All posts by Rizki Satrio

Analytical Thinking And Problem Solving

DESCRIPTION
Perubahan yang terjadi begitu cepat dalam dunia usaha ditambah munculnya berbagai masalah kerja yang seolah tiada henti, telah menuntut manusia untuk menyesuaikan diri dan membangun dirinya menghadapi rintangan dan tantangan. Belum lagi bagaimana masalah yang muncul tersebut harus segera dicari pemecahannya, Kondisi ini menuntut semua orang harus berpikir kreatif. Untuk memperoleh kemampuan tersebut, perlu adanya suatu pembekalan dalam bentuk kegiatan pelatihan yang komprehensif.. Peserta akan dibekali prinsip-prinsip dan strategi berpikir analitikal yang akan meningkatkan pemahaman terhadap masalah dan kemampuan untuk mendapatkan solusi yang dapat diandalkan, yang sesuai dengan sumber daya yang tersedia dan berdasarkan masukan dan pertimbangan stakeholder. Melalui pelatihan ini para supervisor akan bekerja lebih sistematis melalui pengumpulan dan analisis data secara statistik dan kemampuan berpikir yang jernih serta fokus pada masalah-masalah yang dihadapi.

OUTLINE
• Pemikiran tentang pentingnya Analytical Thinking
• Meningkatkan Ketrampilan Analitis
• Breaking the limits
• Mengolah Kreatifitas
• Pengembangan Modal Dasar
• Kreatif dalam Memikirkan Kehidupan dan Kerja
• Karakteristik permasalahan
• Teknik identifikasi masalah dan Analisis penyebab masalah
• Proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan
• Identifikasi pilihan alternatif
• Pengembangan keputusan yang tepat
• Perencanaan dan pelaksanaan strategi
• Pengambilan keputusan secara individu dan secara mufakat

COURSE METHODS
 Presentasi
 Diskusi
 Case Study

INSTRUCTOR
Tirtana Brachnata, SE., MM.

WHO SHOULD ATTEND
Pelatihan ini sangat sesuai untuk diikuti oleh para supervisor dan manajer dari berbagai departemen / fungsi di perusahaan, atau individu di perusahaan yang perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan cara berfikir taktis.

WAKTU & TEMPAT
• Batch 1 : 28-30 Januari 2014 Place : JGJ/BDG/JKT/BALI/SING/MAL
• Batch 2 : 22-24 April 2014 Place : JGJ/BDG/JKT/BALI/SING/MAL
• Batch 3 : 26-28 Agustus 2014 Place : JGJ/BDG/JKT/BALI/SING/MAL
• Batch 4 : 28-30 Oktober 2014 Place : JGJ/BDG/JKT/BALI/SING/MAL

FASILITAS
1. Training Module (Hard and Soft copy (USB Flash Disk))
2. Certificate
3. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
4. Souvenir (Jacket or waistcoat or T-Shirt)
5. Bag or backpackers
6. Training Photo
7. Training room with full AC facilities and multimedia
8. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
9. Qualified instructor
10. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training (if minimal number of participants from one company is 4 persons)

Analisis Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Analisis Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

DESKRIPSI
Sumber Daya Manusia dianggap sebagai salah satu faktor produksi yang penting. Sumber Daya Manusia juga berperan sebagai perencana, pemikir dan pelaku dari suatu organisasi. Dengan demikian Sumber Daya Manusia merupakan pengendali dari organisasi. Oleh karena Sumber Daya Manusia merupakan faktor produksi yang penting, maka perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga sasaran dan tujuan dari organisasi dapat dicapai dengan tanpa meninggalkan kepentingan dari Sumber Daya Manusia itu sendiri.
Untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia diperlukan perencanaan yang baik dengan tujuan untuk membantu pimpinan organisasi dalam mendayagunakan Sumber Daya Manusia itu sendiri sehingga organisasi akan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya.
Pelatihan Analisis Pengembangan Sumber Daya Manusia ini akan membahas berbagai aspek terkait dengan analisis pengembangan SDM meliputi Peranan Perencanaan Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan, Analisa Perencanaan Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Rangka Peningkatan Kinerja, Analisa Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan terakhir adalah Peranan Gugus Kendali Mutu dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia

