Tag: Soft Skill

Cara Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis di Dunia Kerja

Cara Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis di Dunia Kerja

Kemampuan berpikir kritis atau critical thinking menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan di dunia kerja modern. Perubahan teknologi yang begitu cepat, persaingan bisnis yang semakin ketat, serta banyaknya informasi yang harus dianalisis setiap hari membuat setiap profesional dituntut mampu berpikir secara logis, objektif, dan sistematis sebelum mengambil keputusan. Tidak hanya bagi seorang manajer atau pemimpin, kemampuan ini juga penting dimiliki oleh karyawan di berbagai level karena hampir setiap pekerjaan melibatkan proses analisis, penyelesaian masalah, hingga pengambilan keputusan.

Banyak orang menganggap berpikir kritis merupakan bakat alami yang hanya dimiliki oleh sebagian orang. Padahal, kemampuan ini dapat dilatih melalui kebiasaan belajar, pengalaman kerja, serta kemauan untuk terus mengevaluasi cara berpikir sendiri. Dengan kemampuan berpikir kritis yang baik, seseorang akan lebih mudah memahami suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang, mengurangi risiko mengambil keputusan yang terburu-buru, serta menghasilkan solusi yang lebih efektif. Oleh karena itu, mengembangkan kemampuan berpikir kritis merupakan investasi penting bagi siapa saja yang ingin berkembang dalam karier profesional.

1. Biasakan Menganalisis Sebelum Mengambil Keputusan

Salah satu ciri utama orang yang memiliki kemampuan berpikir kritis adalah tidak mudah mengambil kesimpulan tanpa memahami informasi secara menyeluruh. Ketika menghadapi suatu permasalahan, cobalah mengumpulkan fakta terlebih dahulu, mencari penyebab utama, kemudian mempertimbangkan beberapa alternatif solusi sebelum menentukan keputusan.

Kebiasaan ini membantu mengurangi kesalahan akibat asumsi yang tidak didukung oleh data. Di lingkungan kerja, keputusan yang diambil berdasarkan analisis biasanya lebih dapat dipertanggungjawabkan karena memiliki dasar yang jelas. Menurut Harvard Business Review, pengambilan keputusan yang baik diawali dengan kemampuan mengidentifikasi masalah secara tepat sebelum menentukan solusi.

2. Jangan Mudah Menerima Informasi Tanpa Verifikasi

Di era digital, informasi dapat diperoleh dengan sangat mudah. Namun, tidak semua informasi memiliki tingkat akurasi yang sama. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri memverifikasi sumber informasi sebelum menjadikannya sebagai dasar pengambilan keputusan.

Membandingkan beberapa sumber, memeriksa kredibilitas penulis, hingga memahami konteks suatu informasi merupakan langkah sederhana yang dapat meningkatkan kualitas analisis. Kebiasaan ini juga membantu mengurangi risiko kesalahan akibat informasi yang tidak valid atau menyesatkan.

Sebelum menerapkan kemampuan analisis dalam pekerjaan, Anda juga dapat mempelajari Silabus Junior Data Analyst untuk memahami bagaimana proses pengolahan dan analisis data dilakukan secara sistematis.

3. Biasakan Bertanya “Mengapa?”

Orang yang berpikir kritis tidak hanya menerima suatu kondisi apa adanya. Mereka cenderung bertanya mengenai alasan, proses, maupun dampak dari suatu keputusan. Kebiasaan bertanya “mengapa” membantu seseorang memahami akar penyebab suatu masalah sehingga solusi yang dihasilkan menjadi lebih efektif.

Sebagai contoh, ketika target penjualan menurun, jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah performa tim. Cobalah menganalisis faktor lain seperti perubahan perilaku pelanggan, kondisi pasar, strategi pemasaran, hingga kualitas produk. Dengan pendekatan tersebut, keputusan yang diambil akan lebih objektif dan berdasarkan fakta.

