLH UGM

REGISTRASI