Tag: pph

Pajak penghasilan karyawan pph 21 / 26

DESKRIPSI
Peraturan dan perundang-undangan pajak memang senantiasa mengalami penyesuaian mengikuti perkembangan dan kebijakan pemerintah yang sedang berkuasa. Namun satu hal yang perlu diketahui adalah bahwa undang-undang pajak yang baru biasanya tidak terlepas dari undang-undang pajak yang mendahuluinya, dengan kata lain perubahan hanya berlaku untuk bagian-bagian tertentu saja. Karena itu pengelola pajak harus menguasai hal-hal yang mendasar dalam peraturan pajak itu sendiri sehingga bila ada peraturan baru akan lebih mudah memahami dan menyesuaikannya. Pelatihan ini akan membahas PPh Karyawan berdasar peraturan terbaru (aktual) namun tetap melihat latar belakang dan dasar/falsafahnya.

TUJUAN
Membekali peserta dengan dasar-dasar peraturan, tata cara penghitungan, pemotongan dan Tata Cara Pelaporan Pajak Penghasilan Karyawan (PPh Ps.21/26).

MATERI
1. Pengertian dan ruang lingkup PPh 21
2. Memahami PerMenKeu 252/PMK.03/2008 dan PerDirjen Pajak PER-31/PJ/2009 dan PER-32/PJ/2009
3. Jenis Penghasilan yang dipotong dan tidak dipotong PPh Pasal 21
4. Jenis-jenis penghasilan yang dipotong PPh 21 Final
5. Tips & trik penghitungan serta pemotongan SPT PPh Pasal 21/26 sesuai PerDirjen Pajak PER-31/PJ/2009 dan PerDirjen Pajak PER-32/PJ/2009 (Formulir Terbaru)
• Penghitungan PPh Pasal 21 untuk penerima pensiun yang menerima pensiun secara bulanan
• Penerapan penghitungan PPh Pasal 21 untuk pegawai tidak tetap, pemagang dan calon pegawai
• Penerapan penghitungan PPh Pasal 21 untuk tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas
• Penerapan penghitungan PPh Pasal 21 untuk penerima upah harian, mingguan, satuan, borongan dan uang saku harian
• Penerapan penghitungan PPh Pasal 21 untuk penerima uang tebusan pensiun, Tunjangan Hari Tua atau Tabungan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus
• Penerapan penghitungan PPh Pasal 21 untuk penerima uang pesangon yang dibayarkan sekaligus
• Penerapan penghitungan PPh Pasal 21 untuk penerima hadiah dan penghargaan dengan nama dan dalam bentuk apapun
6. Pengisian SPT Masa PPh Pasal 21 Baru – sesuai PER-32/PJ/2009;
• SPT Induk 1721
• SPT 1721-I
• SPT 1721-II
• SPT 1721-T
• Bukti Potong PPh Ps 21 Final
• Bukti Potong PPh Ps 21 Non Final
7. Diskusi dan Studi Kasus

PESERTA
Pelatihan ini ditujukan bagi para pegawai di bagian keuangan dan akuntansi yang menangani perpajakan perusahaan.
.
TEAM INSTRUKTUR
Deden Iwan Kusuma, Drs., M.Si., Ak.
Menyelesaikan program Magister jurusan Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Bidang keahlian yang dimiliki antara lain Keuangan Lanjutan, Budgeting, Perpajakan dan Sistem Informasi. Selama kurun 10 tahun terakhir ini telah banyak membantu berbagai perusahaan dalam pencerahan seputar manajemen keuangan dan perpajakan.

Tempat : Hotel berbintang di Yogya ( Grand Aston*****/ Phonix**** / Ibis***/ MM UGM )

METODE
Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation Pre test & Pos Test

FASILITAS
1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor
11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training

REGISTRASI
Biaya kursus: Rp. 5.500.000,- per peserta (Non Residential)
Rp. 5.000.000,- per peserta ( Pendaftaran 3 peserta dari 1 perusahaan)