Selain meningkatkan kemampuan analisis, proses berpikir seperti ini juga sangat bermanfaat bagi profesional yang ingin membuktikan kompetensinya melalui Sertifikasi System Analyst, karena kemampuan mengolah informasi dan menarik kesimpulan merupakan bagian penting dalam proses analisis data.

4. Latih Kemampuan Problem Solving

Berpikir kritis memiliki hubungan yang sangat erat dengan kemampuan menyelesaikan masalah atau problem solving. Semakin sering seseorang menghadapi tantangan dan mencoba mencari solusi secara sistematis, maka kemampuan berpikir kritisnya juga akan berkembang.

Dalam dunia kerja, proses problem solving biasanya dimulai dengan mengidentifikasi masalah, mencari penyebab utama, menyusun beberapa alternatif solusi, kemudian mengevaluasi hasil yang telah diterapkan. Pendekatan tersebut membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan intuisi.

Baca juga:

  • Cara mengetahui skill yang paling dibutuhkan perusahan saat ini
  • Sertifikasi digital yang paling dicari perusahaan

5. Belajar Melihat Masalah dari Berbagai Sudut Pandang

Kemampuan berpikir kritis tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menganalisis suatu informasi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu melihat sebuah permasalahan dari berbagai perspektif. Dalam dunia kerja, setiap keputusan sering kali memberikan dampak kepada banyak pihak, sehingga mempertimbangkan sudut pandang rekan kerja, pelanggan, maupun perusahaan menjadi hal yang sangat penting.

Sebagai contoh, ketika perusahaan ingin menerapkan sistem kerja baru, seorang profesional yang memiliki kemampuan berpikir kritis tidak hanya memikirkan keuntungan dari sisi perusahaan, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan karyawan, kebutuhan pelanggan, hingga risiko yang mungkin muncul selama proses implementasi. Dengan demikian, solusi yang dihasilkan menjadi lebih realistis dan mudah diterapkan.

Kemampuan melihat berbagai perspektif juga membantu seseorang lebih terbuka terhadap masukan, mengurangi konflik dalam tim, serta meningkatkan kualitas komunikasi ketika berdiskusi untuk mencari solusi terbaik.

Baca juga:

  • Daftar Skema sertifikasi

6. Tingkatkan Kemampuan Analisis Data

Di era digital, keputusan yang baik semakin banyak didasarkan pada data. Oleh karena itu, kemampuan membaca, memahami, dan menganalisis data menjadi salah satu pendukung utama berpikir kritis. Tidak harus menjadi seorang data analyst, setiap profesional sebaiknya memiliki kemampuan dasar dalam menginterpretasikan informasi agar tidak hanya mengandalkan asumsi.

Misalnya, ketika melihat penurunan penjualan, jangan langsung menyimpulkan penyebabnya. Analisis terlebih dahulu data penjualan, perilaku pelanggan, efektivitas promosi, hingga kondisi pasar. Pendekatan seperti ini membantu menghasilkan keputusan yang lebih akurat dan mengurangi risiko kesalahan.

Ingin memahami teknik analisis data lebih mendalam? Anda dapat mempelajari Silabus Data Analyst untuk mengetahui kompetensi yang dibutuhkan dalam mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat bagi perusahaan.

7. Terus Belajar dan Menerima Feedback

Berpikir kritis merupakan kemampuan yang berkembang melalui proses belajar secara terus-menerus. Oleh karena itu, jangan ragu meminta masukan dari atasan, mentor, maupun rekan kerja mengenai cara berpikir atau keputusan yang pernah diambil. Feedback yang konstruktif membantu kita mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Selain menerima masukan, biasakan juga mengikuti pelatihan, membaca buku, mengikuti seminar, atau mempelajari perkembangan terbaru di bidang pekerjaan masing-masing. Semakin luas wawasan yang dimiliki, semakin banyak pula referensi yang dapat digunakan ketika menganalisis suatu masalah.