MATERI
•Pendahuluan : Pengembangan SDM VS Daya Saing Global
•Trendwatching dan Analisis SWOT untuk Pengembang SDM
•Identifikasi Kebutuhan Pengembangan SDM
•Perencanaan SDM (HR Planning)
•Analisis Kebutuhan Organisasi dan Divisional dalam Proses Perencanaan SDM
•Analisis Perencanaan Pengembangan SDM
•Prestasi Kinerja Maksimal (Produktifitas) Sebagai “Base Line Data” dalam Menetapkan Kebutuhan SDM
•Peranan Gugus Kendali Mutu dalam Pengembangan SDM
•Studi Kasus

TUJUAN
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu untuk :
•Memahami urgensi Analisis Pengembangan Sumber Daya Manusia bagi Manajemen SDM.
•Mampu melakukan Analisis Pengembangan Sumber Daya Manusia secara komprehensif.
•Mempu membuat rencana yang aplikatif terkait dengan pengembangan Sumber Daya Manusia di perusahaan masing-masing

PESERTA
Pelatihan ini sangat relavan diikuti oleh pihak manajemen perusahaan untuk perusahaan skala kecil, menengah atau besar, Manajer SDM atau HRD, Staf HRD dan semua pihak yang terkait dengan pengembangan SDM Perusahaan.

FASILITAS
•Qualified instructor
•Training Module
•Certificate
•Training Kit
•Training Photo
•Training room with full AC facilities and multimedia
•Lunch and 2 coffeebreak every day of training

Pendaftaran Hub
Anik Purwandari (Ndarie)
Phone: (0274) 2871 0481
Mobile: 0853 4070 4679
WhatsApp: 0856 2876 177
Email: anik@bexcellentjogja.com

Advanced Good Corporate Governance

DESCRIPTION
Sejak tahun 2000- an Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan mulai diterapkan secara serius di perusahaan-perusahaan di Indonesia. Di dalam GCG ada prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang mensejajarkan para stakeholder sebagai satu kesatuan yang saling terikat dan saling mendukung. Tidak ada istilah buruh dan majikan di dalam GCG, yang ada hanyalah karyawan, pimpinan, pemilik, pelanggan, dan stakeholder lainnya. Semua pihak disebut sebagai stakeholder, dan sangat dihormati melalui prinsip-prinsip GCG, di mana semua stakeholder yang berada di dalam perusahaan atau organisasi wajib mematuhi kode etik dan kode kerja perusahaan. Di sini, semua pihak di dalam perusahaan dirangkul dan dimotivasi untuk menghasilkan kualitas kerja terbaik buat dipersembahkan kepada stakeholder secara keseluruhan. Pada akhirnya, GCG merupakan suatu keharusan dalam rangka membangun kondisi perusahaan yang tangguh dan sustainable. Ia diperlukan untuk menciptakan sistem dan struktur perusahaan yang kuat sehingga mampu menjadi perusahaan kelas dunia

OBJECTIVES
1. Peserta memahami bagaimana cara mengimplementasikan GCG di perusahaan secara tepat
2. Peserta memahami cara melaksanakan assessment GCG sesuai SOP yang berlaku
3. Peserta memahami parameter penyebab terjadinya kegagalan pengelolaan perusahaan sebagai akibat dari bad corporate governance;
4. Peserta memiliki pemahaman yang memadai dan mampu memecahkan masalah yang terjadi dalam praktik implementasi GCG.