Akuntansi untuk penyusunan laporan rumah sakit Dan perhitungan pph

DESKRIPSI
Seiring dengan adanya perubahan sistem keuangan Rumah Sakit serta sistem keuangan Pemerintah secara keseluruhan diharapkan dana yang dikelola oleh Rumah Sakit akan menjadi lebih besar dan terus meningkat sejalan dengan peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta persiapan Badan Layanan Umum dari tahun ke tahun. Kondisi ini selain akan membawa pengaruh positif bagi peningkatan pelayanan, tetapi juga membuka peluang untuk timbulnya ekses negatif penyalahgunaan dalam pengelolaan keuangan negara. Untuk itu diperlukan berbagai upaya dalam mengatasinya. Akuntansi Rumah Sakit yang merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan adalah salah satu sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan Rumah Sakit.
Saat ini penerapan siklus akuntansi memang sudah dilakukan oleh setiap Rumah Sakit Swasta dan Rumah Sakit Jawatan. Namun pertanyannya apakah penerapannya sudah sesuai dengan implikasi penerapan PSAK No.1 (Revisi 2009) dan PSAK 45 (Revisi 2010) terhadap laporan keuangan Rumah Sakit?
Dalam pencatatan akuntansi di setiap Rumah Sakit di Indonesia harus ada kesesuaian dengan PSAK dan Pedoman Akuntansi Rumah Sakit (PARSI). Sehingga pada akhirnya akan menghasilkan Laporan Keuangan yang baik dan benar serta dapat meberikan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, perubahan posisi keuangan suatu rumah sakit yang akan bermanfaat bagi sejumlah besar kalangan pemakai informasi keuangan tersebut, serta dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan.
Oleh karenanya maka diperlukan suatu pelatihan bagi manajemen rumah sakit terutama untuk membantu rumah sakit dalam proses penyusunan keuangan Rumah Sakit, termasuk mekanisme pemotongan pajak penghasilan terhadap profesi Dokter

MATERI KURSUS
1. PSAK dan Pedoman Akuntansi Rumah Sakit (PARSI)
2. Penerapan Akuntansi Rumah Sakit di Indonesia
3. Ruang Lingkup Akuntansi Rumah Sakit
• Laporan Hasil Usaha
• Neraca
4. Pendekatan Pembelanjaan & Pendekatan Sumberdaya
5. Komponen-komponen Neraca
6. Laporan Arus Kas rumah Sakit
• Aktifitas Operasi
• Aktifitas Investasi
• Aktifitas Pendanaan
7. Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan Rumah Sakit
• Penyusunan dan Penyajian Laporan Laba Komprehensif Rumah Sakit berdasarkan PSAK 1 (Revisi 2009).
• Penyusunan dan Penyajian Laporan Posisi Keuangan Rumah Sakit Berdasarkan PSAK 1 (Revisi 2009).
• Penyusunan dan Penyajian Arus Kas berdasarkan PSAK 2 (Revisi 2009)
8. Peraturan Dirjend Pajak Nomor: PER-31/PJ/2009 Tentang Pemotongan Pajak Kategori Bukan Pegawai
9. Penghitungan Pemotongan PPh pasal 21 pada profesi Dokter
• Penghasilan dari praktek dan pekerjaan bebas
• Penghasilan Sebagai Pegawai Tetap
• Penghasilan lain-lain
Antisipasi Potential Tax Lost akibat Kesalahan Penerapan Norma dan pemotongan PPh Pasal 21
10. Contoh-contoh studi Kasus dan Pembahasan

Hotel berbintang di Yogya ( Grand Aston*****/ Phonix**** / Ibis***/ MM UGM )

PESERTA PELATIHAN
Kegiatan Pelatihan ini ditujukan bagi staf pengelola dan pelaksana akuntansi dan Keuangan pada industri Rumah Sakit.

INSTRUKTUR
Surya Mardi Dominic, seorang praktisi dan akademisi di bidang akuntansi, audit dan pengendalian internal. Beliau lulus Pendidikan Profesional Akuntan, Sertifikasi Profesional Internal Audit dan Information System Audit, Universitas Indonesia serta kandidat Berakreditasi Akuntan Publik (CPA). Pendidikan terakhir adalah S2, Sekolah Tinggi Manajemen PPM dan memiliki spesialisasi di bidang Manajemen Resiko dan Analisa Keuangan serta lulus sertifikasi Diploma International Financial Reporting Standard (IFRS). Selain aktif sebagai pembicara seminar dan anggota organisasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dosen di Universitas Padjajaran dan berbagai Universitas dan lembaga pendidikan pelatihan seminar lainnya, beliau saat ini menjabat sebagai Senior Officer Financial Reporting Manager di BUMN Indonesia terdaftar pada Bursa Efek New York dan Indonesia dimana sebelumnya bekerja pada senior level di Kantor Akuntan Publik (KAP) Big Four terbesar.

METODE
Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation Pre test & Pos Test

FASILITAS
1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor
11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training

REGISTRASI
Biaya kursus: Rp. 5.500.000,- per peserta (Non Residential)
Rp. 5.000.000,- per peserta ( Pendaftaran 3 peserta dari 1 perusahaan)