Menurut World Economic Forum, kemampuan berpikir analitis (Analytical Thinking) menjadi salah satu keterampilan yang paling dibutuhkan oleh perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

8. Terapkan dalam Pekerjaan Sehari-hari

Kemampuan berpikir kritis tidak akan berkembang jika hanya dipelajari secara teori. Cara terbaik untuk meningkatkannya adalah dengan menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari. Mulailah dengan kebiasaan sederhana seperti mengevaluasi hasil pekerjaan, mencari penyebab suatu masalah, membandingkan beberapa alternatif solusi, hingga mendiskusikan keputusan bersama tim.

Semakin sering kemampuan ini digunakan, semakin terbiasa seseorang berpikir secara sistematis dan objektif. Dalam jangka panjang, keterampilan ini akan membantu meningkatkan kualitas pekerjaan, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta memberikan nilai tambah bagi perkembangan karier profesional.

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu soft skill yang sangat penting dalam dunia kerja modern. Dengan berpikir secara logis, objektif, dan berbasis data, seseorang akan lebih mampu menghadapi tantangan pekerjaan, menyelesaikan masalah secara efektif, serta mengambil keputusan yang lebih tepat. Kemampuan ini dapat dikembangkan melalui kebiasaan menganalisis informasi, memverifikasi data, melihat berbagai sudut pandang, meningkatkan kemampuan problem solving, hingga terus belajar dari pengalaman dan feedback.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, berpikir kritis tidak lagi menjadi nilai tambah, tetapi telah menjadi kompetensi yang dibutuhkan di hampir semua bidang pekerjaan. Oleh karena itu, mulai melatih kemampuan ini sejak sekarang merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus memperkuat daya saing di dunia kerja.

Tips Lulus Ujian Sertifikasi Tanpa Stres dan Lebih Percaya Diri

Tips Lulus Ujian Sertifikasi Tanpa Stres dan Lebih Percaya Diri

Menghadapi ujian sertifikasi sering kali terasa menegangkan, bahkan bagi profesional yang sudah berpengalaman. Banyak orang merasa gugup karena takut gagal, kurang percaya diri, atau merasa belum cukup siap. Padahal, dengan strategi yang tepat, ujian sertifikasi bisa dijalani dengan lebih tenang dan terkontrol. Kunci utama agar tidak stres bukan hanya soal seberapa banyak materi yang dipelajari, tetapi juga bagaimana cara mempersiapkan diri secara mental dan teknis. Jika kamu memahami pola ujian, mengatur waktu belajar dengan baik, dan menjaga kondisi fisik, peluang untuk lulus akan jauh lebih besar. Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis agar kamu bisa menghadapi ujian sertifikasi dengan lebih santai, fokus, dan percaya diri.

1. Pahami Format dan Pola Ujian Sejak Awal

Salah satu penyebab utama stres saat ujian adalah ketidaktahuan tentang format soal. Banyak peserta belajar terlalu luas tanpa memahami tipe pertanyaan yang akan muncul. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mempelajari blueprint atau silabus resmi dari penyelenggara sertifikasi. Ketahui apakah ujian berbentuk pilihan ganda, studi kasus, praktik langsung, atau kombinasi semuanya. Dengan memahami struktur ujian, kamu bisa mengarahkan fokus belajar secara lebih efisien. Selain itu, coba cari contoh soal atau simulasi ujian agar kamu terbiasa dengan gaya pertanyaan yang sering muncul. Semakin familiar kamu dengan pola ujian, semakin kecil kemungkinan rasa panik muncul saat hari H.