OUTLINE
1. GCG Awareness dan Strategi Implementasinya :
 Latar Belakang Penting Inisiatif Good Corporate Governance;
 Pengertian dan Konsep Good Corporate Governance;
 Perkembangan Kode dan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance;
 Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan;
 Perangkat Good Corporate Governance;
 Membangun Budaya Perusahaan Melalui Penerapan Good Corporate Governance;
 Faktor yang Mempengaruhi Penerapan Good Corporate Governance;
 Konsep dan Implementasi Good Corporate Governance.
2. GCG Infrastructure:
 Perspektif Good Corporate Governance.
 Skema Good Corporate Governance.
 Legal Governance Models.
 Skema Organ Perusahaan.
3. GCG Sofstructure
 Definisi, Urgensi, dan Jenis Soft Structure GCG.
 Good Corporate Governance Code.
 Code of Conduct.
 Board Manual.
 Charters/Piagam.
 Standart Operating Procedure (SOP).
 Skema Evaluasi Softstructure.
 Faktor Kritikal Penyusunan dan Implementasi Softstructure GCG.
4. Teknis Implementasi GCG Secara Effektif
 GCG Strategy Map
 Tahapan Program Implementasi GCG
 Tahapan Membangun Infrastructure
 Tahapan Membangun Softstructure
 Tahapan Implementasi
 Tahapan Assessment
 Rincian Program Kerja dan Timetable
 Tahapan Evaluasi
5. Metode GCG Assessment dan Self Assessment Checklist
 Tahap-Tahap Konseptual Implementasi GCG
 Arti Penting Assessment GCG
 Assesment Versi KNKG
 Assesment Versi FCGI
 Assesment Versi Kementerian BUMN
 Assesment Versi Bank Indonesia
 Assesment Versi Standard and Poor’s
 Assesment Versi Australian Stock Exchange
 Contoh Publikasi Assessment dalam Annual Report.
6. Menuju GCG Assessor yang Efektif
 GCG Self Assessment
 Langkah Melakukan GCG Assessment
 Kriteria Assessor Ideal
 Hambatan dan Tantangan Assessor
7. Penyusunan Pelaporan Implemantasi CGC
 Teknis Penyusunan Laporan
 Cakupan laporan implemantasi CGC:
– Pihak-pihak utama: pemegang saham, manajemen, dan dewan direksi.
– Pemangku kepentingan: karyawan, pemasok, pelanggan, bank dan kreditor
8. Studi Kasus dan Brainstorming:
 Contoh Kasus yang Terjadi dalam Implementasi GCG
 Penyelesaian Permasalahan GCG
 Diskusi Interaktif tentang Cara Mengimplementasikan GCG pada Perusahaan

COURSE METHODS
 Presentasi
 Diskusi
 Case Study

INSTRUCTOR
Dr. Ahmad Subagyo, SE., MM.

WHO SHOULD ATTEND

  • Directors
  • Company Secretaries
  • Corporate Planners
  • Internal Auditors

WAKTU & TEMPAT

BATCH 1 BATCH 2 BATCH 3 BATCH 4

13 – 15 Jan 14 – 16 Apr 01 – 03 Jul 20 – 22 Oct

JGJ/BDG/JKT/BALI

FASILITAS
1. Training Module (Hard and Soft copy (USB Flash Disk))
2. Certificate
3. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
4. Souvenir (Jacket or waistcoat or T-Shirt)
5. Bag or backpackers
6. Training Photo
7. Training room with full AC facilities and multimedia
8. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
9. Qualified instructor
10. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training (if minimal number of participants from one company is 4 persons)

Presentation & Communication Skill

DESKRIPSI

Ketrampilan berkomunikasi dan memberikan presentasi saat ini sudah merupakan bagian yang penting dalam kehidupan seorang eksekutif. Bagi kebanyakan karyawan, baik atasan maupun bawahan, kemampuan berkomunikasi seringkali menjadi kendala terbesar bahkan sangat menentukan kesuksesan kerja dan karirnya. Apalagi bagi para pemimpin, keahlian ini akan menentukan tingkat pengaruh dan dampak yang dapat ditimbulkan bagi para pengikutnya. Presentasi merupakan alat komunikasi tangguh dalam usaha untuk menyampaikan laporan atau keterangan mengenai apa saja yang merupakan tanggung jawab seseorang, baik itu barang maupun jasa. Presentasi juga dapat digunakan untuk menunjukkan kemampuan, karena dari cara seseorang memberkan presentasi dapat dinilai seberapa jauh ia menguasai bidang yang dikelola. Ketrampilan yang tinggi dalam hal ini akan menjadi asset utama bagi seseorang yang sedang meniti jalur karirnya.

MATERI

1. Konsep dan proses komunikasi (interpersonal & organizational Communication)
2. Komunikasi dan usaha memahami orang
3. Berbagai hambatan dalam berkomunikasi
4. Meningkatkan efektifitas komunikasi dengan pengenalan bahasa tubuh
5. Manfaat presentasi yang efektif
6. Teknik persiapan dan penyampaian materi presentasi secara terstruktur
7. Sikap memberi presentasi
– teknik penguasaan diri
– teknik menghadapi audience
8. Teknik menanggapi masalah – masalah khusus dalam presentasi
9. Faktor – faktor pendukung dalam presentasi
10. Alat bantu presentasi
11. Menutup presentasi
12. Workshop presentasi secara praktis dan menarik

PESERTA

Pimpinan perusahaan, manager semua bidang, staff marketing sales, customer service para konsultan. Siapa saja yang menginginkan dan membangun pemahaman dan keterampilan dalam komunikasi.