2. Buat Jadwal Belajar yang Realistis

Belajar secara mendadak menjelang ujian hampir selalu berujung pada stres berlebihan. Karena itu, penting untuk menyusun jadwal belajar yang realistis dan konsisten sejak jauh hari. Bagi materi menjadi beberapa bagian kecil agar lebih mudah dikuasai secara bertahap. Tentukan target harian atau mingguan yang jelas sehingga progres belajar dapat terukur. Jangan lupa sisipkan waktu istirahat agar otak tidak kelelahan dan tetap fokus. Jika kamu masih bingung membagi waktu antara pekerjaan dan belajar, kamu bisa membaca panduan di artikel Cara Membagi Waktu Kerja dan Belajar Sertifikasi . Dengan jadwal yang terstruktur, kamu akan merasa lebih terkendali dan tidak mudah panik.

3. Gunakan Metode Belajar yang Aktif

Belajar pasif seperti hanya membaca materi sering kali kurang efektif untuk persiapan ujian sertifikasi. Cobalah metode belajar aktif seperti membuat rangkuman, menjelaskan ulang materi dengan kata-kata sendiri, atau berdiskusi dengan teman. Teknik ini membantu otak memproses informasi secara lebih mendalam dan meningkatkan daya ingat jangka panjang. Selain itu, latihan soal secara rutin sangat penting untuk mengukur pemahamanmu. Dari hasil latihan tersebut, kamu bisa mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki. Metode belajar aktif juga membantu meningkatkan rasa percaya diri karena kamu benar-benar memahami konsep, bukan sekadar menghafal.

4. Kelola Stres dengan Teknik Sederhana

Stres menjelang ujian sebenarnya wajar, tetapi jangan sampai mengganggu performa. Salah satu cara sederhana untuk mengelola stres adalah dengan latihan pernapasan atau meditasi singkat sebelum belajar dan sebelum ujian dimulai. Tidur yang cukup juga sangat berpengaruh terhadap konsentrasi dan kemampuan berpikir. Hindari begadang karena justru bisa membuat otak kurang optimal saat ujian. Jika merasa tegang, alihkan sejenak perhatian dengan aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau mendengarkan musik yang menenangkan. Ingatlah bahwa ujian sertifikasi bukan penentu akhir kariermu, melainkan bagian dari proses pengembangan diri. Perspektif ini akan membantu mengurangi tekanan berlebihan yang sering kita ciptakan sendiri.

5. Simulasikan Hari Ujian

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi kecemasan adalah dengan melakukan simulasi ujian. Cobalah mengerjakan soal latihan dalam batas waktu yang sama seperti ujian asli. Atur suasana belajar seolah-olah kamu sedang berada di ruang ujian agar lebih realistis. Simulasi ini membantu melatih manajemen waktu dan meningkatkan kesiapan mental. Dengan sering berlatih dalam kondisi yang menyerupai ujian sebenarnya, rasa gugup akan berkurang karena situasinya terasa familiar. Kamu juga bisa mengevaluasi strategi pengerjaan soal, seperti mengerjakan pertanyaan mudah terlebih dahulu sebelum berpindah ke soal yang lebih sulit.

6. Siapkan Mental Positif di Hari H

Pada hari ujian, usahakan datang lebih awal agar tidak terburu-buru. Pastikan semua dokumen atau perangkat yang diperlukan sudah disiapkan sebelumnya. Hindari mempelajari materi baru secara mendadak karena justru bisa membuat panik. Fokuslah pada apa yang sudah kamu kuasai dan percayalah pada proses belajar yang telah dilakukan. Saat mengerjakan soal, baca pertanyaan dengan teliti dan jangan tergesa-gesa. Jika menemui soal sulit, lewati sementara dan kembali lagi nanti agar waktu tetap terkontrol. Mental yang tenang akan membantu kamu berpikir lebih jernih dan membuat keputusan yang tepat.

Lulus ujian sertifikasi tanpa stres bukanlah hal yang mustahil jika kamu mempersiapkannya dengan strategi yang tepat. Kunci utamanya adalah memahami format ujian, menyusun jadwal belajar yang konsisten, menggunakan metode belajar aktif, serta menjaga kondisi fisik dan mental. Simulasi ujian dan manajemen stres sederhana juga sangat membantu meningkatkan rasa percaya diri. Ingatlah bahwa sertifikasi adalah investasi jangka panjang untuk kariermu, sehingga prosesnya perlu dinikmati dan dijalani dengan penuh kesadaran. Dengan persiapan yang matang dan pola pikir positif, kamu bisa menghadapi ujian sertifikasi dengan lebih tenang dan peluang lulus pun semakin besar.

Checklist Sebelum Daftar Sertifikasi Online agar Tidak Salah Pilih

Soft Skill Pendukung Sertifikasi Teknis yang Wajib Dimiliki Profesional

Banyak profesional berfokus sepenuhnya pada penguasaan materi teknis ketika mempersiapkan sertifikasi. Mereka mempelajari modul, memahami standar kompetensi, dan berlatih soal ujian tanpa menyadari bahwa faktor non-teknis sering kali menjadi pembeda utama antara peserta yang lulus dan yang gagal. Padahal, dalam praktik uji kompetensi maupun penerapan di dunia kerja, soft skill memiliki peran yang sama pentingnya dengan kemampuan teknis.

Sertifikasi teknis memang menilai kompetensi spesifik sesuai bidang, tetapi cara seseorang berkomunikasi, berpikir kritis, dan mengelola tekanan juga sangat memengaruhi hasil asesmen. Oleh karena itu, memahami soft skill pendukung sertifikasi teknis menjadi langkah strategis agar persiapan lebih matang dan peluang lulus semakin besar.

Mengapa Soft Skill Penting dalam Sertifikasi Teknis?

Dalam proses sertifikasi, terutama yang berbasis kompetensi kerja, peserta tidak hanya dinilai dari hasil akhir pekerjaan, tetapi juga dari cara berpikir, menjelaskan proses, dan merespons pertanyaan asesor. Soft skill membantu peserta menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami apa yang dikerjakan, bukan sekadar menghafal prosedur.

Selain itu, sertifikasi pada dasarnya bertujuan memastikan seseorang siap bekerja secara profesional. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang yang ahli secara teknis, tetapi juga mampu bekerja sama, berkomunikasi efektif, dan menyelesaikan masalah secara sistematis. .

Soft Skill Utama yang Mendukung Sertifikasi Teknis

  • Kemampuan Komunikasi Profesional

Komunikasi menjadi soft skill paling mendasar dalam sertifikasi teknis. Saat asesmen berlangsung, peserta sering diminta menjelaskan proses kerja, alasan pengambilan keputusan, atau cara menyelesaikan suatu tugas. Tanpa komunikasi yang jelas dan terstruktur, kemampuan teknis yang sebenarnya baik bisa terlihat kurang meyakinkan.

Komunikasi profesional juga mencerminkan kesiapan seseorang untuk bekerja di lingkungan tim. Sertifikasi tidak hanya mengukur apa yang kamu tahu, tetapi juga bagaimana kamu menyampaikan pemahaman tersebut secara logis dan sistematis.

  • Critical Thinking dan Problem Solving

Dalam banyak uji kompetensi, peserta dihadapkan pada studi kasus atau situasi yang membutuhkan analisis. Kemampuan berpikir kritis membantu seseorang memahami masalah secara menyeluruh sebelum menentukan solusi yang tepat. Soft skill ini sangat penting terutama dalam sertifikasi berbasis teknologi dan digital.

  • Manajemen Waktu dan Disiplin

Banyak peserta gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena kurang disiplin dalam persiapan atau tidak mampu mengatur waktu saat ujian. Manajemen waktu membantu peserta mempersiapkan diri secara konsisten sebelum asesmen dan bekerja lebih efektif saat proses penilaian berlangsung.

Soft skill ini terlihat sederhana, tetapi sangat menentukan, terutama dalam ujian berbasis praktik dengan batas waktu tertentu.