INSTRUKTUR

Drs. Bambang Wahyu, M.Si.

WAKTU & TEMPAT

26 – 28 November 2013
08.00 – 16.00 WITA
Hotel Ibis Kuta Bali

METODE

Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation Pre test & Pos Test

FASILITAS

1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor

REGISTRASI

Managing Customer Satisfaction

DESKRIPSI

Kepuasan Pelanggan terhadap suatu perusahaan dipengaruhi oleh seberapa jauh produk dan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan, apakah sudah mampu memenuhi, bahkan melampaui kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan. Selain itu, pengalaman pelanggan dalam berinteraksi dengan perusahaan juga akan turut menentukan perubahan persepsi mereka terhadap perusahaan.
Pengukuran tingkat kepuasan pelanggan secara berkala, akan dibutuhkan oleh perusahaan guna mengetahui seberapa jauh performansi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan. Selain itu, perusahaan juga akan mendapatkan informasi penting mengenai seberapa jauh kekuatan dan kelemahan (gap) perusahaan dalam berkompetisi, yang tentu sangat penting bagi langkah strategis ke depan.

MATERI

• Building Customer Satisfaction Cultur Konsep dan Filosofi
• Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan
• Identifikasi Pelanggan dan Titik Interaksinya
• Dimensi Kepuasan Produk dan Pelayanan
• Gap Analysis, Cycle of Service dan Efektifitas Penanganan keluhan.
• Measurement Methods
• Quantitative Techniques mempelajari teknik survey pelanggan secara kuantitatif
• Mendesain Kuesioner dan Pengujiannya
• 7 Sampling: Tipe dan Ukurannya
• Analisis dan Interpretasi Data (Statistik)
• Strategi Improvement dan Action Plan

PESERTA

Customer Service, Quality Assurance, Marketing, Production, serta pihak-pihak lain yang bertanggung jawab terhadap kepuasan pelanggan

INSTRUKTUR

Drs. Bambang Wahyu, M.Si.

WAKTU & TEMPAT

3 – 5 Des 2013
08.00 – 16.00 WITA
Hotel Ibis Kuta, Denpasar

METODE

Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation Pre test & Pos Test

FASILITAS

1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor

REGISTRASI

International Standard Codes

DESKRIPSI

Standard code merupakan makanan wajib bagi seorang engineer. Standard code ini menjadi dasar acuan engineer baik dalam design, testing, fabrikasi, instalasi, maupun commisioning. Selain itu juga ada beberapa code yang menjelaskan acuan untuk repair atau maintenance. Itu semua hanya mempunyai tujuan satu yang ujung-ujungnya tidak lain untuk safety, baik yang berdampak terhadap humanity maupun terhadap sistem itu sendiri.
Masing-masing disiplin mempunyai code sendiri. Dasar pengembangannya berdasarkan pada beberapa kasus kecelakaan sebelumnya. Secara umum standard merupakan sebagai persyaratan perancangan yang baik dan benar sedangkan code itu sendiri merupakan produk dari lembaga standard yang disesuaikan dengan disiplin dan ditandai dengan kode-kode tertentu.
Pemahaman yang memadai akan kodifikasi pada industri manufaktur menjadi salah satu kebutuhan utama dalam meningkatkan efektifitas operasi dan produksi.

MATERI

  1. Jenis Standard dan Code
  • Standard Produk/Barang
  • Standard Pelaksanaan
  • Tingkat dan Penggunaannya
  • Fungsi Manufaktur Produk
  • Fungsi Rancang Bangun
  • Fungsi Pemeliharaan
  1. Jenis Standard dan Code
  • Standard Produk/Barang
  • Standard Pelaksanaan
  • Tingkat dan Penggunaannya
  • Fungsi Manufaktur Produk
  • Fungsi Rancang Bangun
  • Fungsi Pemeliharaan
  1. Standard Produk/Bahan
  • Standard Data Communication
  • Standard Material
  1. Standard Pelaksanaan
  • Standar Keselamatan
  • Standar Lingkungan
  • Standard Start Up & Commisionning
  • Standard Management
  1. Standar Pemeriksaan
  2. Standard Instrumentasi Process
  • Standard Process
  • Standard Instrumentasi
  • Standard Mekanikal/Standard Pipa/Pipeline
  • Standard Kelistrikan
  • Standard Komunikasi
  1. Code Material yang Umum digunakan
  • ASME (American Society of Mechanical Engineers)
  • API (American Petroleum Institute)
  • ANSI (American National Standards Institute)
  • ASTM (American Standard Testing and Material)
  • ASCE (American Society of Civil Engineers)
  • AWS (American Welding Society)
  • NACE (National Association of Corrosion Engineers)
  • NFPA (National Fire Protection Association)
  • JIS (Japanese Industrial Standard)
  • DIN (Deutsches Institute fur Normung)
  • TEMA (Tubular Exchanger Manufacturers Association)
  • EJMA (Expansion joint Manufacturers Association)

PESERTA

Pelatihan ini ditujukan bagi para QC, teknisi dan engineer yang terkait dengan fungsi identifikasi material dan bahan.

INSTRUKTUR

Ir. Rahmat Priyo Handono, MM

WAKTU & TEMPAT

3 Days

Batch I 06 – 07 Jan 2015

Batch II 07 – 09 Apr 2015

Batch III 01 – 03 Jul 2015

Batch IV 06 – 08 Oct 2015

Tempat JGJ/BDG/JKT/BALI

METODE

Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation Pre test & Pos Test

FASILITAS

1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor

REGISTRASI

Corporate Cash Management

DESKRIPSI

Corporate cash management atau pengelolaan cash perusahaan secara garis besar sangat terkait dengan berbagai pemahaman mengenai likuiditas, aplikasi pengelolaan cash outflow dan cash inflow serta pengendalian berbagai faktor yang mempengaruhinya dan pengambilan keputusan yang terkait dengan manajemen cash out dan cost. Oleh karena itu kesalahan dalam mengalokasikan dana pada pos yang tidak sesuai dengan tujuan keuangan akan menimbulkan akibat buruk, apakah kehilangan kesempatan penambahan nilai uang atau kesulitan mengeluarkan uang pada saat memerlukannya. Demi mencapai kinerja keuangan yang maksimal, maka sangat penting bagi perusahaan untuk memiliki kemampuan bagaimana mengelola arus kas yang baik dan benar sesuai prinsip-prinsip akuntansi, sehingga company goals dapat tercapai.

MATERI

1. The Risk – Return Trade Off in Managing Cash
2. Cash Management Objectives and Decisions
3. Cash Management and Working Capital Management
4. Foreign Exchange Risk
5. Cash Flow Forecasting
6. Controlling Cash Management
• Identification of Fraud in Managing Cash
• Fraud Prevention and Control in Managing Cash
7. Calculating Short Term & Long Term Fund Requirement
8. Cash Flow Analysis
9. Margin vs Cash Flow
10. Cash Management in Investment Decisions
11. Sharing Experience & Discussion

PESERTA

Manajer atau Staf Senior Keuangan dan Akuntansi, serta Manajer dan Staf senior lainya yang terkait dengan Perencanaan Keuangan, Budgeting, Pengembangan Bisnis serta pihak lain yang terkait dengan konsep dan aplikasi Corporate Cash Management.

INSTRUKTUR

Trihendro, SE, MM, MBA

WAKTU & TEMPAT

17 – 19 Des 2013
08.00 – 16.00 WIB
Hotel Ibis Yogyakarta/Bali

METODE

Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation Pre test & Pos Test

FASILITAS

1. Training Module
2. Training CD contains training material
3. Certificate
4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
6. Bag or backpackers
7. Training Photo
8. Training room with full AC facilities and multimedia
9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
10. Qualified instructor

REGISTRASI

Biaya kursus: Rp. 6.000.000,- per peserta (Non Residential)
Rp. 5.500.000,- per peserta ( Pendaftaran 3 peserta dari 1 perusahaan)

Treasury and Cash Management

DESKRIPSI

Pelatihan ini memberikan pemahaman dan wawasan yang berkaitan dengan manajemen perbendaharaan (treasury management) dan manajemen kas (cash management). Banyak hal yang harus diketahui bagi mereka yang bekerja di bagian treasury dan manajemen kas. Hal-hal yang harus diketahui mengenai manaje perbendaharaan diantaranya adalah capital budgeting, manajemen kredit, pembayaran dividen, analisis dan perencanaan keuangan, manajemen pension, manajemen asuransi dan risiko. Hal-hal yang harus diketahui mengenai manajemen kas diantaranya adalah konsep kas dan nilai waktu uang, sistem pengendalian inter dan akuntansi kas, teknik peramalan kas, penganggaran kas, dan analisis investasi surat berharga.