  • Adaptabilitas dan Kemampuan Menghadapi Tekanan

Sertifikasi sering kali menjadi momen yang menegangkan. Tekanan waktu, kehadiran asesor, dan ekspektasi hasil bisa memengaruhi performa. Adaptabilitas membantu peserta tetap tenang ketika menghadapi perubahan instruksi atau situasi tak terduga.

Kemampuan mengelola tekanan juga menunjukkan kesiapan mental untuk bekerja di lingkungan profesional yang dinamis.

Kesalahan Umum: Terlalu Fokus pada Teknis

Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah mengabaikan soft skill selama persiapan. Banyak peserta hanya fokus menghafal materi tanpa melatih kemampuan menjelaskan atau berdiskusi. Padahal, dalam asesmen berbasis kompetensi, interaksi dengan asesor menjadi bagian penting dari penilaian.

Kesalahan lain adalah merasa soft skill akan terbentuk secara otomatis tanpa latihan. Sama seperti kemampuan teknis, soft skill juga perlu diasah secara sadar. 

Cara Melatih Soft Skill Sebelum Mengikuti Sertifikasi

Melatih soft skill tidak selalu membutuhkan pelatihan formal. Diskusi kelompok, simulasi wawancara asesmen, atau latihan presentasi sederhana dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu, meminta feedback dari mentor atau rekan kerja juga efektif untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

Persiapan sertifikasi yang ideal seharusnya mencakup keseimbangan antara pemahaman teknis dan kesiapan non-teknis. Dengan pendekatan yang menyeluruh, peserta tidak hanya siap lulus sertifikasi, tetapi juga siap menerapkan kompetensi tersebut dalam pekerjaan nyata.

Sertifikasi teknis memang menilai kemampuan spesifik sesuai bidang, tetapi soft skill menjadi faktor pendukung yang tidak bisa diabaikan. Kemampuan komunikasi, berpikir kritis, manajemen waktu, dan adaptabilitas membantu memperkuat kompetensi teknis yang dimiliki. Dengan mempersiapkan keduanya secara seimbang, peluang sukses dalam sertifikasi dan dunia kerja akan jauh lebih besar.

Jika kamu sedang mempersiapkan sertifikasi teknis, mungkin ini saat yang tepat untuk mengevaluasi bukan hanya apa yang kamu pelajari, tetapi juga bagaimana kamu mempersiapkan diri secara menyeluruh. Kompetensi sejati tidak hanya terlihat dari keahlian teknis, tetapi juga dari cara kamu berpikir, berkomunikasi, dan bersikap profesional. Mengembangkan soft skill sejak sekarang bisa menjadi investasi penting untuk perjalanan karier yang lebih stabil dan berkelanjutan.

CREATIVE LEADERSHIP FOR MANAGERS, SUPERVISORS AND TEAM LEADERS

Creative Leadership For Managers, Supervisors And Team Leaders – Di era persaingan dan tingginya turbulensi dunia usaha, melahirkan kebutuhan akan “creative leader” yang mampu menjawab tantangan dan mengubah kelemahan menjadi keunggulan. Dan hanya leader sejati yang memiliki “creativity, innovation, dan passion” yang akan memperoleh kesempatan meraih sukses.
Kepemimpinan yang keratif, yaitu pemimpin yang memiliki keberanian untuk menata factor SDM sendiri untuk mengatasi setiap masalah dan persoalan yang khas menjadi sangat penting dan memiliki arti dalam menata hidup ini, karena biasanya kita tidak ingin selalu menjadi pengekor, melainkan bagaimana kita bisa selangkah maju dan berani berdiri di depan menatap jurang dan ngarai, lembah dan hutan, serta gedung pencakar langit, untuk kemudian bergerak cepat menempuh rintangan dan mengarungi tantangan kedepan sebagai individu-individu yang tangguh, kuat serta penuh impresi dan daya energy yang tak habis-habisnya mantap-kuat menatap kedepan dan meraih masa depan yang mapan. Dan pemimpin-pemimpin seperti inilah yang memiliki energy yang dikendalikan oleh sebongkah hati dan dengan semangat yang tulus ikhlas bekerja bersama teamnya, dan orang-orang seperti ini tidak terlalu berfikir panjang tapi memiliki dasar-dasar perhitungan yang tajam dan matang.