TUJUAN

Pelatihan ini memberikan bekal pengehuan dan wawasan di bidang manajemen treasury dan manajemen kas, agar mereka yang berkerja di bidang tersebut dapat melakukan pekerjaannya dengan efektif dan efisien.

Bagian I

  • Cashflow dan konsep nilai waktu uang
  • Sistem pengendalian internal dan akuntansi untuk kas
  • Sistem pengawasan kas
  • Rekening giro bank sebagai alat pengawasan kas
  • Teknik manajemen kas, penyusunan rekonsiliasi bank

Bagian 2

  • Penyusunan penaksiran kas (cash forecast) dan anggaran kas (cash budget)
  • Teknik manajemen kas: strategi instrument investasi jangka pende (deposito, saham, reksadana, dll).
  • Reknik manajemen kas: strategi instrument investasi jangka panjang (deposito, saham, reksa dana, property, emas, dll).

Bagian 3

  •  Manajemen cashflow dampaknya terhadap strategi manajemen pajak perusahaan
  • Analisis pengambilan keputusan dengan analisis rasio cashflow
  • Cashflow quadrant: cara cerdas mengelola uang di masa krisis
  • Capital budgeting
  • Relationship dengan bank komersial dan bank investasi
  • Analisis dan perencanaan keuangan
  • Manajemen risiko dan asuransi

INSTRUKTUR

M. Imam Bintoro, S.E., MSFIN

WAKTU & TEMPAT

Tempat : Hotel Papandayan, Bandung

METODE

Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation Pre test & Pos Test

FASILITAS

  • Training Module
  • Training CD contains training material
  • Certificate
  • Stationeries: NoteBook and Ballpoint
  • Jacket or waistcoat or T-Shirt
  • Bag or backpackers
  • Training Photo
  • Training room with full AC facilities and multimedia
  • Once lunch and twice coffeebreak every day of training
  • Qualified instructor

REGISTRASI

Project management Control

DESKRIPSI

Pembangunan suatu proyek konstruksi yang dikerjakan oleh kontraktor seringkali tidak sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan lain yang tertuang pada dokumen kontrak. Kecenderungan adanya gejala di mana pencapaian mutu hasil pembangunan baik berupa gedung, konstruksi jalan dan jembatan, serta bangunan irigasi, tidak konsisten dengan perencanaan teknis, di mana terlihat dari hasil pembangunan yang ternyata rentan mengalami kerusakan dan usia ekonomisnya lebih pendek dari perkiraan rencana semula. .Jika hal ini terjadi tentu yang dirugikan adalah pemilik modal / investor. Untuk meminimalkan terjadinya penyalahgunaan, maka peran seorang QC dalam hal ini sangat diperlukan untuk melakukan inspeksi dan pengawasan, memonitor dan mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan. Salah satu upaya untuk mencapai sasaran itu adalah dengan memberdayakan sumber daya manusia agar memiliki Quality Control of Civil Work yang memiliki kemampuan mengendalikan mutu proyek-proyek yang ditanganinya

MANFAAT PELATIHAN

Peserta paham tentang pentingnya peran quality control dalam pekerjaan pembangunan proyek

Meminimalkan terjadinya penyalahgunaan dan inkonsistensi dari proyek yang dikerjakan

Peserta mampu melakukan perencanaan yang matang terkait fungsi pengawasan, inspeksi dan monitoring pekerjaan.

MATERI

1. Sikap dan Motivasi seorang Quality Control

2. Manajemen Pengendalian Mutu

3. Karakteristik tanah dan uji laboratorium untuk pekerjaan tanah dan pondasi

4. Kontrol Pekerjaan tanah dan pondasi

5. Pengendalian Mutu Pekerjaan Beton

6. Evaluasi mutu beton

7. Pengujian Tidak Merusak (NDT)

8. Peralatan, Metoda, dan Pelaksanaan Pengujian NDT

9. Pengendalian Mutu pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan

10. Pengendalian mutu pada pelaksanaan penghamparan dan pemadatan

PESERTA

Para staff pelaksana, Perencana dan Pengawas Pekerjaan Sipil

INSTRUKTUR

Toriq A Ghuzdewan

WAKTU & TEMPAT

25 sd 27 November 2013

Hotel Ibis Thamarin, Jakarta

FASILITAS

Training Module

Training CD contains training material

Certificate

Stationeries: NoteBook and Ballpoint

Jacket or waistcoat or T-Shirt

Bag or backpackers

Training Photo

Training room with full AC facilities and multimedia

Once lunch and twice coffeebreak every day of training

Qualified instructor

REGISTRASI

 

Sanggah Banding Dalam Pengadaan Barang Dan Jasa

SANGGAH BANDING DALAM PENGADAAN BARANG DAN JASA

 

DESKRIPSI

Dalam pengadaan barang atau jasa tidak dapat dipungkiri sering terjadi sengketa dan permasalahan di lapangan. Khususnya dalam pengadaan barang/jasa pemerintah yang kebanyakan dilakukan secara lelang dengan beberapa peserta lelang. Pada prinsipnya pengadaan barang/jasa harus dilaksanakan secara efektif dan efisien dengan prinsip persaingan sehat, transparan, terbuka, dan perlakuan yang adil bagi semua pihak, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi fisik, keuangan maupun manfaatnya. Tetapi karena ada i’tikad tidak baik dalam pelaksanaan lelang menyebabkan ketidakpuasan peserta lelang. Sanggah merupakan hak penyedia lelang untuk menyampaikan keberatan atas hasil lelang. Apabila tidak puas terhadap jawaban sanggah, maka penyedia barang/jasa (peserta lelang)  dapat mengajukan sanggah banding.

Dengan training ini peserta akan diberikan pemahaman konsep dan teknis yang baik dalam pengajuan sanggah dan sanggah banding dengan indikasi ada kejurangan atau hal lain pada penetapan pemenang lelang pengadaan barang/jasa, supaya sanggah dapat diterima dan Badan atau Pejabat yang berwenang bisa mengeluarkan keputusan yang dimohonkan. Begitu juga pemahaman akan ketentuan-ketentuan yang mengatur sanggah banding, karena adanya perubahan ketentuan pokok yang mengatur pengadaan barang /jasa, termasuk aturan terbaru Perpres No. 70 Thn 2012 yang mana Banyak perubahan mendasar yang terjadi pada Perpres ini dibandingkan dengan Perpres dan ketentuan sebelumnya.

 

MATERI KURSUS

1.Overview Perpres No. 70 Thn 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

2.Konsep dasar sanggah dan sanggah banding

3.Sanggah banding menurut ketentuan praturan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya

4.Evaluasi keputusan lelang Pengadaan Barang/Jasa

5.Syarat pengajuan sanggahan dan sanggah banding

6.Kendala-kendala dan strategi sanggah banding yang efektif

7.Proses dan prosedur sanggah banding (pada lelang umum & penunjukan langsung penyedia barang/Jasa)

8.Penyerahan jaminan sanggah banding dan kontroversi dengan UU No. 18 Tahun 1999 Ttg jasa Konstruksi

9.Sanggah banding yang tidak dilampiri jaminan sanggah banding yang sesuai

10.Jawaban sanggah banding dan Kepastian hukum keputusan sanggah/sanggah banding

11.Praktek dan contoh pengajuan sanggah banding

 

PESERTA

Para Manager/staff Traffic, Manager/staff Logistik, Freight Forwarder, Manager/staff bagian Shipping, Airfreight Manager, Legal staff, Lawyer, Manager, Supervisor dan staf bagian pengadaan barang dan jasa dan mereka yang berkaitan, membuat dan mengajukan sanggah banding.

 

WAKTU & TEMPAT

08.00 – 16.00 WIB

Hotel Ibis*** Malioboro Yogyakarta

 

INSTRUKTUR

LELI JOKO SURYONO, SH. M.HUM

 

METODE

Presentation, Discussion, Case Study, Evaluation Pre test & Pos Test

 

FASILITAS

  1. Training Module
  2. Training CD contains training material
  3. Certificate
  4. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
  5. Jacket or waistcoat or T-Shirt
  6. Bag or backpackers
  7. Training Photo
  8. Training room with full AC facilities and multimedia
  9. Once lunch and twice coffeebreak every day of training
  10. Qualified instructor
  11. 11.      Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training

 

 

REGISTRASI