 

Tujuan

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan leadership, mengarahkan serta menjaga agar tetap berada di trek kesuksesan dan meningkatkan produktifitas dan kinerja.

 

Materi Leadership

1. Definisi leadership
2. Prinsip-prinsip Creative Leadership
3. Memahami dan membangun “behavior” seorang leader yang sukses
4. Leadership Quotient sebagai salah satu kunci sukses seorang leader
5. Kebutuhan anggota tim terhadap seorang leader – pendekatan “best practice”
6. Paradigm modern leader
7. Tantangan leader pada saat ini dan kunci suksesnya
8. Membangun lingkungan kerja yang saling memilki trusr, respect dan loyalitas
9. Teknik komunikasi yang memiliki “confidence dan power”
10. Teknik mengutarakan sebuah gagasan dengan cara yang meyakinkan dan menegosiasikannnya
11. Pendekatan psikologis, bahasa tubuh, dan penggunaan kalimat dalam sebuah komunikasi
12. Membangun kreativitas dan inovatif dalam proses pengambilan keputusan
13. Teknik memotivasi yang efektif dan aplikatif dalam menghadapi tantangan dan permasalahan
14. Mengelola hubungan baik dengan atasab, tim dan rekan sejawat
15. Personal Action Plan – rencana yang akan diterapkan setelah mengikuti pelatihan

 

Peserta Leadership

Kegiatan pelatihan ini sangat sesuai untuk diikuti oleh para Manager, Supervisor, Line Manager, Senior Manager, atau mereka yang dipromosikan sebagai leader perusahaan.

Instruktur Leadership

DR. Drs. Khoiruddin Bashori, M.Psi dan Tim
(CV Terlampir)

Waktu & Tempat

Tanggal : Untuk Penetapan Tanggal bisa menghubungi Satrio di nomor telepon/WA: 081325177427 / email: satrio@bexcellentjogja.com
Waktu : 08.00 – 16.00 WIB
Tempat : Yogyakarta
*In House Training by demand

Fasilitas

a. Training Module
b. Certificate
c. Souvenir
d. Training room with full AC facilities and multimedia
e. Once lunch and twice coffee break per day
f. Qualifed Instructor
g. Training Kit
h. Transportation from airport/railway to hotel and from hotel to the training venue

BIAYA

Rp 5.500.000,- /participant (tanpa penginapan & belum termasuk PPN)*
*special price bagi pengirim 3 peserta dari 1 perusahaan yang sama
Pembayaran dapat dilakukan pada saat pelatihan atau dapat ditransfer melalui:
PT. Bank Mandiri Cabang Yogyakarta Sudirman
No. Rek. 137-00-0735491-9
a/n PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG

Informasi

Office : Jl. Parangtritis, Km 6.5, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188
Phone: (0274) 287 1 048
Fax: (0274) 414137
Web: https://bexcellentjogja.com/ 

Rizki Satrio (Customer Relation officer)
PT. BEXCELLENT MITRA CEMERLANG ( B-EXCELLENT CONSULTANT )
Excellent Service for Excellent People
Phone : 0813-2517-7427
Fax : 0274 – 414 137
Email : satrio@bexcellentjogja.com
Mobile / WA : 0813-2517-7427

https://bexcellentjogja.com/pelatihan-sertifikasi-bnsp-online-administrasi-perkantoran/

https://wordpress.com/post/informasitrainingsatrio.home.blog